TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 38


__ADS_3

kini Sinar matahari sudah menerobos masuk ke dalam cela cela gorden kamar mentari dan leon, yang membuat mata mentari menjadi silau dan akhirnya terbuka. Mentari langsung melihat pemandangan yang aangat indah di depannya membuat pagi nya sangat segar dan menyenangkan, dan tak lama akhirnya mata leon juga terbuka dan langsung melihat ke arah mata mentari.


"pantesan orang tua kamu ngasih nama kamu mentari, karena mata kamu sangat menyilaukan" ucap leon dengan suara yang serak khas orang bangun tidur


Mentari yang malu lalu bangkit dari tidur nya dan dia langsung pergi ke kamar madi dengan wajah yang bersemu merah, dan dia terus memegangi pipinya.


"dasar gadis itu, baru di puji seperti itu saja sudah senang banget, ternyata membuat dia senang itu bukanlah hal sudah, cukup di puji seperti itu sudah mampu membuatnya dia tersenyum dan tersipu malu"


Sambil menunggu mentari mandi, leon memainkan ponselnya dan saat ngecek pesan WA dia, ternyata tadi malam papa nya mengirim pesan.


~le... Tadi masalah di kantor sudah papa urus semua, dan besok jangan lupa masuk ke kantor, kalau bisa kamu bawa mentari pulang ke sini dulu, agar dia tidak merasa kesepian dan sendirian, biar dia di ajak mama mu belanja. Kamu harus ingat yah le... Jaga mentari seperti kamu menjaga diri kamu sendiri, jangan membuat air matanya jatuh dan kalau bisa segera buatkan cucu buat papa dan mama~


setelah selesai membaca, leon lanhsung menghubungi papa nya


Deny : iya leon kenapa


Leon : pah... Ini mentari mau ikut leon ke kantor, dia kemarin minta kerja di kantor leon, agar tidak kesepian di rumah


Deny : tapi kamu tidak memaksa dia kan le... Jangan buat dia kecapekan loh...


leon : iya pah... Papa tenang aja, mentari aman sama leon, leon akan menjaga fia kok pa


Deny : yah sudah, tadi mama pesan kalau kamu jangan memperlakukan mentari seperti karyawan, karena dia itu istri kamu, jadi jangan pernah kamu menindas mentari


Leon : iya pa... Leon ingat itu, yah sudah leon mau mandi dulu,

__ADS_1


Melinda : ehh leon leon... Metari di mana, sekarang


Leon : mentari habis mandi ma... Dia lagi siap siap mau berangkat ke kantor


Melinda : ohh yah sudah kalau begitu, kamu juga jangan lupa sering sering ajak mentari ke rumah ini, mama kangen sama menantu mama


Leon : iya ma... Mama tenang aja, nanti kalau tidak kemalaman, leon dan mentari pergi ke rumah sana


Setelah telponnya mati leon langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan sementara mentari berganti baju, lalu dia ingin menyiapkan semua berkas berkas yang di bilang leon, walaupun dia hanya lulusan SD saja, leon tetap menyuruhnya membawa ijazah tersebut.


Setelah selesai menyiapkan semua itu, mentari dan leon langsung turun ke bawah untuk sarapan. Setelah itu mereka pergi ke kantor dengan jalan sendiri sendiri, leon pergi bersama albert naik mobil, sedangkan mentari pergi bersama pengawal dengan naik bus


Mentari datang terlebih dahulu ketimbang leom, mentari langsung menghampiri satpam untuk menayakan tempat melamar pekerjaan itu di mana,


"pagi pak... Tempat melamar pekerjaan itu di mana yah pak"


"iya pak terima kasih yah"


"sama sama"


Mentari langsung masuk ke dalam kantor, dan dia di buat snaagt tercengang karena kantor tersebut sangat besar dan sangat mewah, orang orang yang ada di sana juga seperti orang pintar semua, dan sangat berkelas.


Mentari langsung masuk ke dalam lift dan dia memencet nomer 3, dan di sana juga ada beberapa orang yang ternyata juga mau pergi ke lantai 3


"kalian ini mau melamar pekerjaan semua?" ucap seorang perempuan dengan sangat angkuh

__ADS_1


mentari dan yang lain hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, sambil memandang aneh ke arah perempuan itu


"saya kadih tahu yah kamu, lebih baik kalian pergi saja, karena kalian tidak akan di terima, lowongan di sini itu cuma 1 dan itu pun sudah pasti hanya GW yang akan di terima, karena... HRD di sini itu adalah paman GW jadi sudah pasti GW yang akan di terima"


"bukannya yang akan menerima itu adalah presdir kantor ini yah... Dan HRD hanya menyampaikan saja, jadi mau paman kamu atau tidak, itu tidak akan mempengaruhi"


"heiii kamu... Berani yah kamu ngomong seperti itu, lagian GW itu lulusan terbaik di kampus dan GW juga punya banyak relasi di sini, jadi peluang GW untuk bisa masuk di perusahaan itu angat besar ketimbang kalian kalian semua"


Karena pintu lift sudah terbuka, akhirnya mentari langsung keluar dari lift dan meninggalkan perempuan yang besar kepala itu.


Perempuan itu sangat percaya diri akan di terima di perusahaan ini, dan tingkah dia sangat sombong bahkan dia sudah berani memerintah orang untuk keperluan pribadinya


Sementara mentari hanya diam dan mengawasi perempuan itu, dan dia diam diam mengambil video perempuan itu dan di kirim ke ponsel leon, mentari juga mempringatkan leon agar tidak menerima orang seperti dia, wlaupun dia itu keponakan dari HRD sendiri


Leon pun sudah menerima pesan tersebut dan leon juga bilang, serahkan saja sama dia.


Setelah membaca pesan itu mentari langsung tersenyum sambil melihat ponsel nya.


Karena mentari tidak menghiraukan perempuan itu, akhirnya perempuan itu langsung ingin merebut ponsel yang di pegang mentari. Karena mentari orangnya sangat cekatan, akhirnya mentari bisa menyelamatkan ponselnya, dan mentari juga memberikan sedikit pukulan pada jari perempuan itu


"kurang ajar yah kamu itu... Pergi kamu sekarang, jangan harap kamu bisa berada di sini"


"emang kamu pemilik dari kantor ini, kamu tidak bisa mengusir saya dari sini, dan kamu jangan terlalu percaya diri dari pada nanti kamu malu karena tidak di terima di sini"


"ha ha ha ha kamu lihat saja, setelah paman saya datang, saya akan bilang ke dia untuk segera membuang semua berkas amyang kamu bawa"

__ADS_1


Saat mentari bersih tegang dengan perempuan itu, tiba tiba datang seorang pria yang dari tadi di sebutnya dengan sebutan paman, dan perempuan itu langsung sok manis di depan HRD sambil merangkul tangannya, dan itu membuat mentari sanagt mual melihat kejadian itu. Semua orang di ruangan itu, hanya bisa menahan senyumnya saat mengetahui ada seorang yang mengemis pekerjaan dengan merendahkan harga dirinya.


__ADS_2