TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 59


__ADS_3

Lisa yang benar benar terpojok dan dia sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, akhirnya memilih untuk pergi dan meninggalkan mereka semua dengan mujka yang jengkel dan memerah karena kesal dengan omongan mentari yang tidak mau mengalah dengan dia.


...****************...


Mereka semua hanya memandang kepergian lisa dengan muka yang jengkel, karena tidak pernah mereka bayangkan kalau sampai ada orang yang seperti itu, terlalu kepedean dan terlalu percaya diri tanpa mempertimbangkan kemampuan nya sendiri.


"yah sudah kita pergi ke ruangan kita saja yah... Biarkan dia merenungi apa yang dia ucapkan tadi, jangan sampai kita hancur cuma gara gara satu orang" ucap mentari sambil mengajak semua rekan kerjanya untuk memasuki bagian devisi baru mereka


Mereka setuju untuk pergi bersama mentari, saat akan masuk ke lift, kebetulan mereka semua berpapasan dengan leon dan juga albert yang akan kembali ke ruangannya.


"selamat siang tuan leon" ucap mereka semua sambil sedikit menundukan kepalanya


Leon hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala saja, setelah itu mereka semua di persilahkan untuk masuk ke dalam lift bersama sama, posisi leon dan mentari ada di belakang.


Leon tidak mau membuang sia sia moment itu, dengan perlahan lahan leon sedikit membuka rok pendek yang di kenakan mentari, sambil sedikit meremas dan memukul area belakang mentri sampai mentari sedikit terkejut dan berteriak lirih


"awwwuu" ucap mentari sambil melotot ke arah leon


Dan semua orang yang ada di depan mereka langsung menoleh ke belakang melihat mentari dan leon.


"kamu kenapa tar?" tanya nita


"he he he enggak papa nit, sudah sudah kalian hadap depan aja lagi, aku tadi cuma sedikit terbentur saja kok" ucap mentari sambil menahan rasa malunya

__ADS_1


Sementara leon hanya diam dan menganggap semua tidak terjadi apa apa, dia tidak merespon mentari sama sekali, karena jengkel dengan sikap leon akhirnya mentari hanya menatap dengan sinis ke arah leon.


"berani kamu sama saya" ucap leon sambil bisik bisik, mendengar omongan leon itu mentari langsung tertunduk sambil manyun karena dia tidak berani kalau melawan ke leon


Albert yang tahu itu hanya bisa menahan senyumnya saja, karena memang dia tidak bisa melarang apa apa dan hanya bisa menolong saja dengan menghapus rekaman CCTV yang ada di lift saat kejadian tadi.


Tak lama akhirnya lift berhenti dan pintu sudah terbuka, semua orang keluar dari dalam lift termasuk leon dan albert. Mereka semua lanhsung masuk ke dalam ruangan kaca yang di penuhi dengan berbagai macam bunga kering dan segar, dan terdapat juga berbagai macam alat alat dan juga cairan untuk mendukung mereka dalam membuat parfum.


"ini adalah ruangan baru kalian, saya harap kalian bisa mengembangkan bakat dan kemampuan kalian dalam membuat parfum dan menciptakan berbagai macam aroma aroma baru" ucap leon dengan gaya yang coll dan sangat berwibawa


"terima kasih tuan leon, kita sudah di kasih ruangan yang sangat bagus seperti ini, dan tuan leon juga mau mempercayakan devisi ini ke kami yang itungannya anak baru di kantor sini" ucap indra yang di setujui semua rekan kerja nya


"yah sudah saya akan tinggal kalian, kalian adaptasi dengan ruangan baru kalian, dan kalian juga bisa memilih siapa ketua di devisi ini, yang bisa di percaya dan di andalkan untuk membawa maju devisi"


"ohh kalian sudah menentukan ternyata, yah sudah saya harap kalian bisa bekerja dengan maksimal yah, walaupun kamu ketua, tali kamu tidak bisa semena mena menyuruh orang lain untuk urusan pribadi kamu"


"iya baik tuan, tuan bisa mengandalkan hal ini sama saya"


Setelah berbicara, leon dan albert langsung meninggalkan ruangan itu, dan kembali ke ruangannya sendiri.


Semua anak hanya bisa pasrah dengan kelakuan lisa, mereka juga tidak mau ribut karena ruangan ini dekat dengan kantor pribadi leon jadi mereka semua tidak mau kalau membuat leon kecewa sama mereka.


"sudah sudah biarkan saja, biarkan apa mau dia, yang penting kita semua di sini kerja jadi mau ada ketua atau tidak ada ketua kerjaan kita juga sama saja." ucap mentari

__ADS_1


"tapi tar... dia itu pasti cuma ingin dekat dengan tuan leon, karena semua orang di sininitu tahu kalau dia sering caper sama tuan leon" jawab nita yang tidak terima


"sudahlah nit... Kamu kayak tidak tahu aja tuan leon itu seperti apa, untuk menaklukan tuan leon itu sangat susah, bahkan tuan leon sendiri tidak akan mau menerima perempuan yang kecentilan seperi itu"


"kamu kok tahu sih tar... Apa kamu sama tuan leon ada hubungan"


""apaan sih kamu nit... aku itukan sasisten pribadi tuan leon, jadi sedikit banyaknya aku tahu tentang tuan leon"


"ohh iya yah... Tapi kalau kamu dekat dengan tuan leon juga tidak apa apa kok tar, kamu kan cantik, tuan leon ganteng dan kalau kamu berada di samping tuan leon itu seperti seorang pasangan"


"sudah sudah... Ayo... Lebih baik kita bereskan mejah kita masing masing dan besok kita sudah bisa bekerja di sini"


"ehhh apaan sih kalian, yang ketua di sini itu aku, jadi kalian hanya bisa mengikuti kata kata aku saja, ngapain kalian ngikuti kata kata sih mentari ini, dia itu bukan siapa siapa di sini"


Semua anak tidak ada yang mendengar omongan lisa, mereka langsung membereskan mejah mereka masing masing, tanpa memperdulikan lisa yang dari tadi marah marah.


(awas yah kalian semua, saat aku sudah menjadi istri atau pacar dari tuan leon, orang pertama yang aku pecat itu kalian semua, dan terutama kamu mentari, orang yang dari kemarin suka nantangin aku, pokoknya awas aja kalian semua, dan kamu mentari, lihat saja, aku akan membuat kamu lembur setiap hari, sampai kamu sendiri yang mau keluar dari sini) suara hati lisa


setelah mereka semua selesai membereskan mejah mereka masing masing, lisa dengan semangatnya langsung pergi ke ruangan leon untuk memberi tahukan beberapa berkas yang akan devisinya kerjakan, lisa mengambil berkas itu dari mejah mentari, tanpa sepengetahuan mentari lisa mengambilnya dan menyerahkan ke leon, dengan berpura pura dia yang mengerjakan.


Saat leon melihat berkas itu, leon langsung mengetahui kalau berkas itu milik mentari karena hanya mentari yang mengetahui beberapa parfum yang di tulis di berkas itu.


"ini kerjaan kamu sendiri atau kamu mengambil dari teman kamu, dan kalau ini kerjaan kamu, dari kapan kamu mengerjakan ini, karenakan kamu baru tahu hari ini kalau kamu di pindahkan di devisi parfum" ucap leon dengan nada yang sedikit membentak

__ADS_1


__ADS_2