
Mentari masih terus enggan menanggapi permintaan leon, dia masih saja menenggelamkan badan nya di dalam betap, dan leon juga menyelesaikan buang air besarnya dan juga sekalian mandi.
Mentari hanya diam sambil melirik ke arah leon, sebenarnya hati dan jantung mentari mulai bergejolak, karena ini baru pertama kali nya dia meliahat ada cowok tidak pakai baju apa apa di depan dia, walaupun leon sudah menjadi suaminya namun mentari masih malu dan takut untuk hal hal yang lebih jauh.
Leon sangat menikmati mandi nya, dan dia juga tidak menghiraukan mentari sama sekali, setelah mandi leon langsung menggunakan handuk dan celana pendeknya, setelah itu dia langsung keluar dari kamar mandi.
Mentari yang sudah melihat leon keluar, akhirnya dia bergegas membilas badannya dan setelah itu dia juga langsung memakai baju nya lalu keluar dari kamar mandi.
Leon langsung mengajak mentari untuk sarapan di restoran di lantai bawah, setelah itu mereka langsung cekout dari hotel dan kembali ke rumah
"kamu nanti mau makan apa aja terserah kamu" ucap leon pada mentari
"iya tuan...." jawab mentari sambil menunduk dan berjalan di belakang leon
"orang orang di sini tau nya kita itu pasangan suami istri, dan saya yakin kalau di sini juga ada orang suruhan dari mama dan papa, jadi kamu kalau bisa jangan memanggil saya tuan" ucap leon
"trus kalau begitu, saya harus memanggil siapa tuan, kebiasaan saya memanggil tuan dengan sebutan tuan, jadi kalau di ganti rasanya akan beda" jawab mentari yang kebingungan
"yah panggil apa kek gitu... bisa mas... Kak... Sayang... atau lain sebagainya, kamu cari sendiri yang penting bukan tuan, karena kamu itu istri saya bukan asisten saya" ucap leon dengan sangat santai
(hahh... Masa aku harus manggi dia seperti itu, mana mungkin aku panggil dia dengan sebutan sayang, trus kalau mas itu... Kaya bagaimana gitu aneh banget, atau panggil kakak aja yah... Biar di kira kita itu kakak adik, lagian umur tuan leon jauh di atas ku, jadi masih pantaslah kalau di panggil kak) suara hati mentari
Karena mentari diam terlalu lama dan tidak menjawab omongan leon, jadi leon sempat ngagetin mentari, "WWOOYYY diam aja, kalau ada orang ngomong itu di jawab"
"ehhhh iya tuan.... Haduhhh tuan itu jangan begitu... Nanti kalau jantung saya copot bagaimana" protes mentari sambil memegang dadanya
__ADS_1
"yah kalau copot tinggal pasang aja kan beres, ha ha ha, habisnya kamu di ajak ngomong malah melamun, jawab kek atau apalah" ucap leon
"tadi saya tidak melamun, cuma saya mikir aja, pantasnya saya itu panggil apa ke tuan leon, setelah saya mikir tadi, yah sudah saya panggil kak aja ke tuan leon, kalau panggil kak kan masih aman " jawab mentari
Mereka akhirnya sepakat kalau panggilan tuan di ganti dengan panggilan kak, setelah itu mereka ambil makanan dan langsung di habiskan, lalu mereka lanjut untuk beres beres dan balik ke rumah mereka. Karena leon ingin kembali bekerja setelah beberapa hari libur.
...****************...
Marisa dan dion kini semakin akrab dan mereka juga mulai bertukar nomor telpon karena menurut marisa dion adalah laki laki yang sesuai dengan kriteria yang dia mau, dan juga sebaliknya, marisa adalah oerempuan yang di idam idam kan dion selama ini.
Walaupun mereka sudah kenal lama, namun mereka jarang ngobrol, dan baru kali ini mereka menjalin hubungan baik, namun yang tidak di ketahui marisa adalah sikap tempramen leon saat tahu apa yang dia punya di rebut sama kakak nya dion, marisa belum mengetahui bahaya apa yang tengah menanti dia saat hubungannya dengan dion di ketahui sama leon.
...****************...
Mereka ingin hubungan mentari dan leon semakin dekat, dan mereka sudah memindahkan semua barang barang leon ke rumah baru nya, jadi kini bisa di bilang orang tua leon sedang mengusir leon dari rumah nya sendiri
Rumah baru leon tidak kalah besar, malah jauh lebih besar ketimbang rumahnya yang lama, dan di sana juga sudah di siapkan pembantu baru dan penjaga rumah baru, yang semuanya itu adalah orang kepercayaannya pak deny, jika leon macam macam membawa perempuan lain masuk ke rumah itu, maka pembantu rumah akan langsung memberi tahu pak deny dan bu melinda.
Drett.... Drett.... Dret.... Ponsel leon bergetar
leon : iya halo mah ada apa
Melinda : kamu ada di mana sekarang leon
leon : ini leon lagi perjalanan pulang mah.. Ada apa, mama mau titip sesuatu
__ADS_1
Melinda : tidak... Tidak usah... Kamu sama mentari kan sekarang, dia tidak kamu tinggal kan leon....
Leon : iya mama... Ini leon sama mentari, yah kali leon meninggalkan mentari sendirian
Melinda : yah sudah bagus.... mama telpon kamu karena mau ngasih tahu kamu sesuatu, bahwa rumah kamu sekarang sudah pindah, jadi tidak di sini lagi
Leon : hahhh apa maksud mama... Emang rumah leon ada rodanya apa, pakai bisa pindah sekarang
Melinda : yahh bukan ada rodanya, cuma mama mau kamu pindah rumah, mama sama papa sudah membelikan kamu rumah uyang bagus, dan barang barang kesayangan kamu sudah mama pndah semua ke rumah itu, jadi kamu sekarang sama mentari langsung pergi saja ke rumah itu
leon : mah... Mama jangan bercandah deh... Itu rumah leon sendiri loh mah... Sertifikat juga atas nama leon, tapi kenapa mama usir leon dari rumah itu
Melinda : ohhh mentang mentang sudah bisa beli rumah sendiri kamu jadi sombong sama mama dan papa, mama sudah membesarkan kamu dari bayi sampai sekarang kamu bisa sukses, trus sekarang kamu mulai peritungan sama mama dan papa, tega banget kamu leon
leon : ma... Bukan begitu maksud leon. Iya iya deh rumah itu untuk mama trus sekarang leon harus tinggal di rumah mana
Melinda : hahh begitu dong dari tadi, yah sudah ini Langsung mama kirimkan alamatnya ke kamu, dan kamu langsung aja pergi ke rumah itu, dan ingat kamu jaga baik baik mentari yah... Karena mama dan papa mengatasnamakan rumah itu dengan namanya mentari, jadi kamu baik baik memperlakukan mentari, agar kamu tidak di usir sama mentari
leon : APA..... kenapa rumah itu atas namar mentari sih ma... Berarti leon sekarang numpang di rumah mentari dong....
Melinda : iya.... Biar kamu tidak bisa ngapa ngapain tanpa se ijin mentari, dan mentari juga harus minta ijin dulu sama mama tentang semua hal tentang kamu
leon : agghhh terserah mama dan papa deh
Leon langsung menutup telpon itu, dan leon sangat kesal dengan semua hal yang di buat sama orang tuanya itu. Mentari tidak tahu apa apa mengenai rencana dari orang tua leon, dia yng melihat leon marah marah hanya bisa diam, Menunggu waktu yang pas buat ngomong sama leon.
__ADS_1