TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 23


__ADS_3

Semua orang yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya saja, dan langsung kembali ke kerjaan mereka masing masing, mereka semua berpura pura tidak melihat kejadian apa apa, agar leon tidak merasa malu.


Mentari dan leon juga langsung tersadar dari lamunannya, mereka langsung memalingkan muka, dan berpura pura tidak terjadi apa apa. Karena tertabrak pintu tadi, jadi rasa canggung di antara mereka sudah agak berkurang.


Kini mereka duduk di ayunan yang ada di taman, mentari terus melihat ke arah atas karena hari ini langit sangat terang, dan langit sangat indah.


"kamu suka melihat langit?" tanya leon untuk mencairkan suasana


"iya tuan... Saya selalu membayangkan kalau di atas langit itu ada orang tua saya, jadi saya merasa di temani sama mereka saat saya melihat ke langit" jawab mentari sambil terus melihat bintang bintang di langit


"bukannya orang tua kamu masih hidup? orang tua kamu itu yang mengantar kamu ke rumah ini waktu itu kan" tanya leon yang semakin penasaran


"mereka adalah orang tua angkat saya tuan... Saya di adopsi waktu saya masih kecil, dan orang tua kandung saya sudah meninggal" jawab mentari sambil menatap ke arah leon dengan senyum tipis di bibirnya


"ohhh.... Jadi kamu bukan anak kandung mereka, pantas saja mereka rela menjual kamu ke rumah ini dan mereka tidak pernah menjenguk kamu di sini, kalau orang tua kandung pasti akan sering kesini untuk melihat keluarga mereka yang sudah di jual. Dan akhir akhirnya saya melepaskan keluarga mereka" jawab leon


"hahhh... Bagaimana tadi.... Tuan melepaskan pelayan yang sudah di jual ke sini, memangnya boleh tuan... bukannya kata orang, orang yang sudah di jual di sini, mereka akan bekerja se umur hidup mereka, dan tidak bisa kemana mana" tanya mentari yang sangat terkejut

__ADS_1


"ehemmm.... Karena kamu akan menjadi anggota keluarga di sini, jadi saya akan kasih tahu kamu yang sebenarnya. Jadi begini, orang yang sudah di jual itu memang tidak bisa keluar, yang artinya, saya sudah membayar gaji mereka di muka, jadi mereka harus bekerja selama kurang lebih 3 tahun, sesuai uang yang mereka di muka, kalau mereka mau terus yah mereka akan mendapat gaji lagi, tapi kala mereka mau berhenti yah itu terserah mereka"


"jadi bukan bekerja seumur hidup, itu hanya gosip yang beredar saja, karena saya selalu bilang sama yang sudah keluar dari sini, mereka tidak boleh mengatakan apa apa tentang yang ada di sini, mereka harus bilang yang buruk buruk saja, agar tidak banyak orang tua yang tega menjual anak nya di sini"


"jadi semua rumor yang beredar di masyarakat itu hanyalah omong kosong, mulai saya yang kejam, suka menghabisi pelayan jika saya tidak suka, dan lain sebagainya, itu memang sengaja di buat untuk menghentikan penjualan anak di bawah umur ke rumah ini" penjelasan leon yang membuat mentari terkejut


(apanya yang omong kosong, waktu itu kamu minyiram saya sama air panas itu apa, dan kamu mengunci saya di kamar seharian tanpa makan dan minum itu apa hah...) suara hati mentari


"ohh iya.... Maslah saya menyiram kamu sama air panas itu, saya minta maaf... Karena saya sangat marah sekali kalau kamu sampai di pegang sama dion, saya sama dion memang tidak pernah akur, jadi saya sangat membenci kalau orang yang dekat sama saya itu dekat juga sama dion" ucap leon lagi


"tar.... Tari.... Haiii mentari.... Kamu kenapa bengong kaya begitu.... Hah " Teriak leon saat menyadari kalau mentari bengong


"hahhh.... Iya tuan kenapa..." ucap mentari yang tersadar dari bengong nya


"tadi mama sama papa menyuruhku bisa dekat sama kamu, jadi apa salahnya kita bertukar pengalaman, tadi kan saya yang cerita ke kamu, sekarang kamu yang cerita ke saya, tentang diri kamu" ucap leon


"kehidupan saya dulu tidak ada yang menarik tuan, bisa di bilang kalau kehidupan saya jauh berbeda dengan anak anak yang lain, saya tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua setelah saya di adopsi sama bu lastri dan pak joko yang sekarang menjadi orang tua angkat saya, walaupun begitu saya tidak membenci mereka, saya sangat menyayangi mereka"

__ADS_1


"apa lagi sama adik saya sulis, saya dulu rela memberikan apa pun untuk dia, walaupun dia tidak pernah menganggap saya sebagai kakaknya, setiap hari saya bangun jam 4 pagi dan langsung pergi ke pantai untuk mengambil ikan dari para nelayan untuk saya jual, siang hari saya masih harus menjadi kuli panggul di pasar, uang nya untuk biaya keluarga saya dan juga biaya sekolah sulis" ucap mentari sambil mengingat masa lalunya yang sangat menyedihkan


"kenapa kamu yang bekerja orang tua kamu mana, apa mereka tidak membantu kamu untuk mencari uang?" tanya leon yang semakin penasaran


"tidak.... Mereka semua hanya mengandalkan saya, tapi saya sangat ikhlas membantu mereka, saya tidak pernah meminta apa pun dari mereka, karena saya tahu, itu tidak akan pernah terkabul, jangankan minta baju, mainan, atau barang yang lain, saya minta kasih sayang mereka saja itu tidak di kasih, mereka selalu menghukum saya, mencambuk saya, bahkan membiarkan saya kelaparan jika saya memberikan uang ke mereka cuma sedikit" ucap mentari sambil meneteskan air mata


Leon sangat prihatin dengan keadaan mentari, dia tidak pernah menyangka kalau ada orang yang memiliki perjalanan hidup yang sangat buruk seperti itu. Leon jadi yakin untuk menikahi mentari, agar kehidupannya jauh lebih baik, walaupun mereka tidak saling mencintai.


Leon dan mentari duduk di taman itu sampai sore hari, bahkan karena keasikan ngobrol leon melupakan untuk pergi ke kantor. Hingga mereka di panggil sama mak ton untuk makan dulu, karena mereka belum makan siang tadi.


...****************...


bu melinda dan pak deny menyiapkan berbagai macam cara untuk bisa menangkap marisa, bahkan mereka tidak ingin kalau sampai marisa datang ke pernikahan leon dan mentari, apa lagi jika nanti dia mau menjadi orang ke tiga di dalam hubungan leon dan mentari.


Pak deny juga sudah mendatangi tempat mentari di sekap, pak deny dan anak buahnya langsung menyusuri tempat itu, anak buah pak deny lebih terperinci dan tidak grasa grusu saat mencari barang bukti , bahkan pak deny juga menyuruh untuk mengecek ke tempat tempat yang tak lazim untuk di jadikan persembunyian.


Setelah menyusuri hari pertama, hari kedua, dan hari ke tiga, akhirnya pencarian anak biah pak deny, membuahkan hasil, mereka menemukan ruang bawah tanah yang di jadikan marisa dan anak buahnya bersembunyi saat leon datang ke tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2