TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 72


__ADS_3

Mereka akhirnya bekerja sangat serius untuk menyelesaikan semuanya, mereka mulai memproduksi parfum dengan jumlah banyak, dan mereka juga mengemas parfum dengan sangat rapi, dan sangat elegan.


****************


Saat jam istirahat tiba tiba albert menyuruh mentari untuk pergi ke ruangan leon, karena ada hal penting yang harus di bicarakan mereka berdua.


"kenapa tuan leon ingin ngomong bersama sama kamu tar?" tanya nita pada mentari


"entah... Mungkin ngomongin masalah acara peresmian itu"


"kalau ngomong masalah peresmian, pasti tuan lein akan memanggil kita semua, sedangkan ini hanya kamu yang di panggil. Jangan jangan.... Tuan leon mau menembak kamu"


"apaan sih nit.... Tidak munhkin itu, mana mungkin tuan leon mau melirik aku yang cuma karyawan biasa"


"yah siapa tahu aja... Kamu kan cantik"


"tidak mungkin itu, jangan terlalu berharap, aku saja yang di atas kalian tidak pernah di lihat sama tuan leon, apa lagi sih mentari yang cuma perempuan biasa" saut lisa pada mentari


"ihh emang kamu siapa sampai mau di lihat tuan leon, di panggil tuan leon saja kamu tidak pernah, ini malah mau dekat dekat sama tuan leon"


"sudah sudah... Kalian kenapa malah berantem, tuan leon hanya mau ngomong sama mentari, karena dulu mentari pernah jadi asisten pribadi tuan leon. Jadi kalian jangan mikir macam macam" saut albert


Mentari langsung pergi untuk menemui leon, dan albert juga mengikuti dari belakang. Saat mau masuk ke ruangan leon, mentari tiba tiba bertemu dengan seorang OG yang sedang mengepel di depan ruangan leon.


(sulis? Apa perempuan itu sulis.... Tapi tidak mungkin sulis ada di kantor ini, tapi dari belakang postur tubuhnya seperti sulis) suara hati mentari sambil melihat perempuan itu


"kamu kanapa tar... Kok berhenti" ucap albert

__ADS_1


"kak albert... Dia siapa, apa dia anak baru" tanya mentari


"kurang tahu sih aku, karena buat yang menerima OB dan OG di kantor ini itu kepala clining servis, jadi gak ada sangkut paut nya sama aku, HRD, ataupun tuan leon"


Mentari masih berdiri di belakang peremouan itu yang masih ngepel lantai, dan saat mau nyamperin OG itu tiba tiba kiki menepuk mentari dari belakang, dan akhirnya mentari menoleh ke arah belakamg dan mengurungkan untuk menyapa OG itu


"mbak kiki kenapa ngagetin aja sih..."


"yahh habisnya kamu dari tadi aku lihat cuma berdiri di sini, bukannya segera masuk ke ruangan, ini malah berhenti di sini"


"yah sabar dong mbak... itu masih di oel sama OG nya"


"ohh tuh sudah selesai... OG nya aja sudah pergi, jadi buruan masuk sana, tuan leon sudah menungguu dari tadi"


(yahh kenapa dia sudah pergi sih, padahal aku penasaran banget sama OG itu, yah sudah deh kapan kapan saja, aku cari dia di pantry atau aku tanya ke kepalanya saja) suara hati mentari


Mentari langsung masuk ke dalam ruangan leon dan menutup kembali pintu itu, dengan cepat leon langsung mengunci ruangan nya dengan remot yang ada di tangannya.


"kamu tidak perlu memanggilku tuan, lagian pintu sudah aku kunci dan ruangan ini juga kedap suara, jadi tiadak akan ada yang tahu tentang apa yang kita bicarakan dan apa yang kita lakukan di sini"


"ohhh yah sudah, kalau begitu kakak memanggilku buat apa?"


"sebenarnya aku ingin ngomong sesuatu hal yang penting sama kamu, tapi aku takut kamu malu dan tidak mau menerimanya"


"maksut kakak apa"


"hem aku mau ngomongin masalah tadi pagi sama kamu, karena kalau tidak segera di bereskan maka akan mengganggu ku hari ini"

__ADS_1


Mendengr itu mentari langsung mengingat kejadian tadi pagi yang sempat gagal mereka lakukan


(wah gawat ini kalau sampai kak leon minta jatah tadi pagi yang gagal karena mama, anak anak bisa semakin curiga kalau aku lam lama di sini, tapi aku juga tidak bisa menolak klau kak leon meminta)


"kakak mau ngomongin masalah apa, kakak tidak mau melakukan hal hal yang tidak tidak kan, kakak harus ingat kita lagi di kantor, bisa bisa nanti anak anak kantor curiga sama kita"


"emang kamu berfikiran apa, pikiran kamu ini jangan kotor kotor, dong" ucap leon sambil ngetuk kening mentari


"aww... Kak.... Sakit tahu... habisnya kakak memasang muka mesum seperti itu, yah aku jadi berfikiran yang tidak tidak" jawab mentari sambil memegang keningnya


(kurang ajar ni anak, sudah berani bilang kalau wajahku mesum, padahal wajah ini yang bisa membuat perempuan kelepek kelepek, ini malah di bilang wajah mesum. Tapi gak papa itu tandanya dia sudah bisa merasa santai di dekat ku, tidak sekaku dulu) suara hati leon sambil melihat mentati yang masih manyun


"sudah sudah duduk sana kami, aku cuma mau ngomongin masalah mama yang menyuruh kita buat bulan madu, kamu setuju atau tidak. Kalau kamu yidak setuju, nanti biar aku yang bilang sama mama"


"ohh iya tadi mama menyuruh kita buat bulan madu, tapi kalau aku mau mau aja asal sama kakak, kalau aku di suruh sendirian yah tidak mau, apalahi fi negera orang lain, bisa bisa aku tersesat di sana"


"yah tidak mungkin dong kalau kamu sendirian, kakak tidak akan membiarkan kamu sendirian, kalau kamu setuju, kakak akan bilang albert dan kiki agar membuatkan waktu kosong untuk kita berdia, karena kita di sana cukup lama, mama juga menyuruh kakak buat mengontrol kantor yang ada di china"


"ohh oke deh... Berarti nanti aku bisa bilang ke anak anak kalau akan ikut perjalanan bisnis kak leon di cina, agar anak anak tidak curiga kenapa tiba tiba aku menghilang dari kantor"


"untuk itu serahkan saja sama aku, biar nanti kiki yang membuat suratmya, tapi kita tunggu tanggal dari mama saja"


"trus bagaimana dengan acara peresmian ini, apa kita akan meninggalkan acara ini kak"


"enggak, kakak sudah bilang sama mama, untuk mengatur tanggal setelah acara itu, jadi kamu bisa membantu anak anak dulu"


"ohh okelah kak, yaj sudah aku kembali dulu yah ke anak anak, biar mereka tidak curiga. Kalau aku lama lama di sini bisa bisa mereka curiga kalau kita ada hubungan"

__ADS_1


leon langsung membuka kunci pintu ruangannya, karena dia juga tidak ingin kalau hubungannya akan terekspos di kantor. Saat mentari mau keluar, mentari mencoba menggoda leon dengan mencium binirnya sekilas dan setelah itu dia berlari keluar ruangan leon.


Leon yang mendapat serangan yang tiba tiba itu sampai membulatkan matanya, karena dia juga terkejut dengan sikap mentari yang tiba tiba mencium bibirnya. Leon ingin menggejar mentari namun sayang dia kalah cepat dengan mentari, jadi dia harus merelakan mentari pergi begitu saja tanpa tanggung jawab.


__ADS_2