
Tanpa terasa kini hari pernikahan leon dan mentari tiba, semua orang sedang bersiap siap untuk ikut pemberkatan di acara tersebut. Semua pelayan dan pengawal menggunakan baju yang seragam dan bu melinda dan pak deny juga menggunakan baju yang indah dan sangat terlihat mewah. Tak kalah pengantinnya, leon memakai setelan taksedo, dengan bunga mawar di sakunya, dan mentari memakai gaun putih yang sangat mewah dan cantik.
...****************...
Leon berdiri di atas altar pernikahan sambil membawa bunga edelweis di tangannya, sementara mentari sedang bersiap siap untuk berjalan menuju altar dengan di gandeng sama pak deny, yang mewakili keluarga mentari.
Dengan mata yang berkaca kaca mentari memegang tangan pak deny, dengan hati yang bergetar mentari berjalan di atas karpet merah dengan senyum yang sangat hangat, semakin dekat menuju altar pernikahan, kini wajah leon sudah terlihat sangat jelas, yang membuat hati mentari semakin bergetar.
Setelah sampai di altar pernikahan, kini leon langsung memberikan bunga edelwais yang dia bawa dari tadi, dan tangan mentari mulai di rai lalu di genggam dengan sangat erat oleh leon. Di depan hadapan pendeta, leon dan mentari mengucapkan janji suci pernikahan untuk terus bersama sampai maut memisahkan.
lalu leon menyematkan cincin berlian yang sangat cantik di jari mentari, dan begitupun sebaliknya mentari menyematkan cincin di jari leon.
Setelah itu pendeta menyuruh pengantin laki laki untuk mencium pengantin perempuan, dan semua tamu undangan yang ada di greja itu langsung bersorak cium... Cium... Cium...
Dengan malu malu, leon mulai mengarahkan muka mentari ke atas, sambil berbisik maaf, dan setelah itu dia langsung menempelkan bibirnya ke bibir mentari, mentari hanya bisa memejamkan matanya sambil mengalungkan tangannya di bahu leon.
Lalu semua orang berdiri dan bertepuk tangan, karena semua prosesi pernikahan bisa berjalan dengan lancar, dan setelah itu acara di lanjutkan di aula greja, yaitu acara makan makan, kareana yang jadi tamu undangan itu cuma asisten, pengawal, dan juga keluarga dekat saja, jadi tidak ada acara resepsi.
Dion kakak leon sengaja tidak mau hadir di acara pernikanan adiknya itu, karena dia tidak ingin berpura pura sok akrab, jadi Dion lebih memilih pergi ke luar negeri bersama perempuan yang lagi dekat dengan dia.
Marisa sendiri mulai agak was was jika pak deny sampai mengungkap semua kejahatan dia selama ini, marisa sebenarnya sudah sepakat dengan leon untuk ikut hadir di acara pernikahan itu, namun marisa belum siap untuk menghadapi orang tua leon. Sementara leon sendiri juga tidak menghiraukan ada atau tidaknya marisa di acara pernikahannya, karena leon terlalu asik bersama orang orang terdekat dia, dan dia sudah sangat bahagia bisa menjadikan mentari sebagai istrinya yang sah.
__ADS_1
"untuk masalah menciummu tadi, kamu jangan salah paham, saya cuma tidak mau membuat semua orang kecewa, itu saja" ucap leon sambil berbisik ke arah mentari
"tuan tenang saja, saya juga tahu kok kalau itu hanya sebagaian dari ekting kita, lagian saya sudah menjadi istri tuan, jika saya menolak maka saya bisa di cap aneh sama orang lain" jawab mentari tanpa menatap leon karena jika dia menatap leon, maka dia tidak akan bisa berbicara seperti itu
Leon yang mendengar itu hanya bisa menganggukkan kepala, karena dia tidak menyangka kalau hatinya akan terasa sakit saat mendengar mentari menjawab seperti itu.
Sedangakan leon sendiri juga tidak sadar kalau omongannya itu juga bisa membuat mentari sakit hati. Tapi leon tetap mengatakan hal itu kepada mentari, sehingga mentari sendiri beranggapan kalau memang benar leon tidak akan pernah mencintai dia, dan tidak akan mengganggap dia sebagai seorang istri.
...****************...
Singkat cerita acara mereka sudah selesai, dan semua orang sudah kembali pulang ke rumah leon, sedangkan leon dan mentari di suruh pergi ke hotel, karena orang tua mereka sudah menyiapkan kamar yang samgat spesial untuk mereka berdua.
Para staf hotel langsung mengenali mereka, dan langsung mengantar mereka ke ruang kamar mereka. Mentari sangat terpesona dengan hiasan kamar yang ada di hotel itu, sehingga mentari lanhsung melihat ke setiap sudut ruangan kamarnya.
"kamu atau saya yang mandi terlebih dahulu" ucap leon pada mentari
"tuan saja dulu yang mandi, nanti setelah itu saya yang mandi" jawab mentari
Leon langsung mandi dan membersihkan dirinya, sedangkan mentari sedang asik memandangi dirinya sendiri di depan kaca, karena seumur umur dia tidak pernah bermake up dan menggunakan baju sebagus ini, apalagi cincin yang di pakai itu, terlihat sangat mewah, dan terlihat kalau itu adalah barang mahal.
"yahhh walaupun suamiku tidak prnah mencintai aku, tapi itu tidak memjadi masalah, yang penting aku jadi istri dia, dan dia jadi suami ku, dia akan tetap pulang pada ku" ucap mentari sambil duduk di kasur dengan menatap ke kaca
__ADS_1
karena mentari tidak ingin mengotori ataupun merusak baju nua, jadi mentari berusaha ingin membuka resleting gaun pengantinnya, dengan susah payah mentari mencoba membuka semua resleting itu sampai bawah, namun apa daya tanganmya tidak sampai.
"sini saya bantu" ucap leon yang tiba tiba ada di belakang mentari sambil membukakan resleting gaun nya mentari
Mentari yang terkejut langsung berlari lalu berbalik, dan menutupi punggungnya yang setengah terbuka, karena terlalu grasak grusuk, dan gaun mentari tidak sengaja ada bagian yang di injak leon hingga.
"Kreekkkk" suara gaun mentari yang sobek
"GAUN KU...." teriak mentari sambil melotot dan melihat ke arah kaki leon yang masih santai menginjak gaun mentari
"Tuan.... Lepasin... Jangan di injak... Nanti sobeknya makin parah..." ucap mentari lagi sambil jongkok dan memegang renda gaun yang robek lumayan besar
Leon yang melihat itu langsung mengangkat kakinya dan berpura pura tidak tau dan tidak mau di salahkan.
"bukan salah ku yah... Habisnya kamu ngapain sampai lari sih... Bukannya diam ini di bantu malah lari seperti itu" ucap leon sambil marahin mentari
Mentari hanya mendengarkan saja omongan leon itu tanpa menjawab apa apa, kini air matanya sudah mengalir karena melihat gaun yang sudah menajdi kesayangannya itu sampai robek, dan itu tidak akan bisa lagi di pakai. Leon yang memarahin mentari tiba tiba diam karena dia melihat ada air yang menetes dari wajah mentari yang membasahi gaun yang masih dia kenakan.
"mentari kamu jangan menangis, kalau kamu hanya menangisi gaun ini, saya besok bisa membelikan kamu gaun ini lagi yang sama persis, bagakan saya juga bisa membelikan gaun yang lebih mahal ketimbang gaun ini" ucap leon pada mentari, namun mentari hanya diam terjongkok sambil twtus memegang gaunnya
Melihat mentari yang seperti itu, membuat leon semakin bingung, dan dia merasa bersalah karena kecerobohan dia gaun milik mentari menjadi sobek seperti itu, bahkan leon sendiri terlalu malu dan gengsi untuk minta maaf dan mengakui kesalahannya, jadi leon hanya bisa memegang tangan mentari dan membantunya untuk berdiri, sambil mengucapkan kata kata yang bisa membuat mentari agak tenang.
__ADS_1