Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
11


__ADS_3

Zamora sekarang berada di ruangan kepala sekolah untuk mengetahui dimana letak kelasnya.


"Zamora Abelard kau berada di ruangan 12 Ipa B" ucap kepala sekolah.


Zamora hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Akan ada guru yang mengantarmu ke kelas, dia wali kelasmu" ucap kepala sekolah lagi


"Baik pa" jawab Zamora


Tidak lama pintu ruangan kepala sekolah diketuk


Tok ..


Tok ..


Tok ..


"Masuklah" ucap kepala sekolah


Setelah pintu dibuka muncul lah guru perempuan yang tergolong masih muda.


"Zamora dia wali kelas mu, dan dia yang akan mengantarmu" ucap kepala sekolah


Zamora mengangguk lalu mengekori langkah guru tersebut.


* Kelas 12 Ipa B


Sesampainya Amora di depan kelas, guru itu mempersilahkan Amora untuk masuk.


"Mohon perhatiannya anak anak" ucap bu Gina wali kelas 12 Ipa B


"Hari ini kita kedatangan murid baru, ayo masuk Mora" bu Gina


Zamora memasuki ruangan kelasnya dan di persilahkan untuk perkenalan diri terlebih dahulu


"Perkenalkan dirimu terlebih dahulu" ucap bu Gina


Zamora hanya mengangguk lalu dia mulai memperkenalkan diri


"Namaku Zamora" singkat Zamora


Semua murid yang ada dikelas hening seketika mendengar perkenalan Zamora yang hanya menyebut nama saja.


Ibu guru Gina yang memahami keterdiaman anak muridnya, Zamora yang perkenalan dirinya hanya menyebut nama.


"Tidak ada lagi yang lain?" tanya bu Gina


Zamora hanya menggeleng.


"Yasudah kalo begitu kamu boleh duduk di bangku yang kosong" titah bu Gina


Zamora berjalan menuju bangku yang masih kosong itu dibelakang pojok dekat jendela. lalu Zamora mengeluarkan buku untuk memulai mata pelajarannya.


Kriiiing ..


Kriiiing ..


Bunyi bel tandanya istirahat


Ada dua siswi yang datang ke bangku Zamora


Zamora yang sedang melakukan aktifitasnya yaitu memasukan buku bukunya terhenti sejenak dan melihat dua orang perempuan dihadapannya.


"Hai Zamora boleh kita kenalan? Namaku Tiara" ucap Tiara ramah dengan mengulurkan tangannya

__ADS_1


Zamora menyambut uluran tangan Tiara


"Panggil aku Mora" ucap Zamora


Tiara hanya tersenyum dan mengangguk


"Dan namaku Sindy" ucap Sindy tidak kalah ramah dia juga mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Zamora.


"Mora" jawab Zamora.


Zamora sebenarnya tidak berniat memiliki teman, tapi mungkin suatu saat mereka akan dibutuhkan oleh Mora. Jadi tidak ada salahnya menerima pertemanannya.


Jahat bukan? Kadang untuk menghancurkan musuh kita harus lebih jahat. Dan Amora tidak peduli yang dia pikirkan saat ini dendamnya harus segera tuntas!!


"Mau ke kantin?" tanya Tiara membuyarkan lamunan Mora.


"Tidak kalian saja duluan" ucap Mora


Tiara dan Sindy mengangguk lalu pergi dari sana menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah meronta ronta minta di isi.


Sedangkan Zamora dia lebih memilih melihat lihat sekolah barunya.


...****************...


Setelah Zamora berkeliling sekolah, yang ada dipikiran Zamora sekolah ini mewah, luas dan bersih. Sekolah menyediakan banyak fasilitas yang pastinya dibutuhkan oleh muridnya. Tidak heran masuk kesini dengan biaya yang sangat fantastis pikir Zamora


Setelah dirasa cukup untuk mengetahui seberapa luas sekolahan barunya dan mengetahui fasilitas apa saja sekarang Amora merasa dirinya sangat haus tenggorokannya kering mungkin karena berjalan kesana kemari dengan cuacanya yang terik.


Zamora berjalan menuju kantin untuk membeli minuman. Amora pikir kantin tidak akan terlalu ramai karena sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi.


Setelah sampai di kantin dan benar saja kantin sudah mulai sepi hanya ada beberapa siswa saja yang masih pada duduk di meja kantin.


Amora menghiraukan mereka semua, dia berjalan ke stan minuman lalu membayar dan berniat langsung ke kelas.


"Mora!!" teriak Dion


Mora yang merasa dipanggil berbalik badan. Ternyata yang memanggilnya kumpulan pria tampan, walaupun dua diantara mereka babak belur tapi ketampanannya masih terpancar.


"Sini!" teriak Dion lagi


Mora berjalan ke meja yang diduduki oleh Dion, Mora melihat dimeja itu ada Clara dan kedua temannya.


"Apa mereka dekat" batin Amora


Mora akui Clara sangat cantik tapi sayang sifatnya yang ingin menang sendiri dan manja Itu menjadi poin minusnya.


Setelah sampai dimeja David dan teman temannya Mora bertanya heran


"Ada apa?" tanya Mora


"Ya elah sini duduk dulu Ra" ucap David sambil menepuk kursi kosong


Mora menatap yang ada disitu satu persatu sampai tatapannya bertemu dengan mata Clara. Mora menatap Clara dengan tatapan merendahkan. Clara merasa familiar dia balas menatap Mora dengan tatapan tajam.


"Berani beraninya dia liat gue kaya gitu" batin Clara geram


Sampai Clara teringat dengan Amora yang pernah berdebat di toko kue. Clara membelalakan matanya.


"Lo?! Lo yang waktu di toko kue itu kan?" sewot Clara dengan menunjuk Amora. Sedangkan Amora hanya menanggapi dengan santai.


"Lalu?" tanya Mora menaikan sebelah alis nya


"Gara gara lo gue gabisa ngasih kue itu ke tante Kayla" ucap Clara kesal


"Itu urusanmu, bukan urusanku" jawab Amora terlewat santai

__ADS_1


David yang melihat sikap Clara yang meledak ledak hanya gara gara kue mulai melerainya. Dia tidak mau kalo ada peperangan di sini apa lagi dia sudah hapal dengan sikap Clara yang menghalalkan segala cara.


"Udah udah, gara gara kue aja lo nyampe emosi begitu. Liat noh hidung lo kembang kempis begitu udah kaya hidung banteng lagi ngamuk aja" ejek David


Ucapan David membuat teman temannya hanya terkekeh, tapi tidak dengan Ken dia tidak perduli dengan Clara. Ken hanya fokus memperhatikan raut wajah Amora yang menghadapi Clara dengan tenang membuat dia terkekeh sendiri. "menarik" batin Ken.


"Lo belain dia?" ucap Clara tidak terima


"Lagian lo cuman masalah kue aja di debatin, heran gue" ucap Dion


"Itu kue kesukaan tante Kayla, gue udah janji mau bawain dia waktu itu cuman keburu diambil nih cewe" ucap Clara menunjuk Amora


"Nah berarti salah lo, lo kurang cepat dari Amora" ucap David


Clara hanya bisa menahan emosi melihat teman teman Ken lebih berpihak kepada Amora. Sedangkan kedua temannya hanya bisa menenangkan.


Amora sangat menikmati raut muka Clara yang sedang menahan marah.


"Ra lo ga makan?" ucap Dion


"Ga laper" jawab Mora


Jawaban Mora diangguki oleh Dion


"Aku ke kelas duluan" ucap Zamora dan berlalu dari sana menuju kelas


Seseorang menatap kepergian Amora sampai dia tidak terlihat lagi. Lalu dia beranjak dari sana


Clara yang melihat Ken terus menatap Amora dia mengepalkan tangannya. Dia tidak akan membiarkan siapapun mendapatkan Ken.


...****************...


Kriiiiing ...


Kriiiiing ...


Kriiiing ...


Bunyi bel tiga kali tanda jam pelajaran sudah selesai.


Zamora memasukan semua buku bukunya dan pergi meninggalkan kelas berjalan menuju parkiran.


Sesampainya di parkiran Mora memasuki mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya dia ingin cepat cepat sampai rumah pikirnya


Sedangkan Ken dkk yang melihat parkiran sudah tidak ada mobil Amora lagi hanya menghela nafas kecewa. Tepatnya hanya Dion


Melihat temannya seperti kecewa Rasya heran


"Kenapa lo?" tanya Rasya heran melihat raut wajah Dion


"Mora udah pulang duluan tuh mobilnya udah gada" jawab Dion lesu


"Ya kan ini udah waktunya balik ege, mungkin dia buru buru" ucap Nathan


"Iya juga sih ya" jawab Dion memegang dagunya seolah olah sedang berfikir.


Mereka yang melihat tingkah Dion hanya menatap jengah. Bisa bisanya dia mempunyai teman sepertinya.


"Duluan" ucap Ken menjalankan motornya lebih dulu


Melihat teman temannya yang sudah pada pergi Dion menghela nafas


"Yaaah gue ditinggal lagi" keluh Dion


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2