
Bramana yang melihat isi di dalam kotak tersebut langsung memanggil Grey
"GREY!!" teriak Bram memanggil Grey
Grey yang sedang berada di dapur mendengar suara tuannya memanggil langsung naik ke atas menghampirinya.
"Ya tuan" Grey
"Buang ini" Bram memberikan kotak tersebut kepada Grey
Grey yang melihat isi yang ada di dalam kotak tersebut langsung membelalakan matanya. Sedangkan Bram melihat Grey yang masih tidak pergi untuk membuang kotak tersebut Bram menggeram marah
"BUANG BODOH!!" teriak Bram dengan emosi
"Ba..baik tuan" ucap Grey dan langsung pergi dari kamar Clara untuk membuang kotak tersebut.
Bram langsung pergi keluar kamar Clara menuju ruang kerjanya.
"Aaaarghh!! Sialan! Siapa yang sudah berani beraninya mengirim teror kerumah ku?!" Bram marah dengan melempar semua barang yang ada di meja kerjanya
Bram menelpon Grey untuk keruangan nya
"Grey ke ruang kerjaku sekarang!" titah Bram tanpa menunggu jawaban Grey, Bram langsung mematikan teleponnya lalu membuangnya ke atas sofa.
Tidak lama Bram menelpon Grey, suara pintu terdengar di ketuk dan Bram langsung menyuruhnya masuk. Grey masuk dan melihat keadaan ruang kerja tuannya yang sudah berantakan, Grey hanya diam dan menundukkan kepalanya saja.
"Saya tuan" Grey
"Cek cctv dan lihat siapa yang sudah mengirim kotak itu" Bram
"Baik tuan" ucap Grey lalu pergi meninggalkan Bram dengan emosinya.
* Di sisi lain
Seseorang sedang menelpon kepercayaannya untuk memastikan rencananya berhasil atau tidak.
"Bagaimana? Apa kau sudah mengirimnya?" tanya seorang gadis
"Sudah nona, saya sudah memasukan cctv micro kedalamnya juga anda bisa melihat rekamannya yang sudah tersambung ke handphone anda" jawab pria tersebut
"Kau tidak pernah mengecewakan, kerja bagus"
"Terima kasih nona"
Gadis itu mematikan teleponnya sepihak lalu tersenyum smirk setelah mendengar dari orang kepercayaannya bahwa hadiah yang dikirimnya sudah di terima.
Gadis itu membuka handphonenya lalu melihat isi rekamannya, dia begitu bahagia ketika melihat raut wajah pria paruh baya itu memerah karena marah.
"Kejutan yang sangat indah bukan? untuk menyambut pagi mu dan keluargamu yang sangat bahagia" gumam gadis tersebut tersenyum misterius lalu beranjak menuju kamar mandi setelah melihat rekaman cctv tersebut.
...****************...
* Rumah Sakit
Kayla dan Rayyan berjalan di lorong rumah sakit dan Ken berjalan di belakang kedua orang tuanya. Kayla dan Rayyan ingin melihat perkembangan Carissa kalau hari ini Carissa belum sadar Kevin akan membawanya.
Sedangkan Ken terlihat sangat ogah ogah ketika berjalan di belakang kedua orangtuanya, pikirnya mending dia bertemu dengan kekasihnya dari pada harus menjenguk Carissa.
__ADS_1
Kayla dan Rayyan sampai di ruang perawatannya Carissa. Dan masih sama Carissa belum sadar.
"Vin bagaimana? Apa ada perkembangan?" tanya Kayla berjalan menghampirinya ke ranjang Carissa
"Belum, aku akan membawanya sekarang dan aku sudah menyiapkan semuanya" Kevin
Tidak lama Kevin berbicara seperti itu Suster dan Dokter memasuki ruangan tersebut
"Tuan semuanya sudah siap" ucap Dokter tersebut
Kevin mengangguk, dan para perawat mulai mendorong ranjang pasien Carissa untuk di pindahkan.
"Vin semoga Carissa cepat pulih kabarin kami setiap perkembangannya" ucap Kayla sendu
Kevin hanya mengangguk, terlihat dari wajahnya Kevin sudah sangat lesu karena kurang istirahat dan juga sangat terpukul atas kejadian yang di alami anaknya.
Rayyan menepuk pundak Kevin sebagai bentuk penyemangat untuk menguatkannya sebelum Kevin benar benar pergi, dan Kevin hanya mengangguk lalu menatap mata Ken sebentar dengan tatapan rumit setelah itu Kevin pergi meninggalkan rumah sakit dan keluarga Barnett.
Ken yang ditatap oleh Kevin dengan tatapan seperti itu merasa aneh, tapi Ken tetap Ken dia tidak peduli.
"Mom dadd Ken akan pergi ke rumah Amora" pamit Ken
"Tunggu Ken!" Kayla menghentikan langkah kaki Ken
"Ada apa mom?" Ken
"Ajak keluarga Aberald untuk makan malam nanti ya mommy ingin bertemu Amora" ucap Kayla
Ken yang melihat gurat kesedihan di wajah mommy nya tidak tega iya lantas meng iyakan nya
"Baik mom, Ken pergi dulu" pamit Ken lagi lalu pergi meninggalkan Kayla dan Rayyan
"Ken" Amora
"Hay" ucap Ken yang menjadi gugup
"Ayo masuk" ajak Amora
Ken masuk mengikuti langkah Amora di belakangnya
"Loh Ken tumben?" ucap Wilona yang melihat kedatangannya di belakang Amora
"Tan, om" Ken menyapa Wilona dan Arshan yang sedang menikmati waktu weekend mereka.
Ken duduk di dekat Amora
"Tan, om. Mommy mengundang kalian makan bersama malam ini" Ken
Wilona sedikit terkejut begitu pun Amora yang langsung gugup sedangkan Arshan hanya mengangguk saja, pasalnya Rayyan pernah mengajaknya bertemu di kantor dan mengatakan kalau dia mengundang keluarganya untuk kerumahnya makan malam tapi Arshan lupa menyampaikan kepada anak dan istri nya.
"Kami akan datang Ken" ucap Wilona tersenyum cerah
Ken menanggapinya hanya mengangguk.
...****************...
* Mansion Bramana
__ADS_1
"Bagaimana?" Kau tau siapa yang mengirim kotak tersebut?" tanya Bram
"Tidak ada nama pengirimnya tuan, dan kurir nya pun benar kurir yang sudah jelas sebagai pekerja di perusahan tersebut" Grey
Praaaang ..
"Aaargh!! Brengsek!" Bram marah dan melempar gelas ke arah Grey, tentu saja Grey menghindarinya.
"Kira kira siapa yang sudah bermain main dengan ku Grey?" tanya Bram menatap Grey dengan mata yang sudah memerah
"Aku mencurigai gadis itu tuan" Grey
Bram terdiam sejenak dia memikirkan kejadian kejadian yang menimpanya semenjak dirinya bertemu dengan gadis itu dia menjadi sangat sial.
Dan sekarang perusahaannya nya sendiri terancam bangkrut karena Rayyan dengan tiba tiba mencabut semua saham di perusahaannya.
Dan perusahaan yang dulunya punya Frederic pun sekarang di ambang kehancuran karena ada seseorang yang menjual sahamnya secara diam diam tanpa sepengetahuan dirinya. Berarti ada yang main main di perusahaannya.
Mengingat itu Bram benar benar sangat marah
"Grey bunuh gadis itu dan aku tidak mau tau kau harus berhasil" ucap Bram dengan tangan terkepal di atas meja.
"Baik tuan" ucap Grey dan berlalu dari ruangan Bram
"Heh gadis kecil seperti mu ingin mengalahkan ku? Yang benar saja. Kau tak akan bisa membunuhku" ucap Bram sombong.
Di sisi lain mansion Aberald
Pria yang berpenampilan maskulin dengan kaos polos abu di padukan dengan celana hitam dan tuxedo yang senada dengan celananya membuat dirinya terlihat lebih muda dari umurnya.
Dirinya sudah menunggu kedua perempuan yang sangat dia sayangi di bawah tapi sudah beberapa menit menunggu kedua perempuan itu tak kunjung turun ke bawah.
Pria itu berniat menyusulnya, sebelum kakinya menaiki tangga kedua perempuan itu sudah turun dengan penampilan yang sangat cantik.
Arshan melihat istri dan anaknya sangat cantik dengan gaun mereka yang pas dan cocok di badan mereka dan make up yang tidak terlalu tebal dan high heels yang tidak terlalu tinggi untuk remaja seperti Amora
"Kau sungguh tidak sabaran" gerutu Wilona ketika melihat Arshan akan naik ke atas untuk menemuinya
"Kau sangat cantik honey" Arshan memeluk pinggang istrinya dan mencium pipinya menghiraukan gerutuan Wilona
"Kau kemana saja? Aku ini memang cantik dari dulu juga" Wilona
"Kau setiap harinya semakin cantik honey" Arshan
"Ish kau ini gombal sekali" ucap Wilona mencolek hidung Arshan
Sedangkan Amora sejak tadi melihat kemesraan kedua orangtuanya wajahnya sedikit memerah.
Ekheeeem
"Maaf tuan dan nyonya mengganggu keromantisan kalian, tapi apakah kita bisa berangkat sekarang?" Amora menyadarkan kemesraan kedua orang tuanya.
Arshan dan Wilona menatap Amora lalu mereka tertawa kecil, mereka lupa dengan keadaan Amora disana
"Tentu baby girl, ayo kita berangkat" Ucap Arshan dengan merangkul pinggang istrinya berjalan duluan
Sedangkan Amora yang ada di belakang mereka hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat tingkah kedua orangtuanya.
__ADS_1
#bersambung