Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
43


__ADS_3

Amora memasuki kelas setelah di antar oleh Ken dan seperti biasa di sana sudah ada Sindy dan Tiara yang menunggunya.


Amora berjalan dengan pelan karena kakinya masih sedikit sakit, melihat hal itu Sindy dan Tiara langsung menghampirinya untuk membantunya.


"Ra lo belum sembuh bener kenapa sekolah?" ucap Sindy memapah Amora


"Iya bandel lo" Tiara


"Kakiku masih sedikit ngilu kalo berjalan cepat, Lagian sebentar lagi kita akan ujian bukan?" Amora


"Ya iya sih, tapi lo ga usah maksain juga, nanti gue bisa kirim materinya sama lo kalo lo mau" Sindy mendudukkan Amora di bangkunya.


"Thanks" Amora menatap Sindy. Dan Sindy hanya mengangguk


"Ra kejadiannya gimana sih lo bisa sampe kaya gini?" tanya Tiara


"Iya berita lo soal kecelakaan udah nyebar" Sindy


"Ada yang menyabotase motorku" Amora datar


Tiara dan Sindy sontak menutup mulut dengan kedua tangan meraka setelah Amora mengatakan ada yang menyabotase motornya.


"Udah ketauan siapa pelakunya?" Tanya Tiara


Amora hanya mengangkat bahunya, Dia tidak mau membahas ini terlalu panjang pikirnya


"Semoga cepet ketemu deh pelakunya, psiko banget itu orang" Sindy kesal


"Mulai sekarang lo harus lebih hati hati Ra" Tiara


Amora mengangguk membenarkan perkataan Tiara.


Setelah obrolan mereka selesai guru pun masuk untuk mulai belajar mengajarnya.


...****************...


Ken dan Amora sedang berada dalam perjalanan, hari ini mereka pulang cepat karena guru hanya memberikan latihan soal untuk ujian kelulusan saja yang di adakan minggu depan.


Amora pindah sekolah memang terbilang tanggung karena mendekati kelulusan, ya mau bagaimana lagi demi dendamnya terbalaskan tidak masalah untuk Amora


Ken dan Amora sudah sampai di parkiran rumah sakit, mereka keluar dari dalam mobil lalu memasuki rumah sakit


Ceklek ..


Ken membuka pintu dan masuk ke dalam ruang rawat Carissa dan di ikut oleh Amora di belakangnya


"Ken" Kayla


"Loh Zamora?" Sedikit terkejut dengan kedatangan Amora bersama anaknya


"Tante?" Amora tidak kalah terkejutnya melihat wanita yang pernah dia tolong ada disini


"Ken kenapa tidak memberitahu dulu bahwa kamu akan mengajak Zamora kesini?" ucap Kayla menatap Ken


"Ken lupa mom" Ucap Ken

__ADS_1


"Mom" batin Amora


Kayla melihat kebingungan Amora mengerti, dia langsung menghampiri Amora dan mengajaknya duduk di sofa yang sudah di sediakan diruang rawat tersebut


"Zamora, tante mommy nya Ken" Kayla memperkenalkan dirinya kepada Amora


"Panggil Mora saja tante" Ucap Amora lalu mengangguk


"Memang jodoh ya kita di pertemukan lagi" ucap Kayla tersenyum kepada Amora


"Jodohnya Amora itu Ken mom" Ken langsung menyahuti


Sedangkan Amora hanya tersenyum


"Kau PD sekali memangnya Mora mau dengan es balok sepertimu?" Ledek Kayla


"Asal mommy tau Amora itu sudah resmi menjadi kekasihku" Ken tersenyum pongah menatap Kayla


Kayla langsung menatap Amora


"Benarkah kamu sudah menerima cintanya?" Tanya Kayla menatap Amora


Sedangkan Zamora hanya menganggukkan kepala kaku.


"Ken cintamu sudah tidak bertepuk sebelah tangan lagi" ucap Kayla yang tersenyum bahagia menatap Amora sedangkan raut wajah Ken sudah Kecut dikatakan jika cintanya bertepuk sebelah tangan


Amora yang melihat wajah Ken yang cemberut tersenyum geli.


"Ternyata Ken jika bersama orang di sayangnya akan menjadi pribadi yang berbeda" batin Amora


"Sampai saat ini belum ada perkembangan, kalau sampai besok Carissa tidak kunjung sadar papa nya akan membawa ke luar negeri melakukan pengobatan di sana" Kayla


"sebegitu parah nya tan?" Amora


"Iya bahkan kakinya dinyatakan lumpuh oleh dokter" Ucap Kayla menatap Carissa yang sedang terbaring di ranjang pasien dengan nanar


Amora langsung menatap Ken setelah mendengar penuturan Mommy nya Ken, sedangkan Ken terlihat tidak peduli.


Amora menghela nafas membatin "Bagaimana perasaan tante Kayla kalau tau yang membuat keadaan Carissa seperti ini adalah Ken anaknya sendiri".


"Semoga ada keajaiban untuknya tan" Amora mengelus tangan Kayla


"Kami berharap Begitu nak" Kayla menatap Amora dengan air mata yang sudah menetes


Entah dorongan dari mana Amora langsung memeluk Kayla dari samping lalu mengelus bahunya menenangkan merasa tidak tega melihat Kayla menangis.


Ken hanya jadi pendengar saja ketika kedua perempuan ini membahas tentang kondisi Carissa. Sungguh Ken tidak perduli dengan keadaannya.


................


Setelah ditahan tahan untuk jangan pulang dulu oleh Kayla Akhirnya Amora di izinkan untuk pulang dengan alasan dia belum izin kepada kedua orangtuanya bahwa dia menjenguk temannya yang sedang sakit.


"Mora lain kali main kerumah" ucap Kayla sebelum Amora benar benar pergi dari sana


"Akan Mora usahakan tan" Amora

__ADS_1


"Inget Ken ajak Mora untuk berkunjung ke rumah kita" ucap Kayla kepada Ken


"Iya iya mom, Ken anterin Amora dulu" Ken


"Kami pamit tante" ucap Amora


"Hati hati" ucap Kayla mengusap pipi Amora


"By tan" ucap Amora lalu mereka berjalan keluar dari ruangan rawat Carissa meninggalkan Kayla sendiri.


Selama di perjalanan hanya keheningan yang menemani mereka tidak ada yang membuka obrolan.


Sampai Ken melihat kaca spionnya ada yang mengikutinya, Ken melihat Amora yang menatapnya juga. Lalu mereka mengangguk, Amora langsung saja memegang grab handle sebelum Ken menginjak gas mobilnya.


Ken langsung melajukan mobilnya dengan kencang dan menyalip kendaraan yang ada di depannya untuk saat ini Ken tidak mau meladeni mereka, melihat keadaan Amora yang belum pulih benar dengan keadaan kakinya.


Ketika di jalanan yang sedikit lenggang Ken memutar balik arah mobilnya dengan cepat lalu mulai menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan yang tinggi agar orang orang yang mengejarnya kehilangan jejak.


Sampai Ken teringat lebih baik dia membawa Amora ke apartemennya, setelah Ken sampai Basement dia memarkirkannya.


Mereka keluar dari mobil dengan sedikit berlari lalu memasuki lift yang ada di pojok untuk sampai ke lantai apartemen milik Ken.


Sesampai di lantai 20 Ken langsung memasukan sandi apartemennya lalu melihat sekitar sebelum memasukinya di kira tidak ada orang yang mengikutinya Ken langsung masuk menutup pintu apartemennya.


Amora duduk di sofa dengan pikiran yang bertanya tanya, sedangkan Ken dia langsung menuju dapur untuk mengambil minum.


"Maaf honey di apartemen ini hanya ada minuman tidak ada makanan, karena aku jarang kemari" ucap Ken menyimpan minuman di atas meja depan Amora


"Tidak apa apa, ini saja sudah cukup untuk sekarang" jawab Amor mengambil minuman tersebut


Ken berjalan lalu berjongkok di hadapan Amora lalu Ken membuka sepatunya dan memeriksa kaki Amora, Ken takut kaki Amora membengkak setelah kejadian yang mereka hadapi barusan.


Amora terkejut ketika Ken melepaskan sepatunya sesaat setelah itu dia mengerti Ken mengkhawatirkan keadaannya.


"Kakiku sudah membaik Ken ini sudah tidak sakit lagi jangan khawatir" Ucap Amora menangkup wajah Ken


Amora berbohong dia tidak ingin membuat Ken khawatir padahal kakinya merasakan sedikit sakit


Ken menghela nafas lega


"Syukurlah" Ken


"Kira kira siapa yang mengikuti kita Ken?" Amora serius


"Kita akan tau secepatnya" Ken


Ken menyalakan handphonenya lalu menelepon seseorang di seberang sana


"Retas cctv jalanan dari mulai gue keluar rumah sakit sampai gue di apartemen" Ken


"Oke"


Ken mematikan handphonenya lalu menatap Amora


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2