
Braaaak ..
"Apa kau bilang? Orang yang memata matai gadis itu masuk rumah sakit?" Bram
"Iya tuan dan gadis itu pun memberinya pesan" Grey
"Apa yang gadis itu katakan" Bram
"Bahwa dia akan membalaskan rasa sakit yang anda buat tuan" Grey
Deg ..
"Jadi kecurigaanku benar, dia anak Frederic" ucap Bram lirih
"Apa yang telah membuatku babak belur juga gadis yang sama" batin Grey
"Grey aku ingin kau yang mengurusnya langsung" Bram
"Baik tuan" Grey
Grey meninggalkan ruang kerja Bram.
...****************...
* Mansion Aberald
Pagi hari yang cerah menyapa gadis cantik yang masih tertidur di ranjangnya. Hari ini Amora tidak berangkat ke sekolah karena keadaan Amora yang belum membaik.
Ceklek ..
Suara pintu terdengar terbuka
Wilona mengantarkan sarapan pagi untuknya. Melihat Amora yang masih tidur Wilona membangunkannya
"Amor bangun dulu nak" Wilona
Euungh ..
Terdengar lenguhan dari bibir gadis cantik itu.
"Mom?" Amora
"Iya sayang, ayo sarapan dulu setelah itu minum obat" Wilona
Amora bangun lalu mendudukkan dirinya.
"Maaf mom aku bangun terlambat" Amora
"Tidak apa apa, mungkin karena efek obat semalam yang kamu minum" Wilona
"Sepertinya mom" Amora
"Ayo makan dulu" Wilona
"Padahal mommy tidak perlu repot repot membawakan aku makanan kemari, aku bisa ke bawah sendiri mom" Amora
"Dengan keadaan kaki seperti itu kau mau turun kebawah? Jangan becanda Amor" Wilona tidak suka dengan ucapan Amora
__ADS_1
"Mommy lupa? Kitakan punya lift" Amora
"Mommy tidak lupa, hanya saja mommy mau kamu jangan dulu banyak gerak" Wilona khawatir
"Hm baiklah baiklah, prajurit harus taat dengan jendral nya" Amora tersenyum pongah
"Kamu itu, sudah cepat habiskan sarapannya setelah itu minum obatnya" ucap Wilona
"Siap jendral" Amora memberi hormat kepada Wilona
Setelah Amora memakan habis sarapannya dan meminum obatnya serta memakaikannya salep dan mengganti perbannya dengan yang baru Wilona meninggalkan kamar Amora yang sedang berada di kamar mandi.
Amora masih bisa berjalan tanpa bantuan tongkat walaupun tertatih Amora pikir tidak masalah ini hanya sementara.
Amora baru teringat soal kejadian kemarin siapa yang sudah menyabotase motornya, sepertinya Amora harus meminta bantuan Derix.
Setelah keluar dari kamar mandi dan mencari handphonenya Amora langsung menghubungi Derix
"Halo" Amora
"Ya nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap Derix karena kalau Amora sudah menghubunginya pasti ada sesuatu yang Amora butuhkan
"Hm, tolong cari tau siapa yang menyabotase motorku" Amora
"Baik nona, setelah selesai saya akan memberikan kabar secepatnya" Derik
"Hm, terimakasih"
"Tidak perlu sungkan nona" Derix
Panggilan terputus dengan Amora yang memutuskan panggilan tersebut.
* Sekolah
Ken dan teman temannya sekarang sedang berada di rooftop sekolah karena jam pelajaran tidak ada guru mereka memutuskan untuk ke rooftop.
"Tapi Amora ga kenapa kenapa kan Ken?" tanya David setelah mendengar cerita dari Ken
"Kakinya terluka" Ken
"Gila! Itu sih udah masuk ke rencana pembunuhan, bisa dipenjara itu kalo ketauan" Dion
"Lo udah nemu pelakunya?" Nathan
Ken menatap lurus dengan tatapan mata yang tajam
"Gue butuh bantuan kalian" Ken menatap teman temannya tanpa menjawab pertanyaan Nathan
Setelah Ken memberitahukan rencananya kepada teman temannya dan siapa pelakunya, mereka di buat terperangah gadis yang mereka sangka lugu, lembut, manis tapi tidak seperti yang terlihat sangat di sayangkan pikirnya, berbeda lagi pandangan terhadap gadis yang satunya lagi dia semakin geram dengan tingkahnya.
Di sisi lain belakang sekolah
Seorang gadis cantik yang sedang tertawa bahagia atas berita yang mereka dengar yaitu tentang kecelakaan yang menimpa Amora.
Dia Clara dan Carissa gadis yang telah menyebabkan Amora kecelakaan.
"Gak sia sia juga gue mau kerja sama sama lo" Carissa
__ADS_1
"Jelas, rencana gue ga pernah gagal" Clara tersenyum smirk
"Dan setelah gue singkirin Amora gue juga bakal nyingkirin lo gadis bodoh" batin clara dan matanya melirik Carissa
"Gimana kalo Ken tau kita yang menyebabkan Amora celaka?" Carissa
"Tenang gue udah nyuruh seseorang buat hapus cctv sekolah" Clara santai
Carissa dan Clara tersenyum miring, dan tanpa mereka sadari dari tadi kegiatan mereka di lihat oleh Ken dan teman temannya dari atas gedung sekolah.
"Mereka bener bener psiko, setelah membuat nyawa orang hampir melayang mereka masih bisa tertawa" ucap Rasya menatap Clara dan Carissa yang ada di bawah sana
"Kapan kita lakuin rencananya Ken?" nathan menatap ken
"Acara pentas seni sebentar lagi, kita bongkar kebusukan Clara, untuk Carissa sebentar lagi dia akan mendapat kejutan" Ken tersenyum misterius
teman teman Ken mengangguk.
...****************...
Para murid berbondong bondong keluar kelas karena bel pulang sekolah sudah berbunyi. Begitupun dengan Carissa dia berjalan menuju parkiran dan memasuki kendaraannya, lalu meninggalkan parkiran sekolahan.
Sedangkan di ujung parkiran para pemuda tampan yang sedang bersiap siap untuk pulang melihat kendaraan yang kendarai oleh Carissa meninggalkan parkiran sekolah tersenyum smirk.
Carissa sendiri sekarang sudah pindah dari mansion nya Barnett dan tinggal di apartemen milik keluarga Barnett.
Semenjak kejadian Ken marah sampai mengusir Carissa, kayla terus mencecar banyak pertanyaan kepada Carissa sampai Carissa berkata jujur bahwa dia mencintai Ken.
Kayla mendengar hal itu tentu saja terkejut. Tapi Kayla pikir Ken tidak mungkin sampai marah seperti itu hanya karena Carissa menyatakan cintanya, maka dari itu Kayla terus bertanya, dan Carissa mau tidak mau harus mengatakannya bahwa dirinya sempat mengatakan kalau Amora gadis yang sombong dan murahan.
Tentu saja Kayla pun merasa sedikit geram dengan Carissa, walaupun baru sekali bertemu dengan Amora tapi kayla bisa melihat dan menilai kalau Amora itu gadis baik baik.
Dan akhirnya Kayla memutuskan untuk Carissa tinggal dulu sementara di apartemen milik keluarga Barnett. Carissa pun tidak bisa membantah saat ini dia sangat takut kepada Ken apalagi sekarang membenci dirinya jadi Carissa putuskan untuk menuruti perintah Kayla.
...----------------...
Di perjalanan Carissa ikut bersenandung mengikuti nyanyian lagu yang di putar di dalam mobilnya. Dia merasa sangat senang ketika mendengar gadis sombong itu kecelakaan.
"Aaaah sayang sekali tidak melihatnya langsung, kalau melihat langsung sepertinya lebih seru" Carissa terkekeh
Carissa melajukan mobilnya dengan sedikit kencang karena dia ingin segera tiba di apartemen nya, perasaan carissa mendadak mulai tidak tenang.
Carissa berusaha untuk tenang lalu memelankan laju mobilnya, saat menginjak rem Carissa merasa aneh karena rem yang dia injak tidak berfungsi
"Loh i..ini kenapa tidak bisa" Carissa sudah panik
Carissa mencoba menyembunyikan klakson beberapa kali agar mobil didepannya menyingkir, Carissa pun mencoba menginjak remnya lebih dalam tapi tetap tidak bisa rem nya blong.
"A..aku tidak mau mati sekarang aku tidak mau" ucap Carissa lirih dengan air mata yang sudah mengalir deras
Melihat ada mobil yang menyalip dari arah berlawanan Carissa terus menyembunyikan klaksonnya, tapi kendaraan itu menghiraukannya karena tidak mau bertabrakan akhirnya Carissa membanting dan menabrak pohon besar dengan sangat kencang.
BRAAAAK ..
Carissa tidak sadarkan diri dengan kondisi kepala berdarah, dan kaki yang terjepit.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nya🤍