Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
9


__ADS_3

Mendengar pria bertindik menginstruksikan anggotanya untuk menyerang dia menyeringai di balik helm full face nya.


"Baiklah kita selesaikan dengan cepat" batin Amora


Zamora mulai memasang kuda kudanya dia sekarang berada di tengah tengah karena di kepung oleh sekumpulan orang orang bodoh.


Mereka mulai menyerang Zamora secara bersamaan, tapi Amora tidak semudah itu dapat dikalahkan oleh sekumpulan orang orang bodoh ini.


Bugh ..


Bugh ..


Bugh ..


Dugh ..


Kreeek ..


Kreeek ..


Amora menangkis salah satu serangan dari lawannya lalu menendang perutnya dan menginjak kakinya lalu lawan lainnya Amora membantingnya serta memelintir tangannya dan membenturkan kepalanya ke aspal.


Tidak butuh waktu lama untuk menumbangkan tujuh pemuda yang mengepungnya. Dan aksinya dilihat oleh ketiga pemuda tadi dan anak buah pemuda bertindik yang masih tersisa.


Melihat keganasan Amora yang menghajar teman temannya mereka semua menelan salivanya kasar si pemuda bertindik pun sama hal nya melihat teman temannya sudah terkapar tak berdaya membuat bulu kuduk nya merinding di tambah tangannya sudah menjadi korban.


"Cabut!" Perintah pria bertindik kepada anak buahnya


Sebelum benar benar pergi pria bertindik itu menunjuk ke salah satu pemuda yang sangat tampan diantara kedua temannya.


"Kali ini lo selamat, tapi ngga buat lain kali gue pastiin lo mati di tangan gue" ucap pemuda bertindik itu lalu pergi meninggalkan tempat kejadian.


Sedangkan pemuda tampan tersebut hanya acuh dengan ancamannya seakan dianggap angin lalu oleh pemuda tersebut.


Setelah kepergian pria bertindik tadi dan anak buahnya pemuda tersebut langsung membantu kedua temannya yang jauh dari kata baik baik saja.


Zamora yang melihat pemuda tersebut yang kesusahan membantu teman temannya dia juga berinisiatif menolongnya, walaupun Amora cuek dan tidak perdulian orangnya bukan berarti dia anti dengan kata menolong. Daddy dan mommy nya tidak sejahat itu mengajarkan anaknya.


Zamora melepaskan helmnya lalu melangkahkan kakinya menuju pemuda tersebut untuk membantu membawa salah satu temannya ke rumah sakit.


"Butuh bantuan?" ucap Zamora datar


pemuda tersebut langsung mendongkak kan kepalanya dan melihat orang yang menawarkan bantuan.


Pemuda itu pun tertegun dan terkejut yang barusan menolongnya ternyata perempuan cantik, tapi dia bisa menyembunyikan keterkejutannya dengan ekspresi datarnya.


Sama halnya dengan kedua temannya sama sama terkejut yang membantu melawan Gery ternyata seorang perempuan yang sangat cantik.


"Yon gue mimpi ya? Gue liat bidadari cantik" tanya David kepada Dion yang sama keadaannya sama dengan David mengkhawatirkan


"Gue juga sama Vid liat bidadari cantik, apa kita sudah mati ya? Jawab Dion dengan mengerjapkan kedua matanya


Melihat kedua temannya pemuda tersebut hanya memutar kedua matanya malas melihat tingkah kedua temannya.


Sedangkan Amora hanya menatap mereka datar.


"Bangun" titah pemuda tersebut yang bernama Kenzio Alluca Barnett


"Ken lo ga liat keadaan kita begini" Dion


Tanpa membalas ucapan temannya Ken langsung membantu kedua temannya.


"Kalian masih kuat bawa motor sendiri?" tanya Ken

__ADS_1


"Badan gue lemes Ken" ucap David begitupun dengan Dion


"Sama gue juga" Dion


Kenzio yang mendengar alasan kedua temannya hanya menghela nafas, mau tidak mau dia akan merepotkan perempuan ini.


Ken menatap perempuan yang ada di depannya


"Bisa anterin kita?" tanya Ken


Amora hanya mengangguk, lalu berjalan menuju motornya. Di rasa tidak ada yang mengikutinya dari belakang Amora melihat dan menengok ke belakang.


"Ayo, aku akan mengantar salah satunya dari temanmu karena tidak mungkin aku membawa kedua temanmu sekaligus" Zamora sedikit berteriak karena keterdiaman para pemuda tersebut.


mereka sadar dari keterdiamannya, jujur saja mereka masih tidak percaya yang menolong mereka perempuan.


David satu motor berdua dengan Ken sementara Dion satu motor dengan Amora. Kenzio memutuskan untuk membawa mereka ke markasnya, urusan motor biar anggota lain yang mengurusnya.


...****************...


* Markas Sparta


Sesampainya di tempat tujuan Amora membantu memapah Dion masuk kedalam markas sparta begitupun dengan Kenzio yang membantu memapah David.


Melihat kedatang Ken yang sedang memapah temannya David dan di susul oleh Amora yang memapah Dion dibelakangnya membuat Rasya dan Nathan langsung panik.


"Apa yang terjadi?" tanya panik Rasya


"Biasalah mereka cari gara gara lagi" jawab David setelah di dudukan di sofa.


"Maksud lo Gery?" sekarang yang bertanya Nathan


"Iya siapa lagi kalo bukan dia yang suka nyari gara gara sama kita" jawab David meringis menahan sakit yang ada di sudut bibirnya


Sedangkan yang di tanya hanya mengangguk. Mereka tidak heran dengan sifat temannya memang seperti itu dingin, datar, irit juga ketika berbicara.


Amora melihat interaksi mereka semua bukannya membantu membersihkan luka temannya malah di tanya tanya.


Ekhem ..


Semua menengok ke arah Amora, mereka sampai melupakan keadaan perempuan cantik di sekitar mereka karena terlalu panik melihat keadaan temannya yang mengkhawatirkan.


Amora yang langsung di tatap mereka menjadi kikuk sendiri. Amora mengusap tengkuknya menormalkan kegugupannya.


"Eum itu .. sebaiknya kalian obati dulu teman kalian sebelum kalian banyak bertanya" saran Amora


Rasya dan Nathan menepuk jidatnya kenapa mereka melupakan hal sepenting itu mungkin saking panik nya.


Nathan mulai mengambil kotak P3K beserta air untuk membersihkan luka luka nya


"Duduk" ucap Ken


Amora yang mendengar ucapan Ken hanya menaikan sebelah alisnya


David, Dion dan Rasya yang mendengar ucapan Ken yang irit bicara hanya menggelengkan kepala


"Maksud Ken, duduk dulu jangan berdiri disitu" ucap Dion sambil tersenyum menjelaskan arti ucapan sahabatnya


"Tidak usah aku akan langsung pulang" ucap Amora datar


"Kenapa buru buru sekali?" ucap David kecewa


"Urusannya sudah selesai" ucap Amora

__ADS_1


"Tunggu dulu, kita belum berkenalan dan kita juga belum tau siapa nama orang yang telah menolong kita" ucap Dion yang di angguki oleh David.


Sedangkan Rasya dan Nathan yang baru saja datang membawakan kotak P3K dan air bersih merasa keheranan. Apa yang mereka lewatkan pikirnya?


Sejujurnya Amora agak risih karena selama hidupnya dia tidak pernah berinteraksi dengan banyak pria, kecuali dengan daddy nya dan dengan Derix tangan kanan daddy nya yang selalu ada jika dibutuhkan.


"Tidak perlu berterima kasih, tadi aku tidak sengaja lewat" ucap Zamora dengan ekspresi masih datar


"Tapi tetap saja kita harus berterimakasih, mungkin kalo lo ga dateng Ken juga jadi sasaran empuk mereka. Karena yang mereka incar Ken" ucap Dion


Amora menatap orang yang bernama Kenzio. Ken pun sedari tadi pandangannya tidak lepas dari Amora. mereka saling bersitatap, lalu Amora lebih dulu memutus pandangannya.


"Sama sama, kalo begitu aku akan pulang" pamit Zamora


"Tunggu dulu, kita belum berkenalan" ucap David dia angguki oleh semua teman temannya kecuali Ken


"Nama gue Dion" Dion memperkenalkan diri


Gue David


Gue Nathan


Gue Rasya


Dan satu orang lagi dia hanya diam memperhatikan Amora.


"Dia Kenzio" ucap Rasya memperkenal Kenzio yang hanya diam


"Dan sekarang giliran lo, siapa nama lo?" tanya Rasya


"Namaku Zamora" ucap Zamora


"Nah kalo udah tau nama kan enak" ucap David ceria walaupun mukanya dipenuhi banyak lebam tapi dia masih terlihat tampan.


"Kalo begitu aku akan pulang" pamit Zamora


kepada Ken dan teman temannya yang diangguki oleh mereka semua kecuali Ken.


Sementara Ken yang melihat kepergian Zamora berniat menyusulnya, entah mengapa Ken ingin mengantarnya.


"Gue pergi dulu" pamit Ken kepada teman temannya.


Teman temannya hanya mengedikan bahunya. pikir mereka mungkin Ken ada urusan mendadak.


Nathan dan Rasya mulai mengobati Dion dan David


"Gimana ceritanya lo bisa babak belur begini?" tanya Rasya


"Iyaa trus apa hubungannya sama perempuan tadi?" ucap Nathan


"Zamora namanya Zamora" jawab sewot David


"Ya ya itulah, apa hubungannya sama dia? Tanya Nathan


"Dia yang nolongin kita bertiga, dan lo tau tangan Gery dan anak buahnya di buat patah oleh Zamora" uap Dion


Nathan dan Rasya membelalakan matanya terkejut


"Kaget kan lo? Sama gue juga kaget pas liat dia buka helm kita kira dia laki laki pas buka helm dia perempuan, malu malu deh si Gery dikalahin sama perempuan" ucap David terkekeh membayangkan bagaimana kalo Gery tau yang membuat patah tangannya itu adalah perempuan.


Ucapan David benar bagaimana kalo Gerry tau bahwa dia telah dikalahkan oleh seorang perempuan. Mungkin dia akan semakin murka. Mereka tersenyum geli membayangkannya.


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2