
Nathan maju menghadap Gilang
"Sebelum lo lawan Ken lo harus lawan gue terlebih dulu" ucap Nathan tersenyum miring
Gilang mengepalkan tangannya
"Gua ga bakal kalah dengan anak manja kaya lo!" ucap Gilang
"We prove it" ucap Nathan lalu menaiki motornya dan menjalankannya ke garis star diikuti oleh Gilang.
Di tengah tengah mereka sudah ada gadis sexy
1 .....
2 ....
3 ....
Goooo ucap gadis sexy itu dan menjatuhkan scarf nya.
Nathan dan Gilang melesatkan motor mereka.
Nathan memimpin balapan, di belakang Gilang berusaha menyusul Nathan setelah sejajar Gilang menatap Nathan tajam sedangkan Nathan hanya tersenyum miring.
Di depan sana hanya satu belokan lagi menuju garis finish, Nathan langsung saja menarik gasnya meninggalkan Gilang yang sudah sedikit tertinggal, tepat di belokan Gilang menyusul dan berusaha menendang motor Nathan tapi Nathan berhasil menghindar malah motor Gilang yang sedikit oleng.
Hal itu tentu saja menguntungkan Nathan yang sebentar lagi mencapai garis finish. Dan benar saja Nathan yang memenangkan balapan ini
Ckiiiiit ...
Suara ban bergesekan dengan aspal disusul dengan Gilang dibelakangnya.
Suara penonton menyambut kemenangan Nathan
teman teman Ken menghampiri Nathan
"Selamat bro" ucap Rasya David dan Dion melakukan high five dengan Nathan
"Thanks" ucap Nathan
Nathan dkk menghampiri Gilang yang mukanya sudah memerah karena emosi
"Bagaimana, apa lo masih mau nantang seorang Ken ? Melawan Nathan aja lo udah kalah apalagi Ken" ucap Dion meremehkan
"Sialan! Umpat Gilang
"Akui aja kekalahan lo, dan jangan cari masalah lagi dengan anak sparta" ucap Rasya
Gilang mengepalkan kedua tangannya.
Nathan mendekat ke arah Gilang lalu membisikan sesuatu yang membuat Gilang hampir menghajar Nathan.
"Bagaimana rasanya dikalahkan oleh anak manja?" ucap Nathan tersenyum mengejek lalu mengajak teman temannya pergi
"Cabut" ajak Nathan kepada teman temannya
Nathan dkk meninggalkan Gilang dan teman temannya.
"Aaaaargh sialan!!" amuk Gilang dengan melemparkan helm nya sedangkan anak buahnya hanya menatapnya takut.
...****************...
* Ruang Rawat Amora
Matahari sudah menunjukan sinarnya dan belum ada tanda tanda Amora untuk bangun.
__ADS_1
Ken dengan setia menunggu Amora, Ken sangat khawatir kepadanya dia berjanji tidak akan melepaskan orang yang berniat membunuh Amora.
"Kapan dia akan sadar?" tanya Ken datar kepada Dokter yang sudah selesai memeriksanya
"Mungkin sebentar lagi tuan muda" jawab Dokter sedikit gemetar
"kalau kau tidak bisa membuatnya ba......" ancaman Ken terhenti ketika suara lirih memanggilnya namanya
"Ken..." zamora mengerjapkan matanya berusaha membuka mata
Ken langsung menatap Amora dan menghampirinya
Sedangkan Dokter yang melihat kelakuan Ken hanya menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan ruang rawat Amora.
"Aku disini, apa kau membutuhkan sesuatu" tanya Ken
"minum" ucap Amora lirih
Ken langsung memberikan air mineral kepada Amora, Amora langsung meminumnya hingga tandas karena merasa tenggorokannya sangat kering.
"Apa kau masih haus? Kau merasa kesakitan? atau merasa pegal? Atau mungkin lapar?" tanya Ken beruntun
Sedangkan Amora hanya tersenyum melihat Ken sedikit cerewet. Mengingat sebelum dirinya tidak sadarkan diri Ken begitu sangat khawatir membuat hati Amora menghangat.
Ken melihat senyum Amora tertegun karena selama dia dekat dan mengenal Amora Ken belum pernah melihat Amora tersenyum, dia begitu cantik dengan senyumannya.
"Jangan tunjukan senyumanmu kepada oranglain" pinta Ken kepada Amora
Ken mulai merubah cara bicaranya kepada Amora
Amora mengernyit bingung
"Kenapa?" tanya Amora penasaran
"Karena aku tidak ingin berbagi" jawab Ken
"Amor" panggil ken kepada Amora
"Hm" Amora hanya berdehem
"Jangan membuat aku khawatir lagi, kau tidak tau betapa panik dan khawatirnya aku ketika melihatmu merasa kesakitan dan tidak sadarkan diri" Ken mengeluarkan unek uneknya
Amora menatap mata Ken tertegun, karena Ken mengucapkannya dengan tulus.
"Terimakasih sudah menolongku Ken" ucap Amora memegang tangan Ken dan tersenyum
"Boleh aku memelukmu" ijin Ken
"Hm" Amora berdehem
"Tidak usah berterima kasih, karena itu sudah menjadi tugasku menjagamu dan membuktikan kalo aku mencintaimu" jawab Ken memeluk erat Amora
Amora yang mendengar penuturan Ken langsung membalasnya dengan tersenyum cerah.
Sayangnya pelukan mereka begitu singkat dan harus terlepas karena pintu ruangan rawat Amora terbuka dan yang datang Wilona dan Arshan.
"Ya tuhan sayang syukurlah kau sudah sadar kami sungguh mengkhawatirkan mu" ucap Wilona memeluk Amora
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi Amor? Tanya Arshan
"Aku tidak tau dad, setelah aku memakan makananku waktu di kantin badanku merasakan gatal, sakit dan mual" jawab Amora
"Kau memakan udang?" tanya Arshan lagi
"Tidak dadd, seingat ku aku hanya makan rawon, dan minum susu coklat itu pun Ken yang memesankan nya" Amora
__ADS_1
"Aku sudah mencari tau nya, dan aku juga sudah menemukan pelakunya" ucap Ken menyela pembicaraan Amora dan Arshan
"Siapa dia Ken?" tanya Arshan
"Hanya perempuan biasa, om tidak usah khawatir Ken yang akan mengurusnya" ucap Ken datar
"Om percayakan padamu" balas Arshan dengan menepuk nepuk pundak Ken
Sedangkan Ken hanya mengangguk kan kepalanya.
"Ken kau tidak sekolah" tanya Wilona
"Tidak tante Ken sudah izin" jawab Ken
"Kalo begitu kamu pulang dulu saja, kamu telah menjaga Amora semalaman kau harus istirahat Ken, sekarang biar tante yang menjaga Amor" Wilona mengingatkan Ken
Amora yang mendengar penuturan Wilona bahwa Ken yang menjaganya semalaman terkejut merasa tidak enak hati.
"Baik tan, nanti sore Ken datang lagi kesini" Ken
Ken mendekati Amora untuk berpamitan
"Amor aku pulang dulu nanti aku kesini lagi" pamit Ken dengan mengusap lembut pipi Amora
Amora mengangguk
"Istirahatlah" ucap Amor tersenyum
Ken mengangguk dan membalas senyum Amora.
Wilona dan Arshan melihat interaksi mereka berdua terlihat sangat manis membuat kedua paruh baya itu tersenyum cerah.
"Om, tan K,en pamit pulang" pamit Ken kepada Wilona dan Arshan
"Tunggu Ken, kau pulang membawa kendaraan?" tanya Arshan
Ken hanya menggeleng
"Kalau begitu biar om antar sekalian om berangkat ke kantor" ajak Arshan
Lalu Arshan pamit kepada Wilona dan Amora untuk berangkat ke kantor sekalian mengantar Ken pulang.
...****************...
Di perjalanan, Ken duduk di kursi penumpang dengan Arshan di sampingnya. Di tengah tengah keheningan Arshan membuka pembicaraan
"Kalau kau hanya main main dengan Amora, lebih baik kau tinggalkan dia saat ini juga" ucap Arshan
Ken yang mendengar perkataan Arshan langsung menatap Arshan tajam.
Arshan yang di tatap Ken seperti itu tentu saja terkejut, berani beraninya bocah ini menatap dirinya seperti itu.
"Aku tidak pernah main main dengan perasaanku" ucap Ken datar
"Kalau kau benar benar mencintainya maka buktikan buat dia selalu bahagia, jika aku tau kau menyakitinya dan membuatnya menangis aku tidak akan segan segan memisahkan kau dan Amor!" Arshan memberi peringatan kepada Ken
Ken mengepalkan tangan ketika mendengar Arshan akan memisahkannya dengan Amora
"Tidak akan ada yang bisa memisahkan kami berdua, Amora sudah menjadi miliku sekali miliku tetap akan menjadi miliku tidak ada oranglain yang dapat memisahkan kita berdua sekalipun anda tuan Aberald!!" ucap Ken menatap arshan tajam
Arshan terkekeh mendengar penuturan Ken, ternyata bocah ini benar benar mencintai Amor
"Baiklah kita lihat saja nanti" ucap Arshan menatap Ken dengan tersenyum miring
Setelah percakapan antara Ken dan Arshan tidak ada lagi obrolan hanya keheningan yang menemani perjalanan mereka.
__ADS_1
#bersambung