
Keheningan yang terjadi beberapa saat menyadarkan mereka dengan bunyi suara perut dari Amora.
"Belum makan hm?" tanya Ken mengelus tangan Amora
"Aku tidak sempat sarapan" ucap Amora menunduk menahan malu
"Tunggu sebentar aku akan membelikan mu makanan" ucap Ken
"Terimakasih" Amora.
Ken keluar dari Uks menuju kantin. Tidak lama menunggu Ken kembali dengan kantong kresek yang berisi makanan dan minuman untuk Amora.
Ken mengulurkan tangannya memberikan kantong tersebut kepada Amora. Tentu saja amora mengambilnya karena dia sangat lapar.
"Terimakasih" ucap Amora yang langsung memakan fruit sandwich dengan lahap
"Pelan pelan tidak ada yang akan mengambil makananmu" ucap Ken membersihkan sisa cream yang ada di pinggir bibir Amora
Amora tertegun sebentar lalu dia membuang wajahnya karena dia merasa malu kepada Ken. Dalam batinnya "Semoga saja ken tidak melihat mukanya yang seperti kepiting rebus"
Sedangkan Ken hanya terkekeh melihat kekasihnya yang sedang malu, walaupun ken tidak melihat wajah Amora seperti kepiting rebus tapi dia dapat melihat telinga Amora yang memerah.
...****************...
Bel istirahat telah berbunyi, Amora berjalan keluar dari kelas di ikuti oleh kedua temannya.
Ya Amora dan Ken memutuskan bolos di jam pelajaran pertama saja sedangkan di jam kedua mereka lebih memilih masuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sesampainya di kantin mereka memesan makanan yang berbeda. Sambil menunggu makanan datang mereka sedikit menggosip hanya Sindy dan Tiara saja sih sedangkan Amora dia orangnya cuek.
"Eh eh kalian tau ga?" Tiara
"Apaan?" Sindy
"Clara udah masuk sekolah lagi, tadi gue liat dia diparkirkan" Tiara
"Masih punya muka ternyata dia masuk sekolah?" Sindy
"Memang dia punya muka?" Tiara sinis
"Gue rasa muka dia tertinggal di rahim mama nya waktu ngelahirin dia" ucap Sindy membuat Tiara dan Amora terkekeh.
"Sudah jangan bergosip tuh makanannya sudah datang" Amora
"Gak asyik lo" Sindy
Setelah makanannya datang mereka mulai menikmatinya tanpa ada yang berbicara sepatah kata pun.
Selesai makan mereka beranjak dari kantin, ditengah perjalanan seseorang membawa makanan berkuah panas dengan sengaja ingin menabrak Amora.
Hap ..
Seseorang menarik tangan Amora dari pinggir
Bruk ..
Praaaang ..
"Aaaargh" teriak perempuan itu menahan panas dan rasa sakit
Semua mata melihat ke arah bunyi pecahan tersebut dan dalam sekejap hening.
Sedangkan Amora melihat siapa orang yang telah menarik tangannya
__ADS_1
"Ken" lirih Amora
"Kau tidak apa apa? tidak ada yang luka ?" Ken memeriksa badan Amora dengan memutar balikan badannya takut ada yang luka
"Astaga Ken, aku baik baik saja" Amora
Ken menghela nafas lega, lalu matanya menatap tajam pada perempuan yang sengaja ingin menumpahkan makanannya kepada Amora.
Perempuan yang di tatap tajam oleh Ken itu sedang di bantu berdiri oleh siswi lain. Lalu dia menatap Ken dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
"Ka sakiiiit..." ucap Carissa lirih
Sedangkan Ken tidak meresponnya dia hanya menatap tajam Carissa
Sindy dan Tiara menghampiri Amora mereka bingung apa yang terjadi pikirnya
Sedangkan Amora dia sudah mengerti dengan situasi saat ini, Ken menatap Carissa tajam dan pecahan mangkuk yang berisi rawon panas yang sudah pecah itu sudah menjelaskan semuanya bagi Amora.
Ken maju beberapa langkah menghampiri Carissa lalu kedua tangannya mengapit pipi Carissa, membuat semua yang ada di kantin menahan nafas
"Sekali lagi gue liat lo nyentuh Amora, gue ga akan biarin lo hidup tenang!" ucap Ken lalu melepaskan pipinya dengan kasar sampai wajah Carissa tertoleh
"Ka..a..aku tidak sengaja" ucap Carissa tertunduk
"Gue liat saat lo mulai mengikuti Amora dari belakang dan lo berniat menumpahkan makanan lo, gue liat semuanya!" teriak Ken emosi
"Ka....aku benar benar ga sengaja sepatuku licin ka" Carissa menangis
Ken mengangkat telapak tangannya tanda dia tidak mau mendengar penjelasan Carissa
"Cukup!" Ken menatap tajam Carissa lalu menarik lembut tangan Amora.
Amora mengikuti Ken dari belakang tiba tiba Ken berhenti lalu berbalik menatap Carissa tajam
Deg ..
Jantung Carissa terasa di hantam oleh batu besar atas ucapan Ken barusan.
Semua penghuni kantin yang awalnya hening sekarang mulai berisik setelah kepergian Ken murid murid pada berbisik membicarakan kejadian yang barusan mereka lihat.
Sama halnya dengan teman teman Ken yang menyaksikannya sejak tadi, dia tidak mau ikut campur apalagi jika Ken sedang emosi mereka angkat tangan.
"Ayo kita ke Uks obati dulu luka lo" ucap siswi yang menolong Carissa.
Carissa tersadar ketika siswi itu menyentuh pundaknya.
"aku bisa sendiri" ucap Carissa lalu pergi dari kantin
Seseorang yang melihat kepergian Carissa mengikutinya dari belakang.
* Toilet
Seorang wanita cantik sedang meluapkan kekesalannya di depan cermin toilet
"AAAARGH! SIALAN KAU AMORA! AKAN KU BUNUH KAU! AKAN KU BUNUH!! Teriak Carissa
Seseorang tersenyum miring di balik pintu toilet, lalu keluar dari sana menghampiri Carissa.
"Siapa lo?" Carissa terkejut dan takut kalo umpatannya di dengar oleh perempuan ini
"Gue orang yang sama dengan lo" ucap Clara tersenyum miring
"Maksud lo?" Carissa
__ADS_1
"Gue tau lo suka sama Ken bukan? dan lo ingin ngejauhin Amora dari Ken?" Clara
Carissa terdiam. Dari mana dia dapat menyimpulkan bahwa dirinya menyukai Ken pikirnya apa terlihat jelas bahwa dirinya menyukai Ken.
Sedangkan Clara mengetahui bahwa Carissa menyukai Ken dari Meta, waktu itu Meta mendengar semua percakapan antara Amora dan Carissa di dalam toilet.
"Gue mau ngajak lo kerja sama, bagaimana?" Clara
"Kerja sama apa?" Carissa
"Menghancurkan atau membunuh Amora sepertinya lebih menarik" Clara tersenyum smirk
"Apa rencana lo?" tanya Carissa
Clara membisikan rencana jahatnya di telinga Carissa. Mendengar rencana Clara Carissa tersenyum jahat.
"Kapan?" Carissa
"Lebih cepat lebih baik girls" Clara
Mereka berdua tersenyum dengan rencana yang akan mereka jalankan untuk mencelakai Amora. Sedangkan kedua teman Clara menunggunya di luar.
Lusi pikir clara sudah terobsesi dengan Ken sampai sampai dia nekat ingin membunuh Amora kekasih dari Ken.
...****************...
Kriing ..
Kriing ..
Kriiiiiing ..
Bel pulang sekolah sudah berbunyi
Ken langsung keluar kelas menuju kelas Amora yang ada di sebelahnya.
Teman teman Ken yang melihat kelakuan Ken hanya menggelengkan kepala
"Si Ken bener bener udah di taraf bucin akut" Dion
"Ternyata batu es kalo udah cair begitu ya posesif" Rasya
"Gue heran si Mora ngasih apa ya ke si Ken?" David
"Maksud lo?" Nathan
"Lo liat aja kelakuannya semenjak kenal Mora dia bagaimana?" David
"Iya juga sih, mungkin dia baru ngerasain puber" Nathan
"Malah gibahin temen dosa lu pada" Dion
"Inget! Lo yang mulai ege" ucap David menggeplak kepala belakang Dion
Saat Dion akan membalas Nathan melerai
"Udahlah kita jadi ga ke markas?" Nathan
Mereka semua mengangguk kecuali Dion , dia menatap David seperti singa siap menerkam mangsanya sedangkan David dia hanya acuh.
Mereka keluar kelas untuk menuju parkiran sedangkan disana motor Ken dan Amora sudah tidak terlihat.
#bersambung
__ADS_1
Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nya🤍