Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
28


__ADS_3

Caca mulai menjelaskan semuanya dari awal. setelah Caca selesai menjelaskannya Sintia langsung menggebrak meja


Braak ..


Semua yang ada di ruangan kepala sekolah sontak terkejut melihat Sintia menggebrak meja sedangkan Amora dan Ken hanya memejamkan mata ketika sintia menggebrak meja.


"Bapak sudah dengar penjelaskan gadis ini, jadi ini salah gadis itu" tunjuk Sintia kepada Amora


"Amora kenapa kamu melakukan itu?" tanya kepala sekolah


"Saya melakukan apa memangnya? jawab Amora tenang


Sintia yang melihat Amora terlihat tenang tidak ada takut takutnya sama sekali merasa geram


"Kau masih bertanya? Apa tidak jelas penjelasan yang diucapkan gadis ini bahwa kamulah yang sudah menumpahkan makanan panas itu dengan sengaja kepada anak kami" ucap Sintia emosi


Sedangkan Bram dia masih saja diam dia berusaha mengingat gadis dihadapannya yang merasa begitu familiar.


"Pertama dia menjelaskan bahwa kakinya tersandung oleh kaki seseorang. dia tidak mengatakan kalo dia tersandung oleh kaki ku, dan yang kedua anda berkata saya sengaja? Apa salahnya saya menghindari kejadian buruk yang akan menimpa saya?" Amora memberikan pembelaan dengan sangat tenang


"Kau bukannya mengakui kesalahanmu dan meminta maaf kepada anak kami tapi kamu malah memberi pembelaan yang tidak benar adanya" Sintia geram


"Saya tidak salah kenapa saya harus meminta maaf?" tanya Amora dengan wajah yang polos


"Kau!" Sintia menunjuk Amora lalu menatap Rudi kepala sekolah "Pa saya tidak mau tau gadis ini harus dihukum bila perlu di keluarkan dari sekolah, bapak tidak mau bukan kalau sekolah ini di cap sebagai sekolah kriminal hanya karena satu murid atau saya akan menuntutnya?" Sintia mengancam


Clara menundukan kepalanya lalu tersenyum menyeringai. Tentu saja Ken menyadarinya


"Aku mempunyai bukti kalau Amora tidak bersalah" ucap Ken menatap mereka semua lalu menyerahkan ponselnya kepada kepala sekolah


Deg ..


Clara langsung mengangkat kepalanya dan terlihat wajah Clara yang pucat, Ken melihat wajah Clara yang sudah pucat hanya menyeringai.


"Nyonya dan tuan, sepertinya ini kesalahan anak anda sendiri karena video ini sudah jelas membuktikan bahwa Amora hanya melindungi dirinya" ucap Rudi yang sudah melihat jelas rekaman cctv saat kejadian


"Apa apaan ini!!baik kalo begitu saya akan menuntut sekolah ini" ucap Sintia yang semakin emosi


"Nyonya Listanto sebaiknya anda lihat dulu buktinya baru kau putuskan untuk menuntut pihak sekolah atau tidak" ucap Ken tersenyum pongah


Sintia menatap Ken sejenak lalu mengambil ponsel yang ada didepannya dan menontonnya bersama Bram.


Setelah Sintia dan Bram menonton video rekaman cctv Sintia langsung terdiam sedangkan Bram mukanya sudah memerah menahan malu karena perilaku anaknya.


"Bagaimana? Apa nyonya Listanto masih ingin menuntut pihak sekolah dan masih ingin mengeluarkan Amora?" tanya Ken dengan raut wajah yang dingin


"Kalo anda masih bersikeras ingin menuntut, saya bisa menuntut balik anda atas dasar pencemaran nama baik, dan bullying disekolah" bagaimana? Tanya Ken dengan raut datar


Sintia hanya diam tidak bisa mengatakan apapun karena buktinya sudah dilihat oleh nya.

__ADS_1


"Baiklah kalo begitu nyonya Sintia dan tuan Bram saya selaku kepala sekolah karena kejadian ini saya akan memberikan hukuman untuk Clara di skors selama 3hari"


"Kenapa jadi anak saya yang dihukum harusnya gadis itu yang di beri hukuman" ucap Sintia yang masih ngotot kalo anaknya tidak bersalah


"Anda masih mau mengelak nyonya?" ucap Ken menggoyangkan handphone nya di depan Sintia


Sintia langsung terdiam dan mengepalkan tangannya lalu pergi dari ruangan kepala sekolah tanpa permisi.


Sedangkan Bram dia menatap Clara sejenak yang menunduk dan menangis karena sudah ketahuan berbohong lalu pergi dari sana menyusul istrinya tanpa pamit.


Bram tidak mungkin memarahinya, walupun Clara melakukan kesalahan Bram selalu memakluminya karena didikannya itulah yang membuat Clara menjadi gadis yang manja dan egois.


Clara yang melihat kedua orangtuanya terlihat marah pun langsung pergi dan menyusul kedua orangtuanya.


"Kalau begitu untukmu Amora bapak akan kasih hukuman kamu untuk membersihkan seluruh toilet perempuan nanti pulang sekolah, karena disini kamu juga bersalah" ucap kepala sekolah setelah melihat kepergian orangtua Clara dan anaknya.


Amora hanya terdiam dia tidak membantah atas hukuman yang diberikan kepadanya. Tetapi Ken yang ingin membantahnya


Amora langsung memegang tangan Ken dan menatapnya lalu menggelengkan kepalanya sedangkan Ken hanya menghela nafas kasar.


"Kalian boleh kembali ke kelas masing masing" Rudi


Ken, Amora, dan Caca Keluar dari ruangan kepala sekolah, mereka membuka pintu dan disana sudah ada teman teman Ken dan juga teman Amora yang menunggunya.


"Ka maafin aku gara gara aku yang tidak hati hati kaka jadi kena masalah" ucap Caca menunduk setelah keluar dari ruangan kepala sekolah


"Tidak apa apa, ini bukan salahmu sepenuhnya" ucap Amora


"Terimakasih ka" Caca tersenyum


Amora hanya menganggukkan kepalanya saja setelah itu Caca pergi meninggalkan Ken dkk dan Amora dkk.


"Ra lo gak apa apa kan? Ucap Tiara yang khawatir


"Gapapa" jawab Amora


"Syukurlah, lo diskors?" tanya Tiara lagi


Amora hanya menggeleng


"Terus?" tanya Sindy penasaran


"Clara yang diskors" jawab Amora membuat mereka semua kaget


"Ko bisa?" sekarang yang bertanya David


Mendengar pertanyaan David Amora langsung menatap Ken dan tersenyum tulus, sedangkan Ken yang di tatap seperti itu malah terlihat gugup


Mereka semua mengerti dengan tatapan Amora kepada Ken, berkat Ken semua masalah dapat di selesaikan.

__ADS_1


"Karena masalah sudah selesai jadi sebaiknya kita makan, ayo guys" ajak Dion sambil berjalan lebih dulu


Mereka semua melihat tingkah Dion hanya menggelengkan kepala, tapi tak ayal mereka semua mengikuti langkah Dion dibelakang.


Ken dan Amora berjalan paling belakang mengikuti mereka semua


"Thanks" ucap Amora tulus kepada Ken


Ken hanya mengangguk dan membalas senyuman Amora.


Flashback on


Setelah kejadian yang mengakibatkan tangan Clara melepuh dan Rasya yang mengatakan kalo Clara pasti mengadu kepada papah nya, Ken langsung pergi dari kantin menuju kelasnya untuk meretas cctv.


Setelah sampai di kelas Ken langsung membuka laptopnya dan mulai meretas cctv sekolah, Ken melihat cctv yang merekam kejadian barusan lalu mengirim ke handphonenya, jaga jaga sebagai bukti nantinya jika Amora dalam masalah.


Untuk Ken bukan hal yang sulit untuk meretas, apalagi meretas cctv. selain fisiknya yang indah ken juga memiliki otak yang cerdas, dia sangat ahli diberbagai macam bidang, itu salah satu tuntutan untuknya sebagai pewaris Barnett.


Flashback off


* Mansion Listanto


Kedua paruh baya itu sedang bertengkar kecil mempermasalahkan kejadian yang barusan mereka hadapi.


"Kenapa dari tadi kamu hanya diam saja, tidak membantu aku membela anakmu?" tanya Sintia yang masih emosi


Bram hanya diam, dia masih berusaha mengingat gadis itu mirip dengan seseorang


"Kau ini kenapa sih? Kau memikirkan apa dari tadi ?" tanya Sintia lagi


"Tidak ada" elak Bram


"Kau tidak menyembunyikan apapun kan dariku?" ucap Sintia


"Tidak" jawab Bram


"Pokoknya kau harus memberi pelajaran kepada gadis itu" pinta Sintia


"Hm" Bram hanya berdehem


"Aku harus kembali ke kantor karena masih ada urusan dan kau urus Clara" pamit Bram kepada istrinya


Sedangkan Clara yang mendengar mama nya menyuruh papanya untuk memberikan pelajaran kepada Amora merasa senang dia tersenyum menyeringai.


Sintia yang melihat anaknya duduk dengan kepala menunduk tidak tega untuk memarahinya. Dia menghampiri Clara


"Sayang kau pergilah ke kamar, biar masalah ini menjadi urusan papamu" ucap Sintia menatap tajam lurus dia tidak terima dipermalukan oleh anak ingusan.


Clara menuruti perintah Sintia untuk pergi ke kamar dan meninggalkan mama nya dengan emosi dan rencananya untuk memberi pelajaran gadis yang sudah mempermalukannya.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2