Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
16


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 15:00 dan sudah waktunya untuk para siswa membubarkan diri termasuk dengan Amora dia bergegas meninggalkan sekolah setelah mengganti rok seragamnya dengan celana.


Amora berjalan menuju parkiran dan mulai memakai helm lalu menjalankan motornya.


Amora sebenarnya masih memikirkan perkataan Ken tadi siang. Kenapa pria itu bisa dengan cepat menyukainya? Bahkan bertemu pun baru beberapa hari yang lalu.


Amora menggelengkan kepalanya tidak mau memikirkan hal yang tidak penting dulu, masalah yang dia hadapi saat ini jauh lebih penting dan berat yaitu membalaskan dendam atas kematian kedua orangtuanya.


Kalo soal cinta biarlah mengalir dengan sendirinya toh ken kalo benar benar mencintainya dia akan membuktikannya bukan? Pikir Amora.


Di tengah perjalanan Amora mendadak menghentikan motornya dia melihat wajah pembunuh kedua orangtuanya yaitu Grey


Amora melihat Grey keluar dari minimarket lalu memasuki mobilnya kembali dan mulai menjalankannya.


Amora langsung mengikuti mobil yang dikendarai oleh Grey lalu menyalipnya dan meliuk liukan motornya tidak lupa memberi banyak asap dari motor kendaraannya seolah olah menantang Grey.


Grey yang terpancing emosi langsung menancapkan gasnya dan menyusul motor yang ada dihadapannya.


Grey menyembunyikan klakson agar si pengendara motor itu berhenti. Tapi Amora menghiraukannya dan membawa Grey ke jalanan yang jarang dilalui oleh orang orang.


Disana Amora memberhentikan motornya disusul juga dengan Grey yang memberhentikan mobilnya. Grey keluar mobil dan menutup pintu mobil dengan kasar dapat dilihat raut wajah Grey yang terlihat marah rahang yang mengeras dan tangan yang terkepal


Amora yang melihat Grey terpancing emosi tersenyum manis dibalik helmnya.


"Kau mau mati hah!" ucap Grey emosi sambil melangkah menuju Amora


Sedangkan Amora hanya terdiam tidak menjawab ucapan Grey.


Setelah Grey semakin dekat Amora langsung menendang perut Grey membuat Grey mundur beberapa langkah


"Brengsek!" umpat Grey lalu menyerang Amora


Perkelahian antara Grey dan Amora tak terelakan


Bugh ..


Amora menggelengkan kepalanya yang sempat terpukul oleh Grey untungnya dia memakai helm sedangkan Grey sudut bibirnya mengeluarkan darah oleh pukulan Amora.


Amora yang geram karena dapat pukulan dari Grey dia langsung menyerang Grey dengan brutal


Bugh ..


Bugh ..


Bugh ..


Dia memutar badannya lalu menendang wajah Grey dan menendang perutnya serta lututnya membuat Grey terkapar. Amora berjalan ke arah Grey dan menginjak tangan Grey


Kreeek ..


"Aaaargh sialan lepaskan" ucap Grey menahan sakit


Amora melepaskan injakan nya lalu menendang wajah Grey.


Hal itu membuat seluruh badan Grey lemas tidak mampu untuk membela dirinya lagi jadi dia hanya pasrah sekarang.


"Si..siapa kau?" a..aku tidak ada ma..masalah denganmu uhuk" ucap Grey terbata bata karena dadanya yang sesak akibat tendangan yang Amora layangkan tidak main main hingga terbatuk mengeluarkan darah


Amora yang melihat Grey tidak berdaya hanya tersenyum miring. Lalu mendekat ke arah Grey dan membisikan sesuatu yang membuat pria itu terkejut.


"Kau yakin tidak memiliki masalah denganku" bisik Amora di telinga Grey

__ADS_1


Grey terkejut orang dibalik helm itu ternyata seorang perempuan


"Brengsek kau perempuan?" tanya Grey tidak percaya


Tidak ada tanggapan dari Amora, Amora hanya memandangnya sinis dan penuh dendam


"Ini baru permulaan, dan aku akan menciptakan neraka dunia untukmu" bisik Amora lagi di telinga Grey dengan tersenyum menyeringai dibalik helm nya


Grey mendengar bisikan Amora membelalakan matanya


"Sialan! Siapa kau sebenarnya?!" teriak Grey yang tidak terima dikalahkan oleh seorang perempuan


"Belum waktunya kau tau" ucap Amora lalu menaiki kendaraannya


Grey masih diam mematung, memikirkan siapa orang yang ada dibalik helm itu yang jelas dia seorang perempuan.


Untuk saat ini Grey tidak mau ambil pusing dia harus mengobati lukanya terlebih dulu lalu mencari tau siapa perempuan itu.


Grey bangkit dan berjalan tertatih ke arah mobilnya.


...****************...


* Mansion Aberald


Amora memarkirkan motornya dia melihat mobilnya sudah terparkir di garasi berarti mobilnya sudah selesai diperbaiki pikirnya. Amora berjalan memasuki mansion nya.


Diruang tamu ada Ken dan wilona yang sedang mengobrol. Wilona yang melihat Amora baru pulang langsung menghampirinya


"Sayang kau baru pulang?" tanya Wilona menatap Amora


"Iya mom tadi ada urusan dulu sebentar" jawab Amora


Wilona memperhatikan wajah Amora di pelipisnya terdapat memar walaupun sedikit samar hal itu sontak membuat Wilona panik dan Amora langsung di cerca banyak pertanyaan.


Amora sendiri tidak menyangka pukulan Grey akan mengakibatkan memar walaupun samar padahal dia memakai helm pikirnya.


Sudahlah Amora tidak mau memikirkannya yang harus dipikirkan sekarang jawaban apa yang harus diberikan kepada mommy nya.


Melihat Wilona yang heboh Ken bangkit dan mendekat ke arah dua perempuan itu.


"Ada apa tan?" tanya Ken penasaran


"Mom kenapa dia ada disini?" mommy berniat menyelingkuhi daddy?" ucap Amora mengalihkan pembicaraan


Sedangkan Ken hanya memicingkan matanya mendengar Amora menuduhnya berselingkuh dengan Wilona.


"Zamora Aberald! jawab pertanyaan mommy jangan mengalihkan pembicaraan!" Wilona sedikit membentak kepada Amora karena terlalu khawatir


Sedangkan Amora langsung menundukkan kepalanya, karena kalau mommy dan daddy nya sudah memanggil namanya lengkap mereka benar benar marah.


"maaf mom" hanya dua kata yang mampu Amora keluarkan


sebenarnya Wilona tidak marah dengan Amora hanya saja Wilona terlalu khawatir dengan anaknya, dia tidak mau terjadi apa apa dengan anaknya.


Ken tidak tega melihat Amora yang di marahi oleh wilona Ken langsung memberikan pernyataan kepada Amora.


"Apa ini gara gara Clara waktu di sekolah?" ucap Ken


Amora langsung mendongkak dan menatap Ken belum sempat Amora menjawab Wilona lebih dulu bertanya kepada Ken


"Memang apa yang dilakukan gadis yang bernama Clara itu Ken? Dia yang sudah membuat anak tante memar begini?" iya Ken?" tanya Wilona meminta jawaban Ken

__ADS_1


"Eum tan sebaiknya kita duduk dulu dan obati Amor" saran Ken


"Ah iya tante saking paniknya" ucap Wilona menepuk dahinya


Wilona menatap Amora, sedangkan Amora yang di tatap Wilona menundukkan kepalanya kembali.


Ken yang melihat tingkah Amora terkekeh gemas anak macan takut dengan induknya pikirnya.


Ken ajak Amor duduk tante akan mengambil kompresan dulu untuk Amor


"Iya tante" ucap Ken lalu Ken membawa Amora duduk di sofa


Amora masih diam duduk bersandar pada sofa sambil bersedekap dada. Ken melihat Amora dan menyentuh luka memar yang ada di pelipis Amora


"Sssh" ringis pelan Amora


"Apa yang terjadi sebenarnya, gue yakin ini bukan ulah Clara kan?" tanya Ken penasaran


Tidak ada jawaban dari Amora


"Amor jawab aku" desak Ken meminta jawaban dari Amora


Amora mulai jengah dia hanya berdehem menjawab pertanyaan Ken


"Hm" jawab Amora


"Jadi siapa yang udah lakuin ini ke lo, biar gue bales 10x lipat bila perlu" ucap Ken mengepalkan kedua tangannya


"Tidak perlu, aku sudah mengirim dia kerumah sakit" ucap Amora santai


Ken membelalakan matanya


"Kau membunuhnya?" tanya Ken


"Belum" Amora


"Belum?" tanya Ken heran


Di tengah keheranan Ken Wilona datang membawa air kompresan untuk Amora. Wilona mulai mengompres luka memar yang ada di pelipis Amora.


"Ken apa Amora terlibat perkelahian di sekolahnya?" tanya Wilona kepada Ken pasalnya tadi Ken mengatakan ini gara gara gadis bernama Clara


Ken menatap Amora, dan Amora mengangguk meminta pertolongan. Sedangkan Ken hanya tersenyum, ini tidak gratis pikiran liciknya.


"Iya tante Clara berniat membully Amora tapi Amora melawannya" Ken menjelaskan


Wilona menghela nafas lalu menyentuh kedua pipi Amora


"Amora kau sudah berjanji tidak akan membiarkan siapapun untuk menyentuhmu, jadi jangan biarkan mereka melukaimu" Wilona menatap Amora dengan tatapan yang dalam


"Iya mom Amora janji, ini tidak sengaja juga mom. Tadi Amor juga melawan mereka tidak membiarkan mereka menyentuhku" Amora


"Jangan membuat mommy khawatir lagi" ucap Wilona mengelus pipi chuby dan memeluknya


Amora hanya mengangguk sebagai jawaban


"Thanks" Amora menggerakkan bibirnya tanpa bersuara kepada Ken


"Tidak gratis" jawab Ken menirukan cara berbicara Amora


Sedangkan Amora membelalakan matanya dan menatap Ken tajam

__ADS_1


Hal itu membuat Ken tersenyum gemas.


#bersambung


__ADS_2