Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
42


__ADS_3

Braaak ..


Seorang pria menutup pintu mobilnya dengan keras lalu berjalan memasuki rumah sakit dengan langkah yang terburu buru.


Pria itu berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan nafas yang tidak beraturan guna menemukan ruangan putrinya di rawat, setelah menemukan ruangannya pria itu masuk ke dalam


Ceklek ..


"Vin" Rayyan


Pria itu Kevin ayah angkat Carissa, dia menghampiri Carissa yang masih belum bangun pasca melakukan operasi dan menghiraukan panggilan Rayyan


"Kenapa sampai bisa begini? Apa yang telah terjadi?" tanya Kevin tapi matanya menatap wajah Carissa yang kepalanya di perban


"Carissa mengalami kecelakaan, dan mobil yang di kendarai Carissa rem nya blong pihak polisi sudah memeriksa hal ini" Rayyan


Kevin terdiam tidak menanggapi Rayyan


"Maafkan papa Risa, kalo tau akan begini lebih baik papa paksa kamu ikut bersama papa untuk menyelesaikan urusan papa. Maafkan papa" ucap Kevin yang mulai menitikan air matanya


"Sabar Vin, ini sudah takdir sang maha kuasa" Rayyan


Kayla terbangun karena mendengar suara orang yang sedang mengobrol. Dia menatap kevin lalu matanya mulai menitikan air mata dan menghampiri Kevin


"Vin" panggil lirik Kayla


"Maafkan aku tidak bisa menjaga Carissa dengan baik" ucap Kayla menangis


Kevin yang melihat Kayla menangis pun tidak tega


"Benar apa yang di katakan kaka ipar, ini semua sudah takdir sang maha kuasa tidak perlu saling menyalahkan dan merasa bersalah" Kevin


"Dokter mengatakan, Carissa akan lumpuh Vin" Kayla menatap mata Kevin dengan pipi yang sudah dibanjiri oleh air mata" Kayla


Deg ..


"Itu tidak mungkin" ucap Kevin lirih menatap kosong ke arah Carissa yang sedang terbaring belum sadarkan diri


Sedangkan diluar ruangan rawat Carissa seorang pemuda yang mendengar bahwa Carissa mengalami kelumpuhan hanya tersenyum miring


"Tinggal satu tikus lagi" batin Ken tersenyum smirk lalu masuk ke dalam


"Ken" ucap Rayyan


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ken datar


"Dia masih belum sadar Ken" Kayla


Ken hanya mengangguk


"Kalau dua hari masih belum sadar aku akan membawa Carissa keluar negri untuk melakukan pengobatan disana" Kevin


"Kalau itu yang terbaik kami setuju Carissa melakukan pengobatan diluar negeri" Rayyan menepuk pundak Kevin


Kevin mengangguk. Sedangkan Ken dalam batinnya tersenyum.


...****************...


* Mansion Aberald

__ADS_1


Amora sudah duduk manis di meja makan dan sudah ada Arshan dan Wilona juga. Mereka melakukan sarapan bersama sebelum beraktifitas.


"Baby apa kaki mu sudah benar benar sembuh?" tanya Arshan


"Sudah dad tapi kalo untuk lari sepertinya belum" Amora tertawa kecil


Wilona dan Arshan hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Amora yang menggemaskan


"Apa Ken menjemputmu?" tanya Arshan


"Iya, sepertinya sebentar lagi datang dad" Amora


Tidak lama Amora berkata seperti itu Ken datang dari arah ruang tamu, Wilona yang melihat kedatangan Ken langsung menyapanya


"Eh Ken kau sudah datang?" Wilona


"Iya tan" Ken


"Kau sudah sarapan? Wilona


"Sudah tante" Ken


"Amora sudah selesai, kita berangkat dulu mom dad" ucap Amora ketika sudah menyelesaikan sarapannya


"Hati hati" Wilona


"Jaga putriku" ucap Arshan


Ken hanya mengangguk lalu menarik tangan Amora lembut untuk berangkat ke sekolah.


Dalam perjalan Amora sedikit bawel, dan Ken menanggapi celoteh Amora dengan senyuman lalu tertawa kecil ketika di rasa celotehan Amora lucu.


Ternyata setelah mengenal Amora lebih jauh Ken dapat menyimpulkan Amora gadis yang ceria dan lucu. Kepada orang lain saja Amora terlihat acuh dan cuek tapi kepada orang orang terdekat Amora tidak seperti itu.


"Hm?" Ken


"Kau tau orang yang sudah menyabotase motorku itu Clara dan Carissa" Amora


"Aku tau" Ken


Amora tertegun sebentar lalu matanya membelalak


"Ken jangan bilang yang membuat kecelakaan itu juga kau?" tuduh Amora


"Hm" Ken


"KEN!" teriak Amora dan Ken langsung mengerem mobilnya mendadak karena terkejut dengan teriakan Amora


Sedangkan Amora keningnya sedikit membentur dashboard mobil, Ken yang melihat itu langsung panik


"Kau tidak apa apa?" Ken melihat kening Amora


"Kau ini kalau mau mengerem jangan mendadak" ucap Amora kesal lalu mengusap keningnya


"Itu salahmu mengejutkanku" Ken


"Oh jadi kau menyalahkan ku begitu?" Amora tidak terima


"Bukan seperti itu, kenapa kau teriak segala?" Ken

__ADS_1


"Aku kesal denganmu karena tidak menjawab pertanyaanku dengan benar" Amora cemberut


Ken menghela nafas sebentar


"Aku yang sudah membuat Carissa kecelakaan" Ken menatap Amora


"Kenapa?" Amora menatap manik mata Ken


"Karena aku akan membalasnya lebih dari apa yang mereka perbuat kepadamu, dan aku tidak akan membiarkan gadisku disakiti oleh siapapun" Ken menatap balik mata cokelat terang Amora yang terlihat berkaca kaca


"Ken" amora lirih


"Kenapa? kau menganggap aku monster, kau takut kepadaku dan sekarang kau ingin pergi dariku? Ken


Amora langsung berhambur memeluk Ken setelah dia melepas seatbelt nya. Ken yang di peluk mendadak oleh amora terkejut tidak lama Ken menyambut pelukan Amora.


"Terimakasih telah mencintaiku begitu dalam kepadaku Ken, terimakasih kau selalu melindungi ku dan terimakasih kau telah memilihku" Amora tulus dan mulai menitikan air mata


"Hm, dan terimakasih juga kau telah menerima cintaku" ucap Ken membuat Amora tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


"Ken aku ingin melihat keadaan Carissa" ucap Amora setelah melepaskan pelukannya dan melanjutkan perjalanan


"Nanti pulang sekolah kita ke rumah sakit" Ken


Amora hanya mengangguk


...****************...


Amora dan Ken sudah sampai di sekolah, teman teman Ken sudah menunggu mereka. Ken turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Amora.


"Terimakasih sayang" ucap Amora tersenyum manis


Ken tersenyum malu dipanggil seperti itu oleh Amora dan Ken hanya mengangguk.


"Ekheeem .. Bucin teruuuuus" ucap Dion setelah mereka menghampiri Ken dan Amora


"Yaelah botol kecap sirik aja lo" David


"Mana ada gue sirik, gue ganteng ya gue bisa dengan mudah dapetin cewe" ucap Dion


"Iya ganteng tapi mubasir jomblo" Rasya


Jleb ..


"Gue jomblo berkualitas, gue nunggu cewe yang tepat buat gue ajak menata masa depan. Emang dia noh cewe nya banyak gunta ganti mulu" Dion menunjuk David dengan dagunya


"Heh gue gunta ganti cewe juga nyari yang tepat buat di jadiin teman hidup" David


"Bukan teman tidur?" Amora menyela obrolan panas mereka


Sontak saja Ken dan teman temannya menatap Amora, sedangkan Amora yang di tatap mereka merasa heran kenapa dengan ucapannya pikirnya.


Ken yang melihat teman temannya menatap Amora langsung saja Ken membawa Amora untuk masuk kedalam kelas.


Sedangkan mereka masih menatap kepergian Amora dan Ken


"Amora, ternyata dia tidak sepolos itu" ucap David di angguki oleh Rasya, Dion, dan Nathan


Mereka tersadar oleh bel yang berbunyi lalu mereka pergi meninggalkan parkiran sekolah menuju kelasnya.

__ADS_1


#bersambung


Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nya🤍


__ADS_2