
Di sisi lain
Seorang pria sedang mengumpat kesal karena dirinya kehilangan jejak orang yang sedang dia ikuti.
"Aaaaargh sial! Aku kehilangan jejaknya. Baiklah sekarang kau berhasil lolos tapi lain kali tidak akan aku biarkan" pria itu tersenyum smirk
Pria itu melanjutkan perjalanannya lagi yang sempat terhenti.
...****************...
* Mansion Aberald
Terlihat wanita cantik yang sedang mondar mandir di ruang tv menunggu kepulangan anaknya, Wilona panik karena hari sudah hampir malam dan Amora belum pulang juga.
Wilona mencoba menghubungi no handphone Amora tapi tidak aktif hal itu membuat Wilona semakin panik.
Mau menghubungi Ken pun dirinya lupa tidak sempat bertukar no handphone dengan Ken yang akhirnya Wilona menghubungi suaminya agar cepat pulang.
Setelah beberapa menit menunggu kepulangan suaminya akhirnya Arshan datang dengan buru buru memasuki mansion.
"Honey kau sudah coba menghubunginya lagi?" tanya Arshan ketika sudah masuk kedalam mansion
"Sudah dan masih tidak aktif, aku sangat khawatir tidak biasanya Amora di jam segini belum pulang" Wilona
"Aku akan coba hubungi dulu Ken" ucap Arshan mengeluarkan handphone nya
"Kenapa kau tidak bilang kau mempunyai no handphone nya Ken?" Wilona sedikit lega
"Kau tidak bertanya" ucap Arshan enteng
"Kau ini, cepatlah hubungi Ken" Wilona yang gemas melihat tingkah Arshan yang sedikit menyebalkan menurutnya
Arshan memanggil Ken tapi panggilannya tidak di jawab, sedangkan Wilona sudah sangat panik sampai sampai menggigit kuku kukunya sendiri sambil mondar mandir menunggu Ken menjawab panggilan suaminya.
Panggilan pertama tidak di jawab, Arshan mencoba untuk memanggil Ken kembali dan masih tidak ada jawaban ketika Arshan akan mencoba kembali memanggilnya suara pintu mansion terdengar terbuka, dan muncul lah seorang gadis cantik dan pemuda tampan yang Wilona khawatirkan sejak tadi datang menghampirinya.
"Astaga sayang kau dari mana saja kenapa kau membuat kami khawatir?" ucap Wilona yang langsung memeluk Amora
"Maaf mom kami tadi ke rumah sakit dulu menjenguk sepupu nya Ken yang kecelakaan" Amora
"Lain kali kamu bilang dulu, jangan membuat orang rumah khawatir" ucap Wilona setelah melepas pelukannya
Ken dan Arshan hanya memperhatikan kedua perempuan itu, lalu Ken mengalihkan perhatiannya kepada Arshan. Arshan yang merasa di perhatikan oleh Ken langsung menatapnya, Arshan dapat melihat dari mata Ken ada sesuatu yang ingin di bicarakan.
"Honey kau ajak Amora untuk ke kamar, dan aku akan mengajak Ken untuk mengobrol sebentar di luar ada beberapa hal yang aku ingin bicarakan dengannya" Arshan
"Baiklah, jangan terlalu keras kepadanya" ucap Wilona yang takut kalau Arshan akan memarahi Ken.
Wilona lalu mengajak Amora pergi ke kamarnya. Setelah kepergian Wilona dan Amora, Arshan menatap Ken lalu menyuruhnya untuk mengikutinya
"Ikuti aku" Arshan
Ken mengikuti Arshan dari belakang, untuk membicarakan hal yang cukup serius.
"Apa terjadi sesuatu?" Arshan to the point setelah mereka sampai di belakang mansion yang terdapat banyak bunga yang cantik
"Ada yang mengikuti mobil kami sewaktu kami dalam perjalanan ke sini dan kami berhasil lolos dari kejaran mereka" Ken
"Kau sudah mencari tau?" Ken
Ken hanya mengangguk, sedangkan Arshan menunggu jawaban Ken
"Anak buah Bramana" Ken menatap lurus ke depan dengan pandangan mata tajam
Arshan terdiam mendengar penuturan Ken dan mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras
"Aku curiga bahwa Bram sudah mengetahui indentitas asli Amora om" ucap Ken
"Om rasa begitu Ken, kita harus memperketat penjagaan untuk Amora" Arshan menatap lurus ke depan
__ADS_1
"Om benar" Ken
"Ken? Om percayakan Amora kepadamu" ucap Arshan menepuk pundak Ken dengan menatap mata Ken
"Jangan khawatir om Ken akan menjaga Amora bahkan nyawa akupun akan aku pertaruhkan untuk Amora" Ken sungguh sungguh
Dari jawaban yang Ken berikan Arshan dapat merasakan kesungguhan dan ketulusan yang Ken berikan untuk Amora.
Arshan mengangguk anggukan kepalanya. Mereka berdua menatap lurus kedepan dengan pikiran mereka yang berbeda beda.
......................
* Beberapa jam sebelumnya di apartemen Ken
Ken menatap Amora dengan tatapan Khawatir, Ken tidak akan membiarkan siapapun melukai Amora lagi kalau pun mereka sampai menyakitinya Ken akan membalas berkali kali lipat kepadanya.
Beberapa menit Amora dan Ken menunggu jawaban dari orang yang di telepon tadi tidak kunjung memberi kabar, Ken langsung menghubungi orang tersebut kembali.
Tapi sebelum Ken kembali menghubungi orang itu dia sudah memanggil Ken duluan, tanpa banyak kata Ken langsung mengangkatnya
"Bagaimana?" tanya Ken kepada orang di sebrang sana
"Yang gue dapet nama pemilik mobil yang ngikutin mobil lo itu namanya Grey"
"Grey?" tanya Ken heran
"Iya Grey, lo ada masalah sama itu orang?" tanya orang di sebrang sana
Sedangkan Ken langsung memutuskan sepihak panggilannya, tanpa tau bahwa dia sedang di maki maki oleh si penelepon tersebut.
Amora melihat wajah Ken yang kebingungan langsung bertanya padanya
"Aku mendengar kau menyebut nama Grey" Amora menatap Ken
"Hm, orang yang mengikuti mobil kita tadi bernama Grey" Ken
"Dia tangan kanan Bramana orang yang telah membunuh kedua orangtua ku Ken" ucap Amora menatap lurus dengan mata yang tajam.
"Aku tau tentang masa lalu mu Amor, daddy mu sudah memberitahukan semuanya kepadaku" Ken menatap mata Amora
Amora tertegun
"Semuanya?" tanya Amora mulai meneteskan air matanya
Ken yang melihat Amora mulai menangis langsung membawa Amora kedalam pelukannya
"Semuanya, jangan takut aku ada bersamamu kita hadapi ini sama sama" Ken mengelus punggung Amora
Amora hanya mengangguk tidak mampu untuk berucap dia hanya membatin banyak banyak mengucapkan terimakasih untuk Ken.
Setelah di rasa aman akhirnya Ken memutuskan untuk segera mengantar Amora pulang ke mansion nya.
...****************...
Setelah obrolan serius antara Arshan dan dirinya, Ken memutuskan untuk langsung pulang tidak ikut makan malam bersama dengan keluarga Aberald.
Ken membuka pintu mansion dan terlihat sepi, pikir Ken mungkin mommy nya masih menemani Carissa di rumah sakit sedangkan Arshan belum pulang dari kantor.
Ken berjalan menuju kamarnya dan langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri karena tubuhnya yang sudah merasa gerah dan lengket.
Tidak butuh waktu lama untuk Ken mandi dia sudah keluar dengan menggunakan handuk yang membungkus pinggang sexy nya.
Ken menuju walk in closet untuk memakai pakaiannya, setelah selesai dengan semuanya Ken merebahkan dirinya di atas ranjang empuk miliknya.
Tidak lama Ken merebahkan dirinya di atas kasur Ken bangun kembali dia teringat sesuatu, Ken berjalan keluar lalu menuruni anak tangga.
"Bi" panggil Ken kepada salah satu Maid
Mendengar tuan mudanya memanggil salah satu maid menghampirinya
__ADS_1
"butuh sesuatu tuan muda?" tanya Maid
"tidak, apa daddy sudah pulang?" tanya Ken
"Sudah tuan muda baru saja pulang bersama nyonya" jawab Maid
Ken hanya mengangguk lalu pergi menuju kamar kedua orangtuanya meninggalkan Maid tersebut.
Tok ..
Tok ..
Tok ..
Tidak lama pintu di ketuk Kayla membukanya
"Ken? Ada apa?" tanya Kayla
"Daddy mana mom?" Ken balik bertanya
"Daddy lagi mandi, ada apa?" Kayla
"Ken ada perlu dengan daddy" Ken
"Nanti mommy akan memberitahu nya, kau sudah makan malam?" Kayla
Ken hanya menggeleng
"Kau makan dulu nanti setelah makan daddy akan menemui mu" Kayla
Ken mengangguk lalu pergi dari hadapan Kayla.
Beberapa menit setelah Ken menyelesaikan makan malamnya dan Rayyan yang sudah selesai mandi sekarang mereka sudah ada di ruang kerja Rayyan
"Ada apa son?" Rayyan
"Aku butuh bantuan daddy" ucap Ken serius
"Hm, katakan" Rayyan
"berapa persen daddy menanam saham untuk perusahan Bram?" tanya Ken
"Kenapa kau tiba tiba menanyakan perihal ini?" Rayyan
"jawab saja dad" Ken tidak sabar
"40%, Kenapa?" jawab Rayyan
"Dad bukankan selama ini aku tidak pernah meminta apapun darimu? Sekarang aku ingin meminta sesuatu darimu" Ken menatap mata Rayyan dengan serius
"Katakanlah son, apapun itu" Rayyan menepuk pundak Ken
"Aku ingin daddy mencabut saham yang ada di perusahaan Bram" pinta Ken
Mendengar itu Rayyan langsung melepaskan tangan yang ada di pundak Ken
"daddy tidak mau?" ucap Ken
"Berikan alasan yang membuat daddy mau menuruti permintaanmu" Rayyan menatap Ken
"Karena Bramana yang telah membunuh orang tua kandung Amora dadd" ucap Ken mengepalkan tangannya
"Maksudmu? Bukannya orang tua Amora masih hidup Arshan Aberald?" tanya Rayyan bingung
Ken menggeleng lalu menjawab pertanyaan dari Rayyan yang terlihat kebingungan
"Bukan. Orang tua Amora Frederic Liston dan Ane Anastasya Liston dadd" Ken
Praaaaang .....
__ADS_1
Setelah Ken mengatakan hal tersebut terdengar suara pecahan gelas pecah dari arah pintu ruang kerja Rayyan.
#bersambung