
Eps sebelumnya ..
Amora hanya membalas dengan senyuman, melihat Amora tersenyum Ken menatap bibir pink Amora dan mengusapnya lembut dengan ibu jari tangannya lalu memiringkan kepalanya sedangkan Amora sudah menutup matanya.
Bugh ..
Bugh ..
"Turun lo!" teriak seorang pemuda dari luar mobil Ken
...****************...
Ken memejamkan mata ketika ada orang yang mengganggunya kembali sungguh dirinya sangat kesal.
Ken dan Amora melihat kedepan dan ternyata seorang pemuda yang sedang memukul kap mobil menggunakan helm.
"Bukannya pria itu yang pernah mengeroyok kamu dan teman teman kamu?" tanya Amora ketika melihat pemuda yang sedang memukul kap mobil Ken
"Aku akan turun, kamu tunggu disini dan jangan keluar" ucap Ken lalu keluar dari mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Amora.
Pemuda itu berhenti memukul kap mobil Ken ketika Ken sudah keluar dari dalam mobilnya dan berjalan mendekat ke arahnya.
"Belum kapok lo terakhir kali ketemu gue lo dibuat patah tulang?" ucap Ken tersenyum miring
"Karena itu lo lagi beruntung, dan malam ini gue pastiin lo habis di tangan gue?" ucap pemuda itu yang tidak lain Gery
Ken hanya memandang Gery dengan tatapan meremehkannya. Gery yang di tatap seperti itu oleh Ken tentu saja marah, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk menyerang Ken
"Hajar dia!!" titah Gery
Anak buah Gery langsung menyerang Ken, dan Gery menyayangkan dirinya tidak membawa anak buah yang banyak jika dirinya akan bertemu dengan Ken malam ini pikirnya.
Sedangkan Amora memperhatikan perkelahian antara Ken dan anak buah pemuda yang Amora tidak tau siapa namanya dan Amora tidak ingin tau juga.
Ken telah berhasil menumbangkan beberapa anak buah pria itu hanya tinggal beberapa lagi. Ken kalau sudah bertarung terlihat lebih sexy dan kadar ketampanannya semakin bertambah pikir Amora.
Amora tersadar dari pikiran kotornya dia menggelengkan kepalanya, ketika Amora menolehkan kepalanya ke kiri ada yang mengintip dari luar kaca mobilnya karena kaca mobil Ken kalau dari luar terlihat sangat gelap beda cerita kalau dilihat dari dalam.
Amora kenal wajah pemuda yang sedang mengintipnya dia orang yang telah Amora patahkan tangannya beberapa minggu yang lalu. Amora tersenyum smirk ketika otak jahatnya tiba tiba muncul
Amora membuka pintu mobil Ken dengan kasar hingga pemuda tersebut terdorong ke belakang dan jatuh terlentang, setelah melihat itu Amora tersenyum miring lalu menutupnya kembali ketika pemuda itu mulai bangun dan ingin menghampirinya.
"Sialan lo! Keluar jala**!!" teriak pemuda tersebut menggedor gedor kaca mobil Ken
Sedangkan Amora tentu tidak mendengar umpatan yang di keluarkan oleh pemuda itu untuk dirinya, Amora hanya terkekeh kecil lalu mengangkat jari tengahnya.
Gery yang melihat Amora mengacungkan jari tengahnya semakin marah, dia berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa.
Ken yang mendengar Gery mengumpat kekasihnya dengan sebulan jala** jelas menjadi murka dia langsung menghampiri Gery setelah menumbangkan semua anak buah Gery.
Ken berjalan menghampirinya lalu menarik belakang baju Gery dan langsung menghajarnya tanpa ampun.
__ADS_1
Ken sangat marah ketika kekasihnya di katai dengan kata kata yang kotor dan tidak pantas. Ken terus menghajarnya tanpa memberi celah Gery untuk melawan hingga wajah Gery sudah mengeluarkan banyak darah.
Melihat itu Amora langsung turun dari mobil lalu menghentikan Ken yang bisa membunuh Gery saat ini juga.
"Ken cukup Ken, kau bisa membunuhnya!" ucap Amora memegang tangan Ken yang akan memukul kembali Gery
Nafas Ken memburu, dia memejamkan matanya sejenak untuk meredakan emosinya lalu membukanya kembali ketika sudah sedikit tenang lalu berdiri dibantu oleh Amora.
Amora mengajak Ken untuk kembali ke mobil meninggalkan mereka. Sebelum benar benar sampai mobil Gery terkekeh lalu mengucapkan kata yang menyulut kembali emosi Ken
"Di kasih jatah berapa kali sehari si Ken sama lo hah? Sampe sampe dia nurut banget sama jala** modelan lo?" ucap Gery terkekeh dan mencoba untuk berdiri
Sedangkan teman teman Gery sudah tidak kuat lagi untuk sekedar berdiri, mereka hanya menonton aksi Ken sebentar lagi yang akan di lakukan kepada Gery.
Ken yang mendengar hinaan yang di ucapkan oleh Gery untuk Amora jelas saja membangkitkan jiwa iblis dalam dirinya.
Ken berjalan dengan cepat lalu menendang wajah Gery dan membenturkannya ke aspal hingga pingsan. Merasa belum puas Ken ingin memukul kembali wajah Gery tapi tangan putih mulus yang lembut menghentikannya.
"Sudah cukup Ken aku ingin segera pulang" Amora menghentikan Ken yang akan melanjutkan pukulannya kepada Gery.
Ken menurut, tapi sebelum berbalik Ken menatap anak buah Gery yang ketakutan saat Ken menatap tajam mereka
"Kalau lo nyari gara gara lagi sama gue atau anak Sparta yang lainnya, nasib lo bakal lebih dari Bos lo" Ken menatap mereka semua tajam lalu berbalik dengan menarik lembut tangan Amora.
Ken dan Amora melanjutkan perjalanan mereka kembali dan meninggalkan para pemuda bodoh yang sudah pada babak belur.
...****************...
"Apa kau memiliki kotak P3K di mobil ini Ken?" tanya Amora
"Untuk apa?" Ken bingung
"Kau masih bertanya untuk apa?" Amora menatap malas Ken lalu mencarinya sendiri
"Dashboard" ucap Ken sambil tersenyum sendiri melihat tingkah Amora yang menggemaskan ketika sedang mengomel.
Sedangkan Amora langsung mengambil P3K tersebut di dashboard.
Sebelum mengobati Ken Amora sempat melihat Ken tersenyum memperhatikannya
"Kau tidak waras tersenyum sendiri" ucap Amora sambil mengobati punggung tangan Ken yang luka akibat memukul Gery
"Ya aku memang tidak waras sejak bertemu denganmu" ucap Ken tersenyum manis melihat Amora yang sedang mengobatinya
Sedangkan Amora tangannya terhenti ketika Ken mengatakan hal tersebut.
"Kenapa?" tanya Ken ketika Amora berhenti mengobati tangannya
Amora tidak menjawab dia melanjutkan kembali mengobati luka Ken hingga selesai
"Sudah" ucap Amora dengan menyimpan kembali kotak P3K tersebut ke tempatnya.
__ADS_1
"Terimakasih honey" Ucap Ken
"Hm, kalo begitu aku masuk dulu. Kau berhati hatilah dalam perjalanan" ucap Amora lalu melepas seatbelt nya.
Saat Amora akan membuka pintu Ken menahan tangan Amora
"Terimakasih sudah mau bertunangan denganku" ucap Ken mencium tangan kanan Amora
"Aku juga begitu, terimakasih sudah memilihku" ucap Amora tulus
Ken menatap Amora dengan tatapan penuh cinta begitupun Amora mereka saling menatap hingga tidak sadar bahwa jarak mereka sudah sangat dekat.
Ken memiringkan kepalanya lalu memejamkan matanya begitupun dengan Amora tapi belum sempat bibir mereka bertemu pintu kaca mobil ada yang mengetuk dari luar
Tok .. Tok ..
Tok .. Tok ..
"Sh**!" umpat Ken dengan memejamkan mata menahan kesal kembali
Sedangkan Amora hanya terkekeh melihat ken yang selalu gagal untuk menciumnya.
Ken menurun kan kaca jendela mobilnya dan sudah ada Arshan di luar sana. Tidak tunggu lama Amora langsung keluar dari mobil Ken dan menghampiri daddy nya
"Dad kenapa malam malam keluar?" tanya Amora
"Daddy hanya ingin memastikan saja" ucap Arshan
"Memastikan apa dad?" tanya Amora bingung
"Memastikan bahwa anak daddy tidak di cium nyamuk" ucap Arshan melantur
Amora sungguh tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Arshan, perasaan tidak ada nyamuk di dekatnya.
Sedangkan Ken yang merasa di sindir oleh Arshan hanya menatapnya datar.
"Masuklah ini sudah malam" ucap Arshan kepada Amora dan Amora menanggapinya dengan menganggukkan kepala.
Sebelum pergi Amora sempat menatap Ken dan mengatakan "hati hati" tanpa suara, Ken hanya mengangguk.
Setelah melihat anaknya masuk Arshan menatap Ken tajam
"Sebelum kau resmi menjadi suaminya kau jangan pernah berani menyentuh Amora!" Arshan memberikan peringatan kepada Ken
"Kalau begitu aku nikahi saja Amora besok" ucap Ken tersenyum pongah menanggapi ucapan Arshan
"Kau!" tunjuk Arshan sedikit kesal kepada calon menantunya
"Calon menantumu ini akan pulang, selamat malam daddy" ucap Ken tersenyum jahil kepada Arshan lalu mengemudikan kembali kendaraannya meninggalkan Arshan dengan kekesalannya.
"Ck. Anak itu! Kenapa putriku bisa jatuh cinta dengan pria sepertinya" gumam Arshan tidak habis pikir melihat kelakuan Ken yang harus banyak banyak mengelus dada menurutnya.
__ADS_1
#bersambung