Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
56


__ADS_3

Amooooooor!" teriak Ken langsung berlari ke arah Amora


"Amoraaaa!" teriak teman teman Ken ketika melihat Amora yang sudah bersimbah darah


"Nonaaaa!" Derix langsung berlari ke arah Amora


Tidak tidak aku mohon bertahanlah sayang aku mohon" ucap Ken menangis dengan tangan menahan punggung Amora yang terkena tembakan agar darahnya tidak terus keluar


"Nona maafkan saya, maafkan saya datang terlambat" Derix menangis tidak tahan melihat kondisi Amora yang sangat mengenaskan


Teman teman Ken sebelum berjalan ke arah Amora mereka memastikan bahwa Bramana dan anak buahnya yaitu Grey tidak kabur.


...****************...


Terdengar derap langkah kaki yang tergesa gesa berjalan di lorong rumah sakit yaitu Orangtua Amora dan Ken. Setelah mendapat kabar Amora telah di temukan dan di larikan ke rumah sakit kedua pasangan itu langsung menuju rumah sakit.


"Ken bagaimana Amora?" tanya Wilona ketika melihat Ken yang duduk dengan kepala tertunduk


Ken langsung mendongkak dan menatap mereka semua dengan mata yang memerah. Ken menggelengkan kepala tidak sanggup untuk berbicara.


Kayla melihat anaknya seperti itu langsung memeluk Ken


"Mom Ken tidak bisa menjaga Amora, Amora terluka mom" lirih Ken dalam pelukan Kayla


"Son jangan menyalahkan diri sendiri, kita doakan yang terbaik dan kita tunggu hasilnya setelah Dokter keluar" ucap Rayyan menenangkan Ken


Ken tidak menjawab dia melepaskan pelukan Kayla lalu menatap pintu ruang operasi yang sedang menyala.


Sedangkan Derix melihat Arshan sedang menenangkan Wilona yang menangis di pelukannya langsung menghampirinya dan menundukkan kepalanya.


"Tuan maafkan saya, saya tidak bisa menyelamatkannya tepat waktu, saya gagal tuan maafkan saya" ucap Derix menangis dan mengepalkan kedua tangannya.


Memang Derix tidak menghadiri pesta pertunangan Amora, Karena Arshan memerintahkan Derix untuk memindahkan semua aset Bram yang dulunya atas nama Frederic untuk di pindahkan semuanya atas nama Zamora Aberald. Dan untuk mengurus itu Derix harus memasuki perusahaan Bram maka dari itu Derix tidak ada di acara pertunangan Amora.


Arshan menghela nafas dan melepaskan pelukan Wilona. Arshan memegang bahu Derix


"Ini sudah terjadi, tidak ada yang perlu di sesali dan sebaiknya kita berdoa untuk keselamatan Amora yang sedang berjuang di ruang operasi" Arshan menepuk bahu Derix.


Derix tidak menjawab dirinya hanya menundukkan kepalanya semakin dalam dengan isak tangisnya.


Ken langsung pergi meninggalkan mereka semua yang berada di depan ruang operasi dengan tangan terkepal kuat rahang yang mengeras dan mata yang memerah.


Mereka melihat kepergian Ken tidak berniat untuk menegurnya, mereka mengerti dirinya sedang marah dan kecewa pada dirinya sendiri jadi mereka membiarkan Ken untuk pergi.


* Markas Sparta


Ken memasuki markas dengan wajah yang memerah dan tangan terkepal. Nathan, Rasya, Dion dan David melihat kedatangan Ken langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Ken bagaimana keadaan Amora?" tanya David


"Dimana dia?" tanya Ken datar menghiraukan pertanyaan keinginan tahuan teman temannya.


"Ruang gelap" ucap Rasya yang mengerti pertanyaan Ken


Ken langsung berjalan ke arah ruang gelap tersebut di ikuti ke empat teman temannya. Ken membuka pintu lalu melihat kedua pria yang sudah di gantung secara terbalik. Ken menyeringai melihat itu.


Ken berjalan ke arah Grey dan Bramana dengan mengambil salah satu benda tajam di ruangan gelap tersebut.


Bram dan Grey terlihat masih pingsan dan, dan Ken tidak segan segan membangunkan salah satunya dengan membuat Grey berteriak


Slaaash ...


"Aaaaargh!!!" teriak Grey terbangun dari pingsannya dengan merasakan sakit akibat sabetan benda tajam yang menggores perut Grey.


Sedangkan Ken tersenyum menyeringai mendengar teriakan Grey. Teman teman Ken yang melihat hanya menatap datar dan menantikan pertunjukan yang akan di lakukan oleh Ken untuk menyiksa orang yang sudah membuat kekasihnya terluka.


Bram tersadar ketika Grey berteriak kesakitan.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya Bram ketika sudah sadar dirinya sudah di ikat secara terbalik


"Kau tidak melihatnya pak tua?" tanya Ken dengan menunjukan tangannya ke arah Grey yang sudah mengeluarkan darah dari perutnya.


Bram terbelalak baru menyadari tangan kanannya juga bersama dirinya dan terikat secara terbalik.


Sedangkan Ken hanya terkekeh


"Kau bilang tidak ada urusan denganku? Kau lupa? Kau berurusan dengan kekasihku maka dari itu, kau menjadi urusanku" ucap Ken menatap tajam lalu menggoreskan pisau tersebut ke pipi Bram


"Aaaarghhh!" teriak kesakitan Bram


Sedangkan Ken menatap Bram datar. Lalu berjalan ke arah Grey, Ken menatap kedua tangan Grey


"Tangan ini bukan yang sudah memukul wajah kekasihku?" ucap Ken melihat Grey


Sedangkan Grey sudah tidak sanggup untuk berkata lagi karena menahan sakit di perutnya.


Tidak lama Ken bertanya seperti itu Ken langsung menebas kedua pergelangan tangan Grey.


Slash ...


"Aaaaaaarghh!! Ampuuuun!" teriak Grey meminta ampun


Kedua tangan Grey jatuh ke bawah, dan Ken hanya menatapnya datar, beda dengan Bram dirinya yang sudah pucat pasi melihat keganasan pemuda yang ada di depan matanya.


Dia akui sekarang dirinya takut kepada pemuda yang jauh lebih muda umurnya daripada dirinya. Bram menelan ludah kasar ketika Ken menatap dirinya.

__ADS_1


"tenang saja pak tua kau tidak akan mati sekarang dan tidak akan mati di tanganku" ucap Ken menyeringai


Lalu tatapannya beralih kembali kepada Grey, Ken menatap tajam pria yang sedang menangis tersebut karena menahan rasa sakit.


"Aku akan mengakhiri rasa sakit mu" ucap Ken lalu mengangkat tangannya dan memenggal kepala Grey


Slaaash ..


 Dugh ..


Dengan sekali tebasan Ken memenggal kepala Grey dengan kepalanya yang membentur tembok.


"Tidaaaak!" Teriak Bram ketika melihat Ken memenggal kepala Grey dan setelah itu dirinya tidak sadarkan diri.


Dion, David, Rasya dan Nathan melihat Ken menebas kepala Gray memejamkan mata mereka. Segila gilanya mereka menyiksa orang tidak sampai sekejam Ken.


Mereka akui Ken sangat menakutkan jika sudah marah, apalagi jika sudah terpancing maka dirinya akan menunjukan kepada mereka siapa Ken sesungguhnya.


Ken berjalan ke arah teman temannya


"Bereskan, dan berikan potongan tangan pria itu lalu kirim sebagai hadiah kepada Sintia" ucap Ken datar lalu pergi meninggalkan ruangan yang sudah berbau anyir tersebut.


Teman teman Ken menuruti perintah darinya, sedangkan Ken berjalan memasuki kamar yang ada di markas tersebut untuk membersihkan diri lalu pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kabar kekasihnya.


Di sisi lain


Kedua perempuan yang berbeda umur dan berbeda status itu sedang tertawa bahagia merayakan keberhasilannya dalam menculik gadis yang mereka benci, dan sebentar lagi gadis itu akan mati pikir mereka.


#bersambung


Halo para pembaca setia Novel Author, disini Author mau memberitahukan Novel baru Author yang berjudul Aqela Untuk Kellan.


Yuk mampir ke cerita baru Author !!!


Aqela Untuk Kellan



Menceritakan tentang seorang CEO yang dingin, datar, dan kaku jatuh cinta secara diam diam kepada seorang perempuan cantik pemilik toko kue.


Liceo Kellan Walker panggil saja namanya Kellan, dirinya mencintai seseorang secara diam diam. Bukan tidak berani mengungkapkannya tapi ada sesuatu hal yang membuat dirinya menjadi jauh dengan sosok perempuan yang di cintainya.


Tapi apakah setelah bertemu kembali Kellan akan mendapatkan cintanya ?


Dan apakah sosok perempuan tersebut memiliki perasaan yang sama untuk Kellan ?


Berawal dari penasaran kepada sosok perempuan yang bernama Aqela Audi Alwen menjadi rasa cinta. Itulah yang Kellan rasakan.

__ADS_1


__ADS_2