
Setelah sampai di mansion, Amora dan Ken turun dari mobil. Mereka memasuki mansion dengan bergandengan tangan.
Amora dan Ken mengernyit tumben sekali mansion terdengar ramai, mereka berdua langsung menuju ke sumber suara yang terdengar ramai. Dan benar saja di sana keluarga Ken dan Amora sedang berkumpul.
"Sayang kau sudah pulang?" sapa Wilona ketika melihat kedatangan Amora dan Ken
"Iya Mom" ucap Amora menghampiri mereka semua
"Ada yang ingin Daddy bicarakan, duduklah" titah Arshan
Amora mengangguk lalu duduk di ikuti oleh Ken di sampingnya. Dan semua yang berada di ruang tamu menjadi hening
"Ada apa Dad?" tanya Amora
"Derix?" Arshan memanggil Derix menghiraukan pertanyaan Amora
"Ini Tuan" Derix menyerahkan berkas yang sangat penting bagi Amora
Arshan mengambil berkas tersebut, lalu meletakkannya di depan Amora
"Bacalah" titah Arshan
Tanpa banyak tanya Amora langsung membuka berkas tersebut. Setelah membaca isi dalam berkas tersebut, Amora mendongak menatap Arshan dengan mata yang berkaca kaca
"Dad?" lirih Amora
"Semua yang tertulis di sana sudah menjadi milikmu mulai saat ini Amor" ucap Arshan
Amora langsung berdiri dan menghampiri Arshan lalu memeluknya.
"Terimakasih Dad, aku benar benar beruntung bisa bertemu dengan keluarga ini" ucap Amora terisak
"Dan kami pun beruntung bisa bertemu denganmu sayang" Wilona menyahuti ucapan Amora
"Mom" Amora melepaskan pelukannya lalu menatap sang Mommy
"Terimakasih Mom" ucap Amora memeluk Wilona
"Mommy pun terima kasih kamu telah hadir di tengah tengah keluarga kami" ucap Wilona mengusap punggung Amora.
Amora mengangguk tersenyum. Semua orang yang ada di ruang tamu menyaksikan keharmonisan Ayah, Anak dan Ibu tersebut di buat terharu.
"Lalu apa rencana selanjutnya yang akan kamu lakukan?" tanya Arshan ketika Amora sudah duduk kembali
"Mungkin aku akan menyerahkan bukti kejahatan Bram ke kantor polisi Dad" ungkap Amora
Arshan hanya mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan pelaku penculikan kamu Mora?" tanya Kayla
"Ken sudah mengurusnya Mom, kalian jangan memikirkannya lagi" Ken yang menjawab pertanyaan Kayla
"Baiklah kami percayakan kepada mu Ken" ucap sang Daddy
"Sudah sudah jangan membahas hal yang serius lagi. Sebaiknya kita makan siang bersama karena ini sudah waktunya jam makan siang" ucap Diana yang di setujui oleh mereka semua
Dan di sini lah mereka semua berada yaitu di ruang meja makan. Segala hidangan sudah tersedia di meja makan, tinggal memilih selera masing masing.
"Oh ya Ken, Mora? Mommy sudah menyiapkan semua keperluan untuk pernikahan kalian" ucap Kayla sebelum acara makan siang di mulai
"Terimakasih Mom" ucap Amora
Kayla tersenyum mengangguk.
"Ayo sebaiknya kita mulai makan siangnya" ucap Wiliam
Mereka semua menikmati makan siang mereka dengan keheningan.
Setelah acara makan siang selesai keluarga Barnett berpamitan untuk pulang, dan tujuan mereka kesana pun untuk membicarakan tentang pernikahan Ken dan Amora yang sudah Kayla dan Rayyan siapkan. Keluarga Aberald hanya tinggal terima beres nya saja.
Di kamar, Amora menghubungi kedua temannya yaitu Tiara dan Sindy untuk mengajaknya mereka bertemu di sebuah cafe.
Tuuuut ..
Tuuuut ..
"Ada apa Ra?" tanya Sindy
"Iya tumben banget lo nelepon kita?" tanya Tiara, karena Amora melakukan dua panggilan video sekaligus
"Aku ingin bertemu dengan kalian di Cafe Anggrek nanti sore ada sesuatu yang aku katakan" ucap Amora
"Oke, gue siap siap dulu kalau gitu" ucap Sindy
"Yaudah gue juga siap siap dulu" Tiara
"Hm" Amora berdehem lalu mematikan panggilan video tersebut.
Tidak lama setelah menghubungi teman temannya Amora sendiri bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, apa lagi tadi habis bertemu dengan Bram dan membunuhnya.
Untung saja Amora tidak meninggalkan jejak darah di bajunya, kalau mereka melihat ada darah sedikit saja tadi Amora tidak bisa membayangkan bagaimana hebohnya Wilona.
Beberapa menit selesai mandi Amora langsung menuju walk in closet lalu berpakaian casual dan menghias diri senatural mungkin.
Tap ..
__ADS_1
Tap ..
Suara langkah kaki menuruni anak tangga.
"Loh sayang mau kemana lagi?" tanya Wilona
"Amor mau ngasih undangan Mom sama teman teman Amora"
"Sama Ken?"
"Tidak, hanya sendiri"
"Kalau begitu kau harus bersama bodyguard" titah Wilona
"Tidak usah Mom, Amora sengaja mengajak bertemu teman teman Amor di daerah sekitar sini. Jadi mommy tidak perlu khawatir" Amora
"Awas kalau kamu pulang dalam keadaan tidak baik baik saja" ancam Wilona
"Siap Mom, kalau begitu Amor pergi dulu" pamit Amora
"Ya hati hati"
"Oke Mom" jawab Amora ketika sudah di ambang pintu
Amora memasuki mobilnya lalu menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan mansion Aberald.
Sesampainya Amora di tempat yang sudah di janjikan, Amora langsung masuk dia pikir lebih baik menunggu di dalam saja. Amora memasuki cafe lalu memilih tempat duduk yang ada di pojok.
Waiters datang menghampiri Amora.
"Ini buku menu nya Nona" ucap Waiters tersebut
Amora mengambil buku menu tersebut lalu memesan segelas minuman kesukaannya hanya itu saja karena Amora masih kenyang.
Setelah selesai menulis pesanan Amora Waiters tersebut pergi dengan membawa buku menu kembali.
Beberapa menit menunggu kedua temannya, akhirnya mereka datang juga.
"Hay Ra, sorry nunggu lama. Jalanan macet" ucap Tiara yang di benarkan oleh Sindy
"Tidak apa apa, kalian pesan sama makan dan minum terlebih dulu" titah Amora
Mereka mengangguk. Tidak lama waiters tadi mendatangi meja Amora kembali dengan membawa segelas Choco milk pesanan Amora.
"Ada lagi yang ingin di pesan Nona?" tanya waiters tersebut
"Saya ingin pasta dan minuman es jeruk saja" ucap Tiara
"Samakan saja" Sindy
Setelah kepergian waiters tersebut Tiara dan Sindy menatap Amora yang sedang asyik meminum minuman kesukaannya.
"Jadi ada apa lo ingin ketemu kita?" tanya Sindy
Amora tidak menjawab dia mengambil selembar kertas yang sudah tertulis namanya dan nama Ken lalu menyerahkannya masing masing kepada Sindy dan Tiara
Sindy dan Tiara mengambilnya lalu membukanya. Dan setelah membaca bagian cover nya mereka terbelalak.
"Ra lo serius?" tanya Sindy
"Iya, beberapa minggu lagi aku dan Ken akan menikah" ucap Amora
"Gue gak nyangka secepat itu lo mau nikah" ucap Tiara menatap Amora
"Aku pikir juga begitu, bahkan dalam hidupku aku tidak pernah membayangkan akan jatuh cinta kepada seseorang" ungkap Amora matanya menerawang masa lalunya
"Tapi kita selalu dukung keputusan lo, kalau itu membuat lo bahagia Ra" ucap Sindy memegang tangan Amora yang berada di atas meja
"thanks" Amora
Tidak lama menunggu makanan waiters tadi kembali dengan membawa pesanan Sindy dan Tiara.
Mereka berdua langsung menyantap makanan mereka berdua di selingi dengan obrolan mereka mengenai pernikahan Amora dan Ken.
Tidak berbeda jauh dengan Ken dia juga memberikan undangan kepada teman temannya. Sama halnya dengan Sindy dan Tiara respon mereka terkejut ketika menerima kartu undangan pernikahan Ken dan Amora.
"Ken lo gercep amat" ucap David setelah membaca kartu undangan yang di berikan oleh Ken
"Gue gamau kehilangan dia lagi, sudah cukup kejadian kemarin yang membuat gue hampir gila mengenai Amora yang di culik dan berakhir koma. Gue pengen selalu ada di sisi nya dan menjaganya gue gamau kecolongan lagi" ucap Ken
Mereka semua terdiam. Pasalnya mereka baru mendengar Ken berbicara sepanjang itu, dan ucapan Ken yang membuat mereka merasa terharu. Mereka menyimpulkan bahwa cinta Ken untuk Amora begitu besar dan tulus.
Setelah mendengar jawaban Ken dan di buat terharu oleh ucapannya teman teman Ken tentu saja sangat mendukung keputusannya. Merekapun mendoakan yang terbaik untuk keduanya.
Setelah urusannya selesai Amora pamit lebih dulu kepada kedua temannya, karena Mommy nya sudah menghubunginya. ketika Amora berpamitan Sindy dan Tiara pun beranjak dari cafe tersebut bedanya mereka langsung pergi shoping untuk mempersiapkan kebutuhan untuk nanti ke acara pernikahannya Amora, ya walaupun masih lama namanya perempuan harus ada persiapan dari jauh jauh hari. Begitulah pemikiran Sindy dan Tiara
Tiba di mansion Amora memarkirkan mobilnya lalu langsung masuk ke dalam mansion.
"Kau sudah memberikan undangannya?" tanya Wilona menyambut kedatangan Amora
"Sudah Mom, Amora ke atas dulu ya" Amora
"Iya sayang, istirahatlah"
Amora mengangguk lalu meninggalkan Wilona.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Amora langsung merebahkan dirinya di kasur empuknya.
Drt .. Drt ..
Amora mengambil handphone lalu melihat layar handphone nya, ternyata yang menelepon dirinya sang kekasih.
"Ada apa Ken?" tanya Amora
"Kau pergi keluar?" tanya Ken di sebrang telepon
"Hm"
"Tanpa bodyguard?" Ken terdengar marah
"Hanya sebentar, itupun dekat jaraknya Ken tidak perlu khawatir" jawab Amora langsung mendudukkan dirinya
"Kenapa kau tidak memberitahuku kau mau keluar?" Ken
"Ken aku hanya sebentar lagian aku bertemu dengan Sindy dan Tiara untuk memberikan undangan pernikahan kita hanya itu saja dan aku juga langsung pulang"
Ken menghela nafas kasar
"Maafkan aku honey, aku masih takut dengan kejadian kemarin mengenai dirimu" ucap Ken
"Tidak apa apa Ken. Percaya padaku aku akan baik baik saja" ucap Amora tersenyum walaupun Ken tidak dapat melihatnya
"Istirahatlah" titah Ken
"Hm" Amora
"I Love You Amora" ucap Ken sebelum mematikan panggilannya
"Love You Too Ken" jawab Amora
Mereka berdua tersenyum sendiri ketika mengatakan hal yang tidak pernah mereka katakan.
Panggilan berakhir, dan Amora langsung mengistirahatkan dirinya. Akhir akhir ini Amora merasa dirinya mudah lelah, mungkin Amora pikir dirinya sudah jarang berolah raga.
Tidak lama panggilan terputus Amora sudah memejamkan mata menuju ke alam mimpi.
...****************...
Beberapa hari sebelum pernikahannya dengan Ken. Amora sudah menyerahkan semua bukti kejahatan Bram kepada polisi. Dan polisi menyita semua aset milik Bram tanpa tersisa, polisi pikir dengan kasus ini Bram pasti sedang bersembunyi, tapi tanpa polisi ketahui Bram sudah di bunuh oleh Amora dan tidak ada seorang pun yang tahu kecuali Ken dan teman temannya.
Waktu ke waktu semakin cepat sampai akhirnya di mana waktu pernikahan Amora dan Ken akan di langsungkan hari ini tepatnya di gedung mewah di dekorasi dengan mewah pula pastinya.
Para tamu undangan sudah pada datang semua tinggal menunggu acaranya di mulai saja. Begitupun Tiara yang sudah datang bersama Nathan, dan juga Sindy yang datang bersama Rasya.
Selama Rasya menunggu jawaban Sindy tentang pernyataan cintanya, Rasya selalu membuktikan bahwa dia benar benar tulus mencintainya dan Sindy yang melihat perjuangan Rasya untuk mendapatkan cintanya akhirnya luluh juga.
Sindy menerima cinta Rasya. Sindy tidak ingin terbayang bayang akan masa lalunya, jadi dia berusaha untuk memulai hubungan kembali bersama Rasya.
"Taulah orang yang sudah mengganti status jomblonya, nempel mulu kaya prangko lo berdua" ledek David
"Sirik aja lo" ucap Rasya
"Gue ga Sirik, gue hanya Iri" ucap David cemberut
"Sama aja ege" ucap Nathan
"Tenang bro jodoh kita sedang on the way kemari" ucap Dion menepuk pundak David
David menatap malas Dion lalu melepaskan tangan Dion yang ada di pundaknya.
"Eh acara mulai tuh" ucap Tiara menunjuk ke depan
Para tamu undangan yang hadir mengalihkan pandangan mereka ke depan untuk mendengar kata sambutan.
Setelah mendengar kata sambutan, langsung saja kepada acara yang di tunggu tunggunya yaitu untuk mengucapkan ikrar janji suci mereka.
Di depan pintu masuk terlihat seorang perempuan cantik berjalan yang di sampingnya di temani oleh pria yang sudah di anggapnya sebagi Ayah yaitu Arshan.
Semua mata menatap kedatangan Amora yang sedang berjalan menuju pelaminan dengan gaun pengantin yang sangat cantik.
Kedatangan Amora di sambut dengan senyum dan tatapan cinta oleh seorang pemuda tampan di depannya yang sudah menunggunya.
Amora berjalan menuju ke arahnya dengan sangat anggun di temani dengan sang Daddy. Mata para tamu undangan tidak lepas menatap Amora yang begitu sangat cantik dan anggun ketika menghampiri Ken.
"Ken Daddy serahkan tanggung jawabku sebagai seorang Ayah kepadamu, jaga dia seperti kau menjaga diri sendiri" pesan Arshan ketika mereka sudah sampai di depan Ken
"Tentu Dad, jangan Khawatir" ucap Ken lalu memegang tangan Amora untuk menyambutnya dan berdiri di sampingnya.
Mereka berdua menghadap pendeta lalu mengikrarkan janji suci mereka di hadapan tuhan. Setelah selesai mereka saling berhadapan lalu berciuman di hadapan para tamu undangan.
Tentu saja Ken dengan senang hati mencium Amora. Di tunggu lama Ken langsung mencium lembut bibir Amora di atas altar.
Semua orang bertepuk tangan dan semua yang melihatnya begitu terharu apa lagi dengan keluarga Barnett dan keluarga Aberald mereka menitikan Air mata bahagia melihat Amora sudah memilih hidupnya bersama Ken.
Tidak berbeda jauh dengan teman teman Ken mereka pun sama terharu melihat sahabatnya yang terkenal begitu dingin terhadap perempuan. Tapi dia sendiri yang lebih dulu menemukan jodohnya dan menikah.
Memang sudah takdirnya Ken bersama Amora.
Mereka semua mendoakan kebahagiaan untuk kehidupan Ken dan Amora di masa yang akan datang.
__ADS_1
SELESAI