Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
21


__ADS_3

Ken telah sampai di mansion nya, terlihat Kayla datang menghampirinya dan langsung menanyakan kabar temannya. Pasal nya kemarin Ken tidak pulang dengan alasan menjaga temannya yang sedang sakit.


Kayla pikir semenjak kapan Ken mau repot repot menjaga temannya yang sedang sakit apa lagi sampai menginap.


Kayla belum sempat menanyakan temannya itu perempuan atau laki laki. Mungkin sekarang dia akan menanyakannya.


"Ken bagaimana keadaan temanmu?" tanya Kayla


"Sudah lebih baik mom" jawab Ken


"Syukurlah kalo begitu" Kayla


Kayla memicingkan matanya menatap Ken, Ken yang melihat mommy nya menatap curiga hanya menaikan sebelah alis nya.


"Ken mommy mau nanya?" tanya Kayla


"Apa mom?" jawab Ken berjalan menuju sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya dan memejamkan matanya sejenak


"Temanmu yang sakit perempuan atau laki laki?" akhirnya Kayla menanyakan apa yang ingin di ketahui nya


Ken yang memejamkan mata langsung membuka matanya dan menatap Kayla.


Ken lama tidak menjawab hanya menatap mata Kayla mommy nya.


"Ken jawab mommy" Kayla penasaran dengan menggoyangkan tangan Ken pelan


"Perempuan mom" jawab Ken


"Dia kekasihmu Ken?" tanya Kayla lagi


"Belum mom, dia belum menerima cinta Ken" keluh Ken


"Jadi anak tampan mommy di tolak?" syok Kayla menutup bibir mungilnya dengan tangannya


"Ngga di tolak juga mom, Zamora ingin Ken membuktikan cinta Ken kepadanya" jelas Ken


"Oh jadi namanya Zamora" ucap Kayla manggut manggut


Ken hanya menganggukkan kepalanya.


"Sudahlah mom Ken mau ke kamar dulu" Ken meninggalkan Kayla yang masih penasaran dengan yang namanya Zamora


"Ken mommy belum selesai!" teriak Kayla kepada anaknya


Sedangkan Ken hanya menghiraukan teriakan Kayla dan melambaikan tangannya membelakangi Kayla lalu berjalan menuju kamarnya di lantai atas


"Aish anak itu" gerutu Kayla lalu pergi dari sana.


...****************...


* Di Sekolah


Dibelakang sekolah seorang gadis sedang menangis karena di ancam oleh seseorang. Siapa lagi kalo bukan Clara and the geng.


Clara mengancam Rani untuk tidak memberitahukan bahwa dia yang telah menyuruh gadis ini menaburkan bumbu udang ke makanan Amora.


Clara tidak mau sampai Ken membencinya, dulu saja Ken sangat susah di dekati apa lagi sekarang dia mencoba menyakiti gadis yang di klaim sebagai miliknya bukannya lebih dekat yang ada Clara yang bakal di eksekusi, Clara hanya membayangkannya saja bergidik ngeri.


"Gue peringatkan lo, sampe lo ngasih tau Ken dan teman temannya kalo lo disuruh sama Gue lo tau kan akibatnya?" ucap Clara mengintimidasi Rani


"I..iya hiks a..aku tidak akan memberitahukan mereka" jawab Rani menangis


"Good girl" ucap Clara menepuk nepuk kepala Rani


"Cabut guys" ucap Clara kepada teman temannya


Seharian kemarin Clara dan Meta sudah mencari informasi tentang Amora. Dan mereka berhasil mendapatkannya termasuk dengan alergi yang di idap Amora.


Dirasa informasi tentang Amora ini cukup untuknya dia tidak mau mengotori tangannya sendiri. Dia menyuruh seseorang yang dapat membantunya lebih tepatnya mengancam.

__ADS_1


Rani orang yang di ancam oleh Clara tidak bisa berbuat apa apa karena itu dia menuruti kemauan Clara dengan sangat terpaksa.


Kalau Rani tidak mau melakukannya maka ayahnya yang berkerja di perusahaan papanya, Clara akan meminta papa nya untuk memecat ayah Rani dan mem blacklist dari semua perusahaan.


Clara itu gadis yang manja, ingin menang sendiri segala sesuatu yang dia inginkan dia harus dapatkan. Maka dari itu tidak ada yang tidak dituruti oleh Bram atas semua keinginan Clara.


Rani pun bingung sendiri kalo dia tidak menuruti perintah Clara ayahnya akan di pecat sedangkan kalo menuruti perintahnya Ken akan menghabisinya apalagi Rani tau gadis yang akan di celakai nya yaitu gadis yang saat ini di gosipkan dekat dengan Ken.


...****************...


* Diruang Rawat Amora


Pintu ruang rawat Amora terbuka dan menampilkan sesosok pemuda tampan dengan tampilan casual nya.


"Ken" Amora


"Hay" jawab Ken berjalan ke ranjang pasien yang ditempati Amora


Amora melihat Ken sedang mencari seseorang, dia tau siapa yang Ken cari


"Mommy sudah pulang" Amora menatap Ken


Ken hanya menganggukkan kepala


"Kau merasa lebih baik?" tanya Ken menatap Amora


"Di bandingkan kemarin dan tadi pagi, sekarang lebih baik" Amora balik menatap Ken


Ken memang melihat bintik bintik merah yang ada di sekitar wajah, leher dan tangan Amora lebih baik dibanding tadi pagi.


"Kau tau siapa pelakunya?"


"Hm" jawab ken


"Siapa?" tanya Amora


"Rani" jawab Ken


Ken mengulurkan tangannya mengelus pipi chuby Amora


"Jangan terlalu banyak berpikir biarkan aku yang mengurus masalah ini, tugasmu hanya satu cepat sembuh" ucap Ken menatap dalam mata Amora


Amora mengangguk mengiyakan ucapakan Ken lagian besok pagi pun dia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.


Tidak lama setelah mereka mengobrol pintu ruangan yang Amora tempati kembali memunculkan beberapa pemuda tampan siapa lagi kalau bukan teman teman Ken.


"Guys kayanya kita ngga tepat waktu deh datangnya" ucap David


"Balik lagi aja yok" ajak Dion


"Ogah! Lo berdua aja sana gue jauh jauh kesini malah balik lagi sayang bensin bro!" ucap Rasya


"Perhitungan banget lo" ucap David mendelik ke arah Rasya


Sedangkan Nathan hanya menatap ketiga temannya malas lalu mendekati ranjang Amora


"Hay Ra, gimana sekarang? Baikan?" tanya Nathan


"Lebih baik" jawab Amora


"Syukurlah cepet sembuh deh ya" Nathan


"Thanks" Amora


Nathan menatap mata Ken seakan akan Nathan ingin membicarakan sesuatu kepada Ken. Ken yang paham langsung mengangguk.


Diluar ruangan Amora, ken dan Nathan sedang membicarakan target yang sudah mengganggu Amora.


"Bagaimana?" tanya Ken

__ADS_1


"Aman, dia sudah kita bawa ke ruang gelap" jawab Nathan


Ken mengangguk, lalu teringat dengan balapan semalam dia menanyakannya


"Balapan semalam?" Ken


"Gilang ngamuk karena kalah" Nathan


Sedangkan Ken mendengar kekalahan Gilang lagi tersenyum smirk lalu kembali masuk kedalam setelah tadi izin untuk pergi ke toilet kepada Amor.


...****************...


* Markas Sparta


Setelah Ken dkk menjenguk Amora, Ken pamit ada urusan sebentar dan nanti dia akan kembali lagi untuk menemani Amora dirumah sakit.


Ken berjalan dengan rahang yang tegas dan tangan terkepal memasuki markas sparta berjalan ke arah ruang gelap.


Di dalam ruang gelap itu sudah ada seorang gadis dengan tangan dan kakinya yang sudah terikat dan mata tertutup kain hitam. Gadis itu tidak berhenti berteriak dan menangis, sampai dia merasa lelah dan ketiduran.


Ken membuka pintu ruangan gelap tersebut dan berjalan ke arah gadis itu di ikuti oleh ke empat teman Ken


Byuuuuur ..


David menyiram gadis itu dengan air garam, sontak saja hal itu membuat gadis yang sedang di ikat terbangun.


"Siapa lo?" teriak Rani gadis yang di ikat itu dengan nafas yang memburu


"Tolong lepasin gue" teriaknya lagi


Sedangkan Ken dkk hanya terdiam, sebelum Ken menginstruksikan sesuatu mereka tidak akan berani menyentuh gadis ini


"Buka penutup matanya!" titah Ken dengan wajah dingin


David berjalan mendekati Rani lalu membuka ikatan penutup matanya dengan kasar


Rani membuka matanya masih buram sampai beberapa detik memperjelas penglihatannya Rani melihat sosok pemuda tampan dengan raut muka yang datar dan dingin Rani menelan salivanya kasar.


Jujur saja Rani sangat takut dengan Ken tapi dia tidak bisa berbuat apa apa sekarang dia hanya bisa menangis dan memohon untuk di lepaskan


"ke..ken" ucap terbata Rani dan langsung menunduk


"Gue hanya tanya sekali kalau lo bohong lo akan merasakan cambuk ini nyentuh kulit lo!" ucap Ken sambil menunjukan cambuk ke depan mata Rani


Rani mengangguk dengan cepat


"Kenapa lo berani menabur bubuk udang di makanan Amora?" tanya Ken menggeram marah


Rani mendengar ucapan Ken langsung tersungkur dan bersujud dibawah kaki Ken


"Gu..gue disuruh, maaf Ken maaf" Rani menangis meraung memohon ampun


"Siapa yang nyuruh lo?" sekarang yang bertanya Rasya


Rani diam cukup lama dia bingung harus mengatakannya atau tidak. Keterdiaman rani membuat dirinya mendapatkan satu kali cambukan.


Ctaaaks ..


"Aaaaargh" teriak Rani kesakitan


"Clara!! Ya Clara yang nyuruh gue, gue terpaksa melakukan itu semua kalo ngga bokap gue yang jadi taruhannya" ucap Rani menangis karena takut dan juga kesakitan


Ingat Ken bukan orang yang sabar menyangkut soal Amora atau keluarganya sekalipun.


Ken yang mendengar Rani menyebut Clara sebagai pelakunya langsung mengeraskan rahangnya dan tangan yang terkepal, ternyata benar kecurigaan Amora.


"Antarkan dia kerumah sakit" perintah Ken kepada teman temannya yang sedari tadi hanya menyaksikan keganasannya tak kenal ampun baik kepada laki laki maupun perempuan. Teman teman Ken hanya bergidik ngeri.


Setelah mengatakan itu Ken berbalik lalu pergi dari sana.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2