Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
50


__ADS_3

Pagi yang cerah menyambut semua orang untuk bersemangat melakukan aktifitasnya di pagi hari.


Tidak terkecuali dengan gadis yang sudah berdiri di depan cermin full body. Gadis ini sedang melihat penampilannya sendiri, dirasa cukup puas dengan penampilannya gadis tersebut keluar kamar lalu berjalan menuruni anak tangga.


"Sayang sarapan dulu" titah Wilona kepada Amora ketika melihat Amora sudah ada di dekatnya.


"Iya mom" Amora


Mereka berdua menikmati waktu sarapan mereka sedangkan sang kepala keluarga sudah berangkat pagi pagi sekali berangkat ke kantor karena ada meeting.


Di tengah waktu mereka menikmati sarapan bel mansion berbunyi. Dan wilona menyuruh Maid untuk membukakannya.


Ternyata yang datang bertamu pagi pagi ini calon menantunya pikir Wilona ketika melihat Ken datang dengan senyum yang mengembang di bibirnya menambah kadar ketampanannya.


"Pagi tante" sapa Ken ketika sudah berada di dekat Amora dan Wilona


"Pagi Ken, Kau sudah sarapan?" tanya Wilona


"Sudah tan" ucap Ken sedangkan matanya sibuk memperhatikan Amora yang sedang menghabiskan sarapannya.


Wilona hanya tersenyum melihat Ken memperhatikan putrinya.


"Hari ini kalian ujian bukan?" tanya Wilona


"Iya mom" jawab Amora sedangkan Ken mengangguk


"Semangat ya" Wilona


Mereka berdua menganggukkan kepala. Dirasa sudah kenyang Amora berpamitan untuk berangkat ke sekolah.


"Mom Amor berangkat" pamit Amora


"Iya hati hati di jalan" Wilona


"Siap mom" Amora


"Siap tan" Ken


Setelah melihat kepergian anaknya dan calon menantunya Wilona kembali melanjutkan sarapannya yang belum selesai.


...----------------...


Di sisi lain seorang gadis cantik sedang gelisah karena mobilnya mogok sedangkan dirinya hari ini ada ujian. Gadis ini takut terlambat


Sang Supir melihat nonanya gelisah menjadi merasa bersalah, merasa kesal dengan dirinya kenapa tidak di cek dulu sebelum di pakai pikirnya.


"Non sepertinya ini lama, bagaimana kalau naik taksi?" usul sang Supir


"Taksi sekitar sini jarang lewat pak" keluh gadis itu


"Bapak telepon orang rumah saja ya non untuk mengantar non sekolah?" sang Supir


"Gak akan keburu pak, yang ada aku akan telat"


Sedangkan dari arah belakang sedikit jauh dari gadis itu berdiri seorang pemuda yang mengendarai motornya melihat sosok gadis familiar langsung mendekatinya.


"Kenapa?" tanya pemuda yang tiba tiba menghentikan motornya dan yang berseragam sama dengan dirinya


Sang supir menatap pemuda yang bertanya kepada nonanya dan langsung saja sang Supir meminta tolong kepadanya.

__ADS_1


"Mobilnya mogok Den, bapak boleh minta tolong Den?" sang Supir


Sedangkan pemuda tersebut mengangguk


"Tolong anterin nona Tiara ke sekolah bapa lihat dari seragamnya kalian satu sekolah. Bapa mohon Den" Supir


Gadis itu hanya diam saja tidak berbicara


"Naik" titah pemuda tersebut kepada Tiara


Sedangkan Tiara dia masih diam di tempat


"Kalau lo gamau yaudah gue tinggal" ancam pemuda tersebut


"Non ayo naik non nanti nona terlambat bukannya hari ini ada ujian?" bujuk sang Supir


Tiara terdiam memikirkan perkataan sang Supir yang ada benarnya


Tiara langsung mendekati motor pemuda tersebut, dan dia bingung bagaimana cara naiknya. Melihat kebingungan Tiara pemuda tersebut menyuruhnya untuk memegang pundaknya.


"Pegang pundak gue" titah pemuda tersebut


Tiara langsung menurutinya dan dia sudah duduk di jok belakang motornya.


"Pegangan"


Tiara berpegangan di pinggir jaket yang pemuda itu kenakan.


Melihat nonanya sudah naik sang Supir sangat sangat berterimakasih kepada pemuda tersebut.


"Terimakasih banyak Den" ucap sang Supir tersenyum tulus


Sedangkan pria itu hanya mengangguk lalu menjalankan motornya.


Tiara turun dari motornya, lalu membenarkan tatanan rambutnya sebentar.


"Terimakasih" Ucap Tiara kepada pemuda tersebut


Sedangkan pemuda tersebut hanya mengangguk


Karena tidak ada yang perlu di katakan lagi, Tiara pergi meninggalkan pemuda tersebut dengan teman temannya yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka.


"Nath bukannya itu temen Amora ya yang pinjemin mobil waktu itu?" tanya David menepuk pundak Nathan setelah kepergian Tiara


"Hm" Nathan


"Kenapa bisa bareng lo?" tanya Dion


"Mobil dia mogok jadi gue tawarin tumpangan" Nathan menjelaskan kepada teman temannya


Dan mereka semua mengangguk lalu meninggalkan parkiran yang mulai kosong.


Setelah bel berbunyi semua murid memasuki ruangannya masing masing untuk mengikuti ujian kelulusan sekolah.


Seperti hal pada umumnya tidak semua murid sudah mempersiapkan diri untuk ujian ini, ada sebagian murid yang belum belajar dan kemungkinan besar mereka akan menyalin jawaban punya temannya sendiri.


Beda halnya dengan Amora dia gadis pintar, cerdas dan cepat tanggap walaupun dia murid pindahan tapi dalam hal pelajaran tidak ada yang berbeda menurutnya hanya beberapa saja dan untuk Amora mudah mengatasi itu.


Soal kecelakaan yang menimpa Carissa seluruh murid Wiramandala sudah mendengar dan mengetahuinya tentang keadaan Carissa yang mengkhawatirkan sampai di katakan kakinya lumpuh. Mereka sangat menyayangkannya.

__ADS_1


...****************...


Beberapa Hari Berlalu


Ujian pun mereka jalani dari hari ke hari sampai dimana hari terakhir mereka menjalani ujian sekolah akhirnya mereka bisa bernafas lega karena ujian telah selesai.


Amora dan teman temannya berjalan menuju kantin sekolah setelah selesai mengerjakan ujian terakhirnya.


Mereka menempati meja kosong, banyak meja kosong di kantin sekarang ini karena murid kebanyakan sudah pada pulang setelah menyelesaikan ujian terakhir mereka, sedangkan Amora dan teman temannya memilih untuk melipir dulu ke kantin.


"Makan apa biar gue yang pesan" tawar sindy


"Gue chicken fried rice sama es jeruk" Tiara


"Choco milk" Amora


"Lo gak makan Ra?" tanya Tiara


"Masih kenyang" Amora


Tiara mengangguk anggukan kepalanya, Sindy lalu berjalan menuju stan makanan untuk memesankan pesanan mereka.


Sambil menunggu makanan datang. Tiara, Sindy dan Amora mengobrol membicarakan tentang tujuannya setelah lulus mau dilanjutkan ke universitas mana.


"Sin lo mau lanjut kemana setelah lulus?" tanya Tiara


"Gue masih bingung, gue pengen menekuni lebih dalam tentang memasak" ucap Sindy


Sindy memang sangat suka memasak cita citanya pun menjadi seorang chef profesional.


"Kalau begitu kenapa tidak mencoba masuk jurusan Culinary Management saja" usul Amora


"Akan gue pikirkan nanti" Sindy


"Kalau lo Ra mau masuk kuliah mana?" tanya Sindy


"Aku belum memikirkannya" Amora


"Iya gue juga sama, gatau masuk universitas mana" Tiara menyahuti Amora


"Gimana kalo kita satu universitas aja?" ucap Sindy tersenyum cerah menatap Amora dan Tiara


"Ga buruk juga gue satu sekolahan lagi sama lo?" Tiara menjahili Sindy


"Jadi maksud lo, lo bosen satu sekolah mulu sama gue gitu?" ucap Sindy memelototi Tiara


"Gue ga ngomong gitu" Tiara acuh


"Sialan lo!" Sindy


Sedangkan Tiara tersenyum pongah menatap Sindy ketika Sindy mendelik kepadanya.


Amora yang melihat kelakuan kedua temannya hanya menggelengkan kepala. Amora lihat dari kaca mata Amora sendiri walaupun mereka sering bertengkar tapi mereka saling peduli dan saling menyayangi.


Amora pikir setelah mengenal Tiara dan Sindy mereka orang yang asyik dan care terhadap temannya


Dan sepertinya satu universitas dengan mereka berdua tidak terlalu buruk. Pikir Amora


Di saat Amora sibuk memperhatikan kedua temannya yang masih adu mulut tiba tiba ada yang membisikan sesuatu di telinga Amora

__ADS_1


"Sedang memikirkan ku?"


#bersambung


__ADS_2