
Beberapa hari telah berlalu dan keadaan Amora masih sama belum ada tanda tanda untuk bangun. Ken di buat frustasi oleh keadaan Amora sekarang yang tidak kunjung sadar juga.
Berbeda dengan Ibu dan Anak yang terlihat santai santai saja ketika kepala rumah tangganya yang tidak kunjung pulang beberapa hari mereka menganggapnya sebagai perjalanan dinas kerja.
Padahal mereka mana tau orang yang begitu mereka yakini bisa melindunginya sedang tersiksa di ruangan yang gelap tanpa makan dan minum.
"Ma apa papa masih tidak ada kabar?" tanya sang anak
"Papa masih tidak bisa di hubungi, mungkin papa mu dalam perjalanan bisnis" jawab sang Mama
"Tapi tidak biasanya papa tidak memberikan kabar biasanya setiap mau pergi kemana pun papa selalu memberi kabar ma" Clara
Sintia mencerna ucapan anaknya, yang ada benarnya.
"Mungkin papa mau memberikan surprise untukmu nanti di hari kelulusan Cla"
"Benar juga ya" Clara
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, toh akhir akhir ini sudah tidak ada lagi yang meneror kita" ucap Sintia
"Mama benar" Clara
Mereka berdua melanjutkan acara mereka yang sedang menikmati pijatan SPA di salon langganan mereka.
Tanpa tau berita besar yang sudah menyebar tentang Bram.
...****************...
Sedangkan di sisi lain teman teman Ken sedang berada di rumah sakit untuk melihat keadaan Amora yang belum kunjung sadar juga. Teman teman Ken pun sudah mengetahui motif Bram menyakiti Amora.
Karena Ken memberitahukan tentang masa lalu Amora kepada teman temannya, tentu saja mereka juga syok dan tentunya marah kepada Bram.
Mereka tidak habis pikir dengan Bram rela membunuh teman bisnis hanya karena lebih sukses darinya.
"Lo udah nyiapin semuanya buat lusa?" tanya Ken datar
"Santai aja semua udah beres, tinggal tunggu aja kejutannya" ucap Rasya
"Gimana kabar pria tua itu?" Ken
"Seperti mayat hidup, dia terus berteriak" jawab Nathan
Ken tersenyum menyeringai ketika mendengar kabar pria tua itu, pasalnya setelah membunuh tangan kanannya Ken belum sempat untuk melihat kondisi Bramana lagi karena dirinya sibuk menjaga Amora.
"Dan lo tau? Pria tua itu menghilang, mereka tidak ada khawatirnya sama sekali. Heran gue" Rasya
"Apa mereka gatau ya perusahaan Bram bentar lagi bangkrut" ucap Dion
"Tapi gue seneng perusahaan Daddy nya Amora bisa balik lagi ke tangan anaknya" David
"Iya kita ikut seneng dengernya" ucap Dion
Mereka setuju dengan ucapan Dion.
Kabar tentang Bram yang mencuri harta milik mendiang Frederic Liston sudah menyebar luas ke seluruh penjuru kota bahkan memfitnah bahwa Frederic Liston memiliki banyak hutang kepada Bram pun itu semua hanya kebohongan yang sudah publik ketahui kebenarannya sekarang.
Dan itu semua Derix yang telah membongkarnya atas persetujuan Arshan tentunya. Itu hanya salah satu kejahatan yang Bram lakukan Derix membongkarnya, belum membongkar kejahatan lainnya.
__ADS_1
Arshan pikir untuk mengungkap kejahatan Bram yang lainnya Arshan membutuhkan bantuan dari keluarga besannya. Karena dirinya memiliki kuasa yang jauh lebih kuat.
Di saat mereka Asyik mengobrolkan tentang Bramana pintu ruangan terbuka.
"Tante?" ucap mereka ketika melihat siapa yang membuka pintu
"Kalian sudah lama di sini?" tanya Wilona kepada teman teman Ken dan langsung duduk di salah satu sofa yang kosong
"Lumayan tan kami dari tadi" ucap Rasya
Wilona hanya mengangguk, setelah itu Arshan Kayla dan Rayyan menyusul Wilona masuk ke dalam ruangan
"Tante, om" ucap mereka ketika melihat siapa yang datang
Mereka semua mengangguk.
Teman teman Ken berdiri mempersilahkan kedua orangtua Ken dan Arshan untuk duduk. Melihat teman teman Ken berdiri dari kursinya Kayla, Rayyan dan Arshan langsung duduk sedangkan teman teman Ken berdiri.
"Ken om to the poin saja padamu, om yakin kamu tidak akan diam saja bukan membiarkan pelaku yang telah membuat Amora koma Kamu biarkan begitu saja?" tanya Arahan menatap Ken
Tidak hanya Arshan yang menatap Ken, tapi semua yang ada diruangan menatap Ken. Sedangkan teman teman nya sudah menelan saliva nya kasar.
Berbeda dengan Ken yang terlihat santai ketika di tatap oleh kedua orangtuanya dan juga calon mertuanya.
"Hm"
"Siapa yang melakukannya Ken?" tanya Kayla
"Bramana" ucap Ken datar menatap lurus ke depan
"Daddy tenang saja, dia sudah ada di tanganku. Dan aku tidak akan langsung membunuhnya aku serahkan kepada Amora nanti untuk menghukumnya" ucap Ken menatap Amora yang masih setia memejamkan matanya.
"Daddy serahkan kepada mu Ken" Arshan
Ken tidak menjawab matanya masih setia menatap Amora yang terbaring menyamping ke kanan.
...----------------...
Hari hari semakin berlalu dan Amora masih belum mau untuk membuka mata sudah hampir seminggu Amora terbaring koma.
"Kau tidak merindukan ku Amor?" gumam Ken menatap Amora yang terlihat pucat pasi tapi masih terlihat cantik
"Ini hari kelulusan kita, dan kau masih memejamkan mata?" Ken menunduk
"Apa mimpimu begitu indah sampai enggan membuka mata, hm?" Ken mengelus lembut rambut Amora
Di saat Ken akan berbicara lagi ponsel Ken berbunyi. Ken langsung mengangkatnya
"Sebentar lagi pertunjukan di mulai, lo dimana?" tanya seseorang yang menelepon
"Hm" Ken berdehem lalu mematikan teleponnya sepihak.
Sebelum Ken pergi dirinya menatap Amora lalu mencium kedua kelopak mata Amora.
Cup
Cup
__ADS_1
"Cepatlah bangun, aku sangat merindukan mu Amor" ucap Ken menatap lekat Amora ketika sudah menciumnya.
Ken berbalik lalu pergi dari ruang rawat Amora tentu saja di depan pintu sudah ada penjaga suruhan Ken untuk menjaga Amora dan tidak membiarkan sembarangan orang untuk masuk.
Ken tidak mau sampai ada orang yang ingin mencelakai Amora lagi.
...****************...
Ken keluar dari mobilnya, di parkiran teman teman Ken sudah menunggunya dengan pakaian formalnya yang membuat mereka terlihat sangat tampan.
"Bagaimana?" Ken
"Aman" Rasya
"Yuk lah kita masuk" ajak Dion
Mereka mengikuti langkah Dion dari belakang. Ternyata acara sudah dimulai dari tadi, Ken memfokuskan mata tajamnya untuk melihat dimana targetnya.
Gotcha!
Ken melihat Clara yang sedang berbincang hangat bersama kedua temannya.
Sedangkan Sintia sedang mengobrol dengan para orangtua lainnya yang terlihat glamour.
"Kita lihat apa lo masih bisa tersenyum setelah melihat pertunjukan selanjutnya?" gumam Ken menatap tajam Clara lalu menyeringai
Rasya menepuk pundak Ken lalu berbisik di telinganya.
"Ken kita mulai" bisik Rasya
Ken mengangguk, dia memasukan sebelah tangannya ke dalam saku celana sedangkan sebelah tangannya memegang gelas berisi minuman
Semua mata seluruh murid dan guru guru termasuk dengan para orangtua yang ikut menghadiri acara, tertuju kepada layar besar untuk melihat pertunjukan selanjutnya yaitu dokumentasi dari angkatan kelas 12 yang akan lulus.
Awal awal mereka melihatnya tertawa, lalu terharu dan menangis. Di detik terakhir mereka mulai merasa janggal dengan suara ******* seorang perempuan, tidak lama mereka mendengar suara ******* itu dan terpampang lah wajah dari perempuan tersebut.
Sedang melakukan hubungan intim dengan pria paruh baya, selanjutnya berganti dengan perempuan yang sedang menari di bar dan berciuman, berganti lagi dengan perempuan yang sedang memasuki hotel dengan pria yang bisa dikatakan cocok untuk menjadi Ayah. Dan yang terakhir dua orang perempuan yang sedang menyabotase motor milik Amora.
Semua mata beralih menatap Clara, begitu pun dengan Sintia dan kedua temannya yang berada di dekatnya.
"I..itu bukan gue, itu bukan gue" gumam Clara menggelengkan kepala menatap mereka semua
"Cla gue ga nyangka" ucap Lusi sedangkan Meta hanya menatap Clara dengan pandangan menghina
"ITU BUKAN GUE, GUE GAK KAYA GITU!!" teriak Clara menatap mereka semua.
"Lo percaya gue kan Met?" Clara bertanya kepada Meta memegang bahunya
"Jangan sentuh gue *****!" hardik Meta melepaskan pegangan tangan Clara dengan kasar
Deg ..
Clara menatap Meta tidak percaya
Sintia langsung menghampiri anaknya, untuk pergi saja dari sini
#bersambung
__ADS_1