Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
33


__ADS_3

Sedari tadi Amora hanya menjadi pendengar dan pengamat, Amora dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Ken yaitu rasa penyesalannya kepada gadis yang sudah menolongnya.


Amora jadi teringat dia juga dulu pernah menolong anak laki laki di tengah hutan. Sesaat Amora terdiam dia menengok kepada Ken lalu menanyakan sesuatu


"Ken" tanya Amora kepada Ken


"Maaf membuatmu jengah dengan cerita masa laluku" ucap Ken menatap mata Amor


"Bukan itu" jawab Amora


"Lalu?" tanya Ken bingung


"Aku ingin menanyakan tentang kalung, apa kau masih mengingat tentang bentuknya?" tanya Amora


"Aku mengingatnya, kalung itu berbentuk sedikit panjang didepannya ada permata hijau kecil dan dibelakangnya terukir namaku KAB " ucap Ken mengingat kalung yang dia berikan dulu


"Apa seperti ini" ucap Amora mengeluarkan bandul kalung yang tertutup baju


Deg ..


Ken menatap kalung itu, dan ya itu kalung milik Ken yang dia berikan kepada gadis yang telah menolongnya.


"Kamu?" ucap Ken menatap mata Amora dalam


"Ya aku gadis yang telah menolong mu" ucap Amora menatap mata Ken


Greep..


Ken langsung memeluk Amora erat dan meminta maaf kepadanya


"Maafkan aku meninggalkanmu maafkan aku" ucap Ken dengan mata yang sudah memerah menahan tangis


Amora mengangguk menepuk nepuk punggung Ken seraya menenangkannya.


"Bagaimana kau bisa selamat?" tanya Ken setelah melepaskan pelukannya


"Aku melawan mereka" ucap Amora tersenyum


"Bagaimana bisa?" Ken


"Hey kau meragukan ku?" Amora


"Bukan seperti itu maksudku bagaimana cara kamu melawan mereka" tanya Ken


"Kau tidak tau, di balik punggungku waktu itu aku membawa senjata tajam" ucap Amora


Ken membelalakan mata ketika mendengar apa yang Amora katakan.


Lalu Amora menceritakannya kepada Ken


Flashback on


Setelah Amora meninggalkan Ken, dia berlari dengan cepat lalu bersembunyi dibalik pohon dengan nafas yang terengah engah guna mengintai para penculik itu lalu dia mengeluarkan senjatanya yaitu pisau yang ada di balik punggung.


Terdengar bunyi langkah berlari menuju ke arahnya Amora sudah bersiap siap dengan pisaunya


"Sialan! Cepat sekali larinya" ucap salah satu penculik


"Kau cari kesan dan kau cari kesitu, aku akan mencarinya sekitar sini" ucap salah satu dari mereka

__ADS_1


Mereka berpencar mencari Ken dan gadis kecil itu


"Aaargh sial, bisa gawat kalo anak itu benar benar tidak ketemu" ucap salah satu penculik


Amora mendengar semuanya dibalik pohon, dia menyembulkan kepalanya melihat salah satu penculik membelakanginya.


Amora berjalan mengendap endap dibelakang penculik itu dengan pisau yang dia pegang erat


Greep ...


Srek ..


"Aaaaaaargh!" teriak salah satu penculik


Amora melompat menaiki punggung penculik itu lalu menggo*** lehernya hingga mati. Walaupun penculik itu sempat memberontak tapi Amora berhasil membunuhnya.


Setelah itu Amora meninggalkan mayatnya lalu berbalik berniat meninggalkan hutan tersebut. Baru beberapa langkah teriakan dari belakang menghentikannya


"Berhenti kau!!" ucap penculik


Penculik itu mendekati Amora dan ketika sudah dekat dia melihat temannya yang sudah mati dengan mengenaskan pria itu marah bukan kepalang.


"Sialan kau bocah, kau telah membunuh temanku!" ucap penculik itu berang


lalu menyerang Amora


Bruk..


Blesh ..


Blesh ..


Blesh ..


Blesh ..


Amora tidak ingin berlama lama di sini, dia berbalik lalu pergi meninggalkan dua mayat yang telah dia bunuh.


Flashback off


"Aku membunuh dua orang di antara mereka setelah itu aku langsung keluar hutan" ucap Amora menceritakan kejadiannya didalam hutan setelah meninggalkan Ken


Ken hanya menganggukkan kepala saja, dia tidak merasa ngeri dengan cerita yang Amor alami saat di dalam hutan, karena dia juga memiliki jiwa iblis setelah kejadian penculikan itu.


"Saat itu kau sedang apa didalam hutan?" tanya Ken penasaran


"Aku mendapat ujian dari daddy ku, setiap bulan aku harus memburu binatang buas di dalam hutan sendirian dan hanya mengandalkan satu senjata saja, ketika aku sampai di tengah hutan aku melihat ada rumah tua niatku hanya ingin istirahat sebentar tapi tidak di sangka aku malah mendengar suara meminta tolong" Amora melihat Ken lalu terkekeh


Ken menatap mata Amora dalam "Terimakasih tuhan kau telah mendengar doa ku, sesuai dengan janjiku aku akan membalas kebaikannya aku akan menjaganya" batin Ken


Amora yang di tatap seperti itu menjadi gugup sendiri dan jantung yang berdetak kencang Amora langsung memalingkan wajahnya dari mata Ken.


Amora berdiri lalu membersihkan celana bagian belakangnya diikuti oleh Ken yang ikut berdiri.


"Ayo kita pulang" ajak Amora


Ken manahan tangan Amora lalu menatapnya intens.


"Amor?" ucap Ken memegang kedua tangan Amora

__ADS_1


"Hm?" Amora hanya berdehem


"Apa kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Ken dengan serius


"Ken tapi..." ucapan Amora terpotong oleh Ken


"Aku tidak peduli dengan semua yang kau katakan tempo lalu, akupun tidak peduli masa lalu mu aku hanya ingin kamu, aku tidak memperdulikan yang lainnya" ucap Ken tulus


Amora tertegun dia mengingat semua kebaikan, semua kekhawatiran yang Ken tunjukan, bahwa dia benar benar mencintanya dengan tulus.


"Amor" Ken menyadarkan Amora yang melamun


Amora tersadar lalu mengangguk, sedangkan Ken tidak mengerti


"Ya aku mau, kita jalani hubungan ini" jawab Amora yang membuat hati Ken berbunga bunga


"Kamu serius?" tanya Ken meyakinkan


Amora mengangguk lalu tersenyum


Greep ..


Ken langsung memeluk Amora dengan memutarkan tubuh mereka


"Terimakasih terimakasih honey kau telah menerima ku" ucap Ken masih memeluk Amora


"Hm, bisa kau lepaskan pelukanmu kita harus segera pulang kalau tidak kau tidak di ijinkan untuk membawaku pergi lagi" Amora


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kau sudah menjadi miliku" ucap Ken menangkup kedua pipi Amora


"Ya ya aku milikmu, jadi apa kita bisa pulang sekarang tuan Barnett?" ucap Amora jahil


"Baiklah nyonya Barnett sesuai keinginanmu" jawab Ken tidak kalah jahil dengan mencolek hidung mancung Amora lalu tersenyum


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ken wajah Amora bersemu merah tapi dia menormalkan kembali wajahnya takut Ken melihatnya.


Kedua remaja itu yang sekarang sudah menjadi sepasang kekasih meninggalkan bukit yang mereka kunjungi.


...****************...


Sesampainya di mansion Aberald Amora turun dari motor Ken lalu melepaskan helmnya


"Kamu tidak mau mampir dulu?" tawar Amora


"Hey sejak kapan gadis cantik ini repot repot menawariku untuk mampir?" Ken jahil


"Sejak aku menerima cintamu! Puas!" Amora kesal


Sedangkan Ken hanya tersenyum


"Aku pulang saja ini sudah larut malam, kau cepat masuk lalu istirahat" Ken


"Hm, hati hati" jawab Amora


Ken menjalankan motornya lalu pergi meninggalkan kawasan mansion Aberald.


Di sepanjang jalan Ken tidak berhenti tersenyum ketika Amora menerima cinta nya dia membatin "aku tidak akan mengecewakannya, aku akan menjaganya dan melindunginya" janji seorang Barnett.


Ken langsung menancapkan gas motornya guna ingin segera sampai ke mansion nya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


#bersambung


Tinggalkan jejak kalian ya guys, dan dukung terus novel ini. Terimakasih🤍


__ADS_2