Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
19


__ADS_3

Saat Ken hendak keluar kantin dan di ikuti oleh teman temannya dia baru teringat kalo Ken datang ke sekolah tidak membawa mobil begitupun dengan teman temannya.


"****" umpat Ken ketika berjalan menggendong Amora yang sudah terlihat sangat pucat


"Cari mobil!" perintah Ken kepada teman temannya


Terdengar suara perempuan dari belakang teman teman Ken dan menawarkan tumpangan


"Pake mobil gue, gue kebetulan bawa mobil" ucap Tiara berjalan lebih dulu


Dan semua mengikuti Tiara dari belakang.


Sesampai diparkiran


"Gue yang nyetir lo jaga Mora dibelakang" ucap Ken dengan raut wajah yang susah untuk di tebak


Tiara hanya mengangguk lalu memasuki mobilnya


Ken melihat teman temannya yang ingin ikut mengantarkan Amora ke rumah sakit tapi Ken menahannya


"Tunggu! Kalian disini dan cari tau apa yang sudah terjadi" perintah Ken lalu memasuki mobil Tiara dan meninggalkan area sekolah tanpa menunggu jawaban mereka.


Ken mengemudi dengan kecepatan tinggi di atas rata rata hal itu tentu membuat para pengendara lain mengumpatinya.


Sepanjang perjalanan Ken sangat khawatir dan bibirnya tidak berhenti bergumam meyakinkan dirinya bahwa Amora akan baik baik saja.


Sesampainya di rumah sakit, perawat dan Dokter langsung membawa Amora ke dalam ruangan ICU. Karena Ken sebelumnya sudah menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan segalanya.


Rumah sakit yang di datangi oleh Ken yaitu milik keluarga Barnett jadi dengan mudah Ken dapat menghubungi rumah sakit dan menyiapkan segala sesuatunya.


Beberapa saat kemudian


Wilona dan Arshan berjalan di lorong koridor rumah sakit, Wilona berjalan dengan langkah lebar kedua pipinya di banjiri oleh air mata begitu pula dengan Arshan dengan raut muka panik dan khawatir.


Wilona dan Arshan melihat Ken dengan seorang perempuan yang seumuran dengan putrinya itu sedang menunggu didepan ICU langsung menghampirinya.


"Ken?" tanya Wilona dengan air mata yang membanjiri pipinya


"Tante, om" Ken tidak terkejut dengan kedatangan orangtua Amora


Pasalnya Ken sudah menghubungi kedua orangtuanya bahwa Amora di larikan ke rumah sakit.


"Apa yang terjadi dengan Amor" tanya Arshan panik


"Ken juga tidak tau om, kita tunggu saja kabar dari Dokter" ucap Ken


Wilona dan Arshan mengangguk pasrah, lalu tatapannya beralih pada gadis yang sedang terduduk di kursi tunggu.


Tiara yang sejak tadi memperhatikan kedatangan kedua orang tua Amora hanya diam saja. Sampai kedua orangtua itu memperhatikannya seolah bertanya dia siapa


"Ken siapa perempuan itu? Tanya Wilona menatap Tiara


"Dia yang sudah membantu meminjami mobilnya" ucap Ken datar

__ADS_1


Wilona hanya mengangguk dan tersenyum kepada Tiara dan berkata


"Terimakasih" Wilona tersenyum


"Sama sama tante, saya Tiara teman sekelasnya Amora" jawab Tiara membalas senyuman Wilona


Tidak lama setelah percakapan mereka, dan Tiara yang pamit untuk kembali ke sekolah pintu ruang ICU terbuka dan doker keluar dari dalam.


Ken yang sedang bersandar di dinding sambil bersedekap dada langsung menghampiri Dokter


"Dok saya hanya ingin mendengar kabar baik" ucap Ken menuntut menatap dokter dengan tatapan tajam


Sedangkan Dokter yang di tatap seperti itu menelan saliva nya kasar.


"Apa ada orang tuanya?" tanya Dokter


"Kami kedua orang tua Amora Dok" ucap Arshan


"Anak saya kenapa dok" tanya Wilona


Arshan yang melihat kepanikan dan kekhawatiran Wilona berusaha menenangkannya dengan mengusap punggungnya, tidak di pungkiri Arshan pun sama khawatir.


"Apa terakhir kali anak tuan dan nyonya memakan makanan seafood?" tanya Dokter


Sedangkan Arshan dan Wilona langsung mengalihkan tatapannya kepada Ken


"Tidak, amora hanya memakan rawon, air putih dan susu coklat" Ken langsung menjawab setelah di tatap oleh kedua orangtuanya Amora.


Dokter itu mengangguk dan menatap Ken


Deg ..


Jantung Arshan dan Wilona merasa berhenti berdetak mendengar penjelasan Dokter tersebut.


Sedangkan Ken mengepalkan kedua tangannya


"Siapa yang sudah berani menyentuh gadisku" batinnya


* Diruang Rawat Amora


Setelah Amora di pindahkan ke ruang perawatan, sekarang Ken dan teman temannya sudah berada di ruang rawat Amora untuk menjaga Amora.


Selepas pulang sekolah mereka langsung menyusul Ken kerumah sakit karena ingin mengetahui keadaan Amora.


Sedangkan Ken menyuruh orang tua Amora untuk beristirahat saja dirumah biarkan Ken dan teman temannya yang menjaga Amora. Dan orangtua Amora menyetujuinya untuk menitipkan Amora kepada Ken


Amora masih belum sadarkan diri mungkin besok pagi Amora akan siuman karena pengaruh obat bius.


"Bagaimana? Apa kalian mendapatkan sesuatu?" tanya Ken kepada teman temannya


Rasya menyerahkan rekaman cctv kepada Ken


Ken langsung melihatnya, setelah melihatnya Ken langsung mengepalkan tangan

__ADS_1


"Bawa perempuan itu besok ke ruang gelap" titah Ken


Rasya dan yang lainnya mengangguk.


Ruang gelap yaitu tempat khusus penyiksaan bagi para penghianat atau musuh sparta. Ken tidak akan kenal ampun kepada siapapun termasuk perempuan. Itulah sisi gelap Ken selain berwajah datar dan dingin dia juga memiliki jiwa iblis.


"Lalu gimana dengan balapan nanti malam" ucap David mengingatkan


Mereka semua hampir melupakan acaranya nanti malam.


"Batalkan" ucap Ken


"Kalau kita tidak datang kita pasti di anggap pengecut" Dion


"Gue ga peduli" jawab Ken acuh karena yang terpenting sekarang Amora nya.


"Kalo begitu bagaimana kalo Nathan aja yang ikut balapan?" saran Rasya


"Itu ide bagus, lagian Nathan juga jago dalam balapan" ucap David


"Gimana Nath lo mau?" ucap Dion


Nathan hanya mengangguk kan kepalanya saja tanda setuju.


"Oke jadi kita putuskan balapan nanti malam Nathan yang maju" ucap Rasya


"Bagaimana Ken?" tanya Nathan


Ken hanya diam


"Santai Ken, lo tau kan kemampuan Nathan dalam balapan?" tanya Dion


Ken tidak menanggapi saran dari teman temannya, Ken sangat tau kemampuan Nathan dalam hal balapan 11 12 dengan dirinya. Jika Ken dapat memenangkan balapan dan juara pertama makan Nathan yang jadi juara ke duanya. Ken hanya khawatir dengan Nathan Ken takut balapan malam ini mereka akan terluka.


...****************...


* Arena Balapan


David, Rasya, Dion dan Nathan mereka memasuki area balap yang sudah ramai dipenuhi oleh penonton.


Gilang yang melihat kedatangan sparta langsung menghampirinya, dirasa orang yang di cari tidak ada dia menggeram marah merasa di remehkan.


"Wah ternyata ketua lo pengecut juga ya dia hanya ngirim anak anak manja seperti kalian" ucap Gilang tersenyum mengejek


David yang mendengar dirinya dan teman temannya di ejek langsung turun dan ingin menghajar Gilang, namun teman teman David menahannya.


"Sabar Vid kita tidak boleh terpancing oleh orang bodoh" ucap Dion menatap Gilang sengit


"Inget pesan Ken" bisik Rasya di telinga David.


David yang mendengar bisikan Rasya langsung meredam amarahnya.


Pasalnya Ken mengijinkan Nathan untuk melawan Gilang dengan satu syarat yaitu pulang harus dengan keadaan baik baik saja tidak perduli menang atau kalah.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2