
"Jangan sentuh gue *****!" hardik Meta melepaskan pegangan tangan Clara dengan kasar
Deg ..
Clara menatap Meta tidak percaya
Sintia langsung menghampiri anaknya, untuk pergi saja dari sini
................
Semua murid mencemooh nya dan menatap jijik kepada Clara.
"ITU BUKAN GUE BANG***" teriak Clara menatap mereka dengan mata yang memerah
Setelah Clara berteriak seperti itu semua orang malah menyoraki dan menyuruhnya untuk segera pergi. Sungguh Clara malu dan marah siapa yang sudah menyebarkannya selama ini dirinya menutupi dengan sangat rapat.
"Cla ayo lebih baik kita pergi" Sintia menatap anaknya dengan wajah yang sudah memerah
"Aaarghh!!! Gue balas lo kalian semu!" teriak Clara dengan menunjuk mereka semua.
"Clara! Ayo" Sintia menarik tangan Clara menuju ke parkiran.
Clara dan Sintia akhirnya pergi meninggalkan acara dengan penampilan mereka yang sudah berubah berantakan karena sempat di lempari oleh tisu dan bekas makanan.
Sedangkan beberapa pemuda yang melihat Clara di olok olok tersenyum puas.
Ken tersenyum menyeringai lalu pergi dari acara tersebut di susul Nathan untuk menyelesaikan tugas terakhirnya.
Sedangkan Dion, Rasya dan David akan langsung ke rumah sakit.
David, Dion dan Rasya berjalan menuju parkiran. Sebelum mereka benar benar pergi gadis cantik memanggil dan menghampiri mereka.
"Tunggu!" cegah Tiara
Mereka semua menghentikan langkah mereka, lalu berbalik melihat siapa yang telah memanggilnya.
"Ada apa?" Dion dan teman temannya menatap kedua perempuan yang menghentikan langkah mereka.
"Begini, kami berdua baru tahu beberapa hari terakhir soal penculikan Amora, Kami ingin tau kondisinya sekarang bagaimana" pinta Sindy di benarkan oleh Tiara
Mereka semua saling menatap sebelum menjawab keinginan Sindy dan Tiara
"Yaudah ikut kita" ucap Dion
"Terimakasih" ucap Sindy dan Tiara
Rasya dan Sindy satu mobil sedangkan Tiara satu mobil bersama Dion dan David. Mereka semua meninggalkan gedung acara kelulusan tersebut.
Di sisi lain
__ADS_1
Pasangan pria paruh baya berjalan di lorong rumah sakit dengan langkah yang tergesa gesa, mereka kesal kepada anak dan menantunya. Kenapa baru memberitahukan berita besar mengenai cucu nya yang di culik dan mendapatkan luka parah yang mengakibatkan cucunya koma.
Ceklek ..
Pintu ruang rawat Amora terbuka
"Mama, Papa" panggil Wilona
Kedua pasangan tersebut Oma dan Opa Amora, mereka datang karena tadi pagi Wilona dan Arshan telah berunding untuk memberitahukan kabar Amora saja.
Mereka tidak memberitahukan kabar Amora yang di culik sejak kemarin karena khawatir tentang keadaan Papanya yang sedang sakit, salah satu penyebab mereka tidak datang ke acara pertunangannya Amora dan Ken pun salah satunya karena kondisi Wiliam yang sempat ngedrop.
Tapi Amora memaklumi itu, dia juga ingin Opanya sehat kembali. Jadi Amora tidak masalah jika Oma dan Opa nya tidak menghadiri pertunangan dirinya dengan Ken.
"Bagaimana keadaan cucu ku?" tanya Diana berjalan mendekati ranjang pasien Amora.
"Masih belum sadar Ma" ucap Wilona menatap Amora sendu
Diana meneteskan air mata melihat keadaan Amora yang terbaring lemah tidak berdaya.
Wiliam memeluk Diana dari samping lalu mengajaknya untuk duduk terlebih dulu dengan Wilona.
"Bagaimana bisa Amora di culik? Apa Arshan tidak melakukan penjagaan dengan ketat?" tanya Wiliam ketika mereka sudah duduk di sofa
"Arshan sudah melakukan penjagaannya dengan ketat Papa, tapi mereka masih bisa lolos dari pemeriksaan setiap tamu" ucap Wilona
"Bagaimana dengan penculik nya apa sudah tertangkap?" tanya Oma
Wiliam menganggukkan kepala. Wiliam dan Diana sudah tau Ken sejak Amora menerima Ken, Amora memberitahukannya kepada Oma dan Opanya.
Mereka mendukung Amora jika pria itu lelaki baik dan bertanggung jawab kepada Amora. Mereka pun sangat mengenal keluarga Barnett karena dulu mendiang Kakek mereka melakukan kerja sama sampai sekarang turun temurun kepada Arshan dan Rayyan.
Ketika mendengar Ken dan Amora akan bertunangan Diana dan Wiliam sangat senang, ternyata Ken menunjukan cintanya kepada Amora dengan mengajaknya ke jenjang yang lebih serius.
Ken pernah bertemu dengan Wiliam dan Diana lewat video call yang di lakukan oleh Amora, mereka memberikan wejangan kepada Ken untuk selalu menjaga Amora dan membahagiakannya.
Tentu saja Ken sangat bahagia Oma dan Opa nya mendukung hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
......................
Seorang gadis cantik mengendarai mobil dengan sangat kencang, tentu saja hal itu membuat wanita yang di sampingnya marah
"Cla jangan gila kamu hentikan mobilnya sekarang!! biar mama yang nyetir" ucap Sintia ketika Clara mengendarai mobil dengan kesetanan
Sedangkan Clara dirinya tidak menghiraukan ucapan Mamanya dia terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata
"CLARA MAMA BILANG BERHENTI!!" teriak Sintia di dalam mobil
"AKU HANCUR MA AKU HANCUR SEKARANG!!" teriak Clara menangis
__ADS_1
"Mama tau keadaan kamu tidak baik baik saja tapi Mama mohon untuk berhenti biar Mama yang nyetir" ucap Sintia yang takut kalau Clara akan menabrak
Clara malah semakin menginjak rem gas mobilnya
"CLARA BERHENTI BODOH!" Sintia yang sudah mulai kesal
Di teriaki seperti itu Clara langsung menghentikannya di pertigaan jalanan yang sangat sepi.
"Ma hiks .." Clara menundukkan kepala menangis
Sintia melepaskan seatbelt nya lalu memeluk Clara yang menangis.
Di saat mereka berpelukan dan memberhentikan mobilnya di pertigaan jalanan, mobil besar datang dengan kecepatan penuh dari arah kanannya lalu menabrakkan mobilnya ke mobil Clara yang ada di depannya.
Clara dan Sintia langsung menatap mobil yang menyorot ke arah mobilnya dari arah kanan.
"Aaaarghh!!!" teriak mereka bersamaan
Bruk ..
Bruk ..
Bruk ..
Mobil Clara di tabrak dengan keras hingga terguling beberapa kali. Setelah mobil Clara terguling, seseorang turun dari mobil hitam mendekati mobil Clara yang sudah tidak berbentuk.
Pemuda tersebut jongkok untuk melihat keadaan Clara dan Sintia yang sudah sekarat. Clara sempat melihat pemuda tersebut tersenyum menyeringai kepadanya.
Clara melihat pria yang di cintainya berusaha untuk mengeluarkan suaranya upaya untuk meminta tolong, tapi sayang sekali dirinya tidak mampu untuk berucap sepatah kata pun, jangankan untuk berucap untuk bernafas pun dada nya sesak.
Sedangkan Mama nya sudah tidak sadarkan diri dengan kepala yang sudah berlumuran darah dan serpihan kaca mobil yang mengenai wajahnya.
"Bagaimana kejutanku? Kau menyukainya Clara?" tanya pemuda tersebut tersenyum menyeringai
Clara meneteskan air matanya, dirinya tidak menyangka hidupnya akan berakhir di tangan orang yang sangat dia cintai.
Seseorang tiba tiba menepuk bahunya dan membisikan sesuatu.
"Jangan terlalu lama" bisik pemuda tersebut.
Ken mengerti, dia menatap Clara sebelum kembali berdiri. Pemuda itu sedikit menjauh dari mobil Clara lalu menyalakan korek api dan melemparkan nya ke mobil Clara.
"Jangan Ken jangan" batin Clara lirih
Duaaaarrrr!!!
Mobil yang di tumpangi Clara dan Sintia meledak.
Sedangkan kedua pemuda tersebut hanya menatapnya datar lalu berbalik menuju mobilnya masing masing.
__ADS_1
#bersambung