Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
24


__ADS_3

Setelah empat hari Amora tidak sekolah, sekarang Amora sudah siap dengan seragamnya. Ruam di wajahnya pun sudah hilang.


Amora menuruni tangga, dan di meja makan sudah ada kedua orangtuanya dan juga Ken menunggu.


"Morning mom morning daddy" sapa Amora mencium kedua pipi orang tuanya. Sedangkan Ken Amora hanya menatapnya lalu duduk di kursi dekat Ken.


"Sayang kau yakin mau sekolah hari ini?" tanya Wilona


"Iyaa mom Amora sudah jauh lebih baik" jawab Amora tersenyum


Wilona hanya mengangguk.


"Kalo ada apa apa cepat hubungi kami" ucap Arshan


"Baik dad" Amora


"Ayo kita makan" ajak Wilona


Mereka menikmati sarapan bersama dengan keheningan. Ken yang datang lebih pagi pun di ajak untuk sarapan bersama, karena Wilona yakin Ken pasti tidak sempat sarapan dari rumahnya.


Ken dan Amora pamit untuk berangkat sekolah. di pekarangan Mansion Amora kebingungan karena tidak melihat motor Ken.


Ken yang melihat kebingungan Amora langsung bertanya


"Kenapa?" tanya Ken


"Kau kemari tidak mengendarai motor?" tanya balik Amora


Ken menggeleng, dan menunjuk dengan dagunya bahwa dia menggunakan mobil.


Amora hanya mengangguk


"Ayo" ajak Ken menarik tangan Amora lembut


Amora hanya diam saja saat tangannya di tarik.


Ken membukakan pintu mobil untuk Amora di samping kemudinya dan menutupnya setelah Amora memasuki mobil, tidak lama Ken masuk dan mulai menjalankan mobilnya.


Di tengah perjalanan Amora mengingat sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada Ken


"Ken?" panggil Amora


"Hm" Ken berdehem


"Kau sudah tau pelakunya kan?" tanya Amora menatap Ken dari samping


Ken menatap Amora sebentar lalu menatap lurus jalanan kembali.


Ken mengangguk


"Siapa?" tanya Amora

__ADS_1


"Yang kamu curigai" jawab Ken


"Clara?" tanya Amora memastikan


"Iya, dia yang telah menyuruh seseorang untuk menabur bumbu udang di makanan kamu" jawab Ken


Amora yang mendengar jawaban Ken hanya terdiam, lalu pandangannya berubah menjadi tajam.


"Kau sudah menunjukan cakarnya heh, jadi ayo kita mulai" batin Amora tersenyum miring lalu


Ken yang melihat perubahan ekspresi dari Amora merasa khawatir, lalu dia memberhentikannya sebentar.


Amora heran kenapa berhenti, mereka belum sampai di sekolah pikirnya.


"Kenapa berhenti?" tanya heran Amora


Ken melepaskan seatbelt nya lalu menghadap Amora dan menatapnya. Amora sendiri bingung ada apa dengan laki laki yang ada di hadapannya ini.


Ken menangkup wajah Amora dan mengusapnya lembut


"jangan berpikiran macam macam, biar aku yang mengurusnya. aku tidak mau hal hal yang membahayakan kamu terulang kembali"


Amora tertegun mendengar penuturan dari Ken, sepenting itukah dirinya untuk Ken.


"Dan kamu tidak akan tau seberbahaya apa keluarga Listanto jika sudah menyangkut soal anak perempuannya" lanjut Ken


Amora hanya mengangguk dalam hatinya berkata "sorry Ken, dari dulu keluarga Listanto sudah menjadi urusanku" batin Amora.


Ken yang melihat Amora mengangguk tanda mengerti dia tersenyum lalu melepaskan kedua tangannya dari pipi Amora. Dan memakai seatbelt nya kembali lalu menjalankan mobilnya.


Pernah di suatu hari, ada yang menyebarkan kabar buruk tentang anaknya yang mengatakan bahwa Clara menjadi sugar baby pria tua.


Mendengar hal itu Bram langsung mencari dalangnya dan membunuhnya. Karena itulah orang orang tidak ada yang berminat mencari masalah dengan Clara.


Dan sekarang Ken tidak mau Amora menjadi sasarannya biar Ken yang mengurusnya.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya kedua insan itu tiba di sekolah dengan pemandangan seperti biasa banyak yang murid bergosip ketika melihat Amora dan Ken berangkat bersama kembali.


Rumor itu menguatkan bahwa mereka berpacaran. Amora dan Ken tidak ambil pusing mereka hanya acuh saja.


Teman teman Ken menghampiri mereka berdua setelah mereka turun dari dalam mobil.


"Ra lo udah beneran sembuh" tanya Dion


"Hm" Amora berdehem mengangguk


"Syukurlah lo udah masuk sekolah lagi, selama lo ga sekolah nih anak selalu uring uringan, bawaannya pengen cepet pulang mulu" ucap David menunjuk Ken dengan dagunya


Amora menatap Ken dan tersenyum samar, Ken yang menyadari bahwa Amora tersenyum kepadanya merasa malu dia menunduk dan tersenyum menatap kedua sepatunya.


Amora yang melihat tingkah Ken hanya terkekeh pikirnya "heh sejak kapan ken terlihat menggemaskan seperti itu" batin Amora.

__ADS_1


Sedangkan Ken sekarang menjadi pusat perhatian teman temannya


"Tuh kan gue bener, semenjak kenal lo Ra dia jadi sedikit ga waras" ucap David


"Iya serem gue anj**" ucap Dion


Sedangkan Ken yang mendengar candaan Dion dan David langsung mengangkat kepalanya dan menatapnya tajam.


"Hehe becanda brother" ucap David dan Dion tertawa garing dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya


Ken mendelik lalu mengajak Amora untuk masuk ke dalam kelas dengan menarik tangan Amora lembut, meninggalkan ke empat temannya.


"Yok lah kita juga masuk" ucap Rasya dan Nathan menepuk pundak Dion dan David


Lalu mereka semua memasuki kelasnya masing masing setelah Ken mengantarkan Amora sampai depan kelas.


...****************...


* Di Kelas Amora


Amora duduk di tempatnya dan menelungkupkan kepalanya di atas lipatan tangannya. Amora mendengar bahwa ada yang berjalan ke arah meja belajarnya


"Ra" panggil salah satu gadis yang ada di hadapan Amora sekarang


Amora menatap mereka berdua dan menegakan badannya.


"Kenapa?" tanya Amora


"Lo udah benar benar sembuh?" tanya Tiara


"Sudah lebih baik" jawab Amora


"Syukurlah" ucap Tiara dan Sindy berbarengan


Amora teringat dengan ucapan Ken, bahwa Ken sempat mengatakan bahwa Tiara juga salah satu orang yang menyelamatkan Amora yaitu dengan meminjami mobilnya.


"Thanks Tiara sudah menolongku" ucap Amora tulus


"Oh itu, sama sama Ra kebetulan gue ada di belakang Ken dan teman temannya waktu itu dan gue ga sengaja denger Ken memerlukan mobil jadi gue inisiatif nawarin diri apa lagi itu lo yang ngebutuhin nya" ucap Tiara tersenyum


Amora manggut manggut mendengar penjelasan Tiara.


"Ra kemarin kita mau jenguk lo tapi kita gatau alamat rumah lo, jadi tidak jadi" ucap Sindy


"Iya kita juga gatau no handphone lo, kita belum sempat tukar no handphone" lanjut Tiara


"Tidak apa apa, sekarang aku sudah sehat dan bersekolah kembali" ucap Amora menatap Sindy dan Tiara bergantian


"Kalo begitu ayo kita tukeran no handphone" ucap Tiara dia angguki oleh Sindy


Tanpa basa basi lagi Amora memberikan no handphone nya, jika Amora menolak dia tidak enak karena tiara sudah menolongnya dan apa salahnya untuk mulai memiliki teman. Mungkin dengan memiliki teman bisa membantu dia di masa depan pikirnya.

__ADS_1


Karena Amora di sekolah dulunya tidak memiliki teman dan dia sendiri juga tidak berniat memiliki teman, karena memiliki teman sangat merepotkan apalagi perempuan pikirnya.


#bersambung


__ADS_2