Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
12


__ADS_3

Ken mengendarai motornya dengan kecepatan sedang dia meninggalkan teman temannya untuk pulang lebih dulu.


Ditengah perjalanan Ken melihat mobil mogok, dan Ken seperti tidak asing dengan mobil yang mogok di depannya itu Ken mendekati mobil tersebut lalu Ken menghentikan motornya dan menuruni motornya lalu melepaskan helmnya.


Tok..


Tok..


Suara kaca mobil di ketuk


Orang yang ada di dalam mobil menurunkan kaca mobilnya. Setelah tau siapa pemilik mobil ini Ken menawarkan bantuan.


"Mobil lo mogok? Tanya Ken


"Hm" Amora hanya berdehem


"Turun" titah ken


Tanpa banyak tanya Amora langsung turun, Amora pikir mungkin Ken akan membantunya memperbaiki mobilnya yang mogok. Tapi pikiran Amora salah.


"Gue anterin pulang" ucap Ken


"Trus mobilnya bagaimana?" tanya Amora


"Biar gue telpon bengkel langganan gue" jawab Ken


Sebenarnya sebelum Ken mengetuk kaca mobil Amora, Amora berniat menghubungi Derix berhubung Ken mengetuk kaca mobilnya jadi Amora urungkan.


"Tidak perlu, aku akan menggunakan taksi online saja" tolak Amora


"Gue ga nerima penolakan" paksa Ken


Amora memicingkan matanya, pria ini sangat pemaksa membuat Amora kesal.


"Ayo" ajak Ken kepada Amora yang masih diam ditempat dengan raut muka yang menahan kesal


Amora hanya mendengus kesal dengan pemuda yang ada dihadapannya tapi tak ayal Amora tetap menuruti kemauannya.


Sebelum Amora menaiki motor Ken, Ken melepaskan jaketnya lalu memberikan jaketnya kepada Amora. Amora yang melihat itu tidak mengerti, untuk apa jaket itu toh Amora tidak membutuhkannya pikir Amora.


Sementara Ken yang tidak ada tanggapan dari Amora langsung saja Ken mengikatkan jaket tersebut ke pinggang Amora tanpa ijin sang empunya terlebih dulu.


Kegiatan yang dilakukan oleh Ken membuat Amora mematung dan menahan nafas pasalnya Amora tidak pernah sedekat ini dengan lawan jenis kecuali sang daddy.


"Apa apaan kau ini!" Ucap Amora mendorong kasar Ken setelah tersadar dari rasa keterkejutannya.


Ken yang didorong kasar oleh Amora hanya menghela nafas


"Lo gamau kan paha mulus lo diliat orang orang?" tanya Ken dengan gemas


Mendengar ucapan Ken Amora terdiam, memang benar jika Amora memakai rok maka pahanya akan terekspos dan Amora tidak memikirkan hal itu. Untuk Ken orang yang peka.


Ken melihat Amora terdiam menyentil keningnya pelan guna menyadarkan Amora.


"Ayo naik" ajak Ken


Amora yang disentil keningnya mendelik, lalu tak ayal menaiki motor Ken.


Ken yang melihat itu hanya tersenyum dibalik helm full face nya, dan mulai menjalankan motornya


...****************...

__ADS_1


* Mansion Aberald


Sesampainya di mansion Aberald, Ken melepaskan helmnya dan Amora turun dari motor Ken lalu melepaskan jaket yang terikat di pinggang Amora.


"Thanks" ucap Amora tangannya terulur memberikan jaket Ken


Ken hanya mengangguk sebagai jawaban


"Mobilku?" tanya Amora


"Aman" ucap Ken


Amora hanya mengangguk


Sebelum Ken bertanya, pintu mansion terbuka disana terdapat wanita cantik yang anggun berjalan kearah Ken dan Amora dengan tersenyum.


"Sayang sudah pulang?" tanya Wilona


"Baru sampe mom" jawab Amora


"Wah siapa ini, sayang kau membawa calon mantu untuk mommy" tanya Wilona menatap Ken dengan tatapan kagum karena Ken sangat tampan, dilihat dari segi sisi manapun Ken tetap akan terlihat tampan.


Ken yang melihat tingkah mommy nya Amora hanya tersenyum geli, sedangkan Amora sudah menahan malu karena tingkah mommy nya sampai mengatakan kalo Ken calon mantunya.


"Mom dia Ken, tadi mobil Amor mogok dan kebetulan ken lewat jadi dia menawarkan tumpangan kepadaku mom" Amora menjelaskan biar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Oh begitu, lalu mobilnya sekarang dimana? Tanya Wilona


"Ken yang mengurusnya mom" jawab Amora


Wilona mengalihkan tatapannya kepada pemuda tampan tersebut. Dan Ken yang di tatap wilona tersenyum canggung lalu berinisiatif memperkenalkan diri


"Halo tante, saya Ken Alluca Barnett teman sekolahnya Zamora" ucap Ken memperkenalkan diri


"Iya tante" jawab Ken tersenyum canggung


Wilona hanya mengangguk lalu membalas senyum Ken.


"Sayang ajak temannya masuk dulu, mommy mau menyiapkan minuman dulu buat temanmu" ucap Wilona


"Tunggu mom, mungkin Ken sedang terburu buru jadi dia akan langsung pulang" ucap Amora sebelum Wilona benar benar pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ngga ko tan aku tidak ada acara apa apa, jadi aku akan mampir dan mencicipi minuman buatan tante" jawab Ken tersenyum pongah menatap Amora


Wilona yang mendengar jawaban Ken tersenyum cerah.


"Kalau begitu ayo masuk" ajak Wilona


Sedangkan Amora yang di tatap seperti itu menatap tajam kepada Ken tentu saja Ken sendiri hanya cuek dan berjalan mengikuti Wilona dari belakang.


"Kenapa jadi aku yang di tinggalkan" batin Amora kesal.


...****************...


Setelah memasuki mansion Wilona menyuruh Ken untuk menunggu sebentar diruang tamu, Sambil menunggu Amora di suruh untuk menemani Ken.


Mau tidak mau Amora menemani Ken sebelum ganti baju terlebih dulu.


"Itu foto lo waktu kecil?" tanya Ken memecah keheningan


Amora yang asyik dengan ponsel nya mendongkak sebentar menatap Ken.

__ADS_1


"Menurutmu?" jawab Amora cuek lalu kembali bermain ponsel


"Bukan" ucap Ken


Mendengar jawaban Ken, Amora berhenti bermain ponsel lalu menaruhnya di atas meja dan bersedekap dada. Amora memicingkan matanya.


Ken senang saat menjahili Amora apalagi melihat ekspresi yang dikeluarkannya menggemaskan dimata Ken.


"Menurut gue itu bukan lo waktu kecil, anak kecil yang difoto itu cantik, menggemaskan, dan manis. Sedangkan yang ada di hadapan gue sekarang seperti macan yang siap menerkam mangsanya kapan saja" Ken mengucapkannya dengan senyum yang jahil


Amora yang mendengar itu membelalakan matanya


"Apa kata kamu macan? Baik akan ku tunjukan bagaimana macan ini menerkam mangsanya" ucap Amora emosi lalu bangkit dari tempat duduknya melangkah menuju Ken dengan membawa bantal sofa.


Ken yang melihat itu langsung bersiap siap untuk lari, tapi kalah cepat karena Amora sudah menahan tangannya.


Amora mulai memukuli Ken dengan bantal sofa, yang berarti Amora berada di atas tubuh Ken sedangkan Ken berusaha untuk melindungi kepalanya oleh pukulan bantal sofa.


Ken tidak akan membiarkan wajah tampannya terluka dia menahan tangan Amora lalu melemparkan bantal sofa yang ada di tangannya, lalu Ken membalikan keadaan sekarang Amora yang berada di bawah kukungan Ken.


Hal itu membuat mereka bersitatap beberapa detik.


"Cantik" batin Ken


"Mata yang indah" batin Amora


Mereka mengagumi satu sama lain.


Ekheeeem ...


Mereka tersadar kalau ada orang lain saat ini, mereka duduk kembali seperti biasa dan merapikan pakaian mereka masing masing.


"Aduh maaf nih mommy mengganggu kalian, mommy mau nganterin minuman. Minumannya udah jadi?" ucap Wilona tersenyum pongah


"Mommy Amora ke kamar dulu" ucap Amora cepat sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya


Jujur saja Amora sangat malu, takut mommy nya nanti salah paham. Sudahlah nanti Amora akan menjelaskannya.


Sedangkan Ken dia terlihat biasa saja, bahkan dia masih bisa tersenyum melihat kepergian Amora yang pasti sangat malu.


Sedangkan Wilona menatap Ken tersenyum lalu memberikan air minum yang sudah dibuat oleh Wilona.


"Mommy tau pacaran anak muda jaman sekarang, jangan kebablasan ya nak Ken" ucap wilona yang melihat ken meminum minuman buatannya.


Mendengar ucapan Wilona Ken tersedak minumannya sendiri.


Ken hanya tersenyum menanggapi ucapan Wilona.


...****************...


* Kamar Amora


Amora yang sudah sampai kamar langsung melemparkan dirinya di ranjang lalu memukul mukul bantal.


Amora malu, apa yang harus dikatakan kepada mommy nya nanti pasti mommy nya salah paham. Amora juga tidak akan berani lagi bertemu dengan Ken. Dan apa tadi dia mengatakan kalo mata Ken indah?


"Aaaaaargh" teriak Amora yang teredam oleh bantal.


Sedangkan orang yang di pikirkan oleh Amora yaitu Ken dan Wilona sedang asyik mengobrol.


Menurut Wilona, Ken orangnya selain sangat tampan dia juga sopan, enak diajak ngobrol dan dia juga punya wawasan luas.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2