Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
63


__ADS_3

Ken berjalan memasuki rumah sakit dengan menenteng paper bag yang berisi makanan, dia membawa makanan untuk teman temannya yang sudah menjaga Amora.


Anggap saja sebagai tanda terimakasih telah menjaga kekasihnya.


Ceklek ..


Ken membuka pintu ruangan Amora dan dapat dilihat Amora sedang mengobrol becanda dengan mereka semua.


Melihat kedatangan Ken mereka semua mengalihkan pandangannya menatap Ken, tapi mata mereka berpusat kepada apa yang di bawa oleh Ken.


Ken langsung menyimpan paper bag besar tersebut di meja.


"Tumben tumbenan lo bawain makanan" ucap David membuka paper bag tersebut disusul dengan yang lainnya menghampiri David


Ken tida menjawab dia malah menghampiri Amora yang menatapnya.


"Dasar bucin" kesal David


" Lo kaya yang ga kenal aja dia gimana?" ucap Dion mengambil salah satu makanan tersebut.


"Udahlah Vid kita makan, bersyukur banget si Ken bawain makanan buat Kita" ucap Rasya menyuapkan roti ke dalam mulutnya


David cemberut lalu mengambil makanan yang di bawa oleh Ken, begitu pun dengan Sindy dan Tiara kebetulan sekali dirinya sedang lapar.


"Kau sudah meminum obatmu?" tanya Ken duduk di sisi ranjang Amora


"Sudah. Kamu sudak makan?" tanya Amora


"Sudah"


Amora mengangguk.


"Ken ada yang ini aku tanyakan?" Amora menatap Ken serius. Sedangkan Ken hatinya sudah mulai tidak karuan


"Apa?"


"Apa benar kata Mommy Clara dan Mama nya mengalami kecelakaan tunggal hingga tewas?" tanya Amora


Semua yang ada di ruangan menjadi hening. Mereka menghentikan kegiatan makan mereka.


Amora menatap mereka semua mengernyit heran.


"Ken jawab"


"Iya itu benar mereka kecelakaan hingga tewas" ucap Ken

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak memberitahuku tadi?" Amora menatap Sindy dan Tiara


Sindy dan Tiara di tatap Amora menelan salivanya kasar


"Kita juga baru denger tadi Ra, kita lupa ngasih tau lo karena keasyikan ngobrol sama lo dan yang lain nya jadi lupa untuk membicarakan soal Clara" ucap Sindy dan mereka mengangguk membenarkan apa yang di katakan Sindy


Amora menghela nafas.


"Kenapa bisa?" gumam Amora yang masih tidak percaya


"Jangan terlalu di pikirkan ,ingat kondisi mu belum sembuh benar" Ken mengusap pipi Amora


"Hm"


Ken menukik alisnya ketika hanya "hm" tanggapan dari Amora.


"Ken aku ingin jalan jalan keluar aku bosan berada di sini terus" rengek Amora


"Tunggu sebentar" Ken


Amora menatap Ken yang berjalan keluar, tidak lama Ken kembali dengan mendorong kursi roda.


Ken menghampiri Amora lalu mengangkat Amora dengan menggendongnya ala bridal style, tentu saja hal itu membuat Amora terkejut


"Jangan berteriak Honey" bisik Ken di telinga Amora


Amora menyembunyikan wajahnya di dada bidang Ken karena malu. Ken mendudukkan Amora di kursi rodanya lalu Ken mendorongnya untuk membawa Amora jalan jalan keluar.


Semua itu tidak luput dari tatapan teman temannya.


"Ternyata Ken kalau udah sama Amora bisa seromantis itu ya" ucap Sindy menatap kepergian Ken dan Amora


"Jadi pengen gue punya pacar kaya Ken romantis" ucap Tiara dan Sindi membenarkan perkataan Tiara.


Beda cerita dengan kedua pemuda yang ada di hadapannya mereka mendengus kelas mendengar perkataan kedua perempuan yang ada di hadapannya.


Sedangkan David dan Dion sudah menghiraukannya mereka berdua fokus kembali kepada makanannya setelah melihat kepergian Ken dan Amora.


......................


Ken mambawa Amora ke taman rumah sakit, membuat Amora memejamkan mata merasakan hangatnya matahari sore.


"Jangan terlalu lama oke?" ucap Ken duduk di samping Amora


"Hm" Amora berdehem memejamkan mata

__ADS_1


Ken menatap Amora dari samping, sudah mejadi hobi Ken yang selalu menatap Amora. Walaupun berwajah pucat Amora tetap terlihat cantik di wajah Ken.


Merasa di perhatikan Amora membuka matanya lalu menatap Ken yang sedang menatapnya.


"Kenapa?" tanya Amora


"Cantik" ucap Ken


Amora tersenyum. Dia mengingat tujuannya yang ingin berjalan jalan keluar, karena ada sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada Ken.


"Ken?"


"Kenapa?" jawab Ken lembut


"Aku ingin menanyakan sesuatu" Amora


"Tanyakan saja" Ken


"Apa mereka sudah dimasukan kedalam penjara?" Amora


Ken langsung mengerti arah pertanyaan Amora kemana


"Tidak, aku membunuh salah satunya" Ken menatap lurus kedepan


"Siapa yang kau bunuh?" Amora


"Tangan Kanannya" Ken


Amora terdiam sejenak.


"Bram?" Amora menatap lurus kedepan


"Dia masih menjadi tahananku, dan aku serahkan kepadamu Amor kau bebas mau melakukan apapun kepadanya" Ken menatap Amora dan Amora langsung mengalihkan pandangannya menatap Ken


"Ken" lirih Amora


Ken menangkup kedua pipi Amora dan mengusapnya lembut.


"Sudah ku bilang aku akan membalaskan perbuatan mereka lebih dari apa yang pernah mereka perbuat kepadamu" Ken menatap lembut Amora


Grep


Amora memeluk Ken dengan erat, tentu saja Ken membalas pelukan Amora tapi dengan hati hati dia tidak mau sampai menyakiti Amora lagi.


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2