
* Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta
Zamora turun dari privat jetnya dengan kacamata bertengger di hidung kecil mancungnya, ditambah dengan angin yang sedikit kencang menerbangkan helaian rambutnya membuat Zamora semakin cantik.
Zamora melangkah keluar bandara dan diikuti oleh Derix orang kepercayaan Arshan untuk menjaga Amora.
"Derix sebelum kita kembali aku ingin membeli kue untuk momy?" pinta Amora
Zamora ingat mommy nya sangat menyukai kue yang terakhir kali Amor beli di toko dekat dengan sekolahannya, jadi dia ingin membelikannya kembali untuk sang momy.
"Baik nona" jawab Derix seadanya
* Toko Kue
Zamora sudah sampai ditempat tujuan yaitu toko kue yang menjadi favorit momy nya.
"Aku akan turun, kau tunggu saja disini aku hanya sebentar" ucap Amora
"Baik nona" jawab Derix
Amor turun dari mobil meninggalkan Derix sendiri di dalam mobil.
Ting ..
Suara pintu toko terbuka secara otomatis
Amor langsung menuju ke stan yang di tuju
saat akan mengambil kue kesukaan mommy nya sebuah tangan juga memegang kue yang sama.
Amora melihat orang itu dan mengatakan
"Maaf nona sepertinya anda kurang cepat" ucap Mora yang langsung mengambil kue tersebut lalu melangkah pergi meninggalkan perempuan yang sedang menahan kesal.
"Tunggu!!" ucap perempuan tersebut
Amora yang merasa terpanggil pun menghentikan jalannya lalu berbalik menghadap perempuan itu
"Aku ingin kue itu, dan kau harus memberikannya" ucap perempuan itu yang tidak lain adalah Clara
Zamora yang mendengar penuturan perempuan tersebut hanya menaikan alisnya sebelah
"Maaf nona siapa cepat dia dapat" ucap Zamora lalu kembali berjalan menuju kasir untuk membayar dia tidak mau meladeni perempuan yang menjengkelkan ini.
Karyawan toko lain yang melihat perdebatan kecil ini segera menghampiri Clara
"Maaf nona jika nona mau kami ada kue dengan varian rasa berbeda, apa nona mau?" tanya baik baik karyawan toko
"Saya tidak mau! saya ingin kue itu saya akan bayar berapapun" ucap Clara sombong
"Maaf nona kue itu hanya tinggal satu karena kami kehabisan stok" karyawan toko
Selama perdebatan Clara dan karyawan toko yang mempermasalahkan kue tiba tiba seorang pria paruh baya datang menghampirinya
__ADS_1
"Ada apa sayang?" ucap Bram
"Papa disini?" tanya Clara
"Ya papa khawatir menunggu kamu lama jadi papa susul kesini, apa ada masalah?" tanya Bram
"Iya papa aku ingin kue yang dipegang gadis itu tapi stok kuenya habis" rengek Clara
Sedangkan Zamora yang sedang antri untuk membayar menghiraukan Clara. Mora memang cuek dan tidak peduli kepada orang lain kecuali dengan kedua orangtuanya.
Bram yang melihat gadis itu hanya cuek langsung menghampirinya
"Maaf nona apa kau mau memberikan kue itu untuk putriku, kebetulan kami sedang ada acara kami sangat membutuhkan kue itu, jadi apa nona mau memberikannya" tanya Bram
Mora yang ditanya seperti itu merasa jengkel tapi dia bisa mengontrol emosinya dalam batinnya berkata "ck dasar gadis manja" lalu Zamora menghembuskan nafas pelan.
"Saya juga membutuhkan kue ini" jawab Amor
"Saya akan bayar berapapun" ucap Bram cepat
Zamora memicingkan matanya sebentar lalu menormalkannya kembali
"Maaf tuan ini bukan tentang uang. Di Dunia ini ada hal yang kita inginkan tidak akan selalu kita dapatkan" ucap Mora lalu langsung membayarnya dan berlalu pergi dari sana.
Bram yang mengalami penolakan oleh gadis kecil itu menggeram marah tangannya terkepal.
Dibelakang Bramana ada rekan bisnisnya memanggil namanya
"Tuan Bramana Listanto" ucap Rey sedikit berteriak
"Tuan Rey, kau disini juga?" tanya Bram
"Ya saya mengantar istri saya membeli kue" jawab Rey
Rey dan Brama sedikit berbincang, sedangkan Clara dengan terpaksa memilih kue yang lain karena yang di inginkannya tidak dia dapatkan dan itu gara gara Amora.
Zamora yang mendengar suara seseorang yang memanggil nama Bramana Listanto langsung berhenti di ambang pintu, dia menengok sangat ingin tau mana orang yang bernama Bramana Listanto.
Dan mata Amora menemukan dua orang laki laki sedang berbincang, Mora bingung mana yang namanya Bramana Listanto?
Kedatangan Derix menghentikan kebingungan Amora sejenak, karena Derix merasa khawatir takut terjadi apa apa kepada nona nya Derix memutuskan untuk menyusul.
Derix menemukan Amora sedang melamun di ambang pintu pun langsung menghampirinya
"Nona, kau tidak apa apa?" tanya Derix khawatir
"Aku tidak apa apa Derix" jawab Mora tapi matanya masih terus menatap dua orang laki laki yang sedang berbincang
"Apa ada yang mengganggumu nona?" tanya Derix lagi
Mora menghiraukan pertanyaan Derix
"Derix apa kau tau kedua laki laki yang ada disana?" tanya Mora
__ADS_1
Derix melihat mata nona nya yang sedang menatap kepada dua laki laki yang sedang berbincang
"itu tuan Rey dan tuan Bramana Listanto nona" ucap Derix
"Yang mana Bramana Listanto?" tanya Mora
"Yang memakai kemeja berwarna putih nona" ucap Derix
Deg ..
Zamora merasakan hatinya bagai di remas dan ditusuk belati sampai Mora tidak sadar mengeluarkan air mata.
Derix yang melihat nona nya menangis seketika langsung panik dan khawatir.
"Nona kau tidak apa apa?" tanya Derix khawatir
Zamora mengusap air matanya cepat, hatinya begitu sakit ketika melihat laki laki yang telah membunuh keluarganya sekarang hidup bahagia bahkan lebih baik. Zamora mengepalkan tangannya lalu berbalik menuju mobil menghiraukan kekhawatiran Derix.
Di sepanjang perjalanan Mora melamun teringat bagaimana kedua orangtuanya meninggal bagaimana dia menyelamatkan diri hingga di tolong oleh Arshan dan Wilona.
"Nona apa ada yang mengganggumu tadi saat membeli kue?" tanya Derix memecah keheningan didalam mobil
"Hanya gadis manja yang merepotkan" ucap Mora
"Apa aku harus menyingkirkannya?" tanya Derix
"menyingkirkannya?" batin Amora menyeringai
"Derix apa kau mengenal Bramana Listanto?" tanya Amora menghiraukan pertanyaan Derix
"Tidak nona, tapi dia cukup terkenal dalam dunia bisnis" Derix
"Aku ingin kau mencari tau tentangnya Derix" perintah Anora
"Baik nona saya akan langsung mengirimkan data lengkapnya kepada nona secepatnya" jawab Derix
"Terimakasih Derix" ucap Mora tulus
"Sama sama nona" jawab Derix.
Sepanjang perjalanan kembali sunyi Zamora dan Derix tidak ada yang membuka obrolan kembali.
Diamnya Mora sedang menyusun strategi untuk menghancurkan keluarga Listanto.
......................
Derix Alberto pria tampan yang masih muda dan memiliki postur tubuh yang ideal orang kepercayaan Arshan sewaktu menjadi anggota mafia bisa di bilang tangan kanannya Arshan. jangan diragukan lagi tentang kejujurannya dan kemampuannya dalam segala hal Derix sangat kompeten.
Dan sekarang Derix ditugaskan Arshan untuk menjaga dan melindungi putrinya Zamora. Tentu saja hal itu membuat Derix merasa senang suatu kehormatan bisa di percaya oleh Arshan.
Dan soal panggilan Zamora kepada Derix tanpa embel embel paman itu keinginan Derix sendiri supaya tidak ada kecanggungan diantara mereka toh jarak umur mereka tidak terlalu jauh hanya terpaut 7tahun.
#bersambung
__ADS_1
Mohon untuk tinggalkan jejak kalian ya guys🤍