Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
27


__ADS_3

Amora memasuki kawasan sekolah dan memarkirkan motornya, Amora melihat Ken baru juga sampai sama seperti dirinya.


Amora turun dari motornya dan melepaskan helmnya, merapihkan rambut panjangnya yang sepunggung.


Lalu Amora berjalan mendekati Ken yang sudah berkumpul bersama teman temannya.


Ken yang melihat Amora berjalan menghampirinya merasa heran pasalnya Amora tidak pernah mendekati Ken terlebih dulu.


"Ken" panggil Amora


"Kenapa?" jawab Ken


"A..aku perlu bicara denganmu" ucap Amora menggigit bibir bawahnya karena merasa gugup


Hal itu tentu menjadi perhatian Ken, membuat Ken tergoda. Ken mendekati Amora lalu membisikan sesuatu ke telinga Amora


"Jangan menggigit bibirmu, aku tidak mengijinkannya" bisik Ken lalu menarik lembut tangan Amora untuk membawanya ke taman belakang sekolah.


Karena Ken yakin ada sesuatu yang ingin di bicarakan gadisnya jadi dia membawa ke sana.


Sedangkan teman teman Ken hanya menatap mereka acuh, mereka tidak mau mengikuti pasangan yang sedang bucin yang ada mereka bakal jadi nyamuk.


Lebih baik mereka pergi ke dalam kelas pikirnya.


Setelah sampai di taman belakang sekolah Ken mendudukkan Amora di kursi yang terbuat dari besi.


"Ada apa? Apa ada sesuatu? Tanya Ken khawatir


"Tidak ada aku hanya ingin menyerahkan ini" ucap Amora sembari mengeluarkan kotak makan dan menyerahkannya kepada Ken


"Buat aku?" tanya Ken


"Bukan! Itu buat Dion" ucap Amora ketus


"Yaudah aku buang aja" ucap Ken yang ingin mendekati tong sampah


"Ken! itu buat kamu, aku membuatnya khusus buat kamu" ucap Amora kesal


"Aku tau" ucap Ken tersenyum jail


"Keeen! Kau sangat menyebalkan" ucap Amora yang di kerjain oleh Ken


Amora berniat pergi dari sana tapi Ken menahan tangan Amora.


"Apa?!" ketus Amora


"Dalam rangka apa kamu membawakan aku bekal? Apa jangan jangan kamu sudah membuka hati buat aku? Tanya Ken tersenyum cerah.


"Aku hanya ingin saja" Amora


Jawaban Amora membuat Ken cemberut


"Lalu kapan kamu akan membuka hati untukku?" tanya Ken menatap manik mata coklat terang Amora


Amora menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Ken


"Ken, kamu tau dalam hidupku aku tidak pernah terbersit dalam pikiranku untuk jatuh cinta" ucap Amora balik menatap mata hazel Ken

__ADS_1


"Karena tujuan hidupku hanya membalaskan dendam atas kematian kedua orangtuaku" lanjut Amora dalam hati


"Kenapa?" tanya Ken bingung


"Ada hal yang tidak harus kamu ketahui" ucap Amora


"Jika kamu meragukan cintaku aku akan membuktikannya Amor tapi aku juga mohon, kamu mengijinkannya untukku masuk dalam kehidupanmu" ucap Ken memegang kedua tangan Amora dan menatapnya. Ken mengatakannya dengan tulus


"Ken satu hal yang harus kamu tau" Amora menjeda ucapannya sedangkan Ken sudah merasa was was


"Aku bukan anak kandung mereka" lanjut Amora menatap Ken berkaca kaca


Ken diam sejenak mencerna apa yang di ucapkan oleh Amora


"Keluarga mu pasti tidak akan menerima perempuan yang asal usulnya tidak jelas bukan?" lanjut Amora menatap Ken yang hanya diam tidak memberikan respon


"Mulai sekarang anggap kita tidak pernah saling mengenal" ucap Amora lalu pergi dari hadapan Ken


Baru beberapa langkah Amora berjalan meninggalkan Ken, langkah Amora terhenti karena Ken menahannya dengan memeluknya dari belakang.


Amora tentu saja terkejut dengan perlakuan Ken, tapi dia tidak memberontak.


"Aku tidak peduli tentang siapa orang tuamu, tentang statusmu dan tentang orangtuaku menyetujuinya atau tidak. Yang aku inginkan hanya kamu Amor, aku ingin kau membuka hati untukku itu saja dan jika kedepannya akan ada halangan dan rintangan kita hadapi bersama" ucap Ken memeluk Amora dari belakang.


"Ken...." ucap Amor lirih yang masih bisa di dengar oleh Ken


Ken melepaskan pelukannya dan membalikan badan Amora lalu menatap kedua matanya dalam


"Beri aku kesempatan" ucap Ken dengan tulus


"Beri aku waktu Ken" ucap Amora lalu pergi dari hadapan Ken


...****************...


Amora berjalan dengan setengah berlari takut guru sudah datang karena bel sudah berbunyi dari tadi.


Amora membuka pintu kelas, dan melihat dikelasnya belum ada guru membuat Amora menghela nafas.


"Lo telat?" tanya Sindy yang duduk di sebelah meja Amora


Amora hanya menggeleng


"Trus kenapa baru dateng?" tanya Sindy lagi


"Toilet, sakit perut" alibi Amora


Sedangkan Sindy hanya mengangguk


Setelah percakapan Sindy dan Amora guru memasuki kelas meraka.


Pelajaran Pun dimulai


Di tengah acara belajar mengajar suara speaker menghentikan kegiatan mereka


"PANGGILAN KEPADA ZAMORA ABERALD, CACA ANGGRAENI DAN CLARA LISTANTO DIMOHON UNTUK SEGERA DATANG KE RUANG KEPALA SEKOLAH"


"SEKALI LAGI, PANGGILAN KEPADA ZAMORA ABERALD, CACA ANGGRAENI DAN CLARA LISTANTO DIMOHON UNTUK SEGERA DATANG KE RUANG KEPALA SEKOLAH. SEKARANG"

__ADS_1


guru dan teman teman sekelas Amora langsung menatap Amora, pikir mereka mungkin gara gara kejadian kemarin. Karena kabar yang kemarin tentang keributan antara Amora dan Clara sudah menyebar ke seantero sekolah.


"Perlu gue temenin?" ucap Sindy yang duduk bersebelahan dengan Amora


"Tidak perlu" ucap Amora lalu pergi keluar dari kelas setelah izin kepada guru mengajar


* Kelas 12 IPA A


Murid yang berada di kelas 12 Ipa A semua hening ketika mendengar pengumuman tersebut.


Sedangkan Ken setelah mendengar pengumuman tersebut langsung keluar kelas untuk menemui Amora.


"Pasti si anak papi itu udah ngadu sama bokap nya" ucap Dion


"Kita susul Ken aja ayo dari pada ngegosip disini mumpung jam kosong" ucap Rasya yang di angguki oleh mereka


Di lorong koridor sekolah, Ken melihat Amora berjalan dengan santai menuju ruangan kepala sekolah, Ken berlari kecil menghampiri Amora lalu menggenggam tangan Amora


"Aku temani, dan aku akan menjadi saksi" ucap Ken tersenyum kepada Amora


Amora membalas senyum Ken lalu mengangguk


...****************...


* Ruang Kepala Sekolah


Amora dan Ken memasuki ruangan kepala sekolah disana sudah ada gadis yang kemarin bernama Caca, Clara dan kedua orangtuanya


Deg ..


Bram tertegun melihat wajah Amora terasa familiar menurutnya.


Sedangkan Amora menatap Bram tajam ingin sekali dia menghajar Bram tapi dia tau tempat dan situasi.


"Jadi gadis ini yang sudah membuatmu luka Clara?" tanya sintia menatap Amora tajam


"Iya mom" ucap Clara menundukkan kepalanya


"Mohon tenang dulu nyonya Sintia, kita bicarakan baik baik" ucap kepala sekolah menatap Ken


Kepala sekolah sebenarnya tidak merasa nyaman dan leluasa karena di ruangan ini ada Ken anak dari pemilik sekolah ini.


"Saya tidak perlu berbicara baik baik kepada anak yang tidak pernah di ajarkan etika ini" ucap Sintia emosi apa lgi dia datang bersama Ken


Ken yang mendengar ucapan Sintia mengepalkan tangannya tapi Amora menenangkannya dengan mengelus tangan Ken.


"Jadi ada apa saya di panggil kemari?" tanya Amora kepada kepala sekolah


"Kita sebaiknya duduk dulu untuk menyelesaikan masalah ini" ucap kepala sekolah mengajak semuanya untuk duduk


Amora duduk saling berhadapan dengan Bram sedangkan Ken berhadapan dengan Sintia.


Mata Bram tidak lepas dari Amora, begitu juga dengan Amora yang menatap Bram tajam


"Gadis ini kenapa menatapku dengan tatapan seperti ingin membunuh" batin Bram


"Baik Caca, tolong jelaskan kronologinya bisa menumpahkan makanan panas itu kepada Clara?" ucap kepala sekolah yang bernama rudi.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2