
Setelah kepergian teman temannya, Ken masih tetap setia menatap wajah Amora yang tidak pernah bosan untuk di pandang.
Wajah Amora pun sudah lebih baik, memarnya sudah menghilang. Hanya luka tembak di punggung dan di bahunya saja yang belum benar benar kering.
"Selamat malam honey" gumam Ken
Cup
Ken mencium kening Amora ketika dirinya sudah di rasa mengantuk, Ken merebahkan kepalanya di ranjang Amora dengan tangan memegang erat tangan Amora. Ken mulai memejamkan matanya.
Beberapa jam Ken tertidur. Sosok gadis cantik yang terbaring itu mengerjapkan matanya, dia berusaha untuk menyesuaikan matanya yang masih kabur.
Saat akan mengucek matanya, Amora melihat tangannya di genggam dengan begitu erat oleh tunangannya.
Ya Amora sadar ketika Ken baru beberapa menit tertidur. Amora bangun secara perlahan dan mencoba untuk melepaskan tangannya yang di genggam oleh tangan Ken dengan sangat pelan, dirinya tidak mau membangunkan Ken.
Merasa ada pergerakan, Ken langsung menegakkan kepalanya. Dia melihat Amora yang sedang menatapnya, Ken mengucek kedua matanya.
"Apa aku bermimpi?" gumam Ken yang dapat di dengar oleh Amora
Sedangkan Amora tersenyum melihat tingkah Ken.
"Jangan katakan ini hanya mimpi" ungkap Ken menangkup kedua pipi Amora
Amora tersenyum
"Kau tidak sedang bermimpi Ken" ucap Amora mengelus tangan Ken yang sedang menangkup pipinya.
Grep
Ken langsung memeluk erat Amora, ketika Amora sudah mengeluarkan suaranya.
"Terimakasih tuhan, terimakasih kau telah mengembalikan Amora ku" batin Ken
"Ssshh" Amora meringis merasakan sedikit sakit di punggungnya karena Ken memeluknya dengan sangat erat.
Ken mendengar Amora meringis langsung melepaskannya.
"Maafkan aku honey, aku terlalu bahagia melihat kau sudah sadar kembali. Aku akan memanggil dokter, tunggu sebentar" ucap Ken
Sebelum Ken melangkahkan kakinya, Amora memegang tangan Ken untuk mencegahnya memanggil Dokter. Ken berbalik lalu menatap Amora
"Kenapa hm? Tanya Ken lembut
"Aku tidak butuh Dokter untuk saat ini Ken" ucap Amora
"Lalu apa yang kamu butuhkan sekarang, aku akan mengabulkannya" janji Ken dengan mengelus pipi Amora
Amora tidak menjawab, dia menepuk ranjangnya. Ken tidak mengerti dia mengernyitkan dahinya.
"Tidurlah disini" pinta Amora
"Kau yakin?" tanya Ken
Amora mengangguk lalu menepuk lagi ranjangnya yang kosong karena Amora sudah bergeser.
Ken mulai naik dan merebahkan dirinya di ranjang pasien Amora dengan Amora di sisinya mereka saling berhadapan.
"Tidurlah Ken" titah Amora
__ADS_1
"Aku tidak mau tidur, aku takut jika aku terbangun ini hanya mimpi" Ken mantap sendu Amora
Amora menatap mata Ken, lalu mendekatkan wajahnya.
Cup
Amora mencium bibir merah Ken, sedangkan Ken mematung ketika Amora mencium bibirnya.
"Ini bukan mimpi Ken, jadi sekarang pejamkan matamu dan istirahatlah. Aku tau kau lelah" Amora mengusap pipi Ken
Ken menurut dia langsung memejamkan matanya, dia masih syok ketika Amora mencium bibirnya. Amora yang melihat Ken langsung memejamkan matanya tersenyum.
"Selamat malam Ken" bisik Amora di telinga Ken
Ken tidak menjawab dia hanya tersenyum dengan mata terpejam, Ken memeluk Amora dengan hati hati. Sedangkan Amora dirinya hanya terkekeh lalu mengelus pelan rambut Ken agar cepat tidur.
Tidak lama Ken tertidur, Amora menyusul Ken memejamkan matanya. Kedua pasangan kekasih itu tidur satu ranjang dengan saling berpelukan.
......................
Berita soal Clara dan Sintia yang kecelakaan sudah menyebar luas dan polisi menyatakan ini kecelakaan tunggal karena di lihat dari cctv Clara menyetir dengan sangat kencang dan juga ugal ugalan hingga mengakibatkan dirinya kecelakaan sampai mobilnya terbakar hingga tewas di tempat.
Tentu saja itu perbuatan Ken, Ken hanya menghapus cctv ketika mobil Nathan menabrak mobil Clara dan ketika dirinya membakar mobil Clara. Ken memanipulasi itu semua karena Ken sudah meretas cctv jalanan, dari mulai mengikuti Clara sampai membakar mobil Clara.
......................
Beberapa orang pria dan wanita berjalan di lorong rumah sakit, mereka berniat untuk menjenguk anak, cucu dan menantunya. Mereka berharap hari ini ada keajaiban untuk Amora segera sadar.
Ceklek ..
Mereka memasuki kamar ruangan Amora. Mereka tertegun melihat sepasang kekasih sedang tidur dangan saling berpelukan. Kayla langsung tersadar dan membangunkan Ken.
Ken mengerjapkan matanya, lalu menatap orang yang sudah membangunkannya.
"Mom?" Ken
"Ya, ini mommy. Bangun kau" Kayla
Ken bangun lalu melepaskan pelukan Amora dengan pelan. Amora yang merasa terusik tidurnya bergumam menyebut namnya.
"Ken" gumam Ken
Ken menatap Amora yang masih terpejam. Ken membisikan sesuatu di telinga Amora yang membuat dirinya langsung membuka mata
"Bangun honey, keluarga kita ada di sini semuanya" bisik Ken
Amora langsung membuka matanya, dan duduk secara perlahan. Orangtua Amora, orangtua Ken dan Wiliam serta Diana terbelalak ketika melihat Amora bangun dari tidurnya.
Wilona langsung menghampiri Amora dan memeluknya.
"Sayang kau beneran sudah sadar kami tidak bermimpi?" Wilona melepaskan pelukannya dan menatap Amora dengan mata berkaca kaca
Amora tersenyum
"Aku sudah sadar Mom" Amora menatap orang orang yang ada di ruangannya tersenyum
"Daddy, Oma, Opa?" panggil Amora
"Ya Daddy di sini sayang?" Arshan memeluk Amora.
__ADS_1
"Hey gantian aku juga ingin memeluk cucuku" ucap Wiliam menatap sinis Arshan
"Ck! Aku baru sebentar memeluk anakku" kesal Arshan tak ayal mengikuti keinginan papa nya
Amora tersenyum menggelengkan kepalanya
"Cucuku yang nakal, Opa merindukanmu" ucap Wiliam memeluk Amora
"Opa kenapa ke sini, bukankah kau sedang sakit?" tanya Amora ketika pelukan mereka sudah lepas
"Opa sudah sehat Amor" Wiliam menatap Amora
"Opa tidak berbohong?" Amora memicingkan matanya
"Opa tidak berbohong, tanya saja Oma mu" Wiliam mencolek hidung Amora.
Amora menatap Diana yang sedang menatap dirinya dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Oma kau tidak merindukanku?" tanya Amora merentangkan tangannya meminta di peluk.
Diana terkekeh lalu menghampiri Amora dan memeluknya.
"Tentu saja Oma merindukanmu, Oma rindu menjahili mu" ucap Amora mencium pucuk kepala Amora.
"Omaaa!" rengek Amora membuat semua orang terkekeh. Ken Kayla dan Rayyan baru melihat sisi kekanakan Amora, mereka di buat gemas.
Amora menatap Daddy Rayyan dan Mommy Kayla setelah Diana melepas pelukannya.
"Mom, Dad?" panggil Amora menatap kedua orangtua Ken
Mereka tersenyum menatap Amora.
"Kami sangat bahagia melihatmu kembali sadar Amora" ucap Kayla mengusap lembut pipi Amora
"Terimakasih Mom, ini berkat doa kalian semua" ucap Amora tersenyum
"Jangan pernah membuat kami khawatir lagi Mora" pinta Rayyan
Amora mengangguk menatap Rayyan. Ken mengusap lembut pucuk kepala Amora.
Mereka semua bahagia atas kembalinya Amora dari masa komanya.
Kruuk .. Kruuk
Mereka semua menatap Amora, sedangkan Amora sudah menunduk malu menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah memerah.
"Kau lapar sayang?" tanya Wilona
Amora mengangguk dengan kepala menunduk. Mereka terkekeh melihat tingkah menggemaskan Amora.
"Kalau begitu mommy akan membelikan bubur untukmu" Wilona
"Biar Ken saja Mom yang membelikannya" tawar Ken
"Terimakasih Ken"
Ken mengangguk. Lalu berjalan keluar dari ruangan Amora untuk membeli sarapan.
#bersambung
__ADS_1