
Setelah beberapa menit perjalanan menuju cafe anggrek akhirnya Amora sampai, dia langsung memarkirkan motornya dan masuk ke dalam.
Ternyata disana sudah ada Derix menunggunya, Amora langsung menghampirinya
"Apa kau menunggu lama?" Amora
"Tidak nona saya juga baru datang" Derix
"Daddy sudah menceritakan semuanya kalau kau sekarang bekerja di perusahaan Bram" Amora
"iya nona benar" Derix
"Tapi mereka tidak mencurigai mu kan?" Amora
"Sepertinya belum nona" Derix
Amora menganggukkan kepalanya.
"Nona kau ingin memesan sesuatu terlebih dulu? Tawar Derix
"Choco milk saja" Amora
"Baik nona" ucap Derix lalu memanggil waiters untuk memesan minuman untuk mereka berdua
"Jadi hal penting apa yang ingin kau sampaikan?" Amora
Derix menyerahkan flashdisk diatas meja. Dan Amora langsung mengambilnya, sebelum Derix melanjutkan pembicaraannya dengan Amora waiters datang membawa pesanan mereka.
Setelah waiters tersebut pergi Derix melanjutkan pembicaraannya.
"Disitu bukti semua kejahatan Bram, mulai jadi perdagangan manusia, korupsi, dan penjualan senjata tajam dan penjualan narkoba"
"Dari mana kau dapatkan bukti semua ini?" Amora
"Saya membuat komputer Bramana rusak, lalu saya mencoba memperbaikinya dan tidak di sangka saya menemukan banyak sekali kejahatan yang Bram lakukan" Derix
Amora mengangguk, dia sangat puas dengan hasil kerja Derix tidak salah Daddy nya menjadikannya sebagai tangan kanannya.
"Dan nona tau? Tuan Arshan sedikit demi sedikit membeli saham yang dulunya milik tuan Frederic Liston" Derix
Amora terdiam sejenak. "Daddy kau benar benar membantuku" batin amora
"Sudah berapa persen saham yang daddy beli?" tanya Amora
"25% nona" Derix
"Butuh berapa persen lagi agar perusahaan daddy ku kembali?" Amora
"Sekitar 35% lagi nona untuk anda bisa mengakuisisi kembali perusahaan mendiang tuan Frederic" Derix
Amora menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Aku harus pergi sekarang Derix terimakasih untuk informasi yang kau berikan" pamit Amora kepada Derix
"Sama sama nona, saya sudah berjanji untuk membantu nona" Derix tersenyum hangat menatap Amora
Amora menatap Derix sebentar dan membalas senyum hangat Derix.
Setelah Amora pergi dari sana tidak lama Derix pun menyusul keluar dari cafe tersebut.
...****************...
* Mansion Barnett
Tok ..
__ADS_1
Tok ..
Tok ..
Ketukan pintu membuat sorang pria yang sedang menikmati pemandangan malam dari balkon kamarnya terpaksa harus menyudahinya karena ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Ken berjalan untuk membukakan pintu kamar
Ceklek ..
Ken menatap datar perempuan yang ada dihadapannya. Carissa yang di tatap datar seperti itu merasa gugup tiba tiba
"Ka waktunya makan malam" Carissa
Ken tidak menjawab dia langsung menutup kamarnya lalu berjalan ke bawah
"Ka ken tunggu" Carissa menghentikan langkah Ken dengan memegang tangan Ken.
Sedangkan Ken hanya menaikan alisnya sebelah
"Ka..kau sudah mengetahui kalo aku mencintaimu? Carissa
Ken masih diam
"Lalu apa tanggapan ka Ken?" tanya Carissa
"Tidak ada yang perlu gue tanggapi" Ken datar
"Kaka tidak memiliki perasaan yang sama kepadaku setelah kita tumbuh bersama?" Carissa
"Tidak" Ken
"Kenapa ka?" Carissa mulai menitikan air matanya
"Aku bukan adikmu ka, dan aku juga tidak memilki hubungan darah denganmu ataupun dengan keluarga Kevin Mahendra, dan kau mengatakan mencintai wanita sombong itu apa bagusnya dia ka dia hanya perempuan murahan" Carissa mulai emosi
"JAGA BATASAN LO!" Ken menatap tajam Carissa
Karena teriakan Ken membuat Kayla dan Rayyan naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi
Sedangkan Carissa sekarang sudah menangis terkejut sekaligus takut melihat Ken begitu marah ketika dia mengatakan gadis sombong dan murahan.
"Kalo lo sadar lo gada hubungan darah apapun dengan keluarga Barnett ataupun Mahendra maka jaga batasan lo, tanpa Mahendra lo hanya anak yang di buang oleh orangtua lo!" Ken mengapit pipi Carissa hingga memerah
Deg ..
Mendengar hal itu carissa semakin takut dan menangis semakin menjadi.
"Ken! Apa yang kau lakukan?" teriak Kayla mendekati Ken dan Carissa lalu berusaha melepaskan tangannya dari pipi Carissa
"Son lepaskan Carissa, apa yang terjadi denganmu?" tanya Rayyan
"Ken!" teriakan Kayla berhasil melepaskan tangannya di pipi Carissa
Ken menatap Carissa tajam lalu pergi dari sana
"Ken tunggu, apa yang terjadi?" Kayla memegang tangan Ken
"Aku tidak mau melihat dia di sini lagi aku ingin dia pergi malam ini juga" ucap Ken tanpa menjawab pertanyaan dari mommy nya lalu melepaskan pegangan tangan Kayla dan pergi dari mansion
Kayla melihat Carissa menangis menghampirinya dan memeluknya seraya menenangkannya lalu membawanya ke kamar.
Kayla penasaran apa yang sebenarnya terjadi dia hafal dengan sifat anaknya. Ken tidak akan semarah itu jika orang itu sendiri tidak memancingnya.
...****************...
__ADS_1
* Mansion Aberald
Seorang gadis cantik sedang rebahan di atas ranjangnya yang empuk sambil memainkan game di handphone nya.
Amora menghentikan permainannya ketika melihat bayangan dari luar. Amora beranjak dari kasur lalu mengambil pisau lipat dari laci meja belajarnya.
Amora jalan mendekati pintu balkon yang terbuat dari kaca dengan memegang pisau yang siap di tancapkan kepada orang yang telah berani memasuki mansion Aberald tanpa ijin.
Amora membuka pintu dan langsung mengarahkan pisau itu kepada orang tersebut
Hap ..
Prak ..
Orang itu menahan tangan Amora dengan gesit lalu membuang pisaunya.
"Ken!" Amora terbelalak
"Ya ini aku" Ken dengan muka kusut
"Kau tidak apa apa Ken?" Amora panik
"hm" Ken hanya berdehem
Lalu Amora menarik tangan Ken untuk masuk kedalam kamarnya.
Greep ..
Ken langsung memeluk Amora setelah berada di dalam kamar, Amora ingin melepaskan pelukannya tapi Ken tidak membiarkannya
"Sebentar saja" ucap Ken dengan memejamkan matanya
"Ada apa?" tanya Amora dengan menepuk nepuk punggung Ken
tidak ada jawaban dari Ken dia sedang merasakan kenyamanan, dan entah kenapa setelah memeluk Amora amarah Ken langsung hilang.
Setelah beberapa menit Ken tidak kunjung melepaskan Amora, Amora sedikit mendorong dada Ken yang bidang
"Ada apa hm? tanya Amora menangkup wajah Ken
"Tidak ada, aku hanya merindukanmu" Ken tidak berani menatap mata Amora
Amora tau ada sesuatu yang membuat Ken sampai nekat kesini malam malam apalagi sampai memanjat kamar Amora.
Mungkin Ken memiliki masalah tapi Amora tidak ingin menanyakannya lebih lanjut kalau Ken belum siap untuk bercerita Amora pun tidak akan memaksa dia memakluminya.
"Kau sudah makan?" tanya Amora yang melihat wajah Ken yang sedikit pucat
Ken menggeleng.
Amora menghela nafas
"Aku ambilkan dulu makan, tunggu disini jangan kemana mana" Amora keluar kamar tanpa mendengar jawaban dari Ken.
Setelah Amora kembali ke kamar membawa makan dan minum, dia melihat Ken sudah terlelap tidur di kasurnya.
Amora menyimpan makanan dan minumannya di atas meja sofa, lalu berjalan untuk membangunkan Ken.
Setelah ada di hadapannya Amora menjadi tidak tega untuk membangunkan Ken yang terlihat seperti kelelahan. Amora lalu membiarkan Ken tidur di ranjangnya dan menyelimutinya.
Amora mengambil selimut dan bantal lainnya yang ada di lemari lalu mulai membaringkan dirinya di sofa.
#bersambung
Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nya🤍
__ADS_1