Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
62


__ADS_3

Setelah selesai membeli sarapan untuk kekasihnya, Ken kembali dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Ken yakin Amora tidak mau makan makanan rumah sakit jadi dirinya membelikan makanan dari luar yang masih bisa dikatakan tetap sehat.


Sepanjang perjalanan Ken tidak pernah menghiraukan orang orang yang menatapnya dengan tatapan kagum menatap dirinya. Pikiran Ken saat ini hanya ingin segera sampai dan menemui kekasihnya.


Ceklek ..


Pintu ruangan Amora terbuka, Wilona, Diana Amora mengalihkan pandangan mereka menatap orang orang membuka pintu. Ken masuk dan langsung menghampiri Amora.


"Makan dulu" Ken


"Terimakasih" Amora


"Mom? Daddy dan yang lainnya kemana?" tanya Ken


"Mereka sudah berangkat untuk katanya ada hal penting, begitupun dengan mommy kamu Ken" Wilona


Ken menganggukkan kepala. Ken menatap Amora yang sedang berusaha untuk membuka bungkusan sarapannya yang sedikit kesusahan, karena dirinya masih sakit untuk menggerakkan tangan kirinya.


Ken langsung mengambil bungkusan tersebut lalu membukanya.


"Buka mulut mu" Ken


"Aku bisa sendiri Ken" ucap Amora malu karena disana tidak hanya ada dirinya dan Ken tetapi masih ada Mommy dan juga Omanya.


"Kau sudah mengenal aku bukan?" Ken menatap datar Amora.


Amora yang di tatap seperti itu langsung saja membuka mulutnya lalu Ken mulai menyuapi Amora. Sedangkan Diana dan Wilona hanya terkekeh melihat kelakuan Amora yang malu malu tapi mau.


"Ken apa ngga sebaiknya kamu pulang dulu untuk beristirahat?" Wilona


"Ken akan pulang sebentar lagi Mom, setelah Amora selesai makan" Ken


"Iya, jangan sampai nanti gentian sakitnya" Wilona


Ken terkekeh mendengar perkataan Wilona.


"Apa Dokter sudah memeriksa mu?" tanya Ken menatap Amora


"Sudah, Dokter bilang aku boleh pulang beberapa hari lagi karena hanya tinggal pemulihan saja dan untuk lukanya ini semakin membaik" ungkap Amora


"Syukurlah" Ken bernafas lega.


Setelah selesai Ken menyuapi Amora makan dan melihat Amora meminum obatnya, Ken pamit kepada mereka semua untuk pulang dulu dan sore dirinya akan kembali lagi. Dan sekarang di ruangan Amora hanya ada Wilona dan Diana yang menjaga Amora.


"Mora? Kau mencintai Ken" tanya Diana setelah kepergian Ken


"Kenapa berbicara seperti itu Oma?" tanya Amora heran


"Oma hanya ingin memastikan bahwa cucu Oma bahagia dengan pilihannya" Diana menatap Amora


"Oma mengkhawatirkan kebahagiaanku ya?" Amora tersenyum jahil


"Tentu saja gadis nakal" Diana menjitak pelan kepala Amora


"Ish Oma" cemberut Amora


Sedangkan Wilona tertawa kecil melihat Diana menjitak kepala Amora.

__ADS_1


"Mommy bahagia sekali melihat aku di tindas oleh Oma begini" gerutu Amora sambil mengusap usap kepalanya


"Jawab saja pertanyaan Oma Amora, jangan mengalihkan pembicaraan" Wilona


Amora menghela nafas. Lalu menatap Diana dan Wilona


"Amora nyaman setiap dekat dengan Ken Oma, Amora merasa terlindungi, jujur saja awalnya Amor tidak mencintai Ken karena Amora hanya ingin fokus kepada dendamku dulu" ucap Amora menatap Wilona dan Diana


"Tapi Ken selalu membuktikan bahwa dirinya benar benar mencintai Amora, hal itu membuat hati Amor goyah dan setiap Amora berdekatan dengan Ken jantung Amor selalu berdegup dengan Kencang. Amor pikir Amor telah jatuh cinta kepada Ken" lanjut Amora tersenyum membayangkan wajah Ken


"Syukurlah kalau kau benar benar bahagia bersama Ken, kami akan ikut bahagia jika kamu bahagia Amor" Diana


"Tentu saja Oma, Amor sangat bahagia bersama Ken" Amora tersenyum menatap Diana dan Wilona


"Kau tau Amor? Clara dan Mama nya mengalami kecelakaan tunggal hingga tewas?" Wilona memberitahu Amora


Amora membelalak terkejut.


"Bagaimana bisa Mom?" tanya Amora terkejut


"Kata polisi sih dia nyetir ugal ugalan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan polisi bilang ini kecelakaan tunggal karena polisi sudah mengecek seluruh cctv jalanan dan tidak menemukan bukti kejahatan apapun ini pure kesalahan Clara sendiri" Wilona


Amora tertegun. Dirinya merasa ada yang janggal.


"Mom bagaimana dengan orang yang telah menculik ku?" tanya Amora ketika mengingat tentang Clara yang meninggal.


"Ken sudah mengamankan mereka Amor jangan khawatir" Wilona mengusap kepala Amora lembut


Amora terdiam. Dia harus menanyakan kepada Ken langsung.


......................


Pemuda tersebut sudah menghubungi gadis tersebut karena semalam waktu mengantarnya pulang sempat bertukar nomor telepon.


"Maaf lama" ucap Tiara yang sudah ada di depannya


"Tidak apa apa, ini pake" Nathan mengulurkan tangannya memberikan helm untuk di pake Tiara


Tiara mengambil helm tersebut lalu memakainya dan mulai menaiki motor Nathan dengan berpegangan ke pundak Nathan.


Tidak berbeda jauh dengan Rasya yang menjemput Sindy karena sudah janji pula untuk menjemputnya. Teman teman Ken sudah janjian untuk bertemu di rumah sakit nanti sore.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di rumah sakit Nathan sudah memarkirkan motornya dan disana Dion serta David sudah menunggu kedatangannya.


"Lo jemput Tiara?" tanya Dion


Nathan mengangguk. Dan Dion memicingkan matanya menatap curiga temannya, tidak lama setelah Nathan memarkirkan motornya Rasya datang bersama Sindy.


Sindy turun dari motor dan menghampiri Tiara. Sedangkan Rasya memarkirkan motornya, lalu menghampiri teman temannya.


"Lo juga bareng Sindy?" tanya Dion


Rasya mengangguk. Dion memicingkan matanya melihat kedua temannya yang menjemput perempuan. Dugaan David benar bahwa kedua temannya ini sepertinya sedang jatuh cinta, terlihat dari wajah mereka yang berbinar bahagia menatap kedua perempuan yang ada di depannya.


"Tunggu apa lagi, ayo kita masuk" ajak David


Mereka semua mengangguk dan memasuki rumah sakit menuju ruangan Amora di rawat.

__ADS_1


Ceklek ..


Pintu terbuka, mereka masuk ke dalam. Mereka terkejut sekaligus bahagia melihat Amora yang sudah sadar.


"Moraa!" teriak Sindy berjalan cepat menghampiri Amora yang sedang menatap kedatangannya. Tiara menyusul langkah Sindy.


Sindy langsung memeluk Amora


"Mora gue bahagia banget lo udah sadar kembali Ra" Sindy


"Sshh" Amora meringis kecil ketika Sindy memeluknya sedikit erat


"Heh ogeb lepasin itu Mora kesakitan di peluk lo begitu" Tiara.


Sindy langsung melepaskan pelukannya dan menatap Amora


"Sorry Ra gue saking senengnya liat lo udah sadar" cengir Sindy dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tiara menatap Sindy malas. Sedangkan orang orang yang ada di ruangan Amora menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sindy.


"Ra gue seneng lo udah sadar kembali" ucap Tiara menatap Amora


"Terimakasih, Kalian sudah datang menjenguk ku" Amora


"Ae lah kaya kesiapa aja lo, kita itu besti jadi sudah seharusnya saling memperdulikan teman" ucap Sindy tersenyum


"Iya bener Ra, mereka berdua selalu ngerekek pengen jenguk lo" ucap David menyahuti Sindy


Amora tersenyum menatap teman teman Ken


"Thanks" ucap Amora kepada teman teman Ken


Sedangkan teman teman Ken merasa bingung kenapa Amora tiba tiba mengatakan terimakasih. Tapi mereka hanya mengangguk menanggapi ucapan Amora dan tersenyum.


"Ekheem .. Kalian melupakan kami?" tanya Wilona yang sedang duduk di sofa sambil bersedekap dada.


Mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka menatap Wilona. Mereka semua tersenyum canggung setelah melihat keberadaan Mommy dan Oma nya Amora.


"Siang Oma siang Tante" sapa mereka semua dengan menunjukan senyuman terbaik mereka


Wilona dan Diana menggelengkan kepala. Mereka berdiri dari duduknya lalu menghampiri Amora.


"Sayang Mommy sama Oma pulang dulu ya, sebentar lagi Ken juga akan kesini" Wilona


"Iya Mom"


Wilona menatap teman teman Ken dan teman teman Amora.


"Tante titip Amora ya sebelum Ken datang" Wilona


"Siap tante, Amora aman bersama kami" ucap David di benarkan oleh teman temannya.


Wilona mengangguk.


"Yasudah kalau begitu kami akan pulang dulu. Terimakasih sebelumnya"


"Sama sama tan" jawab mereka.

__ADS_1


Wilona dan Diana berjalan ke arah pintu dan meninggalkan Amora bersama teman temannya.


#bersambung


__ADS_2