Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
23


__ADS_3

Tok ..


Tok ..


Tok ..


Maid itu mengetuk pintu kamar Wilona


Wilona berjalan ke arah pintu lalu membukanya


"Ada apa Bi?" tanya Wilona


"Dibawah ada teman temannya Nona Amora dan Tuan muda Ken" ucap Maid


"Saya akan turun, tolong jamu dulu mereka ya Bi" Wilona


"Baik Nyonya" Maid


Setelah mengetahui mansion nya kedatangan teman teman Amora, Wilona langsung turun ke bawah untuk menemuinya.


"Ken" sapa Wilona


"Tante" ucap Ken yang langsung berdiri di ikuti oleh teman temannya ketika melihat Wilona menghampirinya


"Hay tan" sapa David


"Halo" Wilona menyapa balik David


"Tan mereka teman teman Ken, mereka ikut untuk menjenguk Amora" ucap Ken memperkenalkan temannya.


"Hay tante saya Rasya" ucap Rasya


"Saya Dion tan" Dion


"Saya Nathan" Nathan tersenyum


"Saya David tante" ucap David


Mereka semua memperkenalkan diri mereka masing masing kepada Wilona.


"Saya mommy nya Amora, panggil tante Wilona saja" Wilona memperkenalkan dirinya


"Kalo begitu, di makan dan di minum dulu jamuannya tante panggil dulu Amora" ucap Wilona kepada Ken dkk


"Baik tan" ucap mereka sedangkan Ken hanya mengangguk


Wilona meninggalkan mereka berjalan menuju tangga untuk memanggil Amora.


"Sayang" panggil Wilona dari balik pintu kamar Amora


"Iya mom sebentar" ucap Amora dari dalam kamar


Tak lama pintu terbuka memperlihatkan Amora yang baru bangun tidur terlihat dari rambut yang berantakan.

__ADS_1


"Sayang ada teman teman kamu di bawah?" Wilona


Amora mengernyitkan dahinya. teman? Siapa pikirnya. Dari pada penasaran Amora menanyakannya langsung


"Siapa mom?" tanya Amora


"Itu Ken dan teman temannya" Wilona


"Oh" Amora manggut manggut


"Iya sayang ayo turun" ajak Wilona


"Mommy duluan saja Amor mau ke kamar mandi dulu" ucap Amora


"Yasudah mommy tunggu di bawah" Wilona meninggalkan Amora yang masih di ambang pintu pintunya.


Karena Amora dilarang dulu untuk mandi jadi dia hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja lalu mengganti pakaiannya dengan piyama lengan panjang dan celana panjang berwarna pink bergaris kotak kotak dan bergambar teddy bear lalu mengikat rambutnya asal.


Setelah selesai dengan semuanya Amora berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Ken dan teman temannya.


Amora menuruni tangga dapat dilihat disana Ken dan teman temannya sedang mengobrol bercanda bersama Wilona. Ralat mungkin hanya teman temannya sedangkan Ken hanya diam.


Ken yang sudah menyadari kedatangan Amora dia menoleh dan menatap Amora, Ken tertegun "menggemaskan" pikirnya walaupun masih ada sedikit ruam merah di sekitar wajahnya kecantikan Amora tetap terpancar.


Teman teman Ken mengikuti arah pandang Ken yang tidak lepas dari objek tersebut dan mereka pun ikut tertegun melihat Amora yang berpakaian seperti itu serta rambut yang di ikat asal "menggemaskan" pikir mereka.


Ken yang melihat teman temannya tidak mengalihkan pandangan dari gadisnya menggeram tertahan.


"Alihkan pandangan kalian" geram Ken tertahan


Sedangkan Wilona melihat keanehan Ken dan teman temannya menengok ke belakang ternyata di sana sudah ada Amora berdiri di belakang Wilona.


"Sayang kemari lah" Wilona mengajak Amora untuk ikut bergabung bersama teman teman Ken.


Amora menuruti Wilona untuk duduk di dekat Ken. Dari jarak yang sangat dekat Ken dapat mencium wangi cokelat dari tubuh Amora, hal itu membuat Ken nyaman.


"Teman teman mu menceritakan kalo kamu pernah menolong mereka saat musuhnya menghadang mereka apa benar? Tanya Wilona


Amora menatap teman teman Ken yang sedang menatapnya lalu Amora mengangguk membenarkan pertanyaan Wilona


"Tapi kamu tidak ada yang luka kan? Tanya Wilona yang membulak balikan wajah Amora


"Aku tidak apa apa mom, lagian itu sudah lama" jawab Amora


"Tante kayanya salah nanya orang" ucap Dion


"Maksud kamu?" tanya Wilona tidak mengerti


"Yang harus di tanya keadaannya bagaimana itu Gery orang yang menghadang kita" ucap Dion terkekeh


"Memang kenapa dengan dia?" tanya Wilona lagi


"Tante tau, anak tante ini sudah mematahkan tangan anak orang lain tidak hanya satu tante tapi delapan tan delapan orang" ucap David

__ADS_1


Wilona kaget menutup mulut dengan tangannya lalu menatap Amora meminta penjelasan.


Amora yang di tatap seperti itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan oleh teman temannya Ken.


"Kenapa kau tidak membuatnya masuk rumah sakit saja sekalian?" ucap Wilona di luar dugaan


Mendengar ucapan Wilona teman teman Ken membelalakan matanya. Kenapa ibu sama anak sama sama kejamnya, pikir mereka. Kecuali Ken


Ken yang sudah sedikit lebihnya tau dengan sifat Wilona hanya terkekeh.


Pintu mansion terbuka, terlihat seorang pria paruh baya yang diusianya telah menginjak kepala empat tapi masih terlihat tampan dan gagah memasuk mansion nya.


Arshan heran di luar banyak motor terparkir siapa yang bertamu pikirnya, setalah masuk dan melihat langsung Arshan sedikit terkejut kenapa banyak pemuda tampan dirumahnya.


Wilona menghampiri suaminya yang sudah pulang dari kantor dan memberitahukan kepada suaminya siapa mereka dan tujuan kemari untuk apa.


Arshan hanya mengangguk saja lalu menghampiri mereka. Teman teman Ken menyapa dan memperkenalkan diri mereka masing masing, setelah itu Arshan naik ke atas terlebih dahulu untuk istirahat.


"Sebelum kalian pulang makan malam dulu ya kebetulan ini sudah waktu makan malam" ajak Wilona


"Apa tidak merepotkan tan?" tanya Nathan


"Tidak sama sekali, tante tinggal sebentar ya" pamit Wilona untuk menyusul suaminya


Setelah kepergian Wilona tinggallah sekarang Amora, Ken dan teman temannya


"Ra lo udah baikan?" tanya David


"Seperti yang kamu liat" ucap Amora santai


"Ck lo sama aja sama itu orang, nyebelin kalo ditanya tuh" gerutu David


"Siapa?" tanya Amora bingung


"Siapa lagi kalo bukan pacar lo" ucap David


Amora menatap Ken, sedangkan orang yang ditatap hanya acuh. Amora memutar bola mata malas melihat Ken yang acuh.


"Asal kalian tau kami itu ti.." ucapan Amor terpotong karena Ken berbicara


"Sepertinya makan malam sudah siap" ucap Ken menyanggah perkataan yang akan di katakan oleh Amora.


Sedangkan Amora hanya berdecak sebal, dan Ken menanggapinya hanya tersenyum pongah.


"Ayo kita makan gratis" ucap Dion


"Urusan makan sama gratisan aja lo nomer satu, heran gue" ucap Rasya


"Ya iyalah kalo ada yang gratis kenapa harus di sia siakan" ucap Dion lalu berjalan ke meja makan menghampiri Wilona yang sedang menata makanannya.


Makan malam pun dimulai, mereka semua menikmati makan malam di selingi dengan candaan yang dikeluarkan oleh David dan Dion.


Arshan tidak membatasi pergaulan Amora, yang penting Amora senang, bahagia dan nyaman berteman dengan mereka Arshan tidak akan melarang nya.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai, Ken dan teman temannya berpamitan untuk pulang tidak lupa juga mengucapkan terimakasih atas makan malamnya.


#bersambung


__ADS_2