
Setelah selesai acara di mansion Aberald Ken tidak langsung pulang tapi dia melipir dulu ke markasnya.
Ken turun dari mobil, lalu berjalan dengan langkah tegap memasuki markasnya untuk menuju ruang gelap.
Ceklek ..
Ken membuka pintu ruangan gelap. Ken melihat seorang pria paruh baya yang sedang menunduk dengan posisi kaki dan tangannya terikat oleh rantai.
Tap
Tap
Tap
Langkah suara kaki Ken menggema di ruangan tersebut. Membuat pria paruh baya itu mendongak menatap Ken
Ken melihat dari sorot matanya ketakutan, marah dan juga benci, tentu saja Ken tidak memperdulikan itu semua. Ken menghampiri pria paruh baya tersebut lalu berjongkok menyamai tingginya.
"Aku mempunya kejutan untukmu pa tua" Ken tersenyum menyeringai
Ken merogok handphone dalam sakunya lalu memperlihatkan video yang membuat Bram menangis histeris.
"KENAPA KAU MEMBUNUH ANAK DAN ISTRIKU?! KAU BENAR BENAR IBLIS!!" teriak Bram ketika selesai melihat video yang Ken putar
Ken tertawa terbahak bahak, sedangkan Bram menatapnya dengan tatapan yang tajam dengan mata yang memerah. Ken memberhentikan tawanya lalu menatap Bram
"Lalu bagaimana denganmu yang telah menghabisi keluarga Liston?" ucap Ken menatap tajam Bramana
Deg ..
"Kau sama iblisnya dengan ku, bukan begitu pak tua?" ucap Ken tersenyum smirk ketika melihat Bramana terdiam.
"Aku datang kesini hanya ingin memberikan kejutan itu saja kepadamu. Dan aku rasa kau menikmati kejutan dariku" Ken terkekeh melihat ekspresi wajah Bram
Ken langsung berbalik melangkah meninggalkan Bram yang terus mengumpat dirinya.
"BRENGSEK!! BAJINGAN! KAU IBLIS!! AAAAAAARGHH!!" teriak Bram frustasi
Sedangkan Ken tersenyum smirk ketika mendengar teriakan Bram dari dalam. Ken langsung kembali menuju mobilnya dan pergi meninggalkan markasnya.
......................
Di sisi lain
Seorang pemuda sedang menunggu kedatangan gadis yang akhir akhir ini membuatnya dirinya tertarik.
"Hay. Nunggu lama?" tanya gadis tersebut menepuk pundak pemuda yang ada di atas motor
Pemuda itu menengok dan ternyata gadis yang dia tunggunya.
"Ngga, ayo naik" ajak pemuda tersebut
Perempuan itu mengangguk lalu menaiki motor pemuda tersebut dengan memegang pundaknya.
"Udah?"
"Udah" jawab gadis tersebut.
Di perjalanan mereka menikmati indahnya malam yang bertabur banyak bintang di langit. Tidak hanya bintang yang banyak tapi orang orang pun sama banyaknya di sepanjang jalan, jalanan sangat ramai mungkin ini hari weekend jadi ramai.
Pemuda tersebut memasuki kawasan pasar malam. Dirinya memarkirkan motornya lalu mengajak gadis tersebut untuk masuk.
"Ayo masuk" ajak pemuda tersebut
__ADS_1
Sedangkan perempuan tersebut masih menatap kagum suasana yang ada di depannya.
"Kenapa? Lo gasuka ya di bawa ke tempat beginian?"
Gadis itu langsung menggeleng
"Gue suka, ini pertama kali gue kesini" ucap gadis tersebut menatap banyak sekali yang berjualan makanan.
Pemuda itu tersenyum lalu menarik tangan gadisnya untuk masuk. *heh gadisnya?
Ke dua muda mudi tersebut memasuki kawasan bazar makanan. gadis itu bingung dia harus membeli apa, pasalnya dia tidak tau makanan mana saja yang enak.
"Kenapa?" tanya pemuda itu heran
"Itu eum gue ga gatau makanan mana yang enak"
"Sini ikut gue" ajak pemuda tersebut menarik tangan gadis tersebut lembut.
Sedangkan gadis tersebut hanya menurut dan mengikuti langkah kaki pemuda tersebut.
"Bang? baso bakar, sosis bakar di bungkus ya masing masing 10"
"Siap Den, di tunggu ya"
"Lo gak salah beli banyak banget?" tanya gadis tersebut
"Ngga. Lo cobain nanti pasti lo ketagihan"
Gadis itu mengangguk, matanya menatap semua stan penjual makanan. begitu banyak orang dan banyak anak anak juga yang datang. Tempat ini seru pikir gadis tersebut.
"Ini Den pesanannya" penjual itu memberikan dua bungkus plastik sosis dan bakso bakar
"Berapa bang?"
"Ambil aja Bang kembaliannya" Pemuda itu memberikan uang selembar berwarna merah.
"Yang bener Den?"
"Iya Bang"
"Alhamdulillah, terimakasih ya Den Abang doain semoga hubungan kalian awet sampai Kakek Nenek
"Aamiiiiiin. Makasih Bang" ucap pemuda tersebut tersenyum pongah
Sedangkan gadis yang ada di hadapannya tersenyum canggung sekaligus malu.
"Hubungan apaan, kita aja gada hubungan" batin gadis tersebut.
"Ayo, kita duduk di sana" ajak pemuda tersebut
Gadis itu mengangguk. Dan sekarang mereka sedang menikmati bakso bakar dan sosis bakar yang mereka baru beli sambil menatap orang orang yang berlalu lalang di depannya.
"Gimana? Enak?" tanya pemuda tersebut
"Enak banget" ucap gadis itu dengan mata berbinar
Pemuda tersebut terkekeh
"Abisin"
"Lo gak mau?"
"Gue masih kenyang"
__ADS_1
"Yaudah gue abisin"
Gadis tersebut benar benar membuktikan ucapannya untuk menghabiskan semua sosis bakar dan bakso bakar yang di belinya.
"Kenyang?"
"Hm, perut gue begah. Ini kekenyangan" ucap gadis tersebut
Pemuda itu tertawa kecil, lalu berjalan menuju stan penjual minuman. Setelah mendapatkannya pemuda tersebut memberikannya kepada gadis yang ada di depannya.
"Minum"
"Terimakasih" gadis tersebut langsung mengambil dan meminum minuman yang berikan oleh pemuda tersebut.
Pemuda tersebut melihat bekas makanan yang masih tersisa di sudut bibir gadis tersebut dirinya refleks langsung membersihkan dengan ibu jarinya.
Gadis itu tertegun, ketika pemuda yang ada di hadapannya membersihkan sisa makanan yang membekas di bibirnya.
Pemuda tersebut langsung tersadar dan melepaskan tangannya dari sudut bibir gadis itu.
"Eum .. Sorry gue refleks"
"Ngga apa apa, ngomong ngomong terimakasih ya udah ngajak gue kesini" ucap gadis tersebut mengalihkan pembicaraan agar tidak canggung dan dirinya berusaha untuk menormalkan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang.
Ya kali dirinya tidak baper ketika pria tampan mengusap sisa makanan yang ada di bibirnya. Tentu saja jantungnya tidak aman.
"Lo baru kesini?"
"Iya gue baru kesini, gue udah penasaran dari lama tempat beginian cuman nyokap dan bokap selalu melarang gue untuk datang kesini"
"Apa gak masalah lo dateng kesini bareng gue?"
"Asal mereka tidak tau, maka tidak akan masalah" ucap gadi itu tersenyum
Pemuda itu ikut tersenyum ketika melihat gadis di depannya tersenyum.
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap pria tersebut menatap gadis yang ada di depannya
"Apa?" gadis tersebut menatap kembali pemuda tampan yang ada di hadapannya.
Pemuda tersebut berusaha untuk tidak gugup. Dia meraih tangan gadis itu dan menatapnya. Membuat jantung gadis tersebut kembali berdetak dengan kencang
"Gue suka sama lo, lo mau jadi pacar gue?" tanya pemuda tersebut
Sedangkan wanita tersebut malah bengong menatap pemuda tersebut.
"Tiara lo mau jadi pacar gue?" tanya pemuda tersebut lagi
"Ah, iya gue mau" jawab Tiara
"Lo serius?"
"Iya Nath gue mau jadi pacar lo" ucap Tiara
Tentu saja Tiara tidak akan menolak, Nathan telah menjadi Crush nya sejak dirinya duduk di bangku kelas 11
Grep
Nathan langsung memeluk Tiara. Sedangkan Tiara sudah memejamkan matanya merasakan jantungnya berdetak sangat kencang.
"Thanks" Nathan
"Hm" Tiara membalas pelukan Nathan
__ADS_1
#bersambung