
Teman teman Ken, Tiara dan Sindy sudah sampai di parkiran rumah sakit, mereka masih menunggu kedatangan Ken dan juga Nathan.
Beberapa menit mereka menunggu, Ken dan Nathan datang bersamaan dengan kendaraan yang berbeda. Mereka berdua memarkirkan kendaraannya lalu turun dari motor dan mobilnya.
Ken langsung masuk rumah sakit tanpa mau basa basi terlebih dulu kepada teman temannya. Karena Ken sudah masuk lebih dulu ke dalam jadi teman temannya menatap Nathan menunggu kabar darinya.
"Bagaimana?" tanya Rasya
"Beres" ucap Nathan menatap salah satu gadis cantik yang ada di hadapannya
Rasya mengangguk. Sedangkan Sindy dan Tiara di buat bingung oleh mereka, Sindy dan Tiara tidak mengerti mereka sedang membahas masalah apa.
"Ayo kita masuk" ajak Sindy
Mereka semua mengangguk lalu berjalan memasuki rumah sakit.
Ceklek ..
Pintu terbuka dari luar. Ken memasuki kamar inap Amora, Ken sempat terkejut ketika melihat ada Oma dan Opa nya Amora di sini.
"Ken?" panggil mereka
"Oma, Opa, Mom" Ken berjalan menghampiri mereka
"Duduklah" Wiliam menyuruh Ken untuk duduk
Ken mengangguk.
"Kau habis menghadiri acara kelulusan sekolah Ken?" tanya Wilona
"Hm" Ken
Mereka semua mengangguk.
"Sejak kapan Oma dan Opa di sini?" tanya Ken menatap Diana dan Wiliam
"Tadi sore, dan kami langsung kemari untuk melihat keadaan cucu kami" jawab Wiliam menatap Amora sendu.
Begitupun dengan Ken yang menatap Amora dengan raut kesedihan dan kerinduan. Tidak lama mereka mengobrol pintu ruangan Amora terbuka dan tampaklah teman teman Ken, Sindy dan Tiara berdiri dia ambang pintu.
Oma Opa dan Wilona menengok ke arah pintu terbuka. Wilona tersenyum menatap kedatangan teman teman Ken tapi Wilona heran dengan kedatangan kedua gadis yang Wilona tidak kenal. Tapi wilona merasa familiar dengan salah satu gadis yang memakai gaun sabrina dan rambut yang di gerai.
Berbeda dengan Diana dan Wiliam yang tidak mengenali para pemuda dan kedua gadis yang masuk ke ruangan Amora.
"Apa kalian masih mau berdiri disana?" tanya Wilona heran
Mereka tersenyum canggung, mereka memasuki ruang Amora dan menghampiri Wilona yang sudah berdiri bersama pasangan paruh baya.
Wilona yang melihat mertuanya bingung melihat teman teman Ken, dia langsung memperkenalkannya.
"Pa, Ma. Ini teman teman Ken sekaligus teman Amora juga di sekolah" Wilona memperkenalkan mereka. Wiliam mengangguk sedangkan Diana tersenyum menatap teman teman Amora.
Sedangkan Wilona menatap kedua gadis tersebut bingung karena setau nya Amora tidak memiliki teman perempuan.
"Saya Sindy tante, teman sekelas Amora" Sindy langsung memperkenalkan diri ketika menatapnya keherenan begitupun Tiara. Dan Wilona tersenyum
"Saya Tiara teman sekelasnya Amora juga tan" Tiara
"Ah saya ingat, kamu yang pernah menolong anak saya dengan meminjamkan mobil waktu keracunan makanan kan?" tanya Wilona
"Iya tante" Tiara tersenyum.
Wilona tersenyum menatap Tiara
__ADS_1
"Tan bagaimana keadaan Amora?" tanya Tiara
Semua mengalihkan pandangannya menatap Amora yang masih tidur menyamping
"Masih belum ada perubahan" Wilona menatap Amora berkaca kaca.
"Kita mendoakan untuk kesembuhan Amora tante" ucap Tiara
"Terimakasih" Wilona tersenyum.
"Oma, Opa dan Mommy sebaiknya kalian pulang dan beristirahat saja biar Ken yang menjaga Amora" Ken
Wiliam dan Diana setuju, karena dia juga perlu istirahat apa lagi sudah menempuh perjalanan jauh mereka tidak sempat untuk beristirahat.
"Terimakasih Ken" Wilona
"Ken kami pulang dulu, kalau ada apa apa segera hubungi kami" Wiliam
"Baik Opa" Ken
Teman teman Ken mengangguk.
Diana,Wiliam dan Wilona pergi dari ruangan Amora. Kini di ruangan Amora hanya tersisa Ken dan teman temannya serta Tiara dan Sindy.
"Apa pelaku penculikan Amora sudah tertangkap?" tanya Sindy memecah keheningan
"Sudah" jawab Dion
"Siapa?" tanya Tiara
"Bramana Listanto" jawab Nathan
Sindy dan Tiara terkejut, mereka mengenal nama Bramana Listanto karena namanya sudah cukup terkenal karena bisnisnya yang maju.
Mereka mengangguk.
Sindy dan Tiara kembali terkejut mengetahui fakta tersebut. Pikir mereka kenapa sampai menculik Amora.
"Apa ini gara gara masalahnya dengan Clara waktu itu?" Tiara
"Bukan hanya itu, Amora dan Bram memang sudah terikat sejak dulu untuk saling membunuh" jawab Rasya membuat mereka semua terdiam.
Ken hanya mendengar obrolan teman temannya, sedangkan dirinya sibuk mengelus elus tangan Amora dan merapikan anak rambut yang jatuh mengenai wajahnya.
"Bagaimana bisa?" tanya Sindy
Rasya mengedikan bahunya, dan teman temannya langsung menyibukkan diri mereka ketika Sindy tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.
"Apa sudah dimasukan ke penjara?" tanya Tiara
"Itu bukan ranah kita untuk menghakimi Bram, biar Amora yang memutuskannya nanti" ucap Nathan
Tiara dan Sindy mengerti. Mereka tidak bertanya lebih lanjut lagi. Tiba tiba Tiara teringat tentang video yang di putar waktu di acara perpisahan sekolah tadi.
"Jangan bilang video yang di tayangkan tadi soal Clara kerjaan kalian juga?" Tiara memicingkan mata
Mereka semua mengangguk. Tiara dan Sindy terbelalak.
"Yang benar saja" Sindy dan Tiara tidak habis pikir.
Tidak lama terdengar bunyi handphone berdering Dan handphone yang berdering itu milik Tiara, Tiara langsung keluar dari ruangan untuk mengangkat panggilannya.
Setelah mematikan Handphone nya, Tiara masuk kembali ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Sin gue pulang duluan ya nyokap nyuruh gue pulang" ungkap Tiara
"Kalau gitu gue juga balik, nanti kita balik lagi kesini buat jenguk Amora" ucap Sindy dan Tiara mengangguk menyetujui.
"Kita balik duluan" ucap Sindy menatap teman teman Ken.
"Yaudah kalau gitu gue juga balik" ucap Dion
"Yaudah kita balik aja, besok kita kesini lagi jenguk Amora" David
Mereka mengangguk setuju. Lalu mereka bangkit dari duduknya dan menghampiri Ken untuk berpamitan.
"Ken kita balik dulu" pamit Rasya
"Hm"
Sebelum pergi Sindy dan Tiara menatap Amora dan mengusap kaki Amora lembut
"Cepet bangun Ra, kita sepi gada lo walaupun lo ga banyak ngomong tetep aja ada yang kurang kalau lo gada" Sindy menunduk tidak tega melihat keadaan Amora begitupun Tiara yang sudah mengusap kedua pipinya karena menangis.
"Ayo" ajak Rasya
Sindy mengangguk, mereka mulai meninggalkan Ken dan Amora berdua di ruangan tersebut.
Diparkiran rumah sakit, Sindy dan Tiara bingung mereka pulang bagaimana. Karena ini sudah malam dan taksi pun sudah jarang kalau malam.
Teman teman Ken melihat kegelisahan dari Sindy dan Tiara langsung saja menanyakannya.
"Kenapa?" tanya david
"Gue bingung pulang, taksi jam segini sudah jarang" keluh Sindy
Sebelum David menjawab Seseorang langsung menyahutinya
"Biar gue yang anter" Rasya
David dan Dion langsung menatap Rasya, sedangkan Rasya tidak menghiraukannya.
"Apa ga ngerepotin lo?" Sindy tidak enak
"Ayo masuk, gue nawarin cukup sekali kalau lo ngomong lagi gue tinggal lo disini" ancam Rasya
"Ck! Niat ga niat nganter lo" Sindy berdecak kesal tak ayal dirinya memasuki mobil Rasya dengan menggandeng tangan Tiara.
Sindy sudah memasuki mobil Rasya di bagian depan, saat Tiara akan membuka mobil Rasya di bagian belakang tangannya di tahan oleh tangan seseorang.
"Lo pulang bareng gue" ucap pemuda tersebut lalu menarik tangan Tiara dan memasukannya ke dalam mobil bagian depan.
Dion dan David di buat heran oleh kedua temannya. Setelah Nathan memasukan Tiara ke dalam mobil Nathan melempar kunci motornya kepada Dion
"Lo berdua balik pake motor gue" ucap Nathan sebelum menutup pintu mobilnya.
"Ck! Kenapa dengan mereka berdua?" tanya heran David ketika melihat kepergian mobil Rasya dan mobilnya yang di pake oleh Nathan.
"Gue curiga mereka sedang jatuh cinta" ungkap Dion tersenyum miring
David mengangguk lalu menatap Dion, David langsung merebut kunci motor Nathan dan menaiki motor Nathan.
"Cepet naik ege, gue udah pengen pulang" ucap David menyadarkan Dion yang masih menatap kepergian mobil Nathan dan Rasya
Dion langsung menghampiri David lalu menaiki motor dan duduk di bagian jok belakang.
#bersambung
__ADS_1