Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
32


__ADS_3

Beberapa menit perjalanan akhirnya Amora sampai di mansion nya, jarak antara mansion Amora dan Kayla memakan waktu sekitar 15 menit.


Amora turun dari mobilnya setelah dia memarkirkannya lalu masuk ke dalam dengan membawa paper bag yang isinya kue pesanan Wilona.


Di lihat tidak ada mommy nya di ruang tamu ataupun di ruang tv Amora menanyakannya kepada Maid


"Bi" panggil Amora


Mendengar Amora memanggil Maid, salah satu maid langsung menghampirinya


"Apa membutuh sesuatu Nona?" tanya Maid


"Tidak, mommy dimana?" tanya Amora


"Nyonya ada di dalam kamarnya Non" jawab Maid


Amora hanya mengangguk


"Kalo begitu tolong simpan ini dan nanti tolong berikan kepada mommy" Amora mengulurkan tangannya memberikan paper bag tersebut.


"Baik Nona" ucap Maid langsung mengambil paper bag yang di berikan oleh Amora


Setelah maid menerima paper bag nya Amora berjalan meninggalkan Maid tersebut lalu berjalan menaiki anak tangga dan memasuki kamarnya


Di rasa badannya terasa lengket Amora langsung memasuki kamar mandi lalu membersihkan dirinya, setelah beberapa menit selesai dengan ritual mandinya Amora keluar dengan menggunakan piyama tidur lengan pendek dan celana pendek.


Belum sempat menuju tempat tidurnya pintu kamar Amora ada yang mengetuk


Tok ..


Tok ..


Tok ..


Amora bejalan membuka pintunya


Ceklek ..


"Ada apa mom?" tanya Amora


"Ada Ken di bawah sayang, ayo siap siap" ucap Wilona


Amora mengernyitkan dahinya, setelah beberapa detik Amora baru teringat bahwa Ken tadi sore mengatakan dia akan menjemputnya nanti malam.


Ken sendiri pun sudah ijin kepada Wilona untuk mengajak Amora pergi ke luar.


"Baik mom" ucap Amora dan Wilona langsung meninggalkan kamar Amora


Hanya butuh beberapa menit Amora siap siap, dia hanya mengganti baju dengan pakaian casual kaos putih bawahan celana jeans denim yang menggantung di mata kaki dipadukan dengan cardigan dan sepatu yang senada dengan bajunya.


Amora pun tidak memakai make up hanya mengenakan pelembab wajah, bedak dan lip tint hanya ke tiga itu saja Amora sudah sangat cantik


Setelah di rasa beres semuanya Amora berjalan menuruni anak tangga di sana sudah ada Wilona dan Ken yang sedang menunggu Amora.


Ken yang menyadari kedatangan Amora dia menatap Amora dari atas sampe bawah dia tertegun.


"Cantik" gumam Ken yang terdengar oleh Wilona


"Anak tante memang cantik Ken" bisik Wilona di telinga Ken sambil tersenyum


Sedangkan Ken tersenyum kikuk dan mengusap tengkuknya setelah Wilona membisikkannya.


Melihat tingkah Ken yang malu Wilona hanya tersenyum geli


"Mom" sapa Amora

__ADS_1


"Sayang, Ken sudah izin sama mommy ingin mengajakmu keluar" Wilona


Amora hanya mengangguk.


"Tan kita berangkat dulu" pamit Ken


"Hati hati, jangan terlalu malam pulangnya" Wilona


Mereka berdua mengangguk lalu pergi meninggalkan mansion Aberald.


Di sepanjang perjalanan mereka menikmati indahnya suasana malam.


"Ken kau mau mengajakku kemana?" ucap Amora mencondongkan badannya dan sedikit berteriak


"Nanti juga kamu tau" jawab Ken


Amora hanya mengangguk. Di sepanjang perjalan mereka tidak mengobrol karena mengobrol pun percuma yang ada tenggorokan mereka akan sakit karena setiap bicara harus sedikit berteriak.


Beberapa menit mereka sudah sampai tujuan. Ken membawa Amora ke bukit dengan pemandangan yang sangat indah apa bila di lihat saat malam hari


Amora turun dari motor Ken dan melepaskan helmnya.


"Bagaimana?" tanya Ken


"Ini sangat indah Ken" jawab Amora dengan mata yang menatap pemandangan di depan sana


"Kamu menyukainya?" tanya Ken lagi


Amora mengangguk. Ken tersenyum melihat respon Amora


"Ayo" ajak Ken menarik lembut tangan Amora


Dan Amora hanya mengikutinya. Ken dan Amora berjalan semakin dekat dengan ujung bukit untuk lebih jelas melihat pemandangan yang indah didepan sana.


"Kamu tau? Aku pernah memiliki pengalaman yang buruk, jika dia tidak menolongku aku tidak tau bagaimana nasibku sekarang entah masih ada atau tiada" Ken memecah keheningan


Sedangkan Amora hanya menatap mata Ken. Lalu Ken melanjutkan ceritanya lagi


"Dia gadis kecil pemberani, dia yang sudah menolongku waktu aku diculik oleh pesaing bisnis orangtuaku" lanjut Ken bercerita


Flashback on


Ken menunggu jemputannya di depan sekolah, lama menunggu jemputan Ken tidak datang juga dia berniat untuk mencari taksi atau angkutan umum.


Ken berjalan menuju halte, tanpa Ken sadari mobil berwarna hitam mengikutinya. Di perjalanan menuju halte mobil hitam itu berhenti di depan Ken lalu membawa Ken masuk kedalam mobil.


Sekuat tenaga Ken memberontak pun dia tetap kalah, kalah jumlah dan kalah tenaga. Ken di bawa ke tengah hutan oleh para penculik.


Saat di perjalan Ken diberikan obat bius agar dia tidak terus memberontak. di tengah hutan itu ada sebuah rumah tua yang sudah tidak terpakai dan para penculik itu membawa Ken kesana.


Saat Ken sadar keadaan tangan dan kaki Ken sudah di ikat. Ken mencoba melepaskan ikatannya tapi sayang ikatan itu sangat kuat.


Ken berusaha untuk berteriak meminta tolong tapi sayang disini tidak ada orang selain penculik yang berjaga di depan


"TOLOOOOOONG! TOLOOOOONG!" teriak Ken berusaha meminta tolong


Setelah Ken meminta tolong tidak lama pintu dibuka dengan kasar


"DIAM KAU, PERCUMA SAJA KAU MEMINTA TOLONG TIDAK AKAN ADA ORANG YANG DAPAT MENOLONG MU! HAHAHA" penculik itu mentertawakan Ken yang meminta tolong lalu menutup pintu kembali


Ken baru teringat dia memakai kalung pemberian daddy nya untuk berjaga jaga jikalau Ken dalam bahaya.


Dalam batin Ken semoga daddy nya cepat menyadarinya kalo dirinya diculik setelah dia menyalakan tanda bahaya di kalungnya.


Sudah satu hari Ken di sekap oleh mereka tanpa diberikan makan dan minum, Ken tidak patah semangat dia berusaha untuk meminta tolong lagi semoga ada keajaiban pikirnya.

__ADS_1


"TOLOOOOOOONG! TOLOOOOONG! TOLOOOONG" teriak Ken dari dalam, seakan patah semangat Ken berhenti untuk meminta tolong. Tapi saat ken tidak lagi meminta tolong terdengar suara perempuan dari luar


"Halo apa ada orang di dalam?" tanya perempuan itu dari luar


Ken yang mendengar pertanyaan itu langsung saja menjawab


"IYA TOLONG KELUARKANKU DARI SINI!" ucap Ken sedikit lega


Tidak lama pintu terbuka, gadis itu melihat anak laki laki yang seumuran dengannya, keadaan yang menghawatirkan wajah yang pucat tangan dan kaki yang terikat.


"Kenapa kau bisa terikat disini?" tanya gadis kecil itu sambil membuka ikatan tangan dan kaki Ken


"Aku di culik" jawab Ken


"Kalo begitu ayo kita keluar sebelum mereka datang" ucap gadis itu


"Apa diluar tidak ada orang?" tanya Ken


"Aku tidak melihatnya makanya aku masuk setelah kau meminta tolong, kalo begitu ayo kita keluar dari sini" jawab gadis itu


Ken dan gadis kecil itu keluar dari sana berlari dengan sekuat tenaga, tapi sayang di tengah pelariannya mereka bertemu dengan para penculik itu.


Melihat itu Ken dan gadis kecil itu berlari memasuki hutan lagi.


"Brengsek! Cepat kejar anak itu dan jangan sampai membiarkan mereka lolos!" ucap salah satu penculik


Mereka mengejar Ken dan gadis itu, sedangkan Ken dengan kondisi yang mengkhawatirkan sudah tidak sanggup untuk berlari. Mereka berhenti sejenak setelah berlari sedikit jauh dari para penculik.


"Kau bersembunyi saja, biar aku yang mengalihkan mereka" ucap gadis itu


"Tidak bisa, nanti kalau kau tertangkap bagaimana?" Ken yang khawatir dengan gadis itu


"Mereka hanya menginginkan mu bukan aku" jawab gadis itu sedikit emosi


Ken terdiam sedikit dibentak oleh gadis di depannya


"Lihat keadaanmu sekarang tidak memungkinkan jika kau terus berlari bersamaku, jadi kau bersembunyi lalu keluar dari sini" ucap gadis itu lagi ketika Ken terdiam


Ken melepas kalung yang dia pakai lalu memberikannya kepada gadis itu.


"Pakai ini" Ken hanya mengatakan dua kata


Gadis itu tidak banyak tanya dia mengambil kalung yang Ken berikan lalu memakainya karena sudah tidak ada waktu lagi. Gadis itu berlari memasuki hutan semakin dalam.


Ken langsung sembunyi ketika melihat para penculik itu mulai mendekat, Ken dapat mendengar teriakan salah satu dari mereka


"Dia lari kesana cepat kejar!" ucap salah satu penculik


Dalam batin Ken berdoa semoga gadis itu bisa selamat dan kita bisa bertemu lagi baik di masa sekarang atau di masa depan untuk membalas kebaikannya.


Setelah Ken melihat para penculik mengejar gadis kecil itu yang disangka mereka Ken juga ikut berlari dengannya. Ken langsung berbalik badan lalu berlari keluar hutan, saat berlari Ken menabrak dada bidang seseorang dia mendongkak


"Daddy.." panggil Ken lirih


"Son" teriak Rayyan langsung memeluk Daddy nya


"Daddy tolong selamatkan gadis kecil itu dad dia yang telah menolong Ken selamatkan dia dad" Ken


"Tenang son tenang, daddy akan menolong gadis itu" ucap Rayyan menenangkan Ken


Ken menganggukkan kepala setelah itu Ken langsung tidak sadarkan diri, karena seharian tidak makan dan minum di tambah kaki dan tangan di ikat serta harus berlarian menghindari para penculik membuat tenaga Ken habis terkuras.


Flashback off


#bersambung

__ADS_1


__ADS_2