Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
29


__ADS_3

Seseorang sedang mengangkat telpon dari tuannya.


"Aku ingin kau mencari tau tentang gadis yang bernama Zamora Aberald" titah pria di seberang telpon


"Baik tuan" jawab tangan kanannya


"Aku ingin kau mencari tau nya sedetail mungkin" ucap tuannya


"Akan saya lakukan tuan" jawab anak buahnya sebelum tuannya mematikan telponnya


...****************...


Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi, sedangkan gadis cantik dengan rambut bergelombang sepunggung itu sedang melakukan tugasnya yaitu menjalankan hukumannya membersihkan semua toilet putri.


Amora menghela nafas lelah setelah selesai membersihkan semua toilet putri, untungnya toilet putri tidak terlalu kotor hanya perlu menyiramnya lalu memberikan sedikit pewangi.


Amora berjalan menuju parkiran disana terlihat sudah sangat sepi hanya terparkir motornya saja sendiri.


Amora berjalan menuju motornya lalu menaikinya dan memasang helm full face nya setelah itu Amora meninggalkan area sekolah. Dia sudah sangat lelah dia ingin segera sampai mansion nya lalu tidur.


Beberapa menit perjalanan Amora sudah sampai di mansion nya. Dia memarkirkan motornya lalu memasuki mansion disana sudah ada kedua orang tuanya yang sedang menonton tv


"Baby girl kamu baru pulang?" tanya Arshan


"Iya dadd" jawab Amora


"Tumben sekali jam segini baru pulang, apa ada masalah?" tanya Wilona karena biasanya Amora pulang selalu tepat waktu


Karena tidak mau membuat kedua orangtuanya khawatir Amora tidak memberitahunya soal dia dipanggil oleh kepala sekolah.


"Ada tugas tambahan mom dari guru" alibi Amora


Memang benar bukan tugas tambahan dari kepala sekolah membersihkan toilet, jadi Amora tidak sepenuhnya bohong.


"Yasudah kalo begitu istirahat nanti makan malam mommy akan memanggilmu" ucap Wilona


"Baik mom" jawab Amora lalu pergi meninggalkan sepasang suami istri itu yang sedang menikmati waktu senggangnya.


Beberapa jam kemudian ..


Amora turun kebawah sebelum makan malam mulai untuk menemui sang daddy dia ingin membicarakan sesuatu yang dianggapnya sangat penting


"Mom daddy kemana? Tanya Amora pasalnya diruang tamu daddy nya sudah tidak ada


"Daddy barusan pergi ke ruang kerja" jawab Wilona yang fokus menonton televisi dan memakan camilan


Amora hanya menangguk lalu meninggalkan Wilona yang sedang asyik menonton dan berjalan menuju ruang kerja daddy nya.


Tok ..


Tok ..


Tok ..


Amora mengetuk pintu ruang kerja Arshan

__ADS_1


"Masuk" titah Arshan dari dalam


Amora yang mendengar suara Daddy nya menyuruh masuk langsung membuka pintunya. Arshan mendongkak dan melihat bahwa yang mengetuk pintunya ternyata anaknya.


"Ada apa baby kau membutuhkan sesuatu" tanya Arshan kepada amora yang sudah duduk di sofa ruang kerjanya.


Arshan menghampiri Amora lalu duduk di hadapannya.


"Aku tidak melihat Derix beberapa hari ini dad, kemana dia?" tanya Amora


Sebelum menjawab pertanyaan Amora Arshan diam sejenak


"Dia daddy tugaskan untuk menjadi mata mata di perusahaan Bram" ucap Arshan serius


"Lalu apa sudah ada bukti untuk menjatuhkannya dad?" tanya Amora antusias


"Untuk saat ini belum ada karena penjagaan disana cukup ketat, kita tunggu saat Bram lengah" ucap Arshan


Amora hanya mengangguk. Pikirnya ternyata daddy nya selangkah lebih maju darinya.


Amora belum tau saja, jika Arshan pun menyimpan mata mata untuknya disekolah, Arshan mengetahui semua yang sudah terjadi disekolah termasuk dengan kejadian hari ini.


Tapi Arshan tidak langsung turun tangan, dia juga ingin melihat pembuktian Ken kalau dia benar benar mencintai putrinya Ken tidak akan membiarkan Amora dalam kesulitan.


Dan Arshan mendapat laporan dari mata matanya bahwa masalah yang Amora hadapi sudah selesai berkat Ken, malah yang mencoba menjatuhkan Amora di kenakan sangsi.


Mendengar hal itu membuat Arshan tersenyum puas, ternyata Ken benar benar membuktikannya dia sungguh sungguh kepada putrinya.


Karena tidak ada lagi yang harus di bicarakan Amora mengajak sang daddy untuk makan malam tidak baik bekerja dalam keadaan perut kosong bukan? yang ada nanti kerjanya tidak fokus.


...****************...


Tok ..


Tok ..


Tok ..


Pria itu mengetuk pintu ruang kerja tuannya, terdengar dari dalam suara yang memerintahkannya untuk masuk, lalu pria itu membuka pintu dan menghadap tuannya.


"Saya membawa biodata gadis yang anda suruh tuan" ucap pria itu menyerahkan map coklat kepada tuannya


Pria paruh baya yang terlihat masih tampan itu mengambil map tersebut lalu membacanya.


"Zamora Aberald, Zamora Aberald" gumam pria paruh baya tersebut setelah membaca biodatanya tidak ada yang aneh, nama marga belakangnya bukan Liston tapi kenapa gadis itu mirip sekali dengan anak teman bisnisnya dulu yang dia bunuh.


Ya setelah Bram berpikir keras dia baru menyadari bahwa gadis yang dia temui di sekolahnya Clara sangat mirip dengan mendiang Frederic dan Ane teman bisnisnya dulu.


"Apa ada masalah tuan?" tanya Grey


"Aku bertemu dengan gadis yang mirip dengan Frederic" ucap Bram


"Lalu apa kau ingin aku membunuhnya juga tuan?" ucap Grey


"Jangan gegabah, dia gadis bermarga Aberald dia salah satu orang berpengaruh setelah keluarga Barnett" ucap Bram menghisap cerutunya

__ADS_1


"Lalu apa yang anda ingin lakukan tuan?" tanya Grey


"Ikuti dia dan selidiki, aku merasa curiga dengan gadis itu" ucap Bram menghisap kembali cerutunya.


"Baik tuan" ucap Grey yang langsung pergi setelah berpamitan dengan Bram.


...****************...


Pagi hari di mansion Aberald, seorang gadis cantik menuruni tangga untuk sarapan bersama orangtuanya tapi ada yang kurang karena daddy nya tidak ada disana


"Morning mom" sapa Amora


"Morning sayang" jawab Wilona


"Daddy belum bangun mom?" tanya Amora yang heran karena daddy nya tidak ada di meja makan


"Daddy sudah berangkat, ada urusan mendesak" ucap Wilona sembari mengolesi rotinya


Amora hanya mengangguk


"Kenapa Ken tidak pernah menjemput lagi Amor?" tanya Wilona


"Seminggu tiga kali mom dia akan menjemput Amor" ucap Amora


"Kenapa begitu?" tanya Wilona heran


Sedangkan Amora hanya mengangkat bahunya, dia tidak ingin menjelaskannya bisa bisa masalahnya terbongkar.


Setelah selesai dengan sarapannya Amora berangkat ke sekolah meninggalkan Wilona yang keheranan.


Diperjalanan Amora selalu melihat spion, perasaannya mengatakan seperti ada yang mengikutinya. Tapi Amora tidak ambil pusing, dia terus menjalankan motornya agar tidak terlambat sampai ke sekolah.


Sesampainya disekolah Amora memarkirkan motornya dan langsung masuk kedalam.


Saat Amora berjalan di lorong koridor yang sedikit ramai tiba tiba sebuah tangan menggenggam tangannya sontak saja Amora ingin memelintir tangan tersebut tapi orang itu dengan gesit membalikan kembali tangannya sebelum Amora benar benar memelintirnya.


"Ken" ucap amora terkejut setelah melihat siapa orang yang menggenggam tangannya


"Ya ini aku" ucap Ken cemberut


"Maaf apa sakit?" tanya Amora


"Ya ini sakit sekali, sampai tidak bisa digerakkan" keluh Ken memegang tangannya dengan ekspresi menahan sakit


"Ken!" ucap Amora


Ken terkekeh lalu mencolek hidup mancung Amora


"Kau menyebalkan" Amora cemberut


"Maafkan aku, ayo aku antarkan ke kelas" ucap Ken dengan menggenggam tangan Amora kembali.


Para murid yang masih ada di koridor melihat interaksi antara Ken dan Amora di buat meleleh dan senyum senyum sendiri pasalnya kulkas berjalan itu tidak pernah tersenyum dan becanda sedangkan yang mereka lihat barusan apa?


Mereka merasa beruntung bisa melihat senyum Ken.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2