
* Kediaman Mansion Aberald
Sesampainya Zamora di mansion, Derix langsung bergegas membukakan pintu mobil untuk Zamora. Sedangkan didepan pintu Wilona sudah menunggu kepulangan Zamora.
"Sayang akhirnya kau ingat pulang. Bagaimana liburan di La?" tanya Wilona antusias
"Sangat menyenangkan mom, Opa dan Oma disana mengajarkanku banyak hal, belum lagi Oma selalu mengajakku berbelanja. Wanita mana yang tidak mau diajak berbelanja apa lagi gratis" jawab Zamora dengan mengedipkan mata lalu tersenyum jahil
Mendengar apa yang dikatakan Zamora Wilona mencubit pipi Amora gemas
"Kau itu kalo soal gratisan saja semangat banget" gerutu Wilona
Zamora hanya terkekeh mendengar penuturan sang mommy.
Wilona dan Amora memasuki mansion dan menuju ruang keluarga. Disana Amora berbagi cerita selama masa liburannya di rumah Opa dan Oma nya.
"Oh ya mom Amor membawakan kue kesukaan mommy" Amora
"Waaah mommy selau kehabisan setiap mau membeli kue ini" jawab Wilona
"Dan kau tau mom aku mendapatkan kue itu juga harus berdebat kecil dengan gadis menyebalkan" kesal Zamora mengingat kejadian tadi
Wilona menaikan kedua alisnya
"Berdebat? Memangnya kenapa?" tanya Wilona
Zamora menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Wilona
"Ada gadis menyebalkan yang menginginkan kue itu juga mom tapi dia kalah cepat denganku, lalu dia memaksaku untuk memberikan kue itu kepadanya ya jelas aku tidak mau" jawab Zamora
"Mommy tau, dia juga mengadukannya kepada papa nya" lanjut Zamora kesal
"Dan kamu tetap tidak memberikannya walaupun papanya meminta?" tebak Wilona
Zamora menatap Wilona dan mengangguk
"Ya itu bagus biarkan saja, bahwa yang dia inginkan tidak selamanya dia harus selalu dapatkan" ujar Wilona
Zamora hanya mengangguk.
"Mom Amor ke atas dulu ya" pamit Amora
"Iya sayang, terimakasih kue nya" ucap Wilona
"Sama sama mom" jawab Amora dan langsung berlalu dari sana meninggalkan Wilona yang asyik mencicipi kue dan menonton televisi.
* Kamar Zamora
Amora membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi karena badannya terasa lengket jadi dia memutuskan untuk mandi terlebih dulu.
Selesai dengan ritual mandinya, Amora keluar dengan memakai baju santai nya lalu berjalan menuju ranjangnya dan merebahkan dirinya disana.
Tidak lama Amora merebahkan tubuhnya suara pintu kamar Amora diketuk
__ADS_1
Tok ..
Tok ..
Tok ..
Amora langsung bangkit dan membuka pintu. Dan ternyata yang mengetuk pintu itu Derix sang tangan kanan Arshan daddy nya.
"Ada apa?" tanya heran Amor
"Saya mau memberikan informasi yang nona minta" jawab Derix
Amora yang mengerti langsung menyuruh Derix untuk masuk kedalam kamar
"Masuklah" ucap Amor datar
"Baik nona" jawab Derix
Setelah Derix masuk Amora langsung menutup pintu kamarnya.
"Ini nona semua informasi yang saya dapatkan tentang bramana Listanto" ucap Derik dengan menyerahkan map coklat yang berisi tentang informasi keluarga Bramana.
Amora menerima map tersebut dan mulai membacanya. Amora membaca dengan teliti lalu dia mengepalkan tangannya sampai buku tangannya memutih.
"Brengsek ternyata benar kau yang telah menghabisi keluargaku" batin Amor setelah selesai membaca
"Nona kau baik baik saja?" tanya Derix
"Kau yakin nona?" ucap Derix
Amora yang mendengar pertanyaan Derix langsung menatapnya tajam
"Kau pikir aku berbohong?" tanya Amor dengan nada rendah namun tajam
"Bukan begitu maksudku nona" sanggah Derix
"Lalu kau meragukan ku?!" Aku mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut pria bertato sebelum aku menyelamatkan diri dan dia menembak ibuku dia mengatakan siapa yang menyuruhnya dan sekarang benar benar yakin dan percaya dengan Brama mengakuisisi perusahaan ayahku" ucap Zamora lantang dengan menahan rasa sesak di dada ketika mengingat kematian kedua orangtuanya.
Derix yang mendengar penuturan Amora merasakan bagaimana sakitnya menjadi Amora. tanpa di sadari Derix mengepalkan tangannya, dia berjanji akan membantu Amora untuk membalaskan dendamnya.
"Lalu apa yang sekarang akan nona lakukan" tanya Derix
"Aku ingin berbicara dengan dady terlebih dulu" jawab Amora
"Baik nona" ucap Derix dan langsung berlalu dari sana meninggalkan Amora seorang diri.
...****************...
* Malam Hari
Keluarga Aberald sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam. Tapi ada yang aneh sedari tadi Arshan dan Wilona memperhatikan Amora hanya mengaduk aduk makanannya saja, tak tahan melihat pemandangan seperti itu Arshan langsung bertanya.
"Baby apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Arshan khawatir
__ADS_1
Amora yang di tanya oleh Arshan langsung mengangkat kepalanya, dan mengangguk
"Aku ingin berbicara dengan kalian setelah makan malam ini selesai dad mom" ucap Zamora menatap Arshan dan Wilona bergantian
Arshan dan Wilona mengangguk tanda setuju.
"Kita mengobrol di ruang kerja daddy" putus Arshan
"Baik dadd" jawab Amora
* Ruang Kerja
Setelah sarapan selesai Amora sudah menunggu Arshan dan Wilona di ruang kerja daddy nya.
"Baby kau menunggu kita lama?" tanya Arshan yang sudah memasuki ruang kerjanya bersama Wilona dan langsung duduk di sofa yang tersedia disana.
"Apa ada masalah sayang?" tanya Wilona menggenggam tangan Amora
"Mom dadd aku telah menemukan siapa orang yang menyuruh pembunuh itu untuk membunuh kedua orangtuaku" ucap Zamora yang membuat Arshan dan Wilona mematung
sadar dari keterkejutannya Arshan langsung bertanya
"Kau yakin baby?" tanya Arshan
"Ya dadd aku sangat yakin, dady bisa baca map yang aku bawa" jawab Amora
Arshan mulai membaca dengan teliti dan selesai membaca Arshan langsung melemparnya dengan kasar ke meja.
"Kau bener baby, Bram pelakunya. Dulu perusahaan daddy mu bernama Feneza Crop dan selang beberapa minggu setelah kematian orangtuamu dia menggantinya dan mengakuisisinya lalu menyebarkan fitnah bahwa orangtuamu memiliki banyak hutang kepadanya, ck sungguh licik" ucap Arshan
Wilona yang mendengar dan baru mengetahui faktanya merasa ikut geram dan tentu saja terkejut.
"Sungguh biadab, mereka tidak seharusnya diberi ampun honey" geram Wilona
Amora juga baru mengetahui fakta ini selain dihabisi dengan sadis dia juga memfitnah dan mengambil harta keluarganya. Tidak bisa di biarkan Amora mengepalkan tangannya kuat
Tiba tiba Zamora memiliki ide untuk menghancurkan keluarganya bukannya harus dari orang tersayang. Zamora tersenyum menyeringai
Arshan yang melihat Amora tersenyum menyeringai mengetahui bahwa anaknya pasti punya rencana
"Apa rencanamu baby?" tanya Arshan to the point
"Ternyata daddy sangat mengenalku" ucap Zamora tersenyum
"Tentu saja, aku tau jika kau diam bukan berarti kau benar benar diam tapi kau sedang menyusun rencana" ucap Arshan
"Ya dady benar" ucap Zamora tersenyum misterius
"daddy .. Bram memiliki anak perempuan seusiaku dan aku ingin memulai dari anak perempuannya" ucap Zamora datar dan dingin
Arshan yang mengerti tujuan anaknya langsung menyetujui apa yang di inginkan putrinya. Bukannya dia sudah berjanji akan membantu membalaskan rasa sakit yang Amora rasakan?!
#bersambung
__ADS_1