Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
39


__ADS_3

Karena tidak ingin terjadi apa apa lagi Ken mengantar Amora pulang dengan mengikutinya dari belakang.


Ya Ken tadi buru buru keluar kelas untuk mengajaknya pulang bersama tapi Amora menolak dan Ken tetap memaksa akhirnya mereka pulang bersama dengan berbeda motor.


Amora mengendarai motornya dengan kecepatan sedang karena Ken sudah mewanti wanti agar tidak kebut kebutan.


Saat ada jalan turunan Amora menarik rem tapi rem itu tidak berfungsi Amora terus berusaha untuk menariknya tapi nihil, Amora berusaha bersikap tenang tidak panik.


Ken yang melihat gelagat aneh dari cara Amora mengendarai motornya dia langsung menyusul Amora lalu mensejajarkan motornya


"Ada apa?" teriak Ken


"Motorku rem nya blong!" teriak Amora


Ken langsung membelalak, sedangkan di depan mereka belokan dan pinggirnya jurang.


"Pegang tangan ku lalu lompat ke motorku" teriak Ken


Amora mengangguk dia tidak mau mati sekarang pikirnya.


"Ketika hitungan ke tiga pegang tanganku dan lompat oke" teriak Ken


Amora mengangguk lagi tanpa melihat Ken dia harus tetap fokus dan menyeimbangkan motornya. Ken mulai menghitung


1 ..


2 ..


Ken mengulurkan tangan kirinya lalu menatap Amora


3 ..


Amora meraih tangan Ken lalu menggenggamnya dengan erat dan langsung melompat ke jok belakang Ken dengan kaki kirinya yang terbentur motornya sendiri. Ken langsung mengerem motornya ketika Amora sudah duduk di belakangnya.


Braaak ..


Mereka turun dari motor dan berjalan mendekati motor Amora yang sudah ringsek akibat menabrak pohon dan pembatas jalan.


Duaaaar....!!


Belum sempat Amora dan Ken sampai ke arah motornya ledakan terjadi. Ken melindungi kepala Amora dengan jaket yang iya kenakan.


Karena ledakan itu mereka mundur beberapa langkah. Mereka tertegun melihat motor Amora yang terbakar.


Greep ..


Ken memeluk Amora erat, sedangkan Amora dia syok dengan kejadian yang barusan di alaminya. Mungkin kalau Ken tidak menyuruhnya untuk melompat dia akan ikut terbakar bersama motornya, dan kalau Ken tidak mengantarnya pulang dia akan mati hari ini.


"Ken" ucap Amora lirih lalu membalas pelukan Ken


"Tenang oke aku disini" Ken menenangkannya mengusap punggung Amora


Ken tau apa yang dipikirkan oleh Amora karena dia juga memikirkan hal yang sama dengan Amora pikirkan.


...****************...


* Mansion Aberald


Ken memasuki mansion Aberald dengan menggendong Amora ala bridal style karena kaki Amora sakit akibat benturan tadi


Wilona dan Arshan yang melihat Ken menggendong Amora merasa heran, tapi setelah melihat kaki Amora terluka mereka menjadi panik.


"Om tolong panggil dokter" Ken

__ADS_1


Arshan langsung menuruti perintah Ken tanpa banyak tanya dulu.


"Ken apa yang terjadi?" Wilona panik menghentikan langkah Ken yang membawa Amora untuk ke kamarnya


"Ken akan menjelaskannya nanti tante, sekarang Ken akan membawa Amora ke kamar dulu" Ken menaiki anak tangga di ikuti oleh Arshan dan Wilona di belakangnya.


Sedangkan Amora melihat kedua orangtuanya panik merasa bersalah, karena dia sudah berjanji tidak akan ada yang berani melukainya tapi sekarang Amora malah terluka.


Amora berjanji akan mencari orang yang sudah menyabotase motornya dan bila perlu dia akan membunuhnya langsung.


Beberapa menit menunggu akhirnya Dr Sam datang dia dokter keluarga Aberald. Dr.Sam memeriksa keadaan Amora dan itu semua tidak luput dari pandangan Ken, Wilona dan Arshan.


"Bagaimna? Apa ada hal yang serius? Wilona


"Tidak ada nyonya, nona Amora hanya butuh istirahat saja beberapa hari untuk memulihkan kakinya kembali" Dr.Sam


Mereka semua menghela nafas


"Ini obat dan salep untuk nona Amora agar rasa sakitnya cepat mereda" Dr.Sam


"Terimakasih Sam" Arshan


"Sama sama tuan" ucap Dr.Sam lalu pamit dan pergi dari sana


Arshan, Ken dan Wilona meninggalkan kamar Amora karena Amora tertidur mungkin karena syok dan kelelahan.


Mereka sekarang berada di ruang tamu, Arshan mulai menanyakan apa yang sudah dialami mereka hari ini


"Apa yang terjadi" tanya Arshan


"Motor Amora remnya blong lalu..." Ken mulai menceritakan apa yang sudah mereka alami


"Kurang ajar! Siapa yang sudah berani menyabotase motor anakku?" Arshan marah


"Ken akan mencari taunya secepatnya" Ken


"Musuh? Apa Amora memiliki musuh?" Tanya Ken


Wilona dan Arshan terdiam tidak menjawab pertanyaan Ken


"Tan, om? Apa Amora memiliki musuh?" tanya Ken lagi


Wilona dan Arshan masih bungkam tidak menjawab pertanyaan Ken


"Baik kalo kalian tidak mau memberitahu ku aku akan mencari taunya sendiri, itu hal mudah bagiku tuan Aberald" ucap Ken beranjak dari sana


"Ya Amora memiliki musuh" ucap Arshan menghentikan langkah Ken


Ken berbalik dan berjalan ke arah Arshan


"Ceritakan" Ken


Wilona dan Arshan saling tatap terlebih dulu lalu Wilona mengangguk bahwa dia setuju memberitahu Ken tentang masalah yang Amora hadapi.


"Duduklah" Arshan


Ken lalu duduk untuk mendengarkan cerita Arshan


"Asal kamu tau Amora bukan anak kami" Arshan


"Aku tau" Ken


Arshan dan Wilona terkejut

__ADS_1


"Amora yang memberitahu ku" Ken


Arshan mengangguk, lalu Arshan melanjutkan kembali ceritanya


"Amora memiliki musuh Bramana Listanto....." Arshan menceritakan semuanya tanpa terkecuali, tentang tujuan hidup Amora yang sekarang pun Arshan memberitahunya.


Sedangkan Ken sepanjang Arshan bercerita dia mengepalkan tangan dengan rahang yang mengeras.


...****************...


Setelah Ken mendengar cerita tentang Amora Ken semakin bertekad untuk melindunginya dan tentu saja Ken akan membantunya.


Sesampainya mansion Ken langsung ke kamar dan membuka laptopnya guna meretas cctv yang ada di depan sekolah.


Ken mulai meretas cctv sekolah, tapi sayang cctv depan sekolah di tanggal dan hari ini ada yang menghapusnya terlihat dari jam nya.


Ken mulai mengotak ngatik laptopnya, setelah beberapa menit pencarian akhirnya membuahkan hasil


Gotcha!


"Ternyata para tikus licik yang ingin membunuh gadisku" ucap Ken setelah melihat apa yang di perbuat oleh kedua pelaku


Ken tidak akan mengampuni mereka, dan mereka tentunya harus membayar lebih dari apa yang sudah di alami oleh Amora hari ini.


Ken mengirim cctv itu ke handphonenya setelah itu dia menutup laptopnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Ken butuh air dingin untuk menenangkan pikirannya dan tentunya menyegarkan tubuhnya.


Setelah mandi dan mengganti baju ken merebahkan dirinya di kasur empuknya.


Ken mengingat kembali cerita Arshan tentang kedua orangtuanya yang dibunuh oleh Bram, dan perjuangannya saat melarikan diri dan sekarang dia harus hidup dengan jiwa yang penuh dendam.


Entah kenapa setelah mendengar cerita hidup Amora yang di ceritakan oleh Arshan tadi Ken ikut merasakan hatinya sakit. Ken merasa hari hari yang di lalui Amora begitu berat.


Ken mengambil handphonenya untuk mengirim pesan kepada kekasihnya


Ken


Obatnya sudah di minum?


AmoršŸ¤


Baru selesai minum obat


Ken


Jangan terlalu banyak berpikir biar aku yang mencari tau tentang siapa yang sudah menyabotase motor kamu


amoršŸ¤


Terimakasih Ken


Ken


Tidur ini sudah malam


Good night honeyā™„ļø


Amora


Night KenšŸ¤


Setelah menutup room chat masing masing. Mereka menjadi tersenyum sendiri merasakan kebahagiaan yang baru mereka rasakan yaitu jatuh cinta.

__ADS_1


#bersambung


Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nyašŸ¤


__ADS_2