Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
14


__ADS_3

Kring ..


Kring ..


Terdengar bunyi alarm


Gadis yang masih bergulung selimut itu terpaksa membuka matanya setelah beberapa kali bunyi alarm berdering dia berjalan menuju kamar mandi setengah sadar.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Amora bercermin melihat penampilannya sendiri. Amora puas dengan penampilannya.


Hari ini dia memakai bawahan celana jeans karena dia akan mengendarai motor kesayangannya sementara mobilnya masih belum selesai di perbaiki.


Zamora menuruni anak tangga menuju meja makan untuk sarapan.


"Morning daddy morning mommy" sapa Amora


"Morning baby" Arshan


"Morning sayang" Wilona


"Bagaimana hari pertama sekolah mu baby? Tanya Arshan


"Biasa saja dad" ucap Amora


"Honey kamu tau? Kemaren Amora membawa calon mantu loh" Wilona antusias menceritakan kejadian kemarin


Arshan yang tidak mengerti mengernyitkan dahinya


"Calon mantu? Maksudnya bagaimana? tanya Arshan bingung


"Dad jangan dengerin mommy, mommy kemarin salah paham" sanggah Amora cepat sebelum Wilona menjawab pertanyaan Arshan


"Bisa tolong jelaskan?" Arshan


"Mobil Amor kemaren mogok dad dan kebetulan teman Amor lewat jadi dia berbaik hati mengantar Amor pulang, mobil Amor juga sudah di urus oleh teman Amor" Amora menjelaskan semuanya


"Oh begitu, dikira beneran kamu membawa calon mantu untuk kami" ucap Arshan ikut menjahili Amora


"Sebentar lagi honey kita mempunyai calon mantu" ucap Wilona tersenyum ke arah suaminya.


"Momyyy daddyyyy" rengek Amora


Suami istri itu sangat senang memang menjahili anaknya sendiri yang terlalu flat dalam kehidupan. Mereka tidak mau Amora terlalu fokus dalam balas dendamnya Amora juga harus merasakan manisnya kehidupan.


"Mom dad Amor berangkat dulu ya" pamit Amor


"Loh tidak diantar supir atau Derix? Tanya heran Wilona pasalnya Amora memakai bawahan celana dan motor nya sudah terparkir dipekarangan.


"tidak mom, sudah ya Amor berangkat dulu takut Amor kesiangan" pamit Amor


"Iya baby hati hati jangan ngebut ngebut" ucap Arshan mengingatkan Amora


"Aku tidak janji daddy, bye bye" ucap Amora yang langsung menjalankan motor besarnya nya.


"Ish dasar anak nakal" gumam Arshan


"Sudah honey, kau juga harus cepat berangkat kerja nanti telat" ucap sang istri


"Kau lupa siapa bosnya?" jawab Arshan

__ADS_1


"Ya ya kau bos nya tuan Arshan Gavina Aberald" ucap Wilona gemas


"Ya its me" jawab Arshan


Wilona menatap suaminya yang sudah keluar sifat sombongnya hanya memutarkan bola matanya malas.


Arshan melihat ekspresi istrinya hanya terkekeh


...****************...


Amora mengendari motornya dengan kecepatan sedang karena mengingat pesan daddy nya jangan kebut kebutan, oke Amora menurut untuk kali ini.


Amora memberhentikan laju motornya karena didepan lampu merah, beberapa detik menunggu terdengar suara motor di pinggirnya berhenti.


"Hay" ucap pemuda itu


Amora menengok dan mendelik ketika tau siapa pemuda tersebut dan pemuda tersebut hanya tersenyum menanggapinya.


"Mobil lo nanti sore sudah selesai dan nanti dianterin" ucap Ken sebelum lampu hijau menyala


"Thanks" ucap Amora singkat karena lampu hijau sudah menyala dia melajukan motornya dan meninggalkan Ken di belakang.


Tentu saja Ken tidak tinggal diam dia menyusul Amora dan mengendari motornya di belakang Amora.


Amora memasuki area sekolah dan menuju parkiran sekolah disusul dengan Ken disana banyak siswa siswi yang sedang bergosip mereka pikir akan kedatangan murid baru lagi.


Amora membuka helmnya dan terurai lah rambut indah bergelombangnya hal itu membuat para murid heboh.


"Di kira murid baru lagi padahal itu murid pindahan yang kemaren kan? Buset cantik bener"


"Iya cakep bener geng Angel sama Clara lewat"


"Tapi Clara juga ga kalah cantiknya sih"


"Menurut gue cantikan murid baru itu dibanding Clara"


"iya bener gue setuju"


Amora mendengar mereka membicarakannya dan membandingkannya dengan Clara tersenyum smirk.


Ketika sedang fokus membenarkan rambutnya Amora melihat Clara berjalan ke arah Ken dengan membawa bingkisan, dan Amora memperhatikannya.


"Ken ini oleh oleh buat kamu" ucap Clara dengan tersenyum cerah


Ken tidak mengambil bingkisan itu, malah yang mengambil bingkisan itu Nathan. Hal itu membuat Clara melotot menatap Nathan


"Nathan itu buat Ken bukan buat lo" geram Clara


"Ken gamau, dari pada dibuang kan mubasir mending buat gue" ucap Nathan sambil membuka isi bingkisannya


"Lo bener bener ya, lagian Ken juga belum jawab dia mau apa ngga sini balikin" ucap Clara berusaha mengambil kembali bingkisannya


"Ken ga menerima pemberian apapun dari seorang perempuan, lagian dia udah kaya dia ngga butuh hadiah iya kan Ken?" tanya David


Ken hanya mengangguk lalu pergi dari sana meninggalkan teman temannya. Bukannya sudah Ken tegasnya kalo Ken tidak akan memberikan harapan apapun kepada Clara hanya saja Clara yang keras kepala tidak mau berhenti untuk mengejar Ken.


Melihat Ken pergi David, Rasya, Dion dan Nathan langsung menyusul Ken.


Clara yang mendapatkan penolakan terus menerus merasa sakit hati, dia tidak ingin menyerah tapi hatinya sakit. Dia mengepalkan tangannya melihat kepergian Ken dan teman temannya.

__ADS_1


Amora yang memperhatikan Clara semenjak Clara berjalan menghampiri Ken dan mendapatkan penolakan sampai di tinggalkan oleh Ken dkk Amora dapat menyimpulkan kalo cinta Clara bertepuk sebelah tangan.


Hal itu membuat Amora tersenyum puas dia sudah memikirkan ide ide licik untuk membuat Clara menderita.


Kring ..


Kring ..


Bel masuk sekolah membuyarkan lamunan Amora


Amora lantas bergegas menuju toilet untuk mengganti celana dengan rok seragamnya. Setelah itu dia buru buru menuju kelasnya.


Amora memasuki kelas untung saja belum ada guru yang datang, Amora bernafas lega.


Beberapa menit menunggu akhirnya guru datang untuk memberikan materi.


Jam pelajaran pun dimulai


...****************...


Kriiing ..


Kriiiing ..


Bel istirahat berbunyi


Semua siswa siswi berhamburan keluar kelas ada yang ke kantin, perpus, lapangan toilet ruang osis dan masih banyak lagi sesuai keperluan siswa siswi tersebut.


Amora yang merasa lapar dia berjalan menuju kantin seorang diri karena tadi Tiara dan Sindy sudah duluan pergi ke kantin sedangkan Amora dia ingin ke toilet terlebih dulu.


Sesampainya di kantin Amora menuju stan makanan dia membeli sandwich daging, air putih dan sekotak susu coklat.


Amora mencari meja kosong tapi nihil semuanya penuh, Amora mendadak lesu. Di tengah keputusasaan Amora dalam mencari meja kosong nampan yang berisi makanannya ada yang mengambilnya siapa lagi kalo bukan Ken.


"Ken makananku mau dibawa kemana? teriak Amora tentu saja itu mengundang banyak pasang mata menatapnya tidak terkecuali Clara


Amora mengusap tengkuknya lalu berjalan mengikuti Ken yang membawa nampan makanannya menghiraukan tatapan horor dari penghuni kantin. Pasti sebentar lagi akan ada gosip pikir Amora tapi Amora tidak memperdulikannya.


Setelah sampai dimeja Ken dan teman temannya Ken menaruh nampan Amora


"Duduk dan makan" ucap Ken


"Nat geser" perintah Ken kepada Nathan


Sedangkan Nathan langsung menggeser kursinya


Amora menuruti ucapan Ken karena dia merasa lapar jadi dia tidak ingin berdebat. Amora mulai duduk dan mulai memakan makanannya dengan lahap.


Teman teman Ken yang melihat cara makan Amora merasa gemas.


Amora merasa diperhatikan dia mendongkak menatap teman teman Ken


"Kalian menatapku tidak akan membuat kalian kenyang" ucap Amora lalu melanjutkan makanannya.


Teman teman Ken mengangguk membenarkan perkataan Amora. Lalu mereka semua mulai memakan makanannya masing masing terkecuali Ken dia hanya memperhatikan Amora dari samping.


Amora sadar diperhatikan oleh Ken tapi dia bodo amat yang terpenting perutnya sekarang terisi.


Ada satu pasang mata memperhatikan Amora dan Ken dia tidak terima jika Ken mendekati perempuan lain apa lagi jatuh cinta dengan perempuan lain dia tidak akan membiarkan itu kalo dia tidak bisa mendapatkan Ken maka perempuan itu pun tidak akan bisa mendapatkannya.

__ADS_1


#bersambung


__ADS_2