
Karena sekolah sudah bebas Ken dan Amora langsung pergi dari sekolah menuju butik untuk melakukan fitting baju, tentunya setelah mereka membagikan kartu undangan untuk teman temannya.
Termasuk Clara, Amora turut mengundang Clara. Sedangkan Clara yang menerima kartu undangan itu langsung meremasnya lalu pergi begitu saja.
Termasuk dengan teman Amora, Sindy dan Tiara sama syok nya ketika menerima kartu undangan pertunangan yang Amora berikan.
Pikir mereka Amora benar benar sesuatu, tapi mereka juga turut bahagia dan mendoakan kelancaran untuk acaranya.
Sesampainya Ken dan Amora di butik langganan mommy nya mereka turun dari mobil, dengan Ken membukakan pintu mobil untuk Amora
"Terimakasih" ucap Amora tersenyum
"Sama sama honey" Ken membalas senyum Amora
Mereka memasuki butik dan di sambut oleh beberapa pegawai butik, di sana sudah ada Wilona dan Kayla yang sedang mengobrol
"Mom" panggil Amora
"Sayang" Wilona berdiri menghampiri anaknya
Sedangkan Kayla menatap calon menantunya dan anaknya tersenyum
"Mommy dan Mommy Kayla sudah memilihkan gaun yang cocok untukmu, kau mau melihatnya?" Wilona
Amora hanya mengangguk
"Ayo" ajak Wilona untuk duduk terlebih dahulu
Pegawai toko mengambilkan beberapa gaun yang sudah di pilih oleh Wilona dan Kayla untuk Amora coba.
Ini Nona anda bisa mencoba semuanya
Amora melihat dan memilih gaun yang sekiranya cocok untuk dia kenakan.
Aku tidak perlu mencoba semuanya pilihanku jatuh pada No 2
Wilona dan Kayla tersenyum ketika Amora telah menentukan pilihannya. Pikir mereka selera Amora sangat bagus
"Kalau begitu anda harus mencobanya Nona, mari" ajak pegawai tersebut untuk Amora mencoba gaunnya
Amora mengangguk lalu mengikutinya dari belakang. Amora masuk ruang ganti lalu mulai memakai gaunnya di bantu oleh pegawai butik.
"Sudah Nona" ucap pegawai butik
Amora berjalan dengan pelan ke arah Kayla, Wilona dan Ken
"Mom, Ken" panggil Amora
Wilona, Kayla dan Ken langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Amora. Semua di buat terpana oleh Amora
"Kenapa kalian diam? Apa aku tidak cocok mengenakan gaun ini? Kalau begitu aku akan ganti" ucap Amora yang hendak berbalik
"JANGAN!" teriak mereka bertiga bersamaan
Amora hanya mengernyitkan dahinya
"Kenapa?" tanya Amora bingung
Wilona menghampiri Amora
"Kau sangat cantik sayang mengenakan gaun ini, kami sempat terdiam karena kami terpesona akan kecantikanmu yang mengenakan gaun ini" Wilona tersenyum menatap Amora
"Iya Mora benar apa yang dikatakan oleh mommy mu, iya kan Ken?" Kayla menyenggol lengan Ken yang masih terpesona menatap Amora
__ADS_1
"hah? Oh iya bener kata Mommy, kau sangat cantik mengenakan gaun itu" ucap Ken setelah di senggol lengannya oleh Kayla
Amora mendengar orangtua dan calon tunangannya berbicara seperti itu membuat kedua pipi nya memerah.
Tentu saja hal itu di lihat oleh semua orang dan mereka hanya tersenyum melihat Amora yang malu.
Sedangkan Ken dia kembali menatap kekasihnya yang sangat mempesona di depannya, jangan di sia sia kan bukan mubazir kalau kata Dion.
Amora berbalik dan mengganti pakaiannya kembali diruang ganti dengan seragam sekolahnya.
Setelah mereka melakukan fitting baju begitu pun dengan Ken, mereka pulang dengan kendaraan masing masing.
Wilona dan Kayla yang di antar supir serta Amora yang di antar pulang oleh Ken.
...****************...
Di sisi lain
Ketika mendapat surat undangan dari gadis yang sangat dia benci, Clara langsung pulang dengan mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang
Clara turun dari mobil lalu segera memasuki mansion nya dengan wajah yang sudah memerah dan tangan yang mengepal.
Melihat hal itu Sintia panik, ada apa dengan anaknya tidak biasanya pikirnya. Sintia mengikuti langkah Clara dari belakang.
"Sayang ada apa?" Sintia
Clara tidak menjawab dia terus berjalan menaiki anak tangga dan membuka pintu kamarnya kasar
Setelah sampai pintu Clara melempar semua yang ada dan memecahkan cermin hiasnya
Braak ..
Praang ..
Praang ..
Praaang ..
"Ada apa sayang? Apa terjadi sesuatu?" tanya Sintia memeluk Clara yang sedang menangis meraung
"maaa hiks .. Ken maa hiks" Clara menangis
"Ada apa dengannya?" Sintia
Clara tidak langsung menjawab dia masih menangis meraung di pelukan mama nya
"Apa Ken berbuat jahat padamu?" tanya Sintia lagi
"Dia..hiks dia akan bertunangan minggu ini ma" ucap Clara menangis
"apa?" dengan siapa? Jangan bilang dengan gadis tengkik waktu itu?" Sinta
Clara mengangguk dan terus menangis meraung
Mengetahui itu tentu saja Sintia tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Anaknya yang sudah berusaha untuk membuat Ken jatuh cinta malah perempuan tengik itu yang mendapatkannya
"Tidak bisa di biarkan" geram Sintia dengan menenangkan Clara
* Ruang Kerja Bram
Tidak beda jauh dengan Clara, Bram pun sama dia melempar semua barang yang ada di meja
"Aaaaarghh!! Brengsek! Sialan!" ucap Bram dengan melempar barang barang
"Ternyata selama ini ada penyusup dan menjual saham perusahaan ku tanpa sepengetahuanku" ucap Bram dengan mata memerah
"Dan perusahaan Ku sendiri terancam bangkrut karena rayyan mencabut seluruh sahamnya" ucap Bram tertahan
"Aaaargh! Brengsek! Brengsek!" ucap Bram marah
__ADS_1
Praaang ..
Praaang ..
Praaang ..
Bram memukul kaca lemari menggunakan stik golf.
Sedangkan Grey dia hanya melihatnya saja tanpa berniat menghentikannya. Karena dia takut terkena imbas nya.
Tok ..
Tok ..
Tok ..
Pintu di buka oleh Grey
"Ada apa?" tanya Grey kepada Maid
"I..itu Tuan Nona Clara mengamuk" ucap Maid
Bram mendengar Clara mengamuk langsung pergi begitu saja lalu berjalan menuju kamar Clara yang tidak beda jauh dengan ruangannya saat ini yaitu hancur.
"Ada apa?" tanya Bram ketika melihat anaknya menangis meraung di pelukan sang istri
Clara tidak menjawab, dia sudah tidak sanggup mengeluarkan satu kata pun
"Ken akan bertunangan dengan gadis tengik itu" ucap Sintia dengan nada ketus karena dia sangat marah saat ini melihat anaknya menderita karena ulah Ken dan Amora.
"Maksudmu Ken akan bertunangan dengan Amora?" tanya Bram memastikan
"Aku tidak tau nama gadis tengik itu, yang jelas gadis itu yang telah melukai tangan anak kita" ucap Sintia
Bram mengepalkan tangan, lagi lagi gadis itu pikirnya.
"Tidak bisa di biarkan" geram Bram
"Ya memang tidak bisa di biarkan, kita harus menggagalkan rencana tunangannya bila perlu bunuh saja gadis itu" ucap Sintia berapi api
Bram mendengar ucapan Sintia langsung pergi dari kamar Clara.
Bramana berjalan kembali menuju ruangannya
"Grey ikut aku" ucap Bram ketika melihat Grey di bawah tangga
"Baik Tuan" Grey
Grey mengikuti Bram ke ruang kerjanya kembali
Setelah sampai di ruang kerjanya Bram mendudukkan dirinya di kursi kerjanya lalu menatap Grey
"Aku ingin kau menculik gadis sialan itu waktu acara pertunangannya berlangsung" Bram
"Tapi tuan pasti mereka akan melakukan penjagaan dengan sangat ketat" Grey
"Aku tidak peduli" Bram
Grey mengangguk
"Baik tuan" Grey
Bram mengepalkan tangannya
"Kau harus mati bocah sialan!" batin Bram
#bersambung
Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nya🤍
__ADS_1