Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
52


__ADS_3

Karena sekolah sudah bebas Ken dan Amora langsung pergi dari sekolah menuju butik untuk melakukan fitting baju, tentunya setelah mereka membagikan kartu undangan untuk teman temannya.


Termasuk Clara, Amora turut mengundang Clara. Sedangkan Clara yang menerima kartu undangan itu langsung meremasnya lalu pergi begitu saja.


Termasuk dengan teman Amora, Sindy dan Tiara sama syok nya ketika menerima kartu undangan pertunangan yang Amora berikan.


Pikir mereka Amora benar benar sesuatu, tapi mereka juga turut bahagia dan mendoakan kelancaran untuk acaranya.


Sesampainya Ken dan Amora di butik langganan mommy nya mereka turun dari mobil, dengan Ken membukakan pintu mobil untuk Amora


"Terimakasih" ucap Amora tersenyum


"Sama sama honey" Ken membalas senyum Amora


Mereka memasuki butik dan di sambut oleh beberapa pegawai butik, di sana sudah ada Wilona dan Kayla yang sedang mengobrol


"Mom" panggil Amora


"Sayang" Wilona berdiri menghampiri anaknya


Sedangkan Kayla menatap calon menantunya dan anaknya tersenyum


"Mommy dan Mommy Kayla sudah memilihkan gaun yang cocok untukmu, kau mau melihatnya?" Wilona


Amora hanya mengangguk


"Ayo" ajak Wilona untuk duduk terlebih dahulu


Pegawai toko mengambilkan beberapa gaun yang sudah di pilih oleh Wilona dan Kayla untuk Amora coba.


Ini Nona anda bisa mencoba semuanya





Amora melihat dan memilih gaun yang sekiranya cocok untuk dia kenakan.


Aku tidak perlu mencoba semuanya pilihanku jatuh pada No 2


Wilona dan Kayla tersenyum ketika Amora telah menentukan pilihannya. Pikir mereka selera Amora sangat bagus


"Kalau begitu anda harus mencobanya Nona, mari" ajak pegawai tersebut untuk Amora mencoba gaunnya


Amora mengangguk lalu mengikutinya dari belakang. Amora masuk ruang ganti lalu mulai memakai gaunnya di bantu oleh pegawai butik.


"Sudah Nona" ucap pegawai butik


Amora berjalan dengan pelan ke arah Kayla, Wilona dan Ken


"Mom, Ken" panggil Amora


Wilona, Kayla dan Ken langsung mengalihkan pandangan mereka kepada Amora. Semua di buat terpana oleh Amora


"Kenapa kalian diam? Apa aku tidak cocok mengenakan gaun ini? Kalau begitu aku akan ganti" ucap Amora yang hendak berbalik


"JANGAN!" teriak mereka bertiga bersamaan


Amora hanya mengernyitkan dahinya


"Kenapa?" tanya Amora bingung


Wilona menghampiri Amora


"Kau sangat cantik sayang mengenakan gaun ini, kami sempat terdiam karena kami terpesona akan kecantikanmu yang mengenakan gaun ini" Wilona tersenyum menatap Amora


"Iya Mora benar apa yang dikatakan oleh mommy mu, iya kan Ken?" Kayla menyenggol lengan Ken yang masih terpesona menatap Amora

__ADS_1


"hah? Oh iya bener kata Mommy, kau sangat cantik mengenakan gaun itu" ucap Ken setelah di senggol lengannya oleh Kayla


Amora mendengar orangtua dan calon tunangannya berbicara seperti itu membuat kedua pipi nya memerah.


Tentu saja hal itu di lihat oleh semua orang dan mereka hanya tersenyum melihat Amora yang malu.


Sedangkan Ken dia kembali menatap kekasihnya yang sangat mempesona di depannya, jangan di sia sia kan bukan mubazir kalau kata Dion.


Amora berbalik dan mengganti pakaiannya kembali diruang ganti dengan seragam sekolahnya.


Setelah mereka melakukan fitting baju begitu pun dengan Ken, mereka pulang dengan kendaraan masing masing.


Wilona dan Kayla yang di antar supir serta Amora yang di antar pulang oleh Ken.


...****************...


Di sisi lain


Ketika mendapat surat undangan dari gadis yang sangat dia benci, Clara langsung pulang dengan mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang


Clara turun dari mobil lalu segera memasuki mansion nya dengan wajah yang sudah memerah dan tangan yang mengepal.


Melihat hal itu Sintia panik, ada apa dengan anaknya tidak biasanya pikirnya. Sintia mengikuti langkah Clara dari belakang.


"Sayang ada apa?" Sintia


Clara tidak menjawab dia terus berjalan menaiki anak tangga dan membuka pintu kamarnya kasar


Setelah sampai pintu Clara melempar semua yang ada dan memecahkan cermin hiasnya


Braak ..


Praang ..


Praang ..


Praaang ..


"Ada apa sayang? Apa terjadi sesuatu?" tanya Sintia memeluk Clara yang sedang menangis meraung


"maaa hiks .. Ken maa hiks" Clara menangis


"Ada apa dengannya?" Sintia


Clara tidak langsung menjawab dia masih menangis meraung di pelukan mama nya


"Apa Ken berbuat jahat padamu?" tanya Sintia lagi


"Dia..hiks dia akan bertunangan minggu ini ma" ucap Clara menangis


"apa?" dengan siapa? Jangan bilang dengan gadis tengkik waktu itu?" Sinta


Clara mengangguk dan terus menangis meraung


Mengetahui itu tentu saja Sintia tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu. Anaknya yang sudah berusaha untuk membuat Ken jatuh cinta malah perempuan tengik itu yang mendapatkannya


"Tidak bisa di biarkan" geram Sintia dengan menenangkan Clara


* Ruang Kerja Bram


Tidak beda jauh dengan Clara, Bram pun sama dia melempar semua barang yang ada di meja


"Aaaaarghh!! Brengsek! Sialan!" ucap Bram dengan melempar barang barang


"Ternyata selama ini ada penyusup dan menjual saham perusahaan ku tanpa sepengetahuanku" ucap Bram dengan mata memerah


"Dan perusahaan Ku sendiri terancam bangkrut karena rayyan mencabut seluruh sahamnya" ucap Bram tertahan


"Aaaargh! Brengsek! Brengsek!" ucap Bram marah

__ADS_1


Praaang ..


Praaang ..


Praaang ..


Bram memukul kaca lemari menggunakan stik golf.


Sedangkan Grey dia hanya melihatnya saja tanpa berniat menghentikannya. Karena dia takut terkena imbas nya.


Tok ..


Tok ..


Tok ..


Pintu di buka oleh Grey


"Ada apa?" tanya Grey kepada Maid


"I..itu Tuan Nona Clara mengamuk" ucap Maid


Bram mendengar Clara mengamuk langsung pergi begitu saja lalu berjalan menuju kamar Clara yang tidak beda jauh dengan ruangannya saat ini yaitu hancur.


"Ada apa?" tanya Bram ketika melihat anaknya menangis meraung di pelukan sang istri


Clara tidak menjawab, dia sudah tidak sanggup mengeluarkan satu kata pun


"Ken akan bertunangan dengan gadis tengik itu" ucap Sintia dengan nada ketus karena dia sangat marah saat ini melihat anaknya menderita karena ulah Ken dan Amora.


"Maksudmu Ken akan bertunangan dengan Amora?" tanya Bram memastikan


"Aku tidak tau nama gadis tengik itu, yang jelas gadis itu yang telah melukai tangan anak kita" ucap Sintia


Bram mengepalkan tangan, lagi lagi gadis itu pikirnya.


"Tidak bisa di biarkan" geram Bram


"Ya memang tidak bisa di biarkan, kita harus menggagalkan rencana tunangannya bila perlu bunuh saja gadis itu" ucap Sintia berapi api


Bram mendengar ucapan Sintia langsung pergi dari kamar Clara.


Bramana berjalan kembali menuju ruangannya


"Grey ikut aku" ucap Bram ketika melihat Grey di bawah tangga


"Baik Tuan" Grey


Grey mengikuti Bram ke ruang kerjanya kembali


Setelah sampai di ruang kerjanya Bram mendudukkan dirinya di kursi kerjanya lalu menatap Grey


"Aku ingin kau menculik gadis sialan itu waktu acara pertunangannya berlangsung" Bram


"Tapi tuan pasti mereka akan melakukan penjagaan dengan sangat ketat" Grey


"Aku tidak peduli" Bram


Grey mengangguk


"Baik tuan" Grey


Bram mengepalkan tangannya


"Kau harus mati bocah sialan!" batin Bram


#bersambung


Mohon dukungannya dan tinggalkan jejak kalian. Karena dukungan kalian membuatku semangat untuk terus up tiap eps nya🤍

__ADS_1


__ADS_2