
Sesuai janji Arshan apa yang di inginkan oleh Amora dia akan membantunya termasuk soal mengurus kepindahan sekolahnya.
Ya Zamora akan pindah sekolah dan memulai aksi balas dendamnya melalui anak perempuannya terlebih dahulu.
"Sayang daddy sudah mengurus soal kepindahan sekolahmu, mulai besok kau sudah bisa bersekolah disana" ucap Arshan
"Thanks dad kau yang terbaik" ucap Amora dengan mencium pipi Arshan
Arshan hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya. Sedangkan Wilona hanya mendelik merasa terabaikan
"Jadi hanya daddy kamu saja yang terbaik? Mommy tidak nih?" ucap Wilona menggoda
"Tentu saja mommy pun terbaik, tanpa kalian aku hanyalah anak yang tak tau arah untuk hidup" ucap Zamora dengan mencium pipi Wilona
Wilona yang mendengar ucapan Zamora langsung mengusap pipinya lembut dan menatap matanya dalam
"Jangan pernah berbicara seperti itu lagi, ini sudah takdir kita untuk bertemu dan saling melengkapi. Jangan merasa kau tidak punya siapa siapa kami disini keluargamu" ucap Wilona berkaca kaca
"Terimakasih mom" ucap Zamora yang langsung memeluk Wilona sang mommy.
Arshan menghampiri mereka yang sedang berpelukan.
"Sudah honey, baby girl aku tidak ingin melihat kalian bersedih apalagi menangis aku hanya ingin melihat kalian tertawa bahagia" ucap Arshan tulus
Zamora melepaskan pelukannya dan menatap Arshan
"Oke dadd aku akan mengingat ucapan daddy" ucap Zamora dengan memperagakan gerakan hormat
Membuat Arshan dan Wilona melihatnya tersenyum gemas.
...****************...
Karena ini hari weekend Arshan mengajak Wilona dan Amora makan siang bersama diluar, sangat jarang Arshan meluangkan waktu untuk keluarga karena pekerjaan yang selalu menumpuk membuat mereka susah untuk menikmati waktu bersama.
"Daddy aku akan mengikuti mobil kalian dari belakang, aku ingin mengendarai motorku sudah lama aku tidak mengendarainya" pinta Mora dengan menunjukan puppy eyes nya
Arshan yang tadinya akan membantah tapi melihat Amora menunjukan raut muka yang menggemaskan mana mungkin bisa melarangnya.
"Baiklah, hati hati" ucap Arshan dan membukakan pintu untuk istrinya
Arshan dan Wilona pergi keluar mengendarai mobilnya sendiri karena ini momen langka untuk melakukan quality time bersama keluarga jadi Arshan akan menikmatinya termasuk tidak menggunakan supir pribadi.
Arshan menjalankan mobilnya di ikuti Amora dari belakang dengan kecepatan laju tidak terlalu kencang dan tidak terlalu pelan Arshan tidak mau Amora kebut kebutan itu akan sangat membahayakan.
__ADS_1
* Restaurant Wilders
Setelah sampai di Wilders yaitu restaurant mewah milik Arshan dan Wilona, ini hanya salah satunya usaha yang dimiliki oleh Arshan
Mereka memarkirkan kendaran mereka masing masing lalu berjalan bersamaan, di depan pintu mereka disambut oleh manager dan beberapa karyawan
"Selamat datang tuan Arshan" sapa manager dengan ramah dan karyawan lain yang menunduk hormat
"Saya sudah menyiapkan ruangannya tuan. Mari" lanjut manager mengajak mereka untuk ke ruangan yang sudah dipesan oleh Arshan yaitu VVIP.
Setelah sampai di ruangan yang dituju arshan wilona dan Zamora memasuki ruangan tersebut dan mulai menikmati hidangannya.
...****************...
Selesai dengan makan bersama Arshan dan Wilona berniat akan pulang karena Wilona mendadak badannya sedikit tidak enak.
Zamora dan Arshan tentu saja khawatir tapi setelah Wilona meyakinkan dia akan baik baik saja setelah istirahat Zamora dan Arshan merasa sedikit lega.
"Mommy dan daddy duluan saja aku mau ke toilet dulu sebentar" izin Amora
"Kalo begitu hati hati pulangnya jangan kebut kebutan kalo ada apa apa cepat kabari daddy" ucap Arshan
"Iya iya daddy tidak perlu khawatir" ucap Amora menenangkan
"Yasudah kita pulang duluan" pamit Arshan mencium pucuk kepala Amora
Saat Zamora keluar toilet tidak sengaja bertubrukan dengan seorang pria yang bertubuh tegap dan penuh tato.
Bruk ..
Amora sedikit oleng oleh tabrakan yang tidak sengaja barusan untung Mora cepat menyeimbangkan dirinya kalo tidak bisa bisa pantatnya mencium dinginnya keramik toilet.
"Maaf nona" ucap pria bertato.
Zamora mendongkak melihat orang itu dan dia tertegun karena lelaki itu dialah orang yang telah membunuh kedua orangtuanya. Amora tau karena pada saat itu pria ini tidak memakai penutup wajah.
Deg ..
"Orang ini?" batin Amora
Orang yang tidak sengaja bertabrakan dengan Amora yaitu Grey orang yang sama dengan orang yang membunuh kedua orangtua Amora.
"Nona kau tidak apa apa?" tanya pria bertato itu sekali lagi membuyarkan keterkejutan Amora
__ADS_1
"Ya" jawab Amora datar dengan menatap pria itu tajam
Grey yang ditatap seperti itu merasa bingung sendiri, dia sendiri sudah bilang tidak apa apa jadi kenapa sekarang terlihat sangat marah.
"Kalo begitu saya permisi nona" pamit Grey
Sedangkan Zamora melihat kepergian Grey dia mengepalkan tangannya dan raut muka yang memerah menahan marah.
Sebelum terlalu jauh dia mengejar Grey, Amora dapat melihat kalo Grey sedang berjalan dibelakang pria paruh baya yaitu Bramana Listanto
Amora benar benar sangat marah saat ini dia butuh pelampiasan.
...****************...
Amora melajukan kecepatan motornya di atas 60km/jam, yang membuat pengendara lain mengumpatnya.
Ditengah tengah perjalanan Amora terpaksa menghentikan kendaraannya karena di depan sana terdapat segerombolan orang yang sedang tauran lebih tepatnya pengeroyokan.
Zamora membunyikan klakson motornya guna menghentikan tauran mereka, dan ya benar saja setelah bunyi klakson panjang Amora berhenti mereka semua memandang ke arah Amora dan menghentikan sejenak tauran nya.
"Berani beraninya lo menghentikan kesenangan kita, punya nyali berapa lo hah?" tanya pemuda yang bertindik di telinganya
Zamora hanya diam saja tanpa niat menjawab, dia memperhatikan semuanya, terlihat tiga pemuda yang dikeroyok oleh mereka mungkin pria bertindik ini yang jadi ketuanya. Pikir Amora
Melihat dua dari ketiga pemuda itu sudah hampir hilang kesadarannya dan yang satunya babak belur dan yang satunya lagi terlihat biasa saja malah terlihat menikmatinya. Zamora berniat membantunya kebetulan sekali bukan Mora butuh pelampiasan untuk menghilangkan sedikit amarahnya.
"Lo tuli?! Lebih baik lo pergi dari sini kalo lo ingin selamat dan jangan menjadi sok pahlawan!" ucap pemuda bertindik geram
Amora mengalihkan pandangannya kepada pemuda yang ada dihadapannya. Amora membuka kaca helmnya karena dia memakai helm full face pemuda itu tidak tau kalo yang ada dihadapannya seorang perempuan.
"Jangan berteriak kepadaku!" ucap Amora tertahan
"Lebih baik lo pergi" ucap pria itu yang ingin mendorong Amora, tapi Amora lebih dulu mencekal tangannya lalu memelintirnya dan menendang belakang lututnya.
Kreeek ..
Bugh ..
"Aaaarrgh..." teriak pemuda bertindik
Semua mata terarah menuju Amora. Melihat bosnya yang diperlakukan seperti itu para anak buahnya sebagian mulai mengepung Amora dan sebagian lagi melanjutkan kegiatan tadi yang terhenti ulah Amora mengeroyok 3 pemuda tadi.
"Kebetulan sekali aku butuh samsak saat ini jadi mari kita selesaikan lebih cepat karena aku tidak mau terlalu membuang tanaga hanya untuk sampah seperti kalian" ucap Amora menyeringai dibalik helm nya
__ADS_1
"Kurang ngajar!! Seraaang!" perintah pria bertindik
#bersambung