Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
22


__ADS_3

Malam telah berganti pagi, Amora sekarang telah bersiap siap untuk pulang di bantu Wilona dan Arshan.


Sedangkan Ken sudah pulang sedari tadi semenjak kedatangan Wilona dan Arshan, karena Amora mengancam Ken kalo tidak masuk sekolah lagi Amora tidak mau berbicara dengan Ken akhirnya Ken pun pasrah dan menuruti kemauan Amora.


* Mansion Aberald


Setelah sampai di mansion, Wilona menyuruh Amora untuk beristirahat karena keadaan Amora yang belum sehat benar. Sedangkan Arshan dia sudah berangkat kerja ke kantornya.


Di kamar Amora langsung merebahkan badannya di ranjang empuk nya lalu memejamkan matanya sejenak, dia sedang menerka nerka siapa yang sudah berani mencoba membunuh dirinya. Pasalnya Amora tidak yakin kalo yang ingin membunuh dirinya itu gadis yang bernama Rani, tapi dia mencurigai satu nama.


"Aargh dari pada pusing, mending nanti aku tanya Ken saja" Amor berbicara sendiri


Karena pusing memikirkannya akhirnya Amora ketiduran.


* Sekolah


Ken akhirnya terpaksa berangkat sekolah walaupun berat hati dia masih ingin menjaga Amora, tapi Amora malah mengancamnya "si**!!" batinnya


Sampai diparkiran Ken sudah ditunggu oleh teman temannya. Ken memarkirkan motornya di tempat biasa lalu turun dari motornya, teman temannya menghampirinya


"Ken gue denger Amora udah pulang" tanya Dion


"Hm" jawab Ken


"Syukurlah" ucap teman teman Ken serempak


"Trus kita mau apain Clara? Gue tau, ga mungkinkan lo diem aja" ucap Nathan


Sedangkan teman teman yang lain hanya mengangguk, Ken sendiri pun hanya senyum menyeringai


Teman teman Ken yang melihat senyumannya mengerikan bergidik ngeri. Pikir mereka Clara benar benar dalam bahaya


"Cabut" Ken berjalan meninggalkan parkiran di susul dengan teman temannya.


...****************...


Di dalam kelas Tiara sudah menceritakan semua kejadian yang telah di alami Amora kepada Sindy, karena Sindy dua hari tidak masuk sekolah membuat Tiara kesepian tidak punya teman kemana mana.


"Gila sih, apa dia ga takut sama Ken ya. Secara kan Mora sedang dekat dengan Ken" ucap Sindy heboh


"Entahlah, mungkin dia punya nyawa sebelas kaya kucing" Tiara


"Kucing nyawanya sembilan!" Sindy


"Kata siapa emang lo pernah liat sendiri kalo kucing nyawanya sembilan?!" tanya sewot Tiara


"Belum sih" ucap Sindy sambil menggaruk kepala yang tidak gatal


"Eh by the way pelakunya udah ketemu belum ya" tanya Sindy penasaran


"Gatau gue, tapi gue yakin sih Ken gabakal tinggal diam dan lepasin pelakunya" ucap Tiara menerawang saat kejadian bagaimana Ken khawatirnya kepada Amora


"Bener, walaupun Ken tampan tapi dia itu selain misterius dia juga nyeremin" ucap Sindy bergidik ngeri


"Gimana kalo pulang sekolah kita jenguk Mora?! Usul Sindy


"Tapi kita ga tau alamat rumahnya" Tiara

__ADS_1


"Ish lo bego atau dongo, lo buka hp trus lo chat si Mora tanyain dimana alamat rumahnya kita mau jenguk" ucap Sindy sambil menoyor pelan kepala Tiara


"Ish lo yang telmi kita belum sempat tuker no handphone asal lo tau" ucap Tiara cemberut karena di toyor oleh Sindy


Sindy langsung menepuk jidatnya sedangkan tiara mendelik seraya membuang nafas kasar.


...****************...


Kriiing ..


Kriing ..


Kriing ..


Bel pulang sekolah berbunyi


Ken langsung bergegas keluar kelas membuat semua teman temannya keheranan


"Si Ken mau kemana sih buru buru banget, kebelet berak apa ya dia" ucap Dion


"Bukan! Dia kebelet pengen ketemu pujaan hatinya" ucap Nathan


"Ooh eh Ken mau jenguk Mora ikut yuk" ajak Dion


"Ya ayo cepet kita susul Ken" ucap David


Mereka berempat langsung menyusul Ken, tapi mereka melihat Ken sedang berhadapan dengan Clara sontak saja mereka berjalan cepat ke arah Ken, takut Ken kebawa emosi setelah tau pelaku yang sebenarnya.


Sedangkan Ken sekarang sedang berusaha menahan amarahnya didepan Clara. "belum saatnya, sebentar lagi" batin Ken


Di saat Ken sedang menahan amarah disitu teman temannya datang


"Gue ada perlu sama Ken" ucap Clara menatap Ken


Ken yang ditatap enggan melihat Clara, dia sangat muak dengan gadis yang ada di hadapannya


"Perlu apa lo sama Ken?" tanya Rasya sewot


"Bukan urusan lo" ucap Clara


"Heh asal lo tau urusan Ken urusan kita juga" Dion


Clara menghembuskan nafas kasar, lalu menatap Ken


"Aku mau nganterin pesanan tante Kayla, karena aku ga bawa mobil jadi aku ikut kamu" ucap Clara menatap Ken


"Gue gabisa" ucap Ken lalu pergi dari hadapan Clara


Clara langsung mengejar Ken dan ingin meraih tangan Ken tapi Ken lebih cepat menyadarinya jadi dia menghindar.


Sedangkan teman teman Ken yang berada dibelakang Clara dan Ken hanya menggelengkan kepala melihat sifat keras kepalanya Clara yang sudah ditolak beberapa kali oleh Ken


"Ken tunggu, trus aku gimana nganterin pesanan tante Kayla?" ucap Clara sambil berjalan menyamai langkah Ken


"Itu urusan lo" ucap Ken berhenti diparkiran lalu memakai helmnya dan mulai menaiki motornya


Clara menahan tangan Ken, sedangkan Ken langsung menatap tajam Clara. Clara yang ditatap seperti itu langsung melepaskan pegangan tangannya.

__ADS_1


Ken langsung mengendarai motornya meninggalkan Clara di parkiran sendiri dan di susul oleh teman temannya.


Melihat kepergian Ken dan teman temannya Clara mengepalkan tangannya sampai buku tangannya memutih.


"Kita lihat saja aku akan membuat kamu bertekuk lutut!" ucap Clara dengan wajah yang memerah dan berlalu dari sana.


...****************...


Di tengah perjalanan Ken memberhentikan kendaraannya karena Ken melihat teman temannya mengikutinya di belakang.


"Ngapain?" tanya Ken datar


"Lah lo ngapain berhenti disini?" tanya balik David


Ken memutarkan bola matanya malas. Rasya yang mengerti arti dari pertanyaan Ken langsung menjawabnya


"Lo mau kerumah Amora kan? Kita juga mau ikut" jawab Rasya


Ken hanya menganggukkan kepalanya lalu menjalankan motornya kembali sedangkan salah satu temannya mengumpatinya di belakang


"Dasar kulkas berjalan!" umpat David kesal


"Udah ayo nanti keburu ilang si Ken" ucap Nathan yang menjalankan motornya kembali diikuti oleh Dion, David dan Rasya.


* Mansion Aberald


Setelah Ken dan teman temannya sampai Ken langsung memarkirkan motornya dan langsung turun dari motornya mengacuhkan teman temannya.


Mereka berempat hanya melongo melihat kelakuan Ken sahabatnya


"Dasar bucin" Dion


"Gue liat liat semenjak Ken kenal Amora dia jadi lebih banyak senyum" ucap Rasya


"Iya banyak senyum, tapi senyum senyum sendiri" ucap David sewot


"Ya seenggaknya dia jadi nambah ekspresi muka engga datar terus" ucap Rasya


"Tapi serem an*ir kalo senyum senyum sendiri yang ada dia dibilang ga waras" ucap Nathan


"Lah dia emang udah setengah waras semenjak kenal Amora" timpal David


Mereka yang mendengar ucapan David hanya terkekeh


"Udahlah ayo turun si Ken udah di depan pintu tuh" ucap Dion


Mereka langsung turun dan berjalan mendekati Ken


Ting Tong ...


Ting Tong ..


Ken memencet bel rumah, dan seorang Maid membukakan pintu


"Tuan muda, silahkan masuk" Maid mempersilahkan Ken dan teman temannya masuk terlebih dahulu lalu disuruh menunggu diruang tamu.


"Bibi akan panggilkan nyonya tuan muda, mohon ditunggu sebentar" pamit Maid kepada Ken

__ADS_1


Ken hanya mengangguk lalu duduk bersama teman temannya.


#bersambung


__ADS_2