Unforgiven (Tak Termaafkan)

Unforgiven (Tak Termaafkan)
15


__ADS_3

Amora telah selesai dengan makanannya. Lalu berniat beranjak dari sana tapi seseorang memegang tangannya


"Kemana?" tanya Ken


"Toilet" jawab Amora lalu melepaskan cekalan tangan Ken dan pergi meninggalkan area kantin


David, Dion, Rasya dan Nathan melihat interaksi mereka dari tadi merasa heran sejak kapan mereka dekat setau mereka Ken tidak pernah mau berinteraksi dengan yang namanya perempuan ya kecuali ibu yang telah melahirkannya.


Karena keinginan tahuan David tingkat tinggi David menanyakannya langsung kepada Ken meskipun sudah tau jawaban apa yang akan diberikan Ken.


"Ken sejak kapan lo deket sama Mora?" tanya David kepada Ken yang masih menatap Mora berjalan keluar kantin


Ken mengalihkan pandangannya kepada David


dia tidak menjawab hanya mengedikan bahunya lalu pergi meninggalkan teman temannya.


David yang melihat itu sudah biasa dia tidak marah hanya merasa sedikit kesal saja mempunyai teman yang seperti kulkas berjalan untungnya hanya dia sendiri yang seperti es batu coba kalo semua teman temannya seperti itu David tidak akan kuat mungkin David akan depresi secara perlahan.


"Woy ngelamun lo" Rasya menepuk pundak David


"Sialan lo, kaget gue" ucap David menyingkirkan tangan Rasya yang ada di bahunya


"Weeeees selow bro" ucap Rasya mengangkat kedua tangan tanda menyerah


"Lagian lo nanya yang udah tau jawabannya sama Ken" ucap Dion sambil menyantap makanannya


David hanya mendengus mendengar ucapan Dion.


"Kayanya tuh anak tertarik sama Mora" ucap nathan yang sedari tadi hanya diam.


David, Dion, dan Rasya langsung menatap Nathan.


Mereka semua mengangguk membenarkan perkataan Nathan


"Iya bener, lagian sejak kapan Ken mau deket deket sama cewe?" Dion


"Apalagi tadi sempat pegang tangan Mora kan?" lanjut Nathan


"Yaudah lah kalo misalkan Ken tertarik sama Amora itukan bagus tandanya dia normal" ucap Rasya


Mereka mengangguk membenarkan ucapan Rasya, kalo Ken bahagia mereka juga akan ikut bahagia. Bukankah harusnya begitu definisi pertemanan yang tulus?


...****************...


* Toilet Wanita


Sedangkan perempuan yang sedang di bicarakan dia sudah selesai dengan hajatnya.


Amora berkaca di cermin membenarkan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu mencuci tangannya.

__ADS_1


Sebelum Amora membuka pintu seseorang lebih dulu membukanya dengan kasar lalu mendorong Amora ke arah dinding, untung Amora pandai menyeimbangkan badannya tidak sia sia dia latihan militer selama lima tahun.


"Gue peringatkan sama lo jauhi Ken kalo lo masih bandel mendekatinya habis lo di tangan gue!" ucap Clara emosi sambil menunjuk Amora


Ya perempuan itu Clara, sedangkan kedua temannya berjaga jaga di depan pintu takut ada orang yang masuk.


Amora hanya tersenyum lalu menurunkan telunjuk Clara yang mengarah kepadanya


"Lagian siapa yang mendekati siapa, aku tidak pernah mendekatinya" ucap Amora tenang


"Lo cewe gatel" Clara kembali emosi melihat Amora yang santai menghadapinya


"Sepertinya aku merasakan ada yang terbakar api cemburu" Amora tersenyum


"Gue peringatkan sekali lagi kalo gue liat lo dekat dekat dengan Ken lagi gue habisi lo karena Ken milik gue" ucap Clara mendorong bahu Amora, tapi Amora menahan tangan Clara lalu memelintirnya


"Aaaargh sialan lepasin tangan gue j*****!" ucap Clara menahan sakit


Amora yang mendengar Clara memanggilnya j****** langsung menendang lututnya membuat dia terjatuh dan meringis.


Meta dan Lusi yang melihat Clara jatuh tersungkur ke lantai tidak tinggal diam, mereka mulai menyerang Amora.


Tentu saja Amora dengan senang hati meladeninya, Meta ingin menjambak rambut Amora tapi ditangkisnya oleh Amora lalu memelintirnya ke belakang dan membenturkan badan Meta ke dinding sedangkan Lusi yang ingin memukul Amora dari belakang dia mengangkat kaki dan menendang perutnya membuat Lusi meringis kesakitan.


Amora berjalan mendekati Clara dan mencondongkan badannya lau berbisik ditelinga Clara


Amora berbalik dan berniat pergi dari sana tapi di depan pintu sudah ada beberapa siswi yang ingin ke toilet dan seorang pria yaitu Ken membuat Amora menghentikan niatnya


Ken melihat Clara dan teman temannya yang terduduk di lantai toilet dengan baju yang sudah berantakan.


Clara yang merasa diperhatikan oleh Ken dia mulai berakting menunjukan air mata buayanya


"Ken" ucap Clara lirih dan mulai menangis berharap Ken menolong


Ken tidak menjawab ucapan Clara, Ken malah menatap amora dia malah lebih khawatir dengan Amora


"Lo gak apa apa ?" tanya Ken sambil meneliti keadaan Amora


"Lebih baik kau urus pacarmu" ucap Amora datar dan dingin lalu pergi dari sana dengan menabrakkan bahunya kasar


Sedangkan Ken merasa bingung pacar? Siapa pacarnya. Ken merotasikan matanya dan menatap Clara tajam lalu berbalik untuk mengejar Amora.


Clara merasa sangat marah, Ken sudah melihat keadaannya tapi dia tidak berniat menolong bahkan bertanya tentang keadaannya saja enggan.


Clara akan membalas Amora liat saja nanti pikirnya.


...****************...


Sebenarnya tadi Ken berniat pergi ke halaman belakang sekolah, tapi tiba tiba Ken melihat Clara dan geng nya seperti mengikuti Amora takut Clara berbuat macam macam terhadap Amora Ken mengikutinya Clara dari jauh.

__ADS_1


Ken tidak sempat mendengar obrolan Amora dan Clara Ken hanya mendengar suara keributan dari jauh jadi Ken mempercepat langkahnya dan yang di lihat Ken Clara dkk nya sudah terduduk di lantai dengan baju yang berantakan.


Ken mengejar Amora untuk menanyakan apa yang telah terjadi.


"Amor tunggu" ucap Ken berusaha meraih tangan Amora


Amora menghentikan langkahnya mendengar Ken yang memanggil namanya Amor mendelik itu panggilan sayang orangtuanya kenapa Ken memanggilnya juga seperti itu.


"Kau mau menuduhku melakukan pembullyan terhadap pacarmu" Amora emosi


Ken menggeleng


"Ngga siapa bilang dia pacar gue?" tanya Ken


"Dia mengklaim kalo kau miliknya yang berarti dia pacarmu" Amora


"Itu ga bener gue bukan miliknya atau pacarnya, jangan percaya dengan bualan nya" tegas Ken


Amora menghela nafas kasar


"Sudahlah aku tidak ingin ada urusan denganmu lagi" ucap Amora lalu berbalik meninggalkan Ken


"Tapi gue ingin selalu ada urusan sama lo" ucap Ken yang berhasil menghentikan langkah Amora


Amora berbalik dan berjalan mendekati Ken lalu menatap dalam mata Ken


"Kenapa? Kenapa kau ingin selalu ada urusan denganku?" ucap Amora penasaran


"Karena gue nyaman didekat lo, gue tertarik sama lo" lirih Ken lalu melanjutkan ucapannya "pertama gue liat lo gue udah mulai tertarik dan mungkin rasa tertarik itu sekarang sudah berubah menjadi suka" ucap Ken yang membuat Amora terdiam mematung mencerna semua ucapan Ken


Ken memegang kedua bahu Amora dan membisikan sesuatu di telinganya.


"Gue suka sama lo, Zamora Abelard" ucap Ken lirih di telinga Amora


Deg ..


Amora tertegun mendengar Ken mengatakan perasaannya.


Amora melepas pegangan tangan di bahunya dan mundur beberapa langkah


"Kalau kau menyukaiku maka buktikan" ucap Amora lalu berbalik meninggalkan Ken yang berdiri di tengah tengah koridor yang sepi karena bel masuk sudah berbunyi.


"Aku akan membuktikannya Amor" batin Ken.


Seorang Kenzio alluca Barnett orang yang datar, dingin, cuek, jika sudah mengklaim sesuatu yang menjadi miliknya dia tidak akan pernah melepaskannya termasuk dengan amora Ken sudah mengklaim amora menjadi miliknya maka Ken tidak akan membiarkan orang lain memiliki amora.


#bersambung


Mohon dukungannya ya guys tinggalkan jejak kalianšŸ¤

__ADS_1


__ADS_2