YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU

YANG KU CINTA TERNYATA ANAK KANDUNG AYAHKU
10. Kejadian di hari pertama bekerja


__ADS_3

"Nona maafkan karyawan aku yang tidak sopan itu ya? semoga nona bisa nyaman bekerja disini, jika ada yang ingin di tanyakan atau ada keperluan, jangan sungkan katakan saja padaku" kata Dicky berjalan ke ruangan.


"Iya tuan tidak apa, baiklah tuan jika ada yang perlu di tanyakan, aku akan bertanya pada tuan" kata Adelia berjalan mengikuti Dicky.


"Dengan senang hati nona, silahkan duduk aku akan memberi panduan bekerja pada nona" kata Dicky duduk di kursi.


Dasar jal*ng kampungan gara-gara dia bos Dicky marah terhadapku, awas kamu aku akan membalasnya!


"Kak mella yang tadi itu siapa? dia terlihat akrab dengan bos Dicky, dia bisa menyulitkan kakak untuk mendekatkan bos Dicky" kata Via memanaskan suasana.


"Via apa kamu punya rencana untuk menyulitkan jal*ng kampungan itu?" tanya Mella kesal.


"Kak Mella aku punya rencana" kata Via berbisik pada Mella. "Bagus, kita laksanakan rencana nya" kata Mella senyum jahat.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" kata Dicky


"Bos, aku membawa berkas yang perlu tanda tangan bos" kata Mella berjalan ke arah Dicky.


"Letakkan di meja" kata Dicky datar.


"Baiklah bos" kata Mella.


"Tuan saya permisi ke toilet dulu" kata Adelia kepada Dicky.


"Ya silahkan nona" Kata Dicky lembut


Cih, bos Dicky begitu dingin kepadaku dan berbanding terbalik terhadap jal*ng kampungan itu, kamu bisa senang dan mendapatkan perhatian bos Dicky sekarang tapi tidak sebentar lagi, (Mella bergumam di hati dan tersenyum jahat)

__ADS_1


Adelia berjalan keluar dan meninggalkan Mella dan Dicky. Tak lama kemudian Mella meninggalkan ruangan Dicky.


Hari ini aku gugup sekali, untung saja aku mendapatkan bos yang sangat baik, kelak aku akan membalas kebaikannya. Aku sangat gugup hingga aku menjadi kebelet pipis, ah memalukan sekali (Adelia berbicara di hati)


Adelia pergi ke toilet, Mella dan Via menjalankan rencana jahatnya,


"Huh, lega rasanya, begitu banyak yang telah ku lalui di kota ini, aku jadi merindukan ibu dan sahabatku" Adelia menatap kaca. Siapa itu wanita di belakangnya mendekati ku dengan penampilan menggunakan cadar, kaca mata hitam. Adelia membalikan tubuhnya, wanita bercadar itu menamparnya.


Plakkk...!


"Siapa kamu kenapa kamu menamparku" Adelia memegang pipinya.


"Cihh.. siapa aku itu tidak penting, aku peringatkan ya kamu ****** kampungan, kamu tidak pantas mendekati Dicky! Kamu ingat itu kalo tidak kamu akan tau sendiri akibatnya!" wanita bercadar ingin menampar Adelia lagi.


"Kamu kelewatan aku tidak berniat untuk mendekati tuan Dicky, aku di sini hanya untuk bekerja" Adelia menahan tangan wanita bercadar dan berusaha membuka cadar wanita itu.


Pakkk!!


Adelia pingsan di pukul dari belakang.


"Ha ha ha.... ****** lu, beraninya mendekati orang yang aku suka! rasakan sendiri itu semua karena salahmu" Mella tertawa puas.


"Bagus kak Mella kamu tepat waktu, aku terlalu meremehkan ****** ini, ternyata dia bisa membalas aku" Via membuka cadar dan kaca mata hitam.


Adelia di ikat, di siram dan di kurung di toilet.


Mana Adelia ya? sudah 3 jam tidak kembali kesini, perasaanku jadi tidak enak, apa ada yang mempersulitnya? (Dicky berbicara pada diri sendiri)


dretttt.. dretttt... Hendra menelponku tumben sekali, bukannya pagi dia sudah bertemu denganku, ya sudahlah aku angkat saja.

__ADS_1


"Hallo, ada apa?" kata Dicky memulai pembicaraan.


"Dicky cepat ke toilet wanita, wanitamu pingsan dan basah kuyup, nanti aku ceritakan semuanya, cepat kemari!" kata Hendra buru-buru.


Dicky berlari dengan cepat menuju toilet wanita


"Kamu sudah sampai, tukang bersih toilet wanita tadi menjerit, kebetulan aku lewat, ternyata wanitamu sudah seperti ini" Hendra menjelaskan kejadian


"Sini biar aku yang mengurusnya, kamu kembalilah bekerja!"


"Cih, tetap seperti gunung es setelah aku menolong wanitamu" Hendra menyindir


"Sudah selesai ngocehnya, pergi sana" Dicky segera mendekati Adelia


"Cih, baiklah aku pergi dulu" Hendra meninggalkan Dicky dan Adelia.


"Adelia kamu kenapa? kenapa bisa begini?" Dicky melepaskan jasnya, membalut tubuh Adelia dengan jas dan menggendong Adelia kerumah sakit.


Dimana ini? Apakah aku sudah mati? apakah ini surga? Adelia membuka mata, eh tuan Dicky tertidur, tuan Dicky mungkin kelekahan hingga tertidur saat menemani aku, tapi dia menggenggam erat tanganku, tuan Dicky sangat baik sekali, (kata Adelia di dalam hati)


"Hmm, kamu sudah sadar nona, kamu kenapa bisa sampai begini? aku.. mengkhawatirkan kamu" tanya Dicky langsung memeluk Adelia.


Degh... Degh... Degh...


Adelia tercengang "Aku.. aku.. aku baik-baik saja tuan, maaf tuan anda memelukku terlalu kuat"


"Maafkan aku, aku terlalu mengkhawatirkan kamu" kata Dicky malu melepaskan pelukan


"Tidak apa tuan, aku yang seharusnya meminta maaf pada tuan telah banyak menyusahkan tuan dan terima kasih banyak sekali menolong aku" ungkap Adelia merasa bersalah

__ADS_1


__ADS_2