
Dicky dan Hendra memberi perintah ke pada semua anggota nya untuk memeriksa rumah preman.
Sedangkan anak dari preman menangis tersedu-sedu meminta tolong.
Dicky dan Hendra menghampiri anak kecil yang keluar dari rumah preman dengan menangis tersedu-sedu.
Dicky dan Hendra mencoba untuk menenangkan anak preman itu.
Setelah beberapa saat anak preman akhir nya berhenti menangis, namun anak kecil itu tampak sangat sedih dan ketakutan.
Dicky dan Hendra yang kasihan dan tidak tega melihat dengan anak kecil itu, lalu membawa nya membeli es krim untuk menghibur anak kecil itu.
Sedangkan anggota Dicky dan Hendra memeriksa rumah preman dan menemukan bahwa preman tergeletak berumuran darah.
Preman itu sudah meninggal dunia dengan luka tusuk dan sayatan yang sangat banyak di bagian punggung, perut, leher dan bekas benturan keras di kepala preman.
Salah satu dari anggota Dicky dan Hendra melaporkan apa yang baru saja ia lihat di rumah preman.
__ADS_1
Sedangkan anggota Dicky dan Hendra yang lain nya mencoba menyelidiki kejadian yang baru saja terjadi di rumah preman namun tidak berani menyentuh jasad preman yang tergeletak berlumuran darah dan penuh luka tusuk, sayatan dan benturan.
"Lapor Boss Dicky dan kak Hendra! Saya baru saja dari rumah preman ingin memberi informasi yang baru saja anggota kami temukan di lokasi" Anggota memberi hormat ke pada Dicky dan Hendra di toko es krim.
"Tunggu! Kita bicarakan di luar saja" Dicky berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Hendra dan anak preman menuju luar toko es krim sedangkan anggota Dicky dan Hendra mengikuti Dicky dari belakang.
"Baik boss Dicky" Anggota mengikuti Dicky.
Di depan toko es krim Dicky menyuruh anggota nya untuk menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi di rumah preman.
"Lapor boss Dicky, saya dan anggota yang lain sudah menggeleda rumah preman, kami menemukan target sudah tewas tergeletak dengan penuh luka tusuk, sayatan dan benturan keras di kepala nya" Anggota itu memberi hormat dan menceritakan apa yang ia temukan di rumah preman.
"Maaf boss Dicky seperti nya target telah menjadi korban pembunuhan" Jelas anggota ke pada Dicky.
"Lalu apa kalian sudah menghubungi polisi dan apa ada informasi petunjuk yang kalian temukan di kasus ini?" Tanya Dicky tegas.
"Jawab boss Dicky, kami belum menelpon Polisi, namun anggota yang lain sedang berusaha menyelidiki tewas nya target" Jawab anggota.
__ADS_1
"Apa kalian bodoh? Kasus seserius ini kalian malah tidak menelpon polisi?" Bentak Dicky kesal.
"Ma maaf boss Dicky, kami tidak berani melakukan apa pun sebelum meminta izin ke pada boss Dicky dan kak Hendra" Jelas anggota.
"Cepat Hubungi polisi! Dan bilang ke pada semua anggota untuk jangan menyentuh apa pun sebelum polisi datang!" Bentak Dicky kesal.
"Ba baik boss Dicky, saya segera laksanakan perintah boss Dicky" Anggota ketakutan di bentak Dicky.
"Cepat pergi! Laksanakan tugas dengan baik!" Bentak Dicky menyuruh anggota nya pergi melaksanakan tugas dari nya.
"Si siap laksanakan!" Anggota langsung pergi secepat kilat.
Aihhh..
Boss Dicky sangat menakutkan, sedang tidak marah saja tampang dingin nya membuat orang yang lihat menjadi merinding dan takut, apa lagi kalo marah benar-benar sangat menakutkan. Apa kah boss Dicky adalah monster dengan wujud manusia.
Bentakan boss Dicky membuat jantung ku meraton dan nyawa ku hampir kabur saja. Mengapa aku punya boss yang sangat menakutkan seperti nya.
__ADS_1
Bbbrrrrrr.. Aku jadi merinding, dari pada mengingat boss monster itu, lebih baik ku secepat nya menjalankan perintah nya jika tidak, nyawa ku mungkin akan pergi dari raga ku.