
Anak preman memukul meja dengan sangat kuat hingga mengejutkan Dicky dan Hendra yang sedang bertengkar.
"Apa kalian ini anak kecil bertengkar karena hal sepele?" Anak preman mengelap air mata nya memarahi Dicky dan Hendra.
Di pikiran Dicky...
What!! Ternyata anak kecil ini bisa memarahi ku yang jelas-jelas tidak pernah di marahi orang lain.
Memalukan aku yang di kenal sangat dingin bisa-bisa nya di marahi oleh anak kecil.
Ternyata anak kecil ini kalo marah sangat menakutkan ya.
Dicky berbicara pada diri sendiri melihat anak preman.
Sedangkan di pikiran Hendra.
Aiihhh.. Bocah kecil yang cengeng ini memarahi ku dan si gunung es yang arogan ini!
Ternyata bocah kecil ini lebih menakutkan dari pada si gunung es.
Lihat saja si gunung es itu juga terkejut dengan bentakan bocah kecil itu.
Tampak nya Dicky takut pada bocah kecil ini, hehehe... Menarik!
__ADS_1
Hendra tiba-tiba nyengir dan tertawa kecil.
"Kalian yang sudah tua apa tidak malu dengan sifat kekanak-kanakan kalian" Anak preman mengomeli Dicky dan Hendra.
"Sudah tua?" Dicky dan Hendra merasa terhina dengan perkataan anak preman.
"Ya, coba ngaca di cermin itu! Lihat kalian sudah berkumis dan berjenggot. Itu bukti kalo kalian itu sudah tua" Anak preman menunjuk ke cermin yang ada di tiang belakang Dicky dan Hendra.
Dicky dan Hendra serentak menyentuh kumis dan jenggot yang tumbuh tipis belum di cukur.
"Eh bocah kecil, jangan menghina kita lagi!" Hendra kesal melihat anak preman.
"Aku tidak menghina kalian, aku bicara kenyataan" Anak preman melipat tangan nya memejamkan mata.
Huhhh... Anak preman menarik dan membuang napas panjang. Wajah yang sangar redup menjadi sedih.
"Kak, a ayah ku di bunuh orang kak" Anak preman menahan air mata berbicara gemetar.
"Ayah?" Dicky dan Hendra terkejut mendengar perkataan anak preman.
"Iya kak, aku aku adalah anak dari preman yang di bunuh orang kak" Suara anak preman gemetar.
"Jadi preman itu adalah ayah mu? Dicky dan Hendra berdiri.
__ADS_1
"Iya, walau pun ayah ku seorang preman, tapi sebenar nya ayah ku tidak jahat" Anak preman ikut berdiri.
"Tidak jahat gimana? Ayah mu sudah mencelakai orang lain! Itu yang kamu sebut tidak jahat?" Bentak Dicky ke anak preman.
Pakkkkk!!!! Anak preman marah.
"Asalkan kalian tau, ayah ku tidak pernah berbuat jahat ke pada siapa pun apa lagi anak kecil, ayah ku selalu menolong anak-anak jalanan dan memberi mereka makanan.
Namun sejak ibu sakit-sakitan, ayah berhutang pada wanita jahat, wanita jahat itu memberikan uang pinjaman untuk membiayai ibu aku di rumah sakit.
Ayah ku belum bisa membayar uang yang di pinjamkan oleh wanita jahat itu, wanita jahat itu selalu mengancam ayah dan dia memanfaatkan ayah untuk berbuat jahat.
Pada akhir nya ibu ku meninggal dunia. Dan aku yakin wanita jahat itu yang membunuh ibu ku, karena saat itu keadaan ibu ku sudah membaik dan terakhir yang datang menemui ibu ku sebelum ibu ku meninggal adalah wanita jahat itu.
Sekarang ayah ku meninggal di bunuh di hadapan ku, ayah ku melindungi ku dan menyuruh ku untuk kabur, aku tidak mau pergi, namun ayah marah ke pada memaksa aku untuk pergi.
Akhir nya aku berhasil meloloskan diri. Namun sekarang aku hanya seorang yatim piatu.
Huhuhuuu.. " Anak preman menangis menceritakan kisah hidup nya.
**Bersambung....
Jangan lupa like ya kakak..
__ADS_1
Dukungan kalian adalah semangat ku**..