
Tak lama kemudian Dicky pun tiba di rumah sakit...
Akhir nya sampai juga di rumah sakit, Adelia dan Riska keletihan hingga mereka ketiduran di mobil, aku harus segera bawa Adelia dan Riska berobat, aku takut Adelia dan Riska kenapa-napa, semoga Adelia dan Riska baik-baik saja (Dicky bicara dalam hati)
"Dokter tolong bawa teman ku dan adik nya, pastikan mereka baik-baik saja, jangan sampai mereka kenapa-napa! jika terjadi sesuatu terhadap mereka berdua, aku akan menutup rumah sakit ini" tegas Dicky
"Tenang tuan, saya akan melakukan apa yang tuan katakan dan ini adalah tugas saya sebagai dokter, saya akan berusaha dengan semua kemampuan saya" jawab Dokter gemetar
"Bagus, cepat laksanakan!" Tegas Dicky
"Baik tuan, tolong selesaikan bagian administrasi nya tuan" jawab dokter
"Saya akan urus administrasi nya sekarang juga" Dicky langsung pergi untuk mengurus administrasi
Dicky berjalan menuju tempat administrasi rumah sakit, Dicky tidak menyadari ia berselisih dengan Mella saat berjalan menuju tempat administrasi rumah sakit
Bukan kah itu Dicky mantan boss aku dulu? ngapain dia di rumah sakit? apa dia sakit? tapi seperti nya dia baik-baik saja, aku harus periksa dia menemani siapa di rumah sakit, tapi lebih baik aku diam-diam saja memantau Dicky karena dia mungkin masih marah dengan ku
Setelah Dicky selesai mengurus administrasi, Dicky berjalan menuju ruangan Adelia dan Riska
O di ruangan itu Dicky pergi, siapa yang ia temani, aku harus mengecek siapa yang Dicky temani, kalo orang tua atau keluarga nya aku akan biarkan saja, jika itu wanita dan bukan lah keluarga nya, tunggu saja, aku tak akan tinggal diam, aku akan beri perhitungan ke pada orang itu (dalam hati Mella memantau dari jauh)
"Dokter gimana keadaan teman saya dan adik nya?" tanya Dicky
"Teman tuan baik-baik saja hanya butuh istirahat yang cukup dan memar nya akan segera pulih dan adik teman tuan juga seperti itu, dan ini obat teman tuan dan adik nya, sudah saya tulis nama dan takaran obat nya, jika tidak ada yang lain, saya permisi dulu tuan" jawab Dokter
"Terima kasih dok, dokter boleh pergi!" jawab Dicky datar
"Adelia, aku keluar untuk telpon sebentar ya" Dicky membuka pintu nelpon meninggalkan ruangan Adelia dan Riska
"Iya tuan" jawab Adelia berbaring di kasur pasien
Dicky menelpon Chika, Dicky memerintahkan Chika untuk membeli makanan serta minuman yang baik untuk orang sakit dan Dicky juga memerintahkan Chika untuk menemani Adelia dan Riska, Chika di beri libur kerja beberapa hari hingga Adelia dan Riska sembuh total
"Adelia kamu istirahat lah dulu, aku harus balik ke kantor, nanti aku suruh Chika kemari untuk menemani kamu juga adik kecil dan nanti Chika akan membawakan makanan untuk kamu dan adik kecil" Dicky perhatian
__ADS_1
"Iya tuan, terima kasih atas perhatian tuan, tuan... hati-hati ya ke kantor nya" Adelia tiba-tiba manja
"Iya" Dicky perhatian mengelus kepala Adelia
Dicky meninggalkan Adelia dan Riska pergi ke kantor....
Ya Allah ya tuhan ku, terima kasih banyak atas kebaikan mu, berkat Mu lah amba bisa bersama dengan adik amba lagi, terima kasih telah mengirimkan amba penolong, yaitu tuan Dicky, tuan Dicky sangat baik ke pada amba, amba sangat bersyukur, terima kasih banyak ya Allah.
"Dek, maafkan kakak yang tidak becus mengurus mu! maafkan kakak yang membiarkan mu di sakiti orang lain! maafkan kakak yang tidak pantas menjadi seorang kakak!" Adelia bicara kecil menangis sambil membelai Riska yang tertidur di kasur pasien.
Hah.. ternyata si jal*ng kampungan itu, awas ya kamu! aku akan memberi kamu pelajaran. Apakah itu adik jal*ng kampungan? seperti benar adik nya, bukti nya saja jal*ng kampungan sangat sayang ke pada gadis kecil itu sampai jal*ng kampungan menangis
hahahaha... Aku bisa memanfaatkan gadis kecil itu untuk balas dendam ke pada jal*ng kampungan, tenang saja aku akan membuat mu sengsara, sekarang aku baik melepaskan kamu, tapi lihat nanti (Mella tersenyum jahat memandang dari kaca luar ke dalam ruangan Adelia dan adik kecil)
Mella berjalan ke luar meninggalkan Adelia dan Riska...
"Aduh, bisa gak jalan yang benar! apa kamu gak punya mata?" Bentak Mella
"Ma.. maaf aku tak sengaka, eh kak Mella" Chika berdiri
"Aku ke sini untuk pergi ke sini untuk menemani Adelia kak, kalo kakak sedang apa di sini?" tanya Chika
"Aku ke sini untuk menemui kakak ku yang sedang sakit" jawab Mella
"O begitu, ya sudah kak, aku ke dalam dulu kak!" Chika berjalan meninggalkan Mella
Sialan! ternyata Adelia akan di temani Chika, aku gak bisa langsung balas dendam sekarang, aku harus tunggu sampe mereka lengah, hahaha... lihat aja kamu! bentar lagi akan aku buat kamu menyesal telah merebut lelaki ku (Mella tersenyum jahat meninggalkan rumah sakit)
Tok...! tok...! tok...!
"Iya masuk saja" Adelia menyuruh seseorang masuk
"Adelia..... aku sangat merindukan kamu!" Chika masuk langsung meletakan barang bawaan nya dan langsung memeluk erat Adelia
"E Chika, aku juga merindukan kamu!" Adelia dan Chika saling berpelukan
__ADS_1
"Kamu kenapa bisa begini?" tanya Chika ke pada Adelia
"Jadi begini cerita nya, aku saat pulang kerja langsung pergi ke kontrakan, namun ternyata Riska di culik orang" jelas Adelia
"Terus di mana kamu bisa bertemu dengan Riska?" tanya Chika melihat Riska di samping Adelia
"Waktu itu aku sedang mencari Riska, lalu aku di pukul orang dari belakang, aku tidak tau siapa yang pukul aku, tapi aku yakin yang memukul aku adalah preman yang menculik Riska
"O begitu, kamu harus hati-hati Adelia, memang nya orang itu apa yang ia mau dari kamu dan Riska" Chika berdiri merapikan barang bawaan nya di meja
"Tidak tau, seperti nya ada maksud tertentu di balik ini" Adelia menyandar pada kasur pasien
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" tanya Chika bingung
"Iya aku yakin, masalah nya waktu aku juga di culik, preman itu diam saja dan tidak melukai Riska juga aku, saat Riska mencoba memberontak, baru preman itu menampar Riska agar diam dan waktu itu sudah malam, aku lihat Riska sudah tertidur dan aku juga pura-pura tidur, lalu preman itu menelpon seseorang di ruang itu" jelas Adelia
"Memang nya siapa yang preman itu telpon?" tanya Chika
"Aku tidak tau, tapi orang itu seperti nya adalah dalang di balik kejadian ini" tegas Adelia
"O seperti itu..." Chika duduk di kursi
Kruyuukkkk...!!!
"Hahahahaha.... cacing di perut mu ajak tempur itu" Chika tertawa
"Iya aku tiga hari tidak di beri makanan oleh preman jahat itu" Adelia duduk memegang perut nya yang lapar
"Apa? kejam banget tu orang! ya sudah makan dulu nih" chika mengambil makanan di meja
**Gimana ke lanjutan cerita nya?
penasaran? tunggu lanjutan nya ya! jangan lupa beri like, rate dan jadikan favorit ya! jangan lupa juga beri vote juga ^_^
Jika ada masukan dan kritikan, silahkan berkomentar ya!
__ADS_1
uwu... aku tunggu ya! ♡^.^♡